Pohon Bidara : Dari Obat Herbal Sampai ‘Pengusir’ Setan

Akhir-akhir ini sedang trend pohon bidara. Mungkin bagi sebagian orang, jenis flora tersebut terdengar asing. Banyak yang mengatakan manfaat bidara untuk kesehatan. Bahkan, tanaman bidara juga dikaitkan dengan kegunaan-kegunaan di zaman Nabi Muhammad SAW. Lalu, sebenarnya bagaimana dan apa manfaat pohon bidara itu?

Sebenarnya, bidara merupakan tanaman pohon, selalu hijau, tersebar di wilayah Asia Barat, Afrika Utara dan daerah tropis. Bahkan di Israel, tanaman bidara mampu tumbuh di lembah sampai ketinggian 500 m dpl. Di Indonesia, tanaman bidara banyak tumbuh liar di Sumbawa (NTB). Tanaman bidara dikenal dengan rangga (Bima), widara (Jawa, Sunda), kalangga (Sumba), bekul (Bali), nabka, sidr (Arab), nabag, cidir (Sudan), kurna (Nigeria), dom, duri-Yerussalem, duri Kristus (Inggris), paliure, epine du christ, porte-chapeau,capelets, argolou, arnaves (Perancis), Chinese Apple, Indian Plum, jujube dan nama daerah lainnya. Bidara berasal dari Yunnan, Cina Selatan; Afghanistan; Malaysia hingga Queensland, Australia.

Pohon bidara berasal dari genus ziziphus, dengan susunan taksonomi sebagai berikut.

Kingdom         : Plantae

Divisi               : Magnoliophyta

Kelas               : Magnoliopsida

Ordo                : Rosales

Famili              : Rhamnaceae

Genus              : Ziziphus

Spesies            : Ziziphus mauritiana Lam.

Nah, pohon bidara juga mempunyai karakteristik yang bisa diperhatikan, seperti:

  • Perakaran tunggang dan cepat berkembang.
  • Bisa tumbuh sebagai tanaman semak, yang tingginya sampai 1,2 – 1,8 meter, atau pun sebagai tanaman pohon yang tingginya sampai 3 – 15 meter.
  • Batangnya berdaun dan berduri di tiap nodes. Diameternya 40 cm, bahkan bisa lebih. Berkulit abu-abu gelap sampai hitam dan teksturnya pecah-pecah tidak beraturan.
  • Daunnya berukuran panjang 2,5 – 6,25 cm dan 2 – 4 cm lebarnya. Daunnya berbentuk lonjong, bagian pinggir/tepi bergerigi (gigi yang halus), atasnya hijau mengkilap dan bawahnya tertutup rambut putih kecoklatan, serta tumbuh berselang-seling. Dilengkapi juga dengan tangkai daun yang berbulu.
  • Bunga terdapat pada ketiak daun, biasanya 2 – 3 bunga, warnanya putih, ukurannya 1 – 2 mm dan dilengkapi 5 kelopak kuning. Benang sari lebih dulu masak daripada putiknya, yang membuat penyerbukan silangnya terjadi karena bantuan serangga, sehingga disebut bunga protandrous. Berbunga pada bulan Juli sampai Agustus.
  • Buah bidara ada yang bentuknya oval; bulat telur atau lonjong, bijinya ada 1 bulat besar, kulitnya ada yang halus atau kasar, mengkilap, tipis tetapi keras, warnanya hijau muda lalu berubah jadi kuning; berubah lagi menjadi oren atau merah kecoklatan; saat tua merah. Saat akan matang, daging buahnya yang putih terasa renyah; berair; dari asam hingga manis, tetapi saat matang justru kurang renyah dan agak bertepung, sedangkan jika terlalu matang akan kisut; daging buahnya menguning dengan tekstur lembut kenyal dan aromanya setajam apel. Meski bentuknya seperti anggur, tetapi kulitnya tidak sekeras itu. Daging buahnya empuk dan lembek. Ada yang menilai jika buahnya terasa seperti campuran antara kurma dan apel. Rasanya ada yang manis, tetapi ada juga yang asam menyegarkan, hingga terasa seperti apel kering.

Jenis-Jenis Pohon Bidara

Pohon bidara, di India ada 2 varietas yakni var. hysudrica (buahnya besar) dan var. fruiticosa (bentuknya semak kecil, buahnya kecil). Tetapi secara umum, bidara terdiri dari beberapa jenis yaitu:

Pohon Bidara Laut

Bidara laut berpotensi menjadi obat herbal antimalaria. Bagian tanaman bidara laut yang biasa dimanfaatkan sebagai obat herbal di antaranya bagian batang, kulit dan buahnya. Bidara laut banyak dijumpai di daerah Bali (dikenal dengan kayu pait) serta Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat (dikenal dengan kayu Songga). Di NTB, kayu bidara laut banyak digunakan dalam industri furniture. Kayu bidara laut mengandung senyawa kimia seperti striknin, brusin, ester asam kuinat dan loganit. Serbuk kayunya mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid, alkaloid, steroid, tanin, hidrokuinon dan triterpenoid. Kementerian Kesehatan RI (2013) menurut risetnya menyatakan bahwa bidara laut mengandung striknin dan brusin serta ester asam kuinat 4-0-(3,5-dimetoksi-4-hidroksibensoil) kuinat loganin, mangan dan silikat.

Bidara laut dimanfaatkan dalam pengobatan malaria dan penambah stamina. Bahkan, tanaman yang dikenal dengan kayu ular ini, banyak diekspor dari NTB sebagai obat herbal. Mulai dari penambah nafsu makan, mengobati rematik, sakit perut, sakit kulit (bisul, kurap, nanah), gula darah hingga diabetes. Dikutip dari Trubus (2013), bidara laut dapat mengobati penyakit kulit (buah dan bijinya), anticacing; antioksidan; bahan baku kosmetik (daunnya), sakit gigi; usus buntu; diabetes; kanker payudara; keputihan (kulit batangnya), diare; ketombe; bahan campuran menambal gigi (akar).

Cara pemanfaatan bidara laut untuk pengobatan cukup sederhana. Anda bisa membuat kayunya menjadi serbuk halus lalu diseduh dengan air mendidih. Bisa juga dengan membentuk kayunya menjadi mangkok/gelas, menggunakannya menjadi wadah minum, sehingga diharapkan ada senyawa bermanfaat yang ikut larut dan terminum.

Divisi                     : Magnoliophyta

Kelas                     : Magnoliopsida

Sub kelas               : Asteridae

Ordo                      : Gentinales

Famili                    : Loganiaceae

Genus                    : Strychnos

Spesies                  : Strychnos ligustrina Blume, Syn. Strychnos lucida R.Br.

Pohon Bidara Arab

Bidara Arab (Ziziphus spina-christi ) berasal dari Sudan, tetapi juga banyak tumbuh di Afrika Timur, Arab Saudi, Iran Selatan dan Asia Barat termasuk Mesir. Masyarakat Arab Saudi menyebutnya dengan sidr, nebeq atau nabg. Bidara arab memiliki duri yang tahan panas dan kering, akarnya tunggang sangat kuat, tingginya bisa sampai 20 meter disertai diameternya 60 cm. Masyarakat Arab dan Badui menggunakan akar tanaman bidara sebagai pasta gigi. Buah bidara juga bisa diolah menjadi teh yang dimanfaatkan masyarakat Badui, untuk meningkatkan produksi ASI dan mengobati hati.

Daun bidara arab, di Uni Emirat Arab bisa direbus untuk menjadi obat rambut rontok, sedangkan di Iran dimanfaatkan untuk obat sakit perut; emolien (mencegah kulit kering); antiulcer (pengikat asam lambung); desinfektan; dan anti jamur. Bahkan, dalam kitab suci Al-Qur’an serta hadist shohih, tanaman bidara dimanfaatkan sebagai alat ruqyah dan sabun untuk memandikan jenazah. Di samping itu, selain kebermanfaatannya dalam pandangan Islam, ternyata orang Yahudi dan Kristen juga memaknainya dengan penting. Ada tradisi di mana pohon penghasil ranting berduri, dianyam menjadi ‘mahkota duri’ dan diletakkan di kepala Yesus menjelang penyalibannya.

Divisi                     : Magnoliophyta

Kelas                     : Magnoliopsida

Ordo                      : Rosales

Famili                    : Rhamnaceae

Genus                    : Ziziphus

Spesies                  : Z. spina-christi

Pohon Bidara Upas

Bidara upas berasal dari Filipina yang kemudian masuk ke Indonesia, tepatnya ke Pulau Jawa. Bidara upas nama lainnya seperti hailale (Ambon), blanar; widara upas (Jawa), Batatta mammosa , Convolvulus mammosa Hall dan Ipomoea mammosa Chois. Berbeda dari jenis tanaman bidara lainnya, bidara upas memiliki umbi yang bisa dikonsumsi. Bidara upas tumbuh liar di hutan. Akan tetapi, tanaman yang bisa merayap/membelit sampai 3 – 6 meter ini, juga biasanya ditanam di dekat pagar. Bidara upas memiliki batang kecil berwarna agak gelap, licin permukaannya. Daunnya termasuk tunggal bertangkai panjang; hijau tua; bentuknya jantung; tepiannya rata tetapi ujungnya meruncing; ukurannya 5 – 12 cm dan lebarnya 4 – 15 cm.

Bunganya seperti payung, menggarpu berkumpul 1 – 4 bunga, seperti lonceng, warnanya putih, ukurannya 7 – 8 cm disertai 4 helai kelopak. Umbinya terpendam dalam tanah, bobotnya 5 kg bahkan lebih (terutama jika tanah kering, gembur dan tidak tergenang air), kulitnya kuning kecoklatan; tebal; dengan getah putih yang menjadi cokelat jika getahnya mengering. Umbinya sebagai obat alternatif untuk kanker, karena kandungan resin glikosidanya yaitu merremoside. Bidara upas juga bermanfaat menurunkan demam, mengobati penyakit lain seperti batuk, difteri, radang (tenggorokan, paru, usus buntu), tifus, sembelit, muntah darah, kencing manis, gigitan ular, penyakit kulit (kusta, luka bakar, luka terpotong dan lainnya), melancarkan ASI (diparut, sebagai obat luar) dan sifilis.

Divisi                     : Eudikotil

Subdivisi               : Angiospermae

Kelas                     : Asteridae

Ordo                      : Solanales

Famili                    : Convolvulaceae

Genus                    : Merremia

Spesies                  : Merremia mammosa Hall.f

Pohon Bidara Cina

Bidara Cina dikenal juga dengan jujube, jujuba, kurma merah, kurma Cina, kurma Korea atau kurma India. Buahnya oval, bisa dimakan, memiliki konsistensi dan rasa seperti buah apel, jika matang warnanya keunguan dan semakin masak akan keriput seperti kurma kecil.

Divisi                     : Magnoliophyta

Kelas                     : Magnoliopsida

Ordo                      : Rosales

Famili                    : Rhamnaceae

Genus                    : Ziziphus

Spesies                  : Z. zizyphus

Manfaat Pohon Bidara

Nah, jika sesuatu memiliki beragam manfaat dan atau kegunaan, tentunya juga mengandung banyak zat-zat alami di dalamnya. Seperti halnya tanaman bidara yang mengandung zat tannin sekitar 7% di bagian akar dan kulit batang serta 2% pada daunnya. Berikut adalah kandungan gizi per 100 gram buah (dari bagian yang bisa dimakan).

Kandungan gizi (satuan) Jumlah
Air (g) 81,6 – 83
Karbohidrat (g) 17
Protein (g) 0,8
Lemak (g) 0,07
Serat (g) 0,6
Gula total (g)

Gula reduksi (g)

Gula non reduksi (g)

5,4 – 10,5

1,4 – 6,2

3,2 – 8

Kalsium (mg) 25,6
Fosfor (mg) 26,8
Besi (mg) 0,76 – 1,8
Karotin (mg) 0,021
Tiamin (mg) 0,02 – 0,24
Riboflavin (mg) 0,02 – 0,038
Niasin (mg) 0,7 – 0,873
Asam sitrat (mg) 0,2 – 1,1
Vit. C (mg) 65,8 – 76
Fluoride (ppm) 0,1 – 0,2
Abu (g) 0,3 – 0,59
Pektin (%)* 2,2 – 3,4

Ket.: *) berat kering

Sumber: Morton (1978)

Pohon bidara juga mengandung glikosida, alkaloid, asam triterpenoat (asam kolubrinat, asam alpitolat, asam 3-O-cis-p-kumaroilapitolat, asam 3-O-trans-p-kumaroilapitolat, 3-O-cis-p-kumaroilmaslinat, 3-O-trans-p-kumaroilmaslinat, asam oleanolat, asam betulonat, asam oleanonat, asam zizyberenalat, asam betulinat) dan lipid. Sedangkan kandungan flavonoidnya, justru bagian daun-lah yang paling banyak jumlahnya.

Karena kandungan-kandungannya itulah, tanaman bidara memiliki banyak kegunaan/manfaat, yang di antaranya adalah:

  • Masyarakat India biasa memakan langsung buah bidara masak atau dengan merebusnya dahulu. Sedangkan buah yang belum masak penuh, biasa dibuat manisan.
  • Berbeda dengan masyarakat Asia Tenggara yang memakan buah bidara mentah yang diberi garam. Sedangkan yang matang, dikeringkan dan dijadikan bubuk untuk dimanfaatkan di luar musim bidara berbuah.
  • Masyarakat Afrika biasanya mengeringkan dan memfermentasikan daging buah bidara menjadi kue (seperti kue jahe).
  • Di Sudan, pulp (yang rasanya pahit-manis) buah dikeringkan dan digiling sampai menjadi tepung, yang kemudian dimasak dengan uap dalam cangkir logam berukuran kecil.
  • Di Indonesia sendiri, daun muda tanaman bidara dimanfaatkan untuk sayuran.
  • Tanaman bidara menjadi agroforestry dan silvopastoral pada daerah/wilayah kering dan semi-kering, di India dan Pakistan.
  • Buah kering yang dimakan sebelum makan (sarapan, makan siang atau malam), bisa membersihkan perut dan darah, memperbaiki pencernaan serta menambah nafsu makan.
  • Biji bidara mempunyai efek sedatif, yang mampu menjadi obat tidur; mengurangi rasa mual, muntah dan meredakan nyeri dalam kehamilan; serta penyembuhan luka.
  • Daunnya bisa mengobati diare, demam, antiobesitas. Daun bidara kaya akan saponin yang bersifat sebagai surfaktan alami. Jika daun bidara diremas akan berbusa dengan aroma yang wangi. Sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sabun, termasuk sabun bagi mereka yang sedang demam. Bukan hanya itu saja. Daun bidara, menurut hasil riset Anthony C. Dweck (Consultan on Natural Products to the Cosmetic, Toiletry and Pharmaceutical Industry), setelah didestilasi ternyata mengandung geranyl aseton (14%), metil hexadecanoate (10%), metil octadecanoate (9,9%), farnesyl aseton C (9,9%), hexadecanol (9,7%) dan etil octadecanoate (8%). Sehingga mampu membersihkan kulit wajah dari kotoran, menjaganya dari kerusakan (seperti terpapar sinar UV, yakni menggunakan air rendaman daun yang sudah direndam 24 jam) dan mengobati jerawat. Bahkan dalam sunnah Islam, daun bidara menjadi sabun untuk memandikan jenazah. Dalam Islam, daun bidara (terutama bidara Arab) bisa digunakan saat proses rukyah yaitu penangkal gangguan sihir atau jin. Daun yang dihaluskan menjadi bubuk untuk menghitamkan dan memanjangkan rambut (terutama bagi wanita).
  • Kulit batangnya bisa mengobati diare dan bisul.
  • Bidara juga mampu membantu melindungi sel DNA yang rusak karena radiasi actinic, yang telah diuji coba menggunakan tes kontrol modifikasi Regentec (dari perusahaan riset Universitas Nottingham).

Pohon Bidara dan Pernyataan Islam

Lalu bagaimana pandangan Islam tentang tanaman bidara? Disinggung dalam ayat suci Al-Qur’an tentang tanaman bidara, seperti pada Surat Al-Waaqi’ah (ayat 28) “..berada di antara pohon bidara yang tak berduri”, Surat Saba’ (ayat 16) “tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan 2 kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr/bidara” dan Surat An Najm (ayat 13 – 16).

Ada beberapa hadist Nabi tentang manfaat bidara, di antaranya seperti:

  1. Dari Aishah r.a., “(apabila hendak mandi wajib) salah seorang antara kalian (wanita haid), ambil air yang dicampur dengan daun bidara lalu bersuci (hingga sempurna). Kemudian tuangkan air di atas kepala seraya menggosok sehingga sampai air ke akar-akar rambutnya, kemudian ratakan seluruh tubuh dengan air.” (HR. Muslim)
  2. Dari Ummu ‘Atiyyah r.a., “Nabi SAW pernah menemui kami sedangkan kami ketika itu sedang memandikan puterinya (Zainab), lalu Nabi SAW bersabda. ‘Mandikanlah dia tiga, lima, (atau tujuh) kali atau lebih dari itu. Jika kalian perlu, maka gunakan air dan daun bidara.’ (Ummu ‘Atiyyah berkata, ‘adakah dengan bilangan ganjil?’ beliau bersabda, ‘Ya. Dan campurkanlah di akhir mandinya kafur atau sedikit darinya’.” (HR. Al Bukhari)
  3. Dari Qays Ibn ‘Asim r.a. berkata “apabila aku masuk Islam, lantas Nabi SAW memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr (daun bidara).” (HR. An-Nasa’i 1/91, Ahmad 5/61, Abu Daud No. 355, At-tirmidzi No. 605, dishohihkan Al-Albany dalam Shohih At-tirmidzi 1/187)
  4. Dari Ibnu Abbas r.a. ketika ada orang yang jatuh dari onta dan meninggal, Nabi bersabda “mandikanlah ia dengan air dan daun bidara dan kafanilah dengan dua baju”. (HR. Bukhari Muslim)

Bahkan karena banyaknya kegunaan, tanaman bidara dilarang untuk ditebang sembarangan. Hal tersebut dikuatkan oleh sabda Sang Nabi, “Allah akan menuangkan air panas ke atas kepala penebang pohon bidara di dalam neraka.”

Yuk, Budidaya Pohon Bidara

Beralih dari ragam kegunaan tanaman bidara. Ada beberapa persyaratan yang sebaiknya harus dipenuhi, untuk mengoptimalkan tumbuh kembang tanaman bidara, yaitu sebagai berikut.

  1. Di Cina dan India, bidara tumbuh liar sampai 1.650 meter. Sedangkan jika dibudidaya hanya tumbuh sampai 1.000 meter.
  2. Di Jawa dan Bali, tanaman bidara bisa tumbuh liat di ketinggian kurang dari 400 m dpl. Jika ditanam pada ketinggian lebih dari 1000 m dpl, pokok bidara tidak mampu tumbuh dengan baik dan proses pembuahannya kurang produktif.
  3. Butuh iklim yang cukup kering, curah hujan tahunan rata-rata 15 – 225 cm, sinar matahari penuh, suhu lingkungan 7 – 13 0C dengan maksimalnya 37 – 48 0 Bidara mampu tumbuh pada suhu ekstrim, bahkan subur meskipun kondisi daerahnya kering.
  4. Dapat tumbuh baik di tanah lempung berpasir disertai pH netral atau sedikit bassa.

 

Meskipun pohon bidara bisa ditemukan tumbuh secara liar di alam, tetapi tanaman bidara juga bisa dibudidayakan. Saat ini memang sudah banyak yang menjual tanaman bidara, baik bibitnya, benihnya, atau yang sudah sepaket tanaman lengkap dengan tanah, pot dan pupuknya. Tapi, tidaklah salah jika Anda ingin mencoba membudidayakannya. Umumnya, bidara dibudidayakan dari biji. Karena biji lebih viable sampai 2,5 tahun, meskipun perkecambahan menurun seiring waktu penyimpanan. Sedangkan budidaya dengan perbanyakan vegetatif yaitu okulasi batang bawah jenis liar, akan menghasilkan tanaman yang lebih sedikit durinya.

Karena sudah tahu syarat tumbuhnya, maka selanjutnya tinggal belajar membudidayakannya.

  1. Jika menanam dari biji. Pecahkan biji dari cangkang luar menggunakan palu/tang, hati-hati jangan sampai merusak bijinya. Cuci dan rendam selama 3 hari (air harus selalu diganti), biji tersebut. Siapkan persemaian dan tisu/kapas, yang sudah disemprot air agar lembab. Letakkan biji satu-per-satu ke wadah semai. Biarkan penyemaian 2 – 3 hari sampai muncul akar muda. Pindahkan biji yang sudah berkecambah ke media tanam.
  2. Jarak tanamnya 11 – 12 meter (jika tanaman tidak dipangkas) dan 7 – 8 meter (tanaman yang sudah/melalui pemangkasan).
  3. Sebaiknya, pada tahun pertama dilakukan pemangkasan, yakni memangkas cabang yang lebih rendah dari 75 cm. Dilanjutkan pemangkasan ujung tanaman pada akhir tahun. Tahun ke-2 dan ke-3, bentuklah tanaman. Setelah panen (awal dormansi), segera pangkas tanaman dan 25 – 50% bagian dari pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya. Lakukan juga pemangkasan ringan ke-2 sebelum proses pembungaan. Pemangkasan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau, setelah panen dan saat tanaman sudah meluruhkan daun-daunnya.
  4. Seperti di India, diberi pupuk kandang 10 kg/tahun selama 5 tahun. Ada juga petani yang memberikan NPK 2x/tahun, yakni pemupukan pertama 110 kg/Ha dilanjutkan 172 kg/Ha.
  5. Pemberantasan HPT, terutama lalat buah, Carpomyia vesuviana dan incompleta. Karna biasanya, lalat buah menyerang bidara yang buahnya besar dan manis.

 Mukjizat Herbal dalam Al Qur’an Vol 1 (Hatta A.F., 2016), http://lamosea.com, ilmubudidaya.com dan sebagainya.

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.