aquaponik

Yuk, Coba Merakit Akuaponik Sendiri

Masih ingat dengan budidaya pertanian akuaponik? Salah satu terobosan dalam pertanian, di mana kegiatan bercocok tanam masih bisa dilakukan meski lahan sempit. Bahkan, bukan hanya bercocok tanam saja yang bisa dilakukan dalam akuaponik. Kita juga bisa membudidayakan ikan-ikan air tawar. Sedangkan menurut ilmu budidaya akuaponik 4 in 1, yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya, kita bisa bercocok tanam, membudidayakan ikan air tawar sekaligus beternak ayam.

Jika memang perlengkapan akuaponik memberatkan “kantong” Anda, maka bisa saja Anda mengakalinya dengan barang bekas.

Sebelumnya, kita kenali dulu salah satu bagian cukup penting dari akuaponik yaitu filter. Karena prinsip akuaponik adalah resirkulasi air. Filter terdiri dari 4 bagian yaitu:

  1. Solid Lifting Overflow (SLO) à menyedot kotoran padat ikan.
  2. Pengendapan (Swirl) à mengendapkan kotoran padat yang sudah disedot SLO.
  3. Rumah bakteri baik (bio filter) à tempat bagi bakteri nitrifikasi untuk mengubah zat amonia yang dihasilkan dari kotoran ikan, menjadi nitrat yang nantinya akan digunakan dan atau dibutuhkan oleh tanaman.
  4. Penampungan (Sump) à menampung air yang sudah terfilter dan mendistribusikannya ke tanaman.

Sebenarnya, tanaman dan media tanamnya memiliki peran ganda sebagai filter (internal). Sehingga, filter eksternal tidak diwajibkan ada dalam sistem akuaponik. Tetapi jika ingin membuat filter tambahan (eksternal), maka Anda hanya perlu alat dan bahan yang sederhana. Luas filter sebaiknya minimal 10% dari volume tangki ikan.

  • Bisa gunakan ember, akuarium bekas atau drum plastik
  • Bio ball (bisa didapatkan di toko perlengkapan akuarium/toko ikan)
  • Media filter lain yang bisa digunakan : kerikil, pecahan keramik, kapas penyaring dan sebagainya

Cara membuatnya adalah:

  • Ember/drum/wadah dilubangi di 3 titik untuk nantinya dipasangi pipa.
  • Siapkan instalasi pipa yang dibuat 3 outlet. Pipa ini nantinya akan menjadi jalan masuk air untuk difilter (air dari kolam ikan), pipa outlet mengeluarkan hasil filter ke SLO dan pipa outlet mengalirkan air filter ke bak penampungan atau langsung menuju rak tanaman.
Baca juga :  8 Tumbuhan Yang Mengeluarkan Bau Busuk

Awal akuaponik diperkenalkan, masih jarang sekali orang yang bisa membuat sistem tersebut. Tetapi kini, sudah mulai bermunculan ahli dan atau desainer yang membuat dan atau menjual sistem akuaponik. Lalu bagaimana jika kita ingin mencoba akuaponik tetapi dibatasi oleh dana yang dimiliki? Ternyata, sistem akuaponik sederhana, relatif mudah dirancang. Bahkan, bahannya pun dapat memanfaatkan barang-barang bekas di sekitar kita, seperti drum bekas, ember dan sebagainya.

  1. Akuaponik sederhana (sumber: Sutrisno et al)

Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah:

  • Batu apung atau koral atau kerikil, arang è sebagai media tanam
  • Pipa PVC
  • Sambungan pipa L dan T, end cup (penutup pipa)
  • Pompa air
  • Ember
  • Keranjang bekas (keranjang sayur)
  • Kolam ikan dari semen, berbentuk lingkaran atau persegi atau persegi panjang

Cara membuatnya adalah:

  • Lubangi bagian bawah ember (bukan bagian dasarnya), sesuaikan dengan ukuran pipa PVCnya.
  • Pasang pipa PVC pada lubang, panjang pipa ± 10 cm.
  • Tutupi pipa yang berada di bagian dalam ember dengan keranjang.
  • Masukkan batu ke dalam ember, sampai separuh volume ember.
  • Masukkan/letakkan arang ke dalam ember, di atas batu, sampai ember hampir penuh.
  • Jangan lupa, tanam benih sayuran yang akan ditanam, ke dalam ember berisi media tanam (batu dan arang).
  • Pasang pipa pot tanaman ke pipa saluran air.
  • Letakkan ember-ember (pot tanaman) di tepi atas kolam ikan.
  • Masukkan pompa air ke dalam kolam ikan dan beri pipa untuk disambungkan dengan saluran air yang menghubungkan ke pot tanaman.

  1. Akuaponik model NFT (Nutrient Film Technique) / DFT (Deep Flow Technique) (sumber: mamanabee.wordpress.com)

Bahan :

  • Kolam: terpal, semen, bak fiber glass (disesuaikan dana dan lahan).
  • Pompa submersible pump, debit 1x volume air kolam (contoh: volume air 1000 liter, pompa berdebit 1000 L/jam).
  • Bio filter sederhana : ember / tong 1 buah, pipa paralon/PVC ¾ inci, knee 2 buah, stop kran 1 buah, seal / karet 3 buah, shock drat ¾ inci 3 buah, pembatas dan media (kerikil, potongan tali rafia, sedotan minuman, bio ball, jaring bekas, paranet) secukupnya.
  • Desain lahan tanam NFT/DFT : pipa PVC 3 inci, 2 buah DOP (penutup pipa PVC) sesuai ukuran pipa, shock drat ¾ inci 3 buah, pipa paralon/pvc ¾ inci, lem paralon, pot berlubang/net pot/gelas bekas air mineral (sebaiknya yang tidak tembus cahaya).
  • Jaringan perpipaan : pipa PVC ¾ inci atau lebih.
  • Filter kotoran padat : ember/tong 1 buah, pipa PVC, knee 2 buah, stop kran 1 buah, seal / karet 3 buah, shock drat ¾ inci 3 buah.
Baca juga :  Mengenal dan Budidaya Kepiting Bakau

3. Berikut adalah cara pembuatan desain akuaponik sederhana dengan model sistem pasang surut (sumber: I Gusti Agung Ayu Ratna P.S).

Alat dan bahan yang digunakan, antara lain:

  • Media tanam : kerikil, arang, sabut kelapa
  • Wadah pemeliharaan ikan (tergantung luas lahannya) : terpal (jika lahan cukup luas) atau drum plastik bekas (jika lahan sempit)
  • Pipa PVC
  • Sambungan pipa (sambungan L dan T), end cup (penutup pipa)
  • Aerator
  • Pompa
  • Siphon

Proses pembuatannya adalah :

  • Bak pemeliharaan ikan diletakkan di tempat yang cukup tersinari matahari.
  • Pasang pompa pada bak pemeliharaan ikan.
  • Buatlah rak tanaman dan pasang media tanam.
  • Buatlah penyangga rak tanaman dan pasang.
  • Pasang pipa sirkulasi air, yang menghubungkan antara bak pemeliharaan ikan dengan media tanaman serta menghubungkan ‘balik’ antara media tanam dengan bak ikan.

4.Akuaponik dengan model cincin semen (sumber: Preston Coursey, 2014)

Alat dan bahannya yaitu :

  • 2 buah bak rakit apung ukuran 16 x 1 meter
  • 1 buah bedengan dari batu-batuan ukuran 16 x 1 meter
  • 5 buah cincin semen, dengan lebar 80 cm dan kedalaman 40 cm.
  • 6 buah tangki ikan ukuran 1 m3
  • Pompa air 35 – 50 watt, dengan kepala maksimum (ketinggian air) 3 meter dan aliran maksimum 2500 L/jam
  • Pipa PVC, ukuran 2, 6 dan ½ inci.
  • Pipa PVC 1 inci, untuk saluran pembuangan
  • Sambungan T dan L pipa PVC ½ dan 1 inci
  • end cup (penutup pipa)
  • Kran air
  • Siphon bell (tidak wajib ada), yang dipasang di atas setiap cincin semen
  • Batu-batuan sungai sebagai media tanam

Cara membuatnya adalah:

  • Menyiapkan cincin semen, dilapisi juga dengan cat khusus coal tar epoxy untuk membantu mencegah perubahan pH karena semen.
  • Masukkan batu-batuan ke dalam cincin semen untuk tangki tanaman, penuhi sampai 5 cm dari bagian atas cincin. Batu-batuan juga berfungsi sebagai filter air menuju tanaman.
  • Lubangi bagian bawah pot tanaman dengan diameter 4 inci. Pasang bahan filter (mirip sepon) sehingga dapat dipindah/dilepas untuk membuang kotoran yang tersaring.
  • Aliran air ke dalam cincin semen tanaman hanya sampai 7,5 cm dari atas cincin.
Baca juga :  Tips Jitu Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Durian

5. Desain Mini akuaponik (vertiminaponik) untuk lahan sempit (sumber: Nofi A Rokhmah et al, 2014)

Alat dan bahannya adalah:

  • Tangki air fiber glass volume 650 L
  • Rak besi
  • Talang air
  • Pipa PVC ¾ inci dan end cup (penutup pipa)
  • Kran
  • Shock drat
  • Pompa
  • Pot plastik
  • Ember plastik
  • Sekam bakar
  • Zeolit ukuran 20 mesh

Cara membuatnya adalah:

  • Nantinya, vertiminaponik ini akan berukuran 140 x 100 x 90 cm.
  • Talang air disusun/dipasang di atas tangki fiber glass, dengan disangga oleh rak besi.
  • Pompa dipasang di dasar tangki fiber glass.
  • Pasang pipa PVC (sebagai saluran inlet) yang menghubungkan antara setiap pangkal sistem tanaman dan pompa air.
  • Pasang pipa PVC (sebagai saluran outlet) yang menghubungkan antara ujung dasar rak penanaman (yang sudah dilubangi) dan tangki fiber glass.
  • Arang sekam atau zeolit ukuran 1 – 2 cm diletakkan di lapisan bawah talang air. Campurkan zeolit dengan bahan organik dan tanah mineral, perbandingan 3:1, lalu letakkan dalam kain kasa atau net di atas batu zeolit besar.

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.