cara memasak sayuran yang benar

Tips! Mengolah Sayuran

Cara memasak sayuran yang benar. Di artikel sebelumnya tentang “tips memilih dan menyimpan sayuran” sudah diuraikan bagaimana cara dan apa saja yang harus dilakukan dalam memilih dan menyimpan sayuran agar terjaga kesegaran dan kualitasnya.

Selanjutnya, setelah memilih dan atau menyimpan dengan benar, pastinya sayuran akan dikonsumsi dengan berbagai cara pemasakan. Tetapi yang perlu diingat bahwa baik sayuran maupun buah-buahan segar (yang mentah atau belum melalui proses pemasakan), memiliki enzim yang penting bagi tubuh manusia.

Nah, lalu bagaimana dengan sayuran yang kita masak? Semua makanan atau sayuran yang melalui proses pemasakan akan mengalami kehilangan enzim.

Di satu sisi, tubuh kita dalam kinerjanya membutuhkan enzim. Jika makanan sehari-hari yang kita konsumsi minim akan makanan segar dan berkualitas, maka tubuh harus ‘ekstra’ memasok banyak enzim sehingga nutrisi dalam makanan tersebut dapat digunakan optimal, diserap dan dicerna dengan baik.

Di sisi lain, konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan segar akan meningkatkan kemampuan alami tubuh dalam mencerna makanan. Yaitu dalam hal menjaga imunitas, peremajaan sel dan pemulihan sel/tubuh yang mati.

Maka dari itu, kita perlu menjaga agar enzim pada sayur-sayuran tersebut tidak kehilangan banyak meskipun melalui proses pemasakan.

Cara Memasak Sayuran Yang Benar

Dikutip dari buku “Food Combining (Pola Makan Sehat, Enak dan Mudah)”, ada beberapa tips/cara memasak sayuran yang benar yaitu sebagai berikut:

A. Mengukus

Yaitu memasak bahan makanan dengan memanfaatkan uap panas. Untuk mereka yang menjalani program diet atau para pasien diabetes dan penyakit-penyakit kronis, mengukus adalah pemasakan makanan yang paling sehat dibandingkan proses lainnya.

Baca juga :  Berkenalan Sambil Mencicipi Sate

Tidak hanya untuk sayuran tetapi juga daging-dagingan bisa dikukus. Mengukus bahkan mampu mempertahankan gizi lebih banyak dibandingkan dengan memasak dengan merebus atau menggoreng.

Caranya: kukus bahan sekedarnya saja, kukus sayuran 2 – 3 menit tergantung jenisnya.

B. Merebus

Selain mamasak sayuran dengan cara  mengukus, ada pula dengan jalan merebus. Tetapi, tidak semua sayuran cocok untuk direbus, karena kemungkinan kehilangan gizi di dalamnya. Berikut adalah cara merebus agar zat gizi dalam bahan pangan tidak hilang terlalu banyak:

  • Didihkan air secukupnya.
  • Setelah 2 menit mendidih, baru masukkan bahan/sayuran.
  • Rebuslah sebentar saja, yaitu 1 – 2 menitan.
  • Angkat dan tiriskan sayuran.
  • Jangan merebus sayuran dengan memasukkannya langsung saat air belum mendidih.

C. Menumis

Memasak dengan cara menumis yaitu memasak bahan dengan sedikit minyak panas. Agar hasil tumisan lebih enak dan sehat berikut caranya :

  • Potong bahan/sayuran dengan ukuran yang sama besarnya. Sehingga akan matang bersama.
  • Gunakan minyak sesedikit mungkin tetapi tetap merata. Anda bisa menggunakan bantuan botol semprot atau yang mulut botolnya sempit. Jadi, sedikit minyak sudah merata di permukaan wajan.
  • Minyak goreng dipanaskan terlebih dahulu sebelum bumbu masuk ke dalam wajan.
  • Jika bahan sudah dimasukan dalam wajan, aduk-aduk lalu angkat. Jangan terlalu lama dalam menumis dan harus tetap diaduk.

D. Menggoreng

Proses pemasakan yang sering dilakukan masyarakat dan hasilnya akan menjadi primadona adalah dengan cara menggoreng.

Apalagi, meskipun bumbunya cuma sedikit atau hanya bawang dan garam, tetapi gorengan terasa lebih nikmat dibanding makanan yang dimasak dengan cara lain.

Nah, berikut adalah tips menggoreng yang tidak membutuhkan terlalu banyak minyak sehingga tidak memberikan resiko buruk pada kesehatan Anda :

  • Pilihlah minyak goreng yang tepat. Minyak sawit dan minyak kelapa sama-sama didominasi oleh lemak jenuh. Sehingga keduanya tidak baik jika dikonsumsi terus-menerus. Anda juga bisa pilih minyak jagung, minyak kedelai, minyak zaitun atau minyak biji bunga matahari.
  • Atur suhu yang tepat. Yaitu suhu saat bahan akan dimasukkan dan digoreng. Jika suhu minyak kurang panas maka gorengannya akan lebih banyak menyerap minyak. Tetapi jika suhu terlampau panas, sudah pasti bahan cepat gosong dan mungkin di sisi dalamnya belum matang.
  • Tiriskan gorengan terlebih dahulu. Jika sudah matang dan diangkat, letakkan pada saringan atau wadah yang berlubang. Jangan langsung diletakkan pada piring saji.
  • Minyak goreng digunakan maksimal adalah 3 kali. Jangan gunakan minyak goreng yang sudah berwarna cokelat atau pemakaian berkali kali.
Baca juga :  Kelebihan Dan Kekurangan Kemasan Styrofoam

E. Microwave

Teknologi memasak yang kini banyak digunakan terutama oleh masyarakat kelas menengah ke atas adalah microwave. Tetapi yang perlu diingat bahwa microwave bisa menurunkan kualitas gizi bahan pangan.

Sayuran yang dimasak dengan microwave, mengalami perubahan mineral yang dikandungnya sehingga berpotensi menjadi karsiogenik.

Hal hal yang perlu diperhatikan ketika memasak sayuran menggunakan microwave :

  • Gunakan wadah yang terbuat dari gelas, keramik atau plastik yang khusus digunakan di mesin microwave.
  • Tidak semua sayuran cocok dimasak dengan microwave, bersikap bijaklah.
  • Setting suhu sekitar 73.8 derajat celcius jika akan memanaskan sayuran.

Itulah cara memasak sayuran yang benar dalam rangka mempertahankan kandungan gizi dalam sayuran agar tidak menguap sia sia.

Selamat membaca dan mencoba 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.