Tips! Memilih dan Menyimpan Sayuran

Sudah sering dikatakan bahwa salah satu kelemahan produk hortikultura, apalagi di Indonesia adalah mudah rusak. Tidak hanya buah-buahan, tetapi juga sayuran. Anda pasti sering melihat di pasar tradisional, banyak sayuran dan buah-buahan yang layu, busuk atau pun rusak. Belum lagi si pedagang mengatakan kalau buah-buahan atau sayuran-sayuran itu baru saja dipasok dari petani atau baru dipanen. Belum lagi di musim hujan seperti sekarang ini. Akan ada banyak sayuran dan buah-buahan yang tercecer rusak, layu dan busuk.

Lalu, apakah kita tetap bisa mengonsumsi sayuran? Padahal sayuran adalah menu yang seharusnya ada dan wajib pada makanan kita. Sayuran adalah produk hortikultura yang diwajibkan bagi segala usia, semua golongan masyarakat, apalagi bagi mereka yang tengah sakit. Lalu bagaimana kita memilih sayuran yang akan dikonsumsi? Lalu bagaimana pula kita menyimpan sayuran yang sudah kita beli atau kita panen (dari ladang sendiri) agar tidak cepat busuk dan atau rusak?

Dikutip dari buku “Food Combining (Pola Makan Sehat, Enak dan Mudah)”, berikut adalah tips-tips memilih dan menyimpan sayuran si produk hortikultura.

A. Sayuran daun

Yang pertama dibahas adalah sayuran daun, yang merupakan sayuran utama yang biasa dan dianjurkan untuk dikonsumsi. Contohnya adalah bayam, kangkung, selada, kemangi dan lainnya.

Pilih sayuran segar yang warnanya masih hijau. Jangan pilih yang telah menguning. Jika batang sayuran mudah dipatahkan berarti sayuran tersebut belum terlalu tua.

Untuk sayuran yang biasanya dimakan dalam kondisi mentah seperti selada atau kemangi, cuci sebelum disimpan. Tiriskan dengan keranjang kecil atau saringan, yang memiliki lubang kecil-kecil. Simpan pada wadah tertutup dan pisahkan dari sayuran lain.

Untuk kemangi, jangan simpan di lemari es. Karena kemangi bisa cepat layu jika disimpan di lemari es. Simpan kemangi di gelas berisi air dengan tangkai yang terendam air, layaknya meletakkan bunga potong. Jika kemangi belum digunakan/dikonsumsi, ganti air rendaman setiap hari. Simpan kemangi di suhu kamar dan jangan terkena cahaya matahari langsung.

Baca juga :  Cara Bercocok Tanam Cabai Yang Baik Dan Benar

B. Regu Bawang-bawangan

Untuk bawang merah, pilih yang kulitnya kering betul, warnanya cukup mengkilat dan padat teksturnya. Sedangkan untuk bawang putih, pilih yang kulitnya kering serta aromanya harum dan kuat.

Simpan bawang merah dan putih dalam wadah berlubang, di tempat kering, gelap tidak terkena cahaya matahari langsung,

Jangan simpan bawang merah dan bawang putih di lemari es. Terkecuali, bawang merah dan putih sudah dikupas serta akan digunakan dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama. Jangan simpan bawang dalam satu wadah bersama atau berdekatan dengan kentang. Karena kentang akan mengeluarkan gas yang bisa mempercepat pembusukan pada bawang.

C. Sayuran dari keluarga umbi-umbian

Contoh sayuran dari keluarga umbi-umbian yaitu kentang, wortel atau bengkuang.

Pilih sayuran umbi-umbian yang utuh, tidak berlubang, kulitnya mulus tanpa bintik atau luka goresan.

Masukkan sayuran umbi-umbian ke dalam wadah berlubang atau kantung kertas. Simpanlah di dapur dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Jangan menyimpan simpan di lemari es.

D. Sayuran buah

Contoh sayuran buah adalah seperti mentimun, terong, tomat, cabai dan lainnya.

Pilih sayuran buah yang keras, utuh, tidak memar, pecah atau tergores luka dan kulit masih kencang atau tidak keriput. Untuk tomat dan cabai merah, pilih yang matang yang warnanya merah bersih/mengkilat.

Simpan timun dalam plastik dalam lemari es. Simpan tomat dalam wadah kering dan berlubang, letakkan di dapur yang tidak kena sinar matahari langsung. Simpan cabai di dapur. Bisa juga menyimpan cabai di lemari es, dibungkus tisu atau plastik dan biasanya akan bertahan sekitar 10 hari.

E. Sayuran keluarga kacang-kacangan

Contoh sayuran keluarga kacang-kacangan yaitu kacang panjang, buncis, kacang ercis dan sebagainya.

Baca juga :  15 Cara Memilih Buah Segar dan Berkualitas

Pilih sayuran kacang-kacangan yang masih muda, segar dan warnanya hijau cerah. Pilih yang tidak berlubang, tidak berbintik, masih keras teksturnya, tidak lembek/layu tetapi mudah dipatahkan (tidak ulet).

Hindari memilih sayuran kacang-kacangan yang menguning.

Bagaimana, apakah sudah paham? Tentunya tips-tips di atas sangat mudah dipraktekan sehari-hari. Cobalah dipraktekan untuk mendapatkan sayuran segar dan berkualitas tanpa melupakan sisi gizinya.

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.