Rafflesia-arnoldii

Rafflesia Arnoldii, si Raksasa dari Bengkulu

Tentunya, kita sudah dikenalkan “meskipun sekilas” dengan sosok Rafflesia Arnoldii. Apa yang terlintas di benak Anda saat mendengar nama Rafflesia Arnoldii? Bunga bangkai? Bunga langka? Bunga yang terancam punah? Bunga yang indah dan unik? Bunga yang besar? Bunga nasional Indonesia? Nah berikut sedikit cerita, fakta dan kabar berita tentang Rafflesia Arnoldii.

Sang Bunga Raksasa Ditemukan

  1. Bunga Rafflesia Arnoldii pertama ditemukan tepatnya tahun 1818 atau sekitar abad ke-19 silam, di hutan tropis dekat Sungai Manna, Lubuk Tapi, Bengkulu Selatan. Rafflesia Arnoldii pertama kali dilihat sang penemunya di Pulo Lebbar.
  2. Rafflesia Arnoldii berasal dari nama penemunya. Bunga raksasa ini ditemukan oleh sang pemandu, Dr. Joseph Arnold, yang sedang melakukan ekspedisi di bawah pimpinan Thomas Stamford Raffles.
  3. Dalam buku Rafflesia of The World, buah karya Jamili Nais, menyatakan bahwa Rafflesia Arnoldii bukan ditemukan oleh Dr. Arnold dan T. S. Raffles. Bunga Rafflesia ditemukan 20an tahun sebelumnya atau tahun 1797 yaitu sekitar akhir abad ke-18, oleh seorang dokter sekaligus penjelajah dan pecinta alam asal Perancis, Louis Auguste Deschamp. Louis tengah berlayar ke Pulau Jawa, kemudian ia melihat, mengumpulkan spesimen sampai menggambarkan bunga Rafflesia yang pertama kali ditemukannya di Nusakambangan.

Ciri-ciri dan Morfologi Tanaman

  1. Bunga raksasa dengan bau busuk nan menyengat.
  2. Rafflesia Arnoldii tumbuhnya merambat, tidak berdaun dan tidak bisa berfotosintesis.
  3. Dalam pertumbuhannya, Rafflesia Arnoldii mampu tumbuh sampai diameter 1 – 1,05 meter dan beratnya hingga 11 kg.
  4. Bunga Rafflesia Arnoldii durasi hidupnya hanya 5 – 7 hari. Setelah itu, Rafflesia akan layu lalu mati.
  5. Karena tidak bisa berfotosintesis, maka Rafflesia hidup sebagai parasit. Rafflesia bergantung pada batang liana, yang merupakan tumbuhan rambat dan berasal dari genus Tetrastigma. Genus ini termasuk kelompok yang mengandung banyak air. Spesies dari genus Tetrastigma yang menjadi inang seperti tuberculatum, T. curtisii, T. pedunculare, T. Scortechinii, T. diepenhorstii, T. papillosum, T. quadrangulum, T. glabratum, T. harmandii dan T. loheri.
  6. Rafflesia memiliki lobus yang seperti kelopak, dengan ketebalan sekitar 1 inci.
  7. Rafflesia memiliki bentuk seperti pot, dengan 5 kelopak merah bata yang mengelilingi (mengapitnya) disertai totol putih.
  8. Bunga Arnoldii memiliki 5 mahkota. Kelima mahkota tersebut mengelilingi bagian yang bentuknya seperti mulut gentong.
  9. Ketika mekar, bunga Rafflesia Arnoldii nampak cantik, dengan kelopaknya yang merah pekat, montok, besar, dilengkapi bintik-bintik putih.
  10. Ketika mekar, hanya bunga lah bagian yang menonjol. Karena, Rafflesia arnoldii tidak memiliki akar, daun bahkan batang.
  11. Meskipun pada umumnya Rafflesia memiliki 5 kelopak, tetapi pernah ada dan mekar Rafflesia berkelopak 6, tepatnya di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Kaur, Bengkulu Tengah.
  12. Di bagian dasar bunganya ada sebuah bagian yang menyerupai piringan berduri. Di dalam bagian tersebut ada benang sari atau putiknya, tergantung jenis kelamin bunga Arnoldii
  13. Bagian dasar Arnoldii, nantinya membentuk buah dan akan menjadi benih. Benih tersebut akan dimakan binatang hutan, baik itu musang, tupai hingga landak.
  14. Rafflesia Arnoldii memiliki permukaan bunga yang luas dan terbuka lebar. Sehingga menjadi pintu yang menarik serangga, terutama lalat dan kumbang, untuk memasukinya.
  15. Rafflesia juga memiliki bagian yang disebut haustorium. Bagian tersebut menjadi alat untuk menempel pada inangnya, sekaligus menyerap nutrisi yang dibutuhkannya.
  16. Pada Rafflesia jantan, terdapat anter di bagian knop dan bunganya. Berbeda dengan betina yang tidak memiliki anter.
  17. Bunga betina cenderung lebih luas tetapi lebih pendek, daripada bunga jantan.
Baca juga :  Si Asin Bumbu Masakan

Taksonomi Rafflesia

Divisi               : Spermatophyta

Kelas                : Angiospermae

Sub kelas         : Dicotyledoneae

Bangsa             : Aristolochiales

Suku                : Rafflesiaceae

Marga              : Rafflesia

Spesies            : R. arnoldii, R. patma, R. atjehensis, R. gadutensis, R. hasseltii, R. micropylora, R. rochussenii, R. bengkuluensis, R. tuan-mudae, R. lawangensis

Kehidupan Sang Raksasa

Sang bunga raksasa yang terkenal akan keunikan dan kelangkaannya ini, memiliki fase kehidupan yang pendek. Setelah sekitar 9 bulan bunga akan mekar, maka selang 3 – 9 hari kemudian akan layu dan mati.

Ada 6 fase utama dalam perkembangan bunga Rafflesia, yaitu sebagai berikut:

  • Fase Kopula –> kuncup mulai muncul yang seluruhnya berupa kopula-kopula dan struktur yang nampak bukan bagian asli dari Rafflesia, justru kulit sang inangnya.
  • Fase Kopula-Brakta –> 2 struktur bunga terlihat dominan.
  • Fase Brakta –> kuncup yang nampak hampir seluruhnya, berupa brakta.
  • Fase Brakta-Perigon –> 2 struktur bunga terlihat dominan.
  • Fase Perigon –> kuncup hampir seluruhnya tertutup oleh perigone.
  • Fase Mekar –> perigon mulai membuka, kelopak bunga mulai mekar dan berjalan dalam waktu yang sangat singkat yaitu 3 – 9 hari.

Kisah di Balik Keunikan Sang Raksasa

  1. Louis A. Deschamp juga sempat ditangkap oleh Gubernur Belanda, Van Overstraten, tetapi tidak ditahan dan dibiarkan melakukan ekspedisi ke Pulau Jawa dari 1791 – 1794.
  2. Ada cerita yang cukup memilukan, terkait Rafflesia Arnoldii dan Louis A. Deschamp. Tahun 1798, Louis kembali ke Perancis membawa spesimen dan gambarnya. Di sekitaran Selat Inggris, semuanya dirampas para penjaga laut Inggris. Kemudian, spesimen beserta gambar Rafflesia disimpan di British Museum sekitar tahun 1861. Hingga akhirnya sampai ke tangan para ahli botani Inggris. Mereka merasa takjub melihat jenis tanaman yang dianggapnya unik dan baru pertama dilihatnya. Hingga ada sebuah kompetisi “rahasia” di antara para ahli botani untuk menerbitkan jenis tanaman unik tersebut. Nantinya, siapa pun yang menjumpai bunga tersebut, maka namanya akan diabdikan untuk nama bunganya dan harus orang Inggris, bukan Belanda juga bukan Perancis.
  3. Kemudian, Thomas Raffles yang merupakan Gubernur Inggris di Bengkulu, memerintahkan William Jack untuk meneliti serta membuat deskripsi tentang jenis bunga tersebut. William lalu menamai bunga tersebut dengan titan. Sejak riset tersebut dikirimkan ke London, April 1820, oleh William, tetapi tidak langsung diterbitkan (dipublikasikan). Juni 1820, Robert Brown membacakan penemuan tersebut pada anggota Linnean Society, yang membuat riset William dipublikasikan Agustus 1820. Brown bahkan menamai jenis baru bunganya dengan Rafflesia arnoldii R. Br. Meskipun William yang mengirimkan spesimen dari Bengkulu Selatan. Tapi mirisnya, karena publikasi yang terlambat, R. titan, tidak digunakan untuk menyebut jenis baru tersebut.
  4. Sekitar 4 tahun setelah Brown mendeklarasikan penemuannya yaitu tahun 1825, bunga penemupan Louis di Nusakambangan diberi nama Rafflesia patma oleh C.L. Blume. Blume sendiri adalah direktur Kebun Raya Bogor, yakni warga Belanda keturunan Jerman.
  5. Rafflesia Arnoldii berdasarkan status konservasi menurut IUCN, termasuk pada kategori “terancam punah”.
  6. Ada aturan tentang status konservasi arnoldii, yaitu PP No. 7 tahun 1999 yang menyatakan jika semua spesies Famili Rafflesiaceae adalah dilindungi undang-undang, serta SK Mentan RI No. 6/PMP/1961 tertanggal 9 Agustus 1961 tentang larangan pengeluaran spesies Rafflesia.
  7. Selain Arnoldii, ada juga Rafflesia magnifica yang tumbuhnya di Filipina. magnifica menjadi flora yang terancam punah.
  8. Di Royal Botanic Gardens, Kew, dibuatkan sebuah model lilin bunga, sebagai ilustrasi Arnoldii.
  9. Kemungkinan terjadinya pembuahan sangat kecil. Karena bunga jantan dan betina sangat jarang mekar pada waktu bersamaan dalam seminggu. Belum lagi kehadiran serangga atau lalat yang akan mentransfer serbuk sari dai bunga jantan ke putik si betina.
  10. Ada sekitar 30-an spesies Rafflesia di dunia.
  11. Menurut investigasi dan penelitian, Rafflesia jantan lebih banyak jumlahnya dibandingkan si betina.
  12. Ada sekitar 8 spesies Rafflesia di Indonesia dan Malaysia. Sedangkan spesies lainnya menyebar di Thailand dan Filipina.
  13. Indonesia disebut sebagai negara dengan Rafflesia terbanyak di dunia. Bahkan dari 25 spesies, 12 di antaranya asli Indonesia. Dalam 20 tahun terakhir ini, Indonesia menemukan 2 – 3 spesies Rafflesia
  14. Malaysia dan Sabah hanya memiliki sekitar 6 spesies Rafflesia.
  15. Di Filipina, 5 tahun terakhir telah ditemukan 5 spesies Rafflesia yang baru.
  16. Jika Arnoldii var. arnoldi ada di Kalimantan dan Sumatera, maka R. Arnoldii var. atjehensis ada di Sumatera bagian utara.
  17. Karena Bengkulu sebagai tempat di mana Rafflesia Arnoldii ditemukan, maka Bengkulu dijuluki “Bumi Rafflesia” atau “The Land of Rafflesia”.
  18. Di Bengkulu sendiri, sudah ada 4 spesies Rafflesia yaitu arnoldii, R. bengkuluensis, R. gadutensis dan R. hasselti.
  19. Masyarakat Bengkulu menyebut bunga Rafflesia Arnoldii dengan sebutan sendiri, seperti bunga bokor setan, ibeun sekedei atau cawan hantu hingga Begiang Simpai atau bunga monyet.
  20. Ada beberapa mitos di kalangan masyarakat Bengkulu tentang keberadaan bunga Rafflesia Arnoldii, di antaranya adalah:                                                                                                                                                                 a.Suku Rejang percaya, Arnoldii adalah bokor sirih milik para penunggu hutan, baik yang astral (ghaib) maupun hewan buas. Maka dari itu, suku Rejang dahulu menghindari Arnoldii di tengah hutan. Jika menemui bunga tersebut, segeralah ia pergi menghindar. Para suku Rejang pun tidak ada yang mengusik keberadaan bunga tersebut. Karena hal itu juga yang membuat Arnoldii tumbuh dengan baik di hutan Bengkulu.           b.Suku Serawai menganggap Arnoldii sebagai bunga mistis, karena tidak memiliki daun dan akar. Sehingga mereka ada yang menyimpulkan bahwa bunga tersebut milik penunggu hutan atau bisa juga bunga yang muncul dari sisa makanan monyet.
  21. Waktu mekarnya bunga Arnoldii tidak bisa diprediksi. Ada sebagian yang meyakini jika Arnoldii mekar setelah musim hujan lebat. Ada pula yang mengatakan jika Arnoldii mekar di bulan Juli. Tetapi sebenarnya, Arnoldii membutuhkan waktu 9 bulan untuk kemudian mekar.
  22. Rafflesia Arnoldii sampai saat ini belum berhasil dibiakkan di luar habitat aslinya.
Baca juga :  Di Balik Susu Kental Manis yang Dilarang

Menjumpai Rafflesia Arnoldii

Ada beberapa tempat di mana kita bisa menyaksikan keunikan, keindahan dan kelangkaan Rafflesia Arnoldii, bunga nasional khas Bengkulu. Tempat-tempat tersebut antara lain:

a. Bengkulu

Di sinilah Rafflesia arnoldii tinggal dan berasal. Rafflesia arnoldii dapat kita jumpai di kawasan hutan lindung Taba Penanjung dan hutan lindung Boven Lais.

b. Kebun Raya Bogor

Ada 3 jenis Rafflesia di Kebun Raya Bogor, yaitu Rafflesia padma (Rafflesia endemik Jawa Barat), Rafflesia arnoldii (Rafflesia endemik Sumatera) dan Rafflesia rochussenii (Rafflesia Jawa dan Sumatera). Di sana, Rafflesia tercatat terakhir mekar pada 2 Juni 2010.

c. Kebun Raya Cibodas

Di Kebun Raya Cibodas, kita dapat melihat Rafflesia rohussenii, yang tercatat mekar terakhir pada 1 Juli 2011.

d. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

Rafflesia arnoldi juga bisa dijumpai di taman nasional yang letaknya membentang dari ujung selatan Bengkulu sampai ujung selatan Lampung ini.

e. Taman Nasional Kerinci Seblat

Rafflesia arnoldii menjadi flora langka kebangga dari taman nasional yang berada terbentang dari Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi hingga Bengkulu.

f. Taman Nasional Gunung Leuser

Pada taman nasional yang berada di kawasan Sumatera Utara sampai D.I. Aceh, terdapat flora-flora langka yang salah satunya adalah Rafflesia arnoldii.

arnoldii, menurut data Dephut RI (1997) dan Susatya et al (2002), juga bisa dijumpai di Dusun Baru (Kabupaten Muko-Muko), Ketenong II; Air Musno dan Danau Tes (Kabupaten Lebong), Taba Rena; Beringin Tiga Area; Suban Ayam dan Bukit Kaba (Kabupaten Rejang), Cagar alam Pagar Gunung (Kabupaten Kepahiyang), Gunung Bungkuk; Cagar alam Taba Penanjung; Kemumu; Hutan lindung Bukit Daun; Talang Empat; Bukit Hitam (Kabupaten Bengkulu Utara); Padang Capo Area (Kabupaten Seluma), Kedurang Area (Kabupaten Bengkulu Selatan), serta Padang Guci Hulu; Talang Tais dan Muara Sahung (Kabupaten Kaur).

Baca juga :  Di Balik Susu Bubuk yang Digemari

Kemudian, berikut adalah spesies Rafflesia yang ditemukan di dunia.

Rafflesia Arnoldii = Bunga Bangkai?

Meski sama-sama memiliki ukuran bunga yang besar dan disebut bunga raksasa, tetapi Rafflesia arnoldi bukan bunga bangkai. Maka, berhentilah menyebut Rafflesia arnoldii sebagai bunga bangkai. Karena keduanya memiliki perbedaan dan berikut beberapa perbedaannya.

Bunga Nasional Indonesia

  1. Saat pemerintahan Pak Presiden Soeharto, Rafflesia Arnoldii pun diangkat menjadi salah satu sosok bunga nasional Indonesia. Pengangkatan itu pun resmi ditetapkan bersama Keputusan Presiden (Kepres) No. 4 Tahun 1993 tentang satwa dan bunga nasional.
  2. Tepat pada 9 Januari 1993, ditetapkan sebagai hari lahir bunga Rafflesia Arnoldii, yaitu hari pengangkatannya sebagai bunga nasional Indonesia.
  3. Tepatnya 9 Januari 2018 atau bertepatan pada ulang tahun ke-25 Rafflesia, resmi didirikan sebuah organisasi yaitu Forum Rafflesia dan Amorphophalus atau yang disingkat Foramor Indonesia. Forum tersebut menjadi tindak lanjut dari simposium internasional tentang Padma Raksasa Indonesia Rafflesia dan Amorphophallus di Bengkulu, pada 2015 silam.

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.