menaman cabe aquaponik

Yuk, Tanam Cabe Aquaponik

Menanam cabe aquaponik. Cabe bisa dibudidayakan dengan cara aquaponik, menggunakan sistem pasang surut, drip (dutch bucket) dan Deep Water Culture(DWC). Masih ingat apa itu sistem drip atau tetes dalam budidaya aquaponik?

Sistem drip berarti air yang mengandung nutrisi (dari kolam ikan) dipompakan ke media tanam melalui pipa berlubang kecil. Kemudian, air yang bersih dikembalikan lagi ke kolam ikan melalui sistem gravitasi.

Menanam Cabe Aquaponik

Berikut contoh menanam cabe aquaponik dengan sistem drip.

Alat dan bahan :

  • Media tanam : batu apung, zeolit, pasir malang, batu split atau lainnya
  • Pompa air
  • Ember bekas, box bekas es krim atau wadah tanam lainnya
  • Pipa PVC

Catatan :

  • Pakan ikan mengandung protein > 30%.
  • Media tanam harus cukup poros. Jika media tanam memadat, maka acak-acak media agar lebih poros.
  • Filter harus bagus kinerjanya dalam menjernihkan air nutrisi sebelum masuk ke sistem drip.
  • Selalu jaga tanaman dari hama, terutama kutu aphids dan thrip.
  • Tambahkan pupuk organik dan atau kompos, terutama untuk menunjang kebutuhan kalsium, kalium dan fosfor.
  • Anda bisa menggunakan pestisida nabati untuk mengusir HPT. Caranya, tembakau rokok, dicampur daun pepaya, diamkan beberapa jam dan encerkan dengan air. Semprotkan pada tanaman 3 hari sekali.
  • Perbandingan pakan ikan dan tanaman harus diperhatikan. Cabe 1 batang membutuhkan pakan 7 gram/hari.
  • Perhatikan pH air kolam, pada kisaran 6,8 – 7. Anda bisa memeriksanya secara rutin 1 – 2 hari sekali. Beri sedikit dolomit, jika pH kurang dari 6,8 dan perbaiki filter jika pH lebih dari 7.
Baca juga :  Yuk Pilih Jenis Bawang Merah Terbaik Yang Paling Banyak Diminati

mananam cabe aquaponik

Cabe juga bisa dibudidayakan dengan aquaponik sistem NFT (Nutrient Film Technique), yaitu menambahkan nutrisi seperti budidaya hidroponik dan air dialirkan ke tanaman dengan lapisan tipis selama minimal 8 jam/hari. Alat dan bahannya:

  • Kolam ikan: beton, terpal, drum bekas, bak berukuran besar atau lainnya (menyesuaikan lahan dan budget)
  • Wadah tanaman: botol bekas air mineral, net pot atau lainnya.
  • Media tanam: sekam, kerikil rockwool, gravel dan lainnya.
  • Benih cabe
  • Pipa PVC besar untuk tempat NFT dan ukuran kecil untuk instalasi
  • Pompa air
  • Aerator

Langkah Langkah Menanam

  • Pipa PVC ukuran besar dilubangi dahulu sesuai ukuran dan sebanyak jumlah wadah tanam.
  • Semai dahulu biji cabe pada media rockwool atau sekam yang dibasahi. Potongan rockwool 2 x 2 cm bagian tengahnya dilubangi dulu. Letakkan biji cabe pada rockwool. Letakkan rockwool berisi biji pada wadah, tutup dengan plastik berwarna hitam dan simpan 1 – 2 hari di ruangan tanpa cahaya.
  • Buka wadah penyimpanan rockwool. Ambil dan pindahkan rockwool berisi benih cabe yang sudah berdaun 2 atau lebih, ke net pot atau wadah tanam lain yang sudah disiapkan. Letakkan pada pipa yang sudah dilubangi.
  • Tambahkan pupuk organik, kompos maupun sisa-sisa makanan/kotoran yang mengendap di dasar kolam.

Catatan :

Kontrol dan jaga pH, kadar nutrisi serta oksigen terlarut (DO) dalam air kolam.

Alat dan bahan :

  • Net pot / gelas plastik / growbed
  • Pecahan genting (dalam potongan kecil-kecil)
  • Pompa air
  • Pipa PVC 3 inci
  • Bibit cabe

Langkah-langkah Menyemai :

  • Semai dahulu benih cabe menggunakan media tanah. Bisa menggunakan biji cabe sisa masak atau membeli di penjual benih.
  • Masukkan pecahan genting dalam net pot.
  • Pindahkan bibit cabe yang sudah memiliki daun, ke media pecahan genting. Anda bisa memindahkan bibit cabe dengan tanah-tanah yang masih menempel pada perakaran.
  • Anda bisa menambahkan pupuk kompos dan sisa-sisa lumpur kolam menjadi pupuk (nutrisi tambahan). Masukkan di atas pecahan genting.
Baca juga :  Pohon Bidara : Dari Obat Herbal Sampai 'Pengusir' Setan

Catatan :

  • Untuk sayuran berbuah seperti cabe, biasanya harus diberikan tambahan pupuk organik, bukan hanya mengandalkan air kolam. Tujuannya untuk lebih mengoptimalkan pembentukan bunga dan proses pembentukan buah dari bunga. Karena, pada sayuran berbuah, perkembangan buah akan membutuhkan asupan yang lebih banyak dari sayuran daun.
  • Jika terkena hujan yang relatif deras, tambahkan pupuk kompos dan atau pupuk organik. Karena, hujan dapat melarutkan pupuk yang ada dalam media.
  • Untuk sayuran buah seperti cabe misalnya, sebaiknya menggunakan pot atau grow bed yang ukurannya relatif lebih besar dari gelas plastik (bekas air minum). Karena, sayuran buah yang dibudidayakan secara aquaponik, hasilnya akan kurang maksimal dalam media yang terbatas.

Menanam cabe aquaponik relatif lebih sulit dalam pembudidayaannya dibandingkan dengan tanaman lainnya, mengingat lebih banyak hama yang menyerang, terutama daun yang mengeriting.

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.