pupuk kelapa sawit terbaik dan bagus

Jenis Dan Cara Aplikasi Pupuk Kelapa Sawit Agar Panen Berlimpah

Pemupukan menjadi hal yang paling penting dalam budidaya kelapa sawit. Ini dikarenakan kelapa sawit adalah jenis tanaman yang haus akan unsur hara, sehingga membutuhkan pemupukan dalam jumlah besar.

Meski begitu, harus dipertimbangkan pula bagaimana pemenuhan kebutuhan unsur hara pada kelapa sawit, dengan pengeluaran biaya pemupukan dan perawatannya. Tentu Anda tidak ingin merugi akibat membeli pupuk terlalu banyak kan?

Nah oleh sebab itu, Anda harus memahami apa saja dan seberapa besar kebutuhan unsur hara pada tanaman kelapa sawit Anda. Berikut ini hal-hal penting yang perlu Anda perhatikan dalam mengaplikasikan pupuk pada tanaman kelapa sawit.

Prinsip Pemupukan Kelapa Sawit (5T)

a. Tepat Jenis

Tepat jenis berarti pupuk yang di berikan harus tepat jenisnya, sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit. Tanaman kelapa sawit membutuhkan unsur hara dalam jumlah besar (unsur hara makro) yang terdiri dari : Magnesium (Mg), Fosfat (P2O5), Kalium (K), Nitrogen (N2), dan Boron (B).

Selain unsur hara makro itu, tentu saja tanaman sawit membutuhkan unsur hara mikro atau unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah kecil. Unsur hara mikro yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit adalah seperti Co, Mo, Zn, Cu, Fe, dan masih banyak lagi.

b. Tepat Dosis

Tepat dosis artinya, pupuk yang Anda berikan kepada tanaman kelapa sawit sesuai takaran yang berdasarkan kebutuhan tanaman.

Baca juga :  Perkembangan Pertanian Di Indonesia Dari Dulu Hingga Sekarang

Pemberian pupuk dalam jumlah terlalu besar atau terlalu kecil ternyata memberikan dampak buruk terhadap kondisi tanah, lingkungan dan pertumbuhan tanaman.

c. Tepat Waktu

Selain tepat jenis dan tepat dosis, Anda juga harus memberikan pupuk dalam waktu yang tepat. Sebab, waktu juga sangat menentukan efektifitas pemupukan terhadap tanaman kelapa sawit.

Jangan sampai Anda tidak tepat waktu dan tepat musim dalam melakukan pemupukan terhadap kelapa sawit, sebab hal itu bisa mengakibatkan kelapa sawit tidak dapat tumbuh dan berkembang secara sempurna.

d. Tepat Cara Aplikasi

Cara pengaplikasian pupuk harus dilakukan dengan tepat, agar penyerapan nutrisinya bisa berjalan dengan optimal. Cara penebaran pupuk granule yang benar adalah dengan ditabur secara merata disekitar lubang tanam dan tidak boleh menggumpal.

Sedangkan cara pengaplikasian pupuk yang berbentuk cair harus dilakukan sedekat mungkin, atau bahkan mengenai bagian tanaman. Seperti pada batang, daun, atau akar tanaman kelapa sawit.

Dampak Ketika Tanaman Kelapa Sawit Kekurangan Unsur Hara Makro

Tanaman kelapa sawit yang kekurangan unsur hara makro tentu akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangannya.

Berikut ini beberapa contoh dampak yang ditimbulkan ketika tanaman kelapa sawit kekurangan beberapa unsur hara makro :

A. Fosfat (P2O5)

Kekurangan unsur hara fosfat dapat mengakibatkan daun pada tanaman kelapa sawit tidak tumbuh dengan baik dan kerdil.

Batang dan tandan pada tanaman kelapa sawit juga akan mengalami ke kerdilan (tidak bertumbuh dengan optimal).

Dampak jangka lama kekurangan fosfat tentu dapat merugikan petani. Sebab, Anda akan kehilangan masa produktifnya.

B. Magnesium (Mg)

Kekurangan Magnesium pada tanaman kelapa sawit cukup mudah dikenali. Salah satu ciri yang paling mencolok adalah perubahan warna daunnya.

Baca juga :  12 Jenis-Jenis Bahan Kemasan Pangan Dan Bentuknya

Daun tanaman kelapa sawit yang kekurangan magnesium akan berubah menjadi kekuningan, utamanya pada daun mudanya. Jika tidak segera ditangani, maka tanaman kelapa sawit akan mengalami kekeringan dan kematian.

C. Boron (B)

Tanaman kelapa sawit yang kekurangan unsur hara Boron (B) menunjukkan ciri-ciri daun yang mengeriting, dengan bagian ujung daun tampak memendek atau mengkerdil. Lama kelamaan, tanaman yang kekurangan unsur hara boron akan kesulitan untuk tumbuh dan berkembang.

D. Nitrogen (N2)

Tanaman yang kekurangan unsur hara nitrogen memiliki ciri-ciri yang hampir mirip dengan tanaman yang kekurangan unsur hara Magnesium (Mg) dan Fosfat (P2O5). Bagian daun pada tanaman akan mengalami perubahan warna menjadi pucat, menguning, memendek, dan mengeras.

Jika tanaman kelapa sawit yang kekurangan nitrogen dibiarkan, maka tanaman akan menjadi kerdil dan tidak dapat berkembang dengan optimal. Bahkan, bisa juga tanaman menjadi mudah terserang hama penyakit.

E. Kalium

Kekurangan kalium pada tanaman kelapa sawit memiliki ciri yang cukup mencolok. Sebab, daun tanaman akan tampak ber-bercak kuning. Nantinya, tanaman yang kekurangan kalium ini akan kembali menghijau setelah dipupuk dengan pupuk yang mengandung kalium dalam jumlah cukup.

Pupuk Kelapa Sawit Terlengkap

Kekurangan unsur hara makro maupun mikro tertentu terbukti dapat memberikan dampak yang tidak dapat disepelekan. Mulai dari ketidak-efektifan penyeapan nutrisi, kerdil, hingga kematian.

Oleh sebab itulah Anda disarankan untuk menggunakan produk yang sudah mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap.

Sangat disarankan untuk mengaplikasikan Pupuk Organik Cair Sawit yang sudah diformulasikan secara modern dan mengandung unsur hara makro dan mikro terlengkap sesuai kebutuhan tanaman kelapa sawit.

Unsur hara yang terkandung didalam Pupuk Kelapa Sawit adalah C. Organik, N, P, K, B, Na, Ca, Mg, Fe, Cu, Zn, Mn, Co, dan Mo.

Baca juga :  Di Balik Susu Bubuk yang Digemari

Unsur hara yang terkandung didalam GDM Black BOS adalah C, N, O, K, Ca, Mg, Na, Cu, Zn, Mn, Fe, Mo, Co, dan B.

Sedangkan unsur hara yang terkandung didalam GDM SaMe adalah H2O, C organik, N, bahan organik, P, K, Na, Ca, Mg, Fe, Cu, Zn, Mn, B, Co, Mo, HNO 3 +HCLO 4 .

Selain unsur hara makro dan mikro, Organik juga mengandung bakteri spesialis yang sangat dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit.

Pupuk Sawit mengandung bakteri Bacillus Brevis, Bacillus Pumillus, Bacillus Mycoides, Pseudomonas Alcaligenes, Pseudomonas Mallei, Klebsiella Oxytaca dan Micrococcus Roseus.

Jadi, sudah terbukti bahwa produk pupuk sawit adalah produk terbaik untuk tanaman kelapa sawit. Cukup dengan menggunakan produk Organik, Anda tak perlu lagi menambahkan produk penambah unsur hara lain.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.