lebah madu

Permaduan dan Perlebahan (Si Manis dari Penyengat)

Lebah Madu, Jenis, Manfaat Dan Budidaya. Pastinya, Anda sudah tidak asing lagi dengan salah satu sumber gizi yang bernama “madu”. Madu merupakan bahan pangan yang hanya dihasilkan oleh lebah.

Madu merupakan zat yang kental dengan warna cokelat kuning kehitaman, tergantung jenisnya. Madu dapat menjadi pemanis alami yang bahkan dinilai lebih baik dibandingkan gula pasir.

Madu menjadi bahan pangan dengan multi manfaat, yang penggunaannya tidak sekedar untuk kesehatan tubuh, tetapi juga beribu kegunaan lain.

Contents

Sejarah Madu

Sejarah madu diketahui ketika ditemukan bukti bukti dimana manusia sudah mengumpulkan, memelihara dan mengembangkan lebah madu, detailnya adalah sebagai berikut :

  1. Setidaknya sudah sejak 10.000 tahun yang lalu, manusia mengumpulkan madu. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya temuan relief pada gua di Valensia, Spanyol, yang berupa 2 laki-laki sedang berusaha meraih sarang lebah yang mengandung madu, melalui tangga dari sejenis rumput liar.
  2. Di Afrika, lebah madu dipelihara dalam sarang yang dibuat dari bongkahan kayu berbentuk silinder lalu digantungkan di pohon.
  3. Bangsa Mesir Kuno memelihara lebah madu dalam sarang yang dibuat dari tanah liat berbentuk corong serta dari keranjang anyaman.
  4. Bangsa Rusia mengembangkan lebah madu secara modern dan mulai mengembangkan peternakan lebah madu besar-besaran sejak abad ke-10.

Fakta Madu dan Lebah

Berikut dibawah ini adalah fakta dibalik manisnya madu dan pedihnya sengatan lebah :

  • Indonesia menjadi negara urutan ke-8 dengan hutan terbesar di dunia.
  • Kebutuhan madu di Indonesia 3600 – 4000 ton/tahun.
  • Produksi madu dalam negeri hanya 1000 – 1500 ton/tahun.
  • Impor madu Indonesia mencapai 70% untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.
  • Menurut data tahun 2008 lalu, konsumsi madu di Jerman Barat dan Swiss mencapai 800 gram – 1,4 kg/orang/tahun, konsumsi di Amerika Serikat 400 – 500 gram/orang/tahun sedangkan di Inggris hanya 250 – 350 gram/orang/tahun.
  • Per 100 gram madu murni mengandung 294 kalori.
  • Madu murni 1000 gram setara dengan 50 butir telur ayam atau 5,675 liter susu atau 1689 gram daging.
  • Lebah madu biasanya memakan tanaman buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman hias, sampai tanaman hutan.
  • Madu lebah hutan memiliki khasiat yang lebih tinggi dibandingkan madu dari lebah ternak.
  • Madu lebah hutan memiliki harga yang lebih mahal.
  • Lebah mencari makan dan minum (air) dalam jarak optimum radius 1 – 2 km.
  • Lebah terbang dengan kecepatan sampai 65 km/jam. Sedangkan jika membawa nektar seberat ¾ dari bobot tubuhnya maka ia terbang dengan kecepatan sekitar 30 km/jam. Jika akan memproduksi madu 1 kg, maka seekor lebah setidaknya mengangkut nektar 120.000 – 150.000 kali. Misalnya jika jarak antara sarang lebah ke bunga yang dituju sejauh 1,5 km, berarti seekor lebah harus terbang 3 km per muatan, jadi untuk 1 kg madu membutuhkan jarak tempuh 360.000 – 450.000 km. Untuk menghasilkan 375 gram madu, lebah harus terbang 75.000 kali dalam mengambil nektar. Penerbangan lebah dalam mencari nektar jika dilihat jarak tempuhnya, maka bisa disetarakan dengan 4 – 6x keliling bumi.
  • Suhu lingkungan yang optimal untuk lebah menjalani aktivitasnya yaitu 33 – 34 Tetapi, suhu 26 C seperti di Indonesia, sudah cukup baik bagi perkembangan dan aktivitas lebah.
  • Pada suhu di bawah 10 C, lebah tidak bisa terbang dan atau tidak bisa beraktivitas.
  • Madu di Indonesia menggunakan nama berdasarkan asalnya. Contohnya madu Sumba, madu Kalimantan, madu Sulawesi, madu Lampung dan lainnya.
  • Madu Meksiko yaitu madu Yukatan, berasal dari Yukatan Peninsula, memiliki mutu yang sangat tinggi dan terkenal sangat baik, warnanya terang sampai light amber. Madu Meksiko digunakan sebagai madu industri (di Amerika) atau sebagai madu meja (di Eropa).
  • Madu Argentina berasal dari nektar white clover, thestle atau alfalfa serta warnanya putih.
  • Madu Hongaria, Bulgaria dan Rumania, terkenal sebagai madu bermutu tinggi, yang berasal dari nektar bunga acacia.
  • Madu Spanyol memiliki harga jual yang tinggi, aroma; warna dan cita rasa yang beragam (seperti orange blossom, rosemary atau lavender) serta banyak disukai masyarakat di Eropa khususnya Jerman Barat dan Switzerland.
  • Lokasi peternakan lebah sebaiknya di daerah dengan ketinggian 200 – 1000 m dpl.
  • Tercatat, ada ± 150 jenis lebah Trigona sp di dunia.
  • Di Indonesia sendiri ada sekitar 37 spesies lebah madu. Spesies Trigona sp di Indonesia tersebar di Jawa 9 spesies, Sumatera 18 spesies, Kalimantan 31 spesies dan Sulawesi 2 spesies.
  • Spesies lebah Trigona yang penyebarannya pesat (urut dari yang terbanyak – tersedikit) seperti T. indipennis / T. laeviceps, T. apicalis, T. fusco-balteata, T.valdezi, T. collina serta T. terminate.

Semanis Madu

Madu didefinisikan sebagai suatu cairan kental yang dihasilkan lebah dari nektar bunga. Madu menjadi campuran gula sebagai buatan lebah dari larutan gula alami bunga (nektar).

Sedangkan menurut SNI No. 01-3545-1994, madu merupakan cairan manis, dihasilkan oleh lebah madu, dari berbagai sumber nektar. Sementara nektar sendiri merupakan cairan hasil kelenjar nektar tumbuhan, yang kaya akan karbohidrat seperti sukrosa; glukosa dan fruktosa, serta mengandung sedikit senyawa nitrogen seperti asam amino; asam organik; amida; vitamin; senyawa aromatik dan mineral.

Madu adalah hasil dari lebah yang kaya akan karbohidrat serta tanpa mengandung protein dan lemak. Madu merupakan cairan kental berwarna keemasan sampai gelap, yang diproduksi di dalam kantung madu pada lebah dan dari nektar bunga. Madu memiliki rasa dan aroma yang sangat dipengaruhi oleh jenis bunga sebagai sumber nektarnya.

Sifat Fisik Dan Kimiawi Madu

Madu memiliki beberapa sifat fisik dan kimiawinya, di antaranya adalah :

  1. Madu bersifat higroskopis atau kemampuan dalam menarik air dari udara sekitarnya sampai titik kesetimbangan, karena madu adalah larutan gula lewat jenuh. Madu dapat menyerap air, yang membuatnya encer dan menyerap kelembaban udara di sekitarnya.
  2. Madu memiliki tekanan osmosis lebih dari 2000 miliosmols. Madu bersifat medium hiperormotik.
  3. Kadar air dalam madu akan menentukan kualitas madunya. Karena, kadar air yang tinggi menunjukkan bahwa kualitas madunya rendah. Madu mengandung kadar air tidak lebih dari 20%.
  4. Madu memiliki pH rata-rata 3,5. Madu berada pada kisaran pH 3,2 – 4,5 yang merupakan kondisi asam.
  5. Madu memiliki tekanan osmotik yang tinggi.
  6. Viskositas (kekentalan) madu akan menurun jika suhu atau kadar airnya meningkat. Contohnya pada madu dari flora sage memilii viskositas 115 poise, dengan kadar air 16,5% dan suhu 25 Sedangkan madu sweet clover pada suhu 25 C dan kadar air 16,5% memiliki viskositas 87,5 poise.
  7. Madu juga memiliki tegangan permukaan. Tegangan permukaan madu yang rendah sehingga membuatnya sering dijadikan salah satu campuran kosmetik.
  8. Cairan madu dengan konsentrasi 15% akan beku pada suhu 1,42 – 1,53
  9. Madu disimpan pada suhu 20 – 27 Pada suhu 20 C, madu akan memiliki berat jenis 1,435 (jika kadar airnya 15%) dan 1,417 (jika kadar airnya 18%).
  10. Madu juga memiliki sifat memutar optik, yaitu kemampuannya dalam mengubah sudut putaran cahaya terpolarisasi atau dengan kata lain mampu membelokkan cahaya.
  11. Lebah dengan nektar kopi sebagai pakannya, akan menghasilkan madu dengan warna amber, rasa dan aroma yang khas (yang berasal dari kopi) serta kadar fruktosanya cukup tinggi dapat mencapai 38%.

Produksi Madu

Proses pengumpulan madu dari lebah hutan terjadi secara alami. Karena biasanya pengumpul madu atau peternak akan mencari madu ke sarang lebah hutan di pepohonan dalam hutan.

Proses Pembuatan Madu Oleh lebah

Ada tahapan utama dalam proses pembuatan madu oleh lebah, yang alami terjadi tanpa campur tangan manusia.

  • Nektar mula-mula dikumpulkan dari tanaman. Lebah pekerja menghisap nektar. Terjadi kontak langsung antara nektar dengan cairan saliva lebah yang mengandung enzim hidrolase. Sehingga terjadi pemecahan gula.
  • Nektar lalu mengalami tahap perubahan yaitu menjadi gula invert. Nektar yang dibawa oleh lebah ke sarang, ditukar dari mulut ke mulut sehingga membuat nektar berubah menjadi gula invert.
  • Lalu terjadi penurunan kadar air secara alami. Dalam kantong madu, terjadi penurunan kandungan air dalam nektar sampai dengan 40%. Proses evaporasi (penurunan kadar air) nektar oleh lebah cukup unik. Karena penguapan air dalam nektar dilakukan dengan cara para lebah yang mengipas nektar menggunakan sayap-sayapnya. Seekor lebah biasanya mengibaskan sayap rata-rata 26.400x per menit. Kibasan tersebut juga mampu membuat sirkulasi udara dalam sarangnya menjadi lebih baik.
  • Terakhir, proses pematangan madu di sarang lebah itu sendiri, terutama sel madu yang masih terbuka. Proses inversi lanjutan beserta penurunan kadar air masih tetap berjalan.

Macam-macam Madu

Madu hutan terbuat dari macam-macam bunga dari tanaman yang berbeda, sehingga disebut madu multiflora. Madunya berwarna coklat kehitaman, karena kaya akan mineral, enzim dan zat gizi lain yang lebih lengkap daripada madu lain yang warnanya terang. Madu hutan asli mengandung gas yang tinggi, sehingga botolnya lebih mudah pecah karena tekanan gas di dalamnya.

Jenis Madu

Menurut bunga sebagai sumber nektar, madu dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Madu Monoflora

Sumber nektar dari madu monoflora yaitu dari satu jenis tanaman. Misalnya saja madu kelengkeng, madu randu, madu kapuk, madu jeruk, madu kopi, madu karet, madu kaliandra dan sebagainya.

2. Madu Multiflora

Berbeda dari madu monoflora, madu multiflora dihasilkan dari nektar berbagai jenis tanaman. Misalnya madu Sumbawa, madu Kalimantan atau madu Nusantara.

Kemudian, menurut sumber nektar, madu dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:

1. Madu Flora

Berasal dari nektar bunga. Jika berasal dari satu jenis tanaman/bunga maka disebut madu monoflora. Sedangkan jika berasal dari beberapa bunga maka disebut madu poliflora.

2. Madu Ekstra Flora

Madu ekstra flora dihasilkan dari nektar selain pada bunga. Maksudnya, nektar dari bagian tanaman yang lain, misalnya batang, cabang maupun daun.

3. Madu Embun

Berasal dari hasil sekresi serangga anggota famili Lechanidae, Lechnidae atau Psyllidae, yang eksudatnya mereka letakkan pada bagian tanaman. Lebah madu lalu menghisap cairan tersebut dan mengumpulkannya dalam sarang sebagai cairan nektar.

Jika berdasarkan cara memperolehnya, madu dibagi menjadi 3 jenis, yakni:

A. Honey comb

Merupakan madu yang disimpan lebah dalam sel berbentuk segi enam dan ditutupi lilin. Biasanya, honey comb dijual dalam kemasan sesuai dengan bentuk aslinya.

B. Strained honey

Madu saringan atau madu peras ini dihasilkan menggunakan bantuan alat penyaring/pemeras yang kemudian hasilnya dikemas dengan botol atau wadah kaca.

C. Extration honey

Madu ini dihasilkan dari proses sentrifugasi, menggunakan alat khusus yaitu sentrifius/sentrifugal.

Sedangkan jika berdasarkan asal polennya, madu dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Madu Natural Pollen (madu NP)

Merupakan madu murni atau alami, yang mengandung 17,1% air; 82,4% karbohidrat (yang terdiri dari 38% fruktosa; 31% glukosa; 12,9% gula lain); 0,5% protein; asam amino; asam organik; vitamin; senyawa fenolik serta beberapa mineral.

2. Madu Pollen Substitute (madu PS)

Madu PS biasanya sudah dicampuri beberapa persennya dengan zat tambahan lain. Seperti air, gula lainnya atau vitamin lain.

Madu Yang Populer Di Indonesia

Selain itu, ada beberapa macam madu termasuk yang populer di Indonesia. di antaranya adalah:

A) Madu Hutan

Seperti namanya, madu ini dihasilkan dari nektar tanaman hutan dan biasanya sumbernya berbagai bunga (multiflora). Contoh madu hutan adalah madu Kalimantan yang berwarna lebih terang, lebih kental dan rasanya manis, serta madu Sumatera yang warnanya lebih gelap, agak encer, rasanya agak asam dan kaya akan bee pollen.

Madu hutan dipercaya mampu mengobati anemia dan hipotensi, meningkatkan stamina tubuh dan nafsu makan serta mengobati rematik dan luka bakar.

B) Madu Randu

Madu yang dihasilkan dari pohon randu ini memiliki aroma khas randu, rasa manis dengan sedikit asam, warna cokelat terang serta mengandung bee pollen dan royal jelly.

Madu randu dianjurkan untuk dikonsumsi bayi, balita atau pun anak masa pertumbuhan. Karena, madu randu mampu meningkatkan nafsu makan anak, kecerdasan otak serta mengobati pilek, batuk, demam dan penyakit mulut.

C) Madu Kelengkeng

Karena dihasilkan dari nektar bunga kelengkeng, maka rasa dan aromanya pun seperti buah kelengkeng. Selain itu, madu yang berwarna coklat kekuningan ini mampu meningkatkan imunitas, melancarkan buang air kecil, membantu proses pemulihan pasien pasca operasi hingga memperbaiki fungsi ginjal.

D) Madu Rambutan

Madu yang berasal dari nektar bunga rambutan ini mampu mengobati luka bakar dan maagh, memperbaiki fungsi ginjal serta dianjurkan untuk ibu hamil.

E) Madu Akasia

Madunya berwarna kuning susu, aromanya lembut dan mengandung fruktosa yang tinggi.

 F) Madu Kaliandra

Madu yang dihasilkan dari nektar bunga kaliandra ini memiliki karakteristik warna yang kekuningan sehingga disebut juga madu kuning dan rasa manis yang khas.

Madu kaliandra mampu melancarkan fungsi saluran pencernaan, meningkatkan produksi hormon serta membantu mengobati hipertensi, kanker dan insomnia.

G) Madu Manuka

Madu ini dihasilkan dari nektar bunga manuka (Leptospermum scorparium) yang sejenis tanaman teh dan tumbuhnya di dataran New Zealand.

Madu manuka memiliki karakteristik warna yang gelap, rasanya khas karena berasal dari daerah bebas polusi sehingga menjadikannya mempunyai anti bakteri yang lebih tinggi dan kualitas terbaik dibandingkan madu jenis lainnya.

Maka dari itu, madu manuka ini mampu mengobati flu, demam, gangguan pencernaan, radang sampai dengan infeksi.

H) Madu Karet

Madu ini hanya dihasilkan oleh lebah liar atau lebah yang diternakkan di dekat hutan karet, karena itulah madunya berasal dari nektar bunga karet. Madu karet kaya akan enzim diastase sehingga cairannya mudah mengkristal.

Madu karet dipercaya bisa mengobati alergi, gatal-gatal dan luka bakar, mengatasi keputihan serta meningkatkan imunitas dan vitalitas tubuh.

I) Madu Strowberi

Madu strowberi menjadi salah satu pilihan yang cocok untuk anak-anak, karena berasal dari nektar bunga strowberi sehingga memberikan aroma dan rasa khas yang disukai anak-anak.

Hampir sama dengan madu randu, madu strowberi juga berkhasiat dalam meningkatkan nafsu makan, daya tahan tubuh, fungsi otak dan meringankan insomnia.

J) Madu Apel

Madunya dihasilkan dari nektar pohon apel, memiliki aroma dan rasa segar yang khas.

K) Madu Citrus/jeruk

Madu yang sebenarnya dihasilkan dari nektar tanaman lemon ini memiliki warna yang terang dan cita rasa lezat.

Baca juga :  Tanaman Nilam Dan Manfaat Minyak Nilam

L) Madu Eucalyptus

Madunya berwarna kuning muda, cita rasanya kuat dan dikenal dapat mengobati penyakit dada.

M) Madu Lobak

Madunya berwarna putih pucat, rasanya manis menyengat, cepat mengkristal karena kandungan glukosanya tinggi serta jika tidak cepat disaring dari sarang lebah, madu akan meleleh dan rusak dalam sarang. Selain itu, madu lobak kurang diminati pasaran karena mudah bergranulasi.

N) Madu Limau

Madu yang dihasilkan dari nektar pohon limau atau disebut ratu pepohonan madu ini, berwarna kuning kehijauan, aroma yang lezat, rasa yang khas dan termasuk yang laris di pasaran.

O) Madu Campuran

Banyak madu yang dijual di pasaran adalah madu campuran, yang tidak murni 100%. Mungkin ditambahkan air, pemanis buatan, perasa buah atau apapun itu.

P) Madu Dandelion

Tanaman dandelion yang merupakan sejenis rumput dengan bunga yang kuning, memiliki nektar yang bisa menghasilkan madu berwarna kuning tua keemasan, aroma yang sangat tajam disertai cita rasa khas dan lezat.

Q) Madu Alfalfa

Madunya berwarna kuning muda, rasanya lembut disertai aroma yang wangi serta bentuknya yang cepat mengkristal dan membuat madu ini dijual menjadi satu dengan sarangnya.

R) Madu Willow

Madunya berwarna kuning cerah kehijauan, aromanya sangat wangi, tetap berbentuk cair meski bertahun-tahun, serta rasanya yang sangat enak.

S) Madu Heather

Madu ini berwarna kuning gelap sampai merah kecoklatan, rasanya lembut tetapi menyengat, bisa beku jika dalam keadaan diam tetapi akan mencair jika madunya digoncangkan.

T) Madu Sikamore

Madu ini cepat masak, tetapi jika ingin mengonsumsinya disarankan sebulan setelah proses penyaringan.

Kemudian, jika ingin tahu apa yang membedakan madu hutan dari lebah A. dorsata dengan madu ternak hasil lebah A. cerana atau A. mellifera, berikut adalah perbedaannya yang ditinjau dari berbagai faktor pembeda.

Madu Hutan

A. dorsata

VS Madu Ternak

A. cerana atau A. mellifera

Sarangnya berupa sisiran menggantung di pohon, gua, batu dan sebagainya. Tinggal di dalam kotak atau stup.
Memakan makanan dari alam (berburu). Ada masa di mana mereka membutuhkan gula sebagai sumber pakannya.
Madu/nektarnya lebih manis, aromanya lebih tajam dan menyengat. Madu/nektarnya manis tetapi tidak semanis madu hutan dan aromanya kurang tajam.
Madunya mengandung antioksidan yang lebih tinggi disertai kandungan bee pollen dan propolis. Mengandung antioksidan yang tidak sebanyak madu hutan.
Madunya murni dan dipercaya tidak mengandung racun pestisida, sehingga disebut madu organik. Dimungkinkan tidak murni 100%. Karena bisa saja pakan atau lingkungannya terkontaminasi pestisida.

Selain itu, ada pula perbedaan antara madu Apis dengan madu Trigona.

Madu Apis VS Madu Trigona
Cenderung lebih manis Relatif lebih masam, bahkan bisa juga sedikit pahit
Produksi propolis < 1 kg/tahun Produksi propolis 8,5 kg/tahun
Kandungan enzimnya relatif lebih sedikit jenisnya Kandungan enzimnya beragam jenis
Kandungan kelembaban madunya 20,2% Kandungan kelembaban madu tanpa sengat: jenis Plebela tobagoensis 42%, Trigona nigra 31,2%, Melipona favosa 31,2%, Melipona trinitatis 32,2%

Kandungan Gizi Madu

Kandungan gizi yang ada di madu sangat bermanfaat bagi manusia. Menurut hasil riset, madu mengandung 181 jenis senyawa di dalamnya. Madu yang dimasak mengandung setidaknya 41% fruktosa, 35% glukosa, 1,9% sukrosa, 1,5% dekstrin, 17% air, 0,2% mineral dan kandungan lainnya seperti 3,5% asam amino.

Kandungan Jumlah (%)
Air 17
Fruktosa 38,5
Glukosa 31
Maltosa 7,2
Karbohidrat 4,2
Sukrosa 1,5
Enzim, mineral, vitamin 0,5
Energi (kalori/100 gram) 294

Sumber: Lamberkabel, J.S.A (2011)

Kandungan Jumlah rata-rata (meq) Kisaran jumlah (meq)
Air 22,9 16,6 – 37
Fruktosa 29,2 12,2 – 60,7
Glukosa 18,6 6,6 – 29,3
Sukrosa 13,4 1,4 – 53
Asam bebas 41,31 10,33 – 62,21
pH 3,92 3,6 – 5,34

Sumber: Sihombing (1994)

Jenis Vitamin Jumlah (mg)
Thiamin 0,002 – 0,01
Riboflavin 0,06 – 0,3
Niacin 0,06 – 0,3
Asam pantotenat 0,05 – 0,25
Vitamin B6 0,005 – 0,002
Folat 0,002 – 0,01
Vitamin C 0,1 – 0,5

Sumber: Rostita (2007)

Kandungan Jumlah
Gula 82,12 g
Energi 304 kkal
Karbohidrat 82,4 g
Protein 0,3 g
Vit. B2 (riboflavin) 0,038 mg
Vit. B3 (niacin) 0,121 mg
Vit. B5 (Asam pantotenat) 0,068 mg
Vit. B6 0,024 mg
Vit. B9 (folat) 2 g
Vit. C 0,5 mg
Air 17,1 g
Fosfor 4 mg
Pottasium 52 mg
Kalsium 6 mg
Besi 0,42 mg
Magnesium 2 mg
Sodium 4 mg
Zink/seng 0,22 mg

Sumber: Anonim (2013)

Unsur Mineral Jumlah per-100 gram (mg)
Kalsium (Ca) 4,4 – 92
Tembaga (Cu) 0,003 – 0,1
Besi (Fe)
Magnesium (Mg) 1,2 – 3,5
Mangan (Mn) 0,02 – 0,4
Fosfor (P) 1,9 – 6,3
Natrium (Na) 0 – 7,6
Seng (Zn) 0,03 – 0,4

Sedangkan menurut SNI Nomor 01-3545-1994, madu mengandung komposisi gizi seperti.

Kandungan (satuan) Jumlah
Kalori (kal) 328
Air (g) 17,2
Protein (g) 0,5
Karbohidrat (g) 82,4
Abu (g) 0,2
Lemak (g) 0,1
Niacin (g) 0,2
Tembaga (mg) 4,4 – 9,2
Fosfor (mg) 1,9 – 6,3
Besi (mg) 0,06 – 1,5
Mangan (mg) 0,02 – 0,4
Magnesium (mg) 1,2 – 3,5
Tiamin (mg) 0,1
Riboflavin (mg) 0,02
Asam (mg) 43,1
pH 3,9

Sumber: Badan Standarisasi Nasional Indonesia (1994)

Bahkan, kandungan madu disebut-sebut lebih baik, lebih sehat dan lebih lengkap dibandingkan gula pasir. Nah, berikut perbandingan kandungan dalam madu dan gula pasir, masing-masing diukur per 100 gram bahan.

Kandungan gizi Madu Gula Pasir
Energi (kkal) 304 385
Protein (g) 0,3
Karbohidrat (g) 82,3 99,5
Serat (g) 0,1
Vitamin B6 (mg) 0,02
Vitamin C (mg) 1
Riblofavin (mg) 0,04
Niacin (mg) 0,3
Asam pantotenat (mg) 0,2
Asam folat (mg) 3
Kalsium (mg) 5
Fosfor (mg) 6
Natrium (mg) 5 1
Kalium (mg) 51
Magnesium (mg) 5 1
Besi (mg) 0,5
Seng/zink (mg) 0,1

Sumber: Food and Nutrition Encyclopedia (1994)

Madu mengandung senyawa anti bakterial yang cukup tinggi, yang berasal dari 3 faktor.

Pertama, osmolaritas madu tinggi karena tingginya kandungan gula, sehingga menarik cairan intraseluler bakteri dan terjadilah plasmolisis.

Kedua, adanya hidrogen peroksida yang dihasilkan secara lambat oleh glukosa oksidase dan secara alami ditambahkan oleh lebah pada proses pembuatan madu.

Ketiga, adanya senyawa kimia tertentu yang berasal dari nektar tanaman tertentu.

Manfaat Madu

Karena beragam zat gizi yang dikandungnya, maka banyak pula manfaat yang madu berikan bagi pengonsumsinya. Apalagi madu bisa dikonsumsi secara langsung, maupun ditambahkan pada makanan atau minuman.

Berikut adalah manfaat madu terutama jika mengonsumsinya secara rutin.

  1. Kandungan glukosa (dekstrosa) dan fruktosa (levulosa) dalam madu cukup tinggi, mudah diserap usus, sehingga madu bermanfaat menjadi stimulan pencernaan dan memperbaiki nafsu makan.
  2. Madu mampu mencegah radang usus besar, maagh dan peradangan pada tukak lambung. Karena madu akan melindungi kolon dari luka yang disebabkan oleh asam asetat dan bisa membantu pengobatan infeksi lambung. Madu juga yang menjadi obat pereda sekaligus penghilang nyeri untuk penderita luka lambung dan usus 12 jari.
  3. Madu mengandung sifat anti mikroba yakni senyawa Lysozyme “inhibine” khususnya bakteri Gram (+) seperti bakteri Aureus dan B. Cereus, di mana keduanya mampu membunuh virus influenza. Karena itulah madu mampu mengurangi dan atau mengobati flu.
  4. Madu dengan senyawa anti bakterialnya mampu menghambat pertumbuhan bakteri Gram (+) maupun (-) dan bakteri aerob atau pun anaerob. Anti bakterial pada madu, efektif terhadap antibiotik Pseudomonas, MRSA (methicilin-resistant Staphylococcus aureus), coagulase negative Staphylococci, VRE (vancomycin-resistant Enterococci), Acinetobacter baumanii serta Stenotrophomonas maltophilia.
  5. Madu mengandung mineral yang tinggi dan bersifat bassa, sehingga menjadi desinfeksi terhadap rongga mulut. Karena itulah, madu bisa menjadi pasta gigi untuk memutihkan, menyehatkan gigi dan gusi, mengobati sariawan dan gangguan mulut yang lainnya.
  6. Madu mengandung zat antibiotik yang aktif dalam melawan serangan kuman patogen penyebab berbagai penyakit, seperti batuk, demam, luka tukak lambung, infeksi saluran pencernaan, ISPA hingga penyakit kulit.
  7. Madu mampu memperkuat janin, menjaga stamina dan kesehatan selama bayi dalam kandungan, memberi asupan gizi yang tinggi bagi pertumbuhan janin agar selalu sehat dalam kandungan serta baik untuk perkembangan otak bayi.
  8. Madu mampu meningkatkan nafsu makan anak karena kandungan vitamin B yang lengkap, mempercepat pertumbuhan fisik anak agar lebih sehat, lincah dan tidak mudah sakit.
  9. Madu mampu mengobati manula (manusia lanjut usia) yang menderita penyumbatan gangguan pembuluh darah dan berkurang fleksibilitas karena usianya.
  10. Madu mampu mengobati luka bakar, karena bersifat sebagai anti peradangan (anti inflamasi). Menurut hasil penelitian, olesan madu mampu mengeringkan luka dalam waktu 10 hari. Selain itu, dahulu saat Yunani kuno, seorang dokter dan farmakolog telah memanfaatkan madu sebagai pengobatan untuk luka bakar karena sinar matahari (sun-burn) serta mengurangi reaksi peradangan pada tenggorokan dan tonsil. Hal itu juga disebabkan oleh sifat madu yang higroskopis atau kemampuan menarik air dari lingkungan di sekitarnya. Sifat itulah yang membuat madu mampu mengompres luka luar seperti luka bakar atau borok karena infeksi. Luka basah tersebut bisa cepat mengering, karena air di permukaan kulit yang luka akan ditarik oleh madu.
  11. Madu juga mampu menjaga kesehatan mata, kecantikan wajah, kulit dan bibir. Ratu Cleopatra dahulu menggunakan ramuan madu untuk merawat kesehatan dan kecantikannya. Hal itu juga disebabkan karena sifat madu yang mengawetkan. Sifat tersebut membuat madu dimanfaatkan sebagai bahan-bahan untuk produk perawatan tubuh atau kecantikan, mulai dari lotion, sabun, lulur, lipstik hingga pelembab dan bedak.
  12. Madu bisa membunuh kutu rambut, menghilangkan ketombe, memanjangkan rambut, memperindah dan melembutkan rambut sampai dengan menyembuhkan penyakit kulit kepala. Caranya, cairan madu dengan kadar 90% yaitu campuran madu dan air hangat, diurut perlahan ke bagian kepala selama 2 – 3 menit dalam 2 hari sekali.
  13. Madu mampu menurunkan kadar glukosa dalam darah penderita diabetes. Antioksidan dalam madu menjadikan asimilasi gula lebih mudah dalam darah yang membuat kadar gula tidak nampak tinggi. Madu murni akan menstimulasi sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin. Walau demikian, penderita diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi madu sesuai pengawasan dokter.
  14. Madu mampu membersihkan liver, memperlancar buang air kecil dan pastinya bisa menghilangkan rasa obat yang pahit.
  15. Aristoteles “Bapak Natural Science’ berpendapat jika madu berpotensi dapat meningkatkan kesehatan manusia dan memperpanjang usia (dalam artian di sini adalah stamina yang masih baik dan terhindar dari penyakit, meskipun sudah di usia tua).
  16. Ibnu Sina atau Avicenna berpendapat jika madu mampu menjaga kekuatan fisik sehingga di usia tua pun masih bisa bekerja. Ia menganjurkan manusia untuk rajin mengonsumsi madu apalagi yang sudah menginjak usia 45 tahun ke atas.
  17. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Aplied Physiology, madu memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga bisa mengurangi resiko kekurangan gula atau hipoglikemi dan madu memiliki nilai / efek yang sama dengan glukosa sebagai pengganti karbohidrat selama latihan yang menuntut stamina tubuh yang tinggi. Dari sini, madu murni disebut-sebut mampu menjadi pengganti gula kristal putih (gula pasir).
  18. Madu dapat meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh. sehingga madu dapat membantu mengatasi kekurangan kalsium atau bisa dikatakan sebagai obat herbal mencegah osteoporosis.
  19. Menurut penelitian dari peneliti Universitas Putra Malaysia, madu mampu meningkatkan kesehatan rahim wanita, yakni mencegah penyusutan, pengerutan serta kerusakan sel dan saraf rahim, yang diakibatkan oleh kebiasaan dan asupan makanan yang buruk. Madu juga bisa dimanfaatkan sebagai terapi alternatif wanita, yang kekurangan hormon sulih, karena kekurangan hormon esterogen
  20. Madu yang dihasilkan dari lebah tanpa sengat, mampu mencegah katarak. Karena, madu dari lebah tanpa sengat kaya akan senyawa letuolin dan flavonoid di dalamnya. Flavonoid yang merupakan senyawa fenolik mampu menghambat kerja enzim aldolase reduktase yang menjadi penyebab katarak.
  21. Madu mengandung zat kimia yang sangat diperlukan untuk pembentukan hemoglobin, seperti zat besi, vitamin B12 dan asam folat, yang menjadikan madu mampu mengobati anemia.
  22. Madu bisa membuat otak untuk menjalankan fungsinya lebih baik, apalagi otak adalah organ pengonsumsi gula terbanyak. Anda bisa mengonsumsi madu dalam air hangat. Madu asli/murni, akan berdifusi dalam darah, sekitar 7 menit setelah dikonsumsi.
  23. Madu menjadi salah satu obat mata yang sudah dikenal sejak zaman Mesir Kuno. Sudah banyak catatan sejarah riset tentang madu sebagai obat mata. Sebut saja Aristoteles yang dalam bukunya Historia Animalium tahun 350 SM, menuliskan bahwa madu putih dapat mengobati sakit mata. Profesor Hauser di tahun 1845 silam, menuliskan dalam bukunya jika madu bisa menyembuhkan luka bakar pada mata. Selanjutnya di tahun 1898, masyarakat Rusia menggunakan madu sebagai salah satu obat radang pada mata. Lalu di tahun 1945, madu lotus India disebut-sebut mampu menyembuhkan semua penyakit mata. Peneliti Rusia, Mozherenkov dan Prokof’eva menyebutkan bahwa madu yang dioleskan pada mata memberikan efek anti radang, anti bakteri dan anti jamur. Sehingga kita dapat mengencerkan 20 – 50% madu untuk mengobati keluhan mata seperti luka bakar, konjungtivitis dan infeksi kornea.
  24. Madu mengandung kalori 40% lebih rendah, sehingga menyumbangkan energi yang cukup besar untuk tubuh, tanpa menambah berat badan. Hal ini juga diperkuat oleh temuan ilmuwan Universitas Illionis, Amerika Serikat.
  25. Dalam suatu penelitian di Universitas Polonia, Italia, menyatakan bahwa madu mampu menguatkan dan membangkitkan kinerja lever dan jantung.
  26. Madu digunakan untuk ramuan pembalseman atau embalming pada pengawetan mumi raja-raja Mesir kuno.
  27. Madu mampu membuat buah-buahan yang direndam di dalamnya akan bertahan sampai dengan 6 bulan.

Kualitas / Mutu Madu

Pada suhu 10 – 12 C, madu akan mengkristal. Untuk mencegahnya, madu bisa dihangatkan pada suhu 21 – 27 C. Akan tetapi, pada suhu di atas 27 C, madu dapat mengalami kerusakan dan perubahan cita rasa, yang menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan mutu madu.

Sebagai patokan, standar ekspor atau tingkat internasional untuk kadar air madu, maksimalnya 17,5%. Jika kadar air dalam madu lebih dari 25%, maka madu mudah terfermentasi, berbusa, mengandung CO2 dan alkohol hingga kemungkinan botol/wadahnya meledak/pecah.

Madu dengan kadar air 22% sudah bisa dikatakan bahwa madu tersebut memiliki kualitas yang rendah. Karena semakin tinggi kadar airnya berarti madu akan semakin encer dan semakin mudah terfermentasi, yang selanjutnya menandakan bahwa kualitasnya semakin rendah.

Maka dari itu, kadar air menjadi salah satu faktor penentu kualitas mutu madu. Kadar air juga yang nantinya menentukan tingkat viskositas (kekentalan) pada madu.

Maka dari itu, diperlukan standar atau patokan “yang pasti” tentang madu. Apalagi kini banyak madu yang tidak 100% murni, tetapi berlabel “jelas” bahwa produk tersebut adalah madu murni.

Menurut SNI No. 01-3545-1994, ada beberapa hal yang menjadi standar mutu madu agar aman dikonsumsi dan menjadi parameter kualitas di pasaran dalam negeri.

Parameter Mutu Satuan Syarat
Aktivitas enzim diastase DN Min. 3
Hidroksimetil fufural (HMF) mg/kg Maks. 40
Air % Maks. 22
Gula pereduksi (glukosa) % b/b Min. 60
Sukrosa % b/b Maks. 10
Keasaman ml NaOH 1 N/kg Maks. 40
Padatan tidak terlarut % b/b Maks. 0,5
Abu % b/b Maks. 0,5
Cemaran logam

Timbal (Pb)

Tembaga (Cu)

Arsen

mg/kg

mg/kg

mg/kg

Maks. 1

Maks. 5

Maks. 0,5

Sumber: Badan Standarisasi Nasional Indonesia (1994)

Lalu, standar mutu tersebut mengalami sedikit perubahan yaitu dalam SNI No. 3545 Tahun 2013.

Parameter Mutu Satuan Syarat
Aroma Khas madu
Rasa Khas madu
Aktivitas enzim diastase DN Min. 3
Hidroksimetil fufural (HMF) mg/kg Maks. 50
Air % Maks. 22
Gula pereduksi (glukosa) % b/b Min. 65
Sukrosa % b/b Maks. 5
Keasaman ml NaOH 1 N/kg Maks. 50
Padatan tidak terlarut % b/b Maks. 0,5
Abu % b/b Maks. 0,5
Cemaran logam

Timbal (Pb)

Kadmium (Cd)

Merkuri (Hg)

Arsen (As)

mg/kg

mg/kg

mg/kg

mg/kg

Maks. 2

Maks. 0,2

Maks. 0,03

Maks. 1

Kloramfenikol Tidak ada
Cemaran mikroba

Angka Lempeng Total (ALT)

Angka Paling Mungkin (APM) koliform

Kapang dan khamir

koloni/g

APM/g

koloni/g

< 5 x 103

< 3

< 1 x 101

Sumber: Badan Standarisasi Nasional Indonesia (2013)

 Parameter

Madu asli Madu palsu / campuran
Disimpan dalam freezer Tidak beku karena mengandung air yang sangat sedikit. Bisa membeku, karena produsen biasa mencampurkan madu dengan air.
Diteteskan pada kertas Tidak membuat kertas basah. Kertas akan basah, karena madunya bercampur air.
Membalikkan botol berisi madu Karena murni dan kandungan airnya rendah, gelembung air lebih lambat naik ke atas. Gelembung air lebih cepat naik ke posisi atas (botol bagian bawah) saat di balik.
Tanda lainnya Ada bintik-bintik di dalam madunya yang merupakan pollen atau serbuk sari bunga jantan. Madu dan serbuk sari tidak bisa dipisahkan. Ada sisa serbuk sari yang membuat madu berwarna sedikit kelabu.

Faktor Penurun Mutu Madu

Kemudian, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya penurunan mutu pada madu, di antaranya:

  • Madu dipanen saat belum tua atau sarangnya belum tertutup lilin. Hal ini bisa menyebabkan kandungan kadar air yang tinggi, rasa madu menjadi asam serta fungsi enzim tidak aktif atau bahkan mati (disfungsi).
  • Cara memanen madu salah atau kurang tepat. Misalnya, semua bagian sarang diperas, baik itu larvanya, madunya, pollennya bahkan anakannya. Hal itu bisa menyebabkan madu cepat masam, enzim tidak aktif serta kandungan glukosa dan fruktosa rendah/berkurang.
  • Madu dipanaskan pada suhu lebih dari 50 Hal itu menyebabkan enzim tidak aktif, kadar Hidroksimetil fufural (HMF) meningkat (bisa sampai 96 mg/kg, padahal standarnya maksimal 50 mg/kg) serta sukrosa yang tinggi tetapi fruktosa dan glukosanya rendah.

Madu dan Produk-produknya

Bee Pollen

Pollen merupakan tepung sari yang berasal dari bunga yang dihasilkan antena atau si sel kelamin jantan tanaman. Pollen menjadi sumber protein, lemak, karbohidrat dan sedikit mineral bagi lebah madu. Lebah madu membutuhkan pollen sebanyak 50 kg/koloni/tahun.

Bee pollen berarti tepung sari lebah, yang mengandung 10 jenis asam amino, protein esensial, asam lemak esensial, 10 jenis mineral, vitamin (A, B, C, D dan E), hormon (pertumbuhan dan reproduksi) serta beberapa jenis alkaloid yang baik untuk metabolisme sel tubuh.

Karena itulah bee pollen mampu meningkatkan daya tahan tubuh, memperlancar fungsi pencernaan, mengobati asma, menurunkan kolesterol sampai dengan memperlambat proses penuaan.

 Royal Jelly

Royal jelly menjadi salah satu tambahan pangan yang mengandung nutrisi sangat kompleks, lebih dari sumber makanan hewani lainnya. Royal jelly sebenarnya adalah produk lebah madu yang berupa susu khusus bagi ratu lebah yakni cairan jelly/krim.

Royal jelly dihasilkan dari sekresi kelenjar khusus di bagian ujung tenggorokan lebah pekerja, berwarna putih kental, rasanya masam dan merupakan makanan khusus ratu lebah.

Royal jelly mengandung 45% protein, 13% lemak, 20% gula, mineral dan beberapa vitamin (seperti vitamin B kompleks, vitamin E dan vitamin H). Mineral dalam royal jelly di antaranya kalium, magnesium, natrium, kalsium, seng/zink, besi, tembaga dan mangan.

Royal jelly pun mengandung enzim pencernaan dan hormon gonadotropin yang mampu menstimulasi organ reproduksi. Royal jelly memberikan banyak manfaat untuk tubuh termasuk otak manusia. Meski demikian, ada beberapa orang yang alergi terhadap royal jelly, yang biasanya ditandai dengan gatal-gatal di kulit radang selaput lendir hidung atau rhinitis, pilek, gangguan pernafasan atau pun radang tenggorokan.

Royal jelly mampu memelihara dan menjaga kebugaran tubuh serta meningkatkan vitalitas tubuh pada pria. Selain itu, royal jelly juga mampu mengobati asma, bronkitis, impotensi, kejang-kejang, alergi, sampai masker wajah yang membantu merawat kulit terutama dari jerawat. Royal jelly dinilai sangat efektif dalam menjaga stamina tubuh jika dikonsumsi bersama madu.

Manfaat Royal Jelly

  • Sebagai penguat energi dan stamina.
  • Meningkatkan sistem imunitas dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
  • Mampu meringankan kelelahan, depresi ringan, insomnia serta kekurangan energi dan stamina.
  • Sebagai hormon stimulan untuk merangsang dan mengatur fungsi endokrin dan sekresi hormon lain.
  • Menambah selera makan dan daya ingat.
  • Mengobati diabetes.
  • Membantu mengatasi kemandulan dan baik untuk mereka yang sedang dalam masa pemulihan setelah sakit.
  • Mengandung vitamin H atau biotin yang mengatur lemak dan protein, memperlancar proses asimilasi dalam mengaktifkan kelenjar tubuh yang tidak bisa bekerja normal dan menghilangkan rasa lelah (meningkatkan stamina).

Propolis

Propolis merupakan bahan perekat atau lem, yang sifatnya resin dan berasal dari kuncup; kulit atau bagian lainnya dari tumbuhan yang dikumpulkan oleh para lebah pekerja. Ketika masih berada dalam sarang, lebah pekerja memanfaatkan propolis sebagai lem penutup celah-celah, menutup retakan serta memperkecil dan atau menutup lubang.

Propolis mengandung zat aromatik, mineral dan memiliki aroma khas. Propolis biasa dimanfaatkan untuk mengobati luka dan penambalan gigi, karena sifat antibiotiknya.

Bee Wax

Lilin lebah atau malam atau disebut juga bee wax, yang merupakan hasil dari sekresi kelenjar lilin di bagian bawah perut lebah pekerja. Lilin lebah biasa dimanfaatkan untuk industri lilin, kosmetik, farmasi dan bahan batik.

Bee Venom

Racun lebah atau bee venom merupakan zat apitoxin yang dihasilkan oleh lebah pekerja, lebih tepatnya disekresikan dari kelenjar racun, yang berupa cairan bening, aromanya spesifik dan tajam, rasanya pahit tetapi pedas serta cepat mengering.

Zat apitoxin mengandung triptopan, gliserin, kolin, asam fosfat, asam vitelin, asam falmitat, asam lemak, peptida, histamin, enzim, apromin serta mellitin. Bukan itu saja, racun lebah yang dihasilkan dari sengatannya, mampu mengobati asma, reumatik otot, neuritis, impoten hingga penyakit pada pembuluh darah kapiler. Maka dari itu, ada beberapa ahli yang membuka pengobatan alternatif dengan memanfaatkan sengatan lebah.

Satu hal yang penting dalam per-madu-an adalah lebah madu, sang produsen utamanya. Jika Anda tertarik untuk membudidayakan lebah madu, maka akan banyak hal yang setidaknya harus dipelajari. Akan lebih baik lagi jika memahaminya.

Taksonomi Lebah

Menurut taksonominya, berikut adalah posisi lebah madu.

Kerajaan          : Animalia

Filum               : Arthropoda

Sub filum        : Mandibulata

Kelas               : Insekta

Sub kelas         : Pterygota

Ordo                : Hymenoptera

Super famili     : Apoidae

Famili              : Apidae

Genus              : Apis

Spesies            : Apis cerana, Apis dorsata, Apis mellifera, Apis florea

Lebah Madu

Ada beberapa spesies lebah madu yang berasal dari genus Apis, di antaranya:

1. Apis dorsata

Spesies ini hanya berkembang di Asia.

Apis dorsata disebut juga manye / muanyi (Kalimantan Barat), unyai / wanyi (Kalimantan Timur), tawon gong (Jawa), tawon odeng (Sunda), harinuan (Tapanuli), labah gadang; labah gantuang; labah kabau; labah jawi (Sumatera Barat) dan giant honey bee (dalam bahasa Inggris).

Apis dorsata merupakan lebah hutan yang disebut-sebut sebagai lebah madu raksasa, dengan produktivitas madu yang tinggi sampai 2x lebih banyak daripada lebah madu ternak Apis mellifera.

Apis dorsata berukuran lebih besar daripada Apis mellifera.

Apis dorsata adalah lebah madu terbesar di Asia.

 Habitat dorsata yaitu di hutan dan sarangnya berupa sisiran yang posisinya menggantung di dahan atau ranting pohon, langit-langit terbuka hingga tebing jurang bebatuan.

Di Indonesia, sarang A. dorsata berada pada ketinggian 10 meter.

Habitat A. dorsata ada di dataran dengan ketinggian 0 – 1000 m dpl.

Sisiran sarangnya berukuran sampai 2×1 meter dengan produktivitas mencapai 20 – 30 kg/sarang. Panjang sarangnya berukuran 1 – 3 meter.

  1. dorsata mampu membuat sarang dan menghasilkan madu selama 2 – 3 bulan setelah sarangnya dipanen. Tentunya lebih cepat dibandingkan lebah ternak, yang membutuhkan sampai 6 bulan untuk menghasilkan 10 frame di kotak sarangnya.
  2. dorsata mampu memproduksi madu 50 – 70 kg/koloni/tahun.
  3. dorsata berkoloni 3 – 10 kelompok di suatu pohon besar dalam hutan, serta sarang yang berdekatan antara koloni satu dengan koloni lainnya.

Apis dorsata belum sukses dibudidayakan, apalagi dalam sistem tertutup, karena dikenal lebih agresif dan mudah menyerang.

Apis dorsata memakan berbagai jenis bunga kayu hutan. Bunga kayu hutan yang dimakannya pun nantinya akan mempengaruhi rasa, warna dan aroma madu hutan yang dihasilkan.

Umumnya, bunga kayu mulai bermekaran pada September – Maret, sehingga panen madu hutan bisa 2x dalam setahun. Panen raya madu hutan akan berlangsung selama September – Maret, walaupun bisa saja di bulan Maret produksinya akan lebih sedikit.

Jika bunga kayu tidak bermekaran, lebah hutan memilih untuk bermigrasi ke daerah perbukitan atau tebing bukit batu (daerah yang lebih tinggi).

Maka dari itulah, madu yang berasal dari lebah di pohon yang tinggi, akan mengandung kadar air yang relatif lebih rendah yaitu 21 – 24%, dibandingkan dengan madu dari lebah di pohon yang rendah (kadar airnya bisa sampai 27%). Madu dari lebah pohon tinggi akan berwarna kemerahan dan relatif lebih kental.

2. Apis laboriosa

Merupakan jenis lebah madu yang hanya ada atau hidup di pegunungan Himalaya, ketinggian lebih dari 1200 m dpl.

3. Apis andreniformis

Jenis lebah madu yang berasal dari Indonesia. Jenis andreniformis membuat sarang secara tunggal dan menggantungnya di tempat terbuka misalnya di cabang pohon dan di bukit batu terjal, serta biasa ditemui di pemukiman dan hutan berketinggian 500 m dpl.

4. Apis mellifera

Spesies lebah madu impor dari Italia, tetapi juga banyak hidup di hutan tropis seperti Indonesia, Filipina serta Malaysia. A. mellifera adalah lebah madu yang didatangkan ke Indonesia pertama kalinya tahun 1972.

Ciri-cirinya memiliki tubuh lebih besar daripada A. cerana, tetapi tidak ganas, sehingga lebih mudah untuk dibudidayakan.

A. mellifera mampu memproduksi madu sebanyak 20 – 60 kg/koloni/tahun. Maka dari itulah koloni A. mellifera cocok dibudidayakan pada skala komersial.

A. mellifera memiliki sarang yang tersusun dari batumen dan serumen, propolis, lumpur, kapur dan kotoran hewan atau serat tanaman.

Kelebihan Kekurangan
Lebih jinak Lebih peka pada tungau Varroa
Tubuhnya 1,25x lebih besar dari A. indica dan A. cerana
Memiliki sifat sabar
Lebih tahan bakteri
Lebih aktif mencari makan
Produktivitas tinggi
Daya adaptasi lebih tinggi
Mampu mencegah hama ngengat malam hari

Lebah A. mellifera pun ada 5 sub spesies yang dibedakan menurut daerah penyebarannya, yaitu:

mellifera mellifera

Berasal dari Belanda, senang berpindah-pindah sarang, tubuhnya gelap dan produksi madunya sedang (tidak banyak – tidak juga sedikit).

mellifera lingustica

Berasal dari Italia, lebah ratu memiliki tubuh berwarna kuning kecoklatan sedangkan pejantannya berwarna lebih terang, jenis ini memiliki sabuk/garis kuning di 3 segmen/ruas punggungnya serta rambut tipis berwarna merah.

Jenis lebah yang banyak dipelihara di Indonesia atau biasa dikenal dengan lebah Apis milifica. Termasuk lebah yang jinak, bahkan menjadi lebah penghasil madu nomor 1 baik karena kuantitas maupun kualitas madunya.

mellifera carnica

Merupakan lebah madu Karniolan yang populer di Amerika Serikat. Lebah jenis ini memiliki ciri-ciri seperti tubuhnya yang berwarna gelap, rambut di bagian perutnya berwarna lebih muda, suka berpindah-pindah tempat dan cukup rajin memproduksi madu.

mellifera caucasia

Sub jenis dari mellifera ini berasal dari Kaukasia, tepatnya pegunungan Kaukasus, Rusia. Sebagian besar di antara mereka memiliki tubuh berwarna gelap. Sisanya, memiliki kuning dan jingga sebagai warna di perutnya.

mellifera lehzeni

Jenis yang dikenal juga dengan sebutan lebah madu Skandinavia ini, banyak dijumpai di Norwegia, Jerman bagian utara, Swedia sampai Finlandia. Mellifera lehzeni memiliki tubuh hitam kecoklatan.

5. Apis florea / Trigona sp.

Spesies ini memiliki nama lain seperti klanceng; lanceng; lebah lilin (Jawa), teweul (Sunda), ketape; kammu (Sulawesi Selatan), mae-mae toher (Ambon), bulpena (Pulau Haruku), gala-gala / golo-golo (Sumatera Barat), dan kelkelo (Pulau Saparua).

Lebah trigona memiliki tubuh yang kecil seperti semut hitam serta hidupnya di tanah, lubang, kayu atau dalam bumbung bambu. Lebah trigona adalah jenis yang tubuhnya paling kecil dibandingkan jenis lebah madu lain.

Lebah trigona membuat sarang secara tunggal 1 sisiran, biasanya berukuran sekitar (panjang x lebar x tebal) 35 x 27 x 1,8 cm dan menggantung di beberapa titik seperti helai daun; melingkari dahan pohon; rongga liang; goa; rongga pohon.

6. Apis cerana

Spesies lebah madu yang berasal dari Asia lalu menyebar dari Afganistan, Cina, Jepang lalu Indonesia. A. cerana dibudidayakan secara sederhana dalam gelodok, sedangkan secara modern biasanya ditempatkan dalam kotak yang bisa dipindah-pindahkan. A. cerana mampu memproduksi madu 2 – 5 kg/koloni.

7. Apis koschevnikovi

Termasuk spesies baru di dunia perlebahan. Ciri-cirinya seperti tubuh yang sedikit lebih besar dari jenis A. cerana dan berwarna merah. Selain itu, koschevnikovi lebih produktif daripada cerana.

8. Apis nigrocincta (di Sulawesi)

9. Apis nuluensis (di Kalimantan)

Akan tetapi, dari jenis-jenis lebah madu, ada beberapa di antaranya yang belum dapat dibudidayakan, seperti A. dorsata, A. andreniformis, A. florea dan A. laboriosa.

Indonesia sendiri memiliki beberapa spesies lebah madu di alamnya, seperti Apis dorsata (seperti di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, NTB dan NTT), Apis cerana dan Apis andreniformis.

Sementara Apis koschevnikovi hanya ada di wilayah Kalimantan dan tidak ada di wilayah lain di Indonesia. Apis dorsata juga bisa dijumpai di negara sub-tropis dan tropis se-Asia seperti Filipina, India dan Nepal.

Perkembangbiakan Lebah

Dalam hidupnya, lebah juga mengalami siklus hidup, yaitu dimulai dari telur hingga menjadi lebah dewasa. Berikut adalah siklus hidup perkembangbiakan lebah.

  • Telur => berkembang dalam 3 hari menjadi larva
  • => larva berkembang dalam sel terbuka
  • => larva diberi makanan yaitu campuran royal jelly, pollen dan nektar, oleh lebah perawat
  • => untuk larva “calon” lebah ratu makanannya royal jelly tanpa diganti
  • => selang 5 – 6 hari kemudian, lebah pekerja menutup sel
  • => berkembang menjadi pupa / kepompong
  • => perubahan tubuh pupa sebagai proses menjadi lebah ‘seutuhnya’
  • => lebah keluar dari sel dengan menjebol penutupnya yang terbuat dari lilin
  • => lebah dewasa / sempurna
  • => (saat iklim mendukung) lebah ratu akan kawin setelah 5 – 6 hari keluar dari sel
  • => (setelah pembuahan) ratu lebah meletakkan telur 36 jam setelahnya
  • => lebah pekerja memberi makan lebah jantan pada 7 hari setelah keluar dari sel
  • => lebah jantan tinggal dalam sarang 12 – 13 hari sampai matang/dewasa seksualitasnya
  • => masa perkawinan 3 – 7 hari, lebah ratu dikawini lebah jantan pilihannya, seekor lebah ratu akan dikawini 7 – 12 ekor lebah jantan
  • => perkawinan lebah jantan dan ratu lebah terjadi di udara pada siang dan sore hari tepatnya di awal musim pembungaan tanaman
  • => usai kawin, lebah jantan mati, sperma disimpan dalam kantung sperma dalam tubuh ratu lebah
  • => ratu lebah meletakkan telurnya di dasar sel yang kosong dalam sisiran sarang => tabung sel berisi telur, diisi madu dan tepung sari oleh lebah pekerja
  • => ditutupi lapisan tipis
  • => sel telur yang dibuahi sperma akan menjadi lebah pekerja, sedangkan sel telur yang tidak dibuahi akan menjadi lebah jantan
  • => ratu lebah istirahat untuk makan jika sudah mengeluarkan 30 butir telur.

Berikut gambaran singkat umur lebah ratu, pejantan dan pekerja.

Periode Lebah ratu Lebah pekerja Lebah pejantan
Telur 3 3 3
Larva 5,5 6 6,5
Kepompong/pupa 7,5 12 14,5
Menjadi lebah dewasa (pada hari ke-) 16 21 24
Jumlah hari 16 21 24
Periode / Masa Lamanya (Hari)
Lebah ratu Lebah pekerja Lebah pejantan
Menetas 3 3 3
Larva 5 5 6
Terbentuk benang penutup 1 2 3
Waktu istirahat 2 3 4
Perubahan larva menjadi pupa 1 1 1
Pupa/kepompong 3 7 7
Total waktu 15 21 24

Budidaya Lebah Madu

Negara kita menyimpan potensi besar usaha budidaya lebah madu. Indonesia dikenal memiliki alam yang begitu kaya akan sumber dayanya. Misalnya saja hutan alam Indonesia yang mencapai 133 juta Hektare. Di mana hutan alam tersebut juga menyajikan beraneka ragam (bahkan mencapai puluhan) jenis tanaman yang berbunga bergantian sepanjang tahun.

Tanaman-tanaman tersebut mampu menjadi habitat yang ideal untuk usaha peternakan lebah madu. Sehingga, Indonesia termasuk wilayah yang sangat potensial untuk mengembangkan usaha ternak lebah madu.

Madu ternak umumnya dimasukkan ke dalam kotak penangkaran lebah di daerah yang sesuai musimnya. Contohnya di bulan Januari – Maret yang musimnya bunga tanaman mangga, maka petani akan meletakkan penangkaran lebah di perkebunan mangga yang bunganya sedang mekar.

Kemudian di bulan April – Mei saat musim bunga kelengkeng, petani memindahkannya ke perkebunan kelengkeng. Petani akan memberikan makanan tambahan berupa gula agar lebah penangkaran mampu bertahan hidup lebih lama untuk mencari musim bunga di daerah lainnya.

Jenis Lebah Madu

Ada 3 jenis lebah yang banyak dibudidayakan dan dapat menjadi pilihan Anda, di antaranya seperti lebah hutan spesies A. dorsata, lebah lokal spesies A. cerana dan lebah unggul spesies A. mellifera.

Lebah unggul A. mellifera termasuk yang laris manis dibudidayakan, disenangi di pasaran, paling produktif, lebih jinak serta bee venom dari sengatnya bisa dijadikan obat bermacam-macam penyakit.

Di Indonesia, ada 4 jenis lebah madu yang biasa diternakkan, yakni:

  • indica (lebah lokal)
  • dorsata (lebah hutan)
  • Trigona sp (klanceng atau gala-gala atau teuwel)
  • mellifera var Ingustia SPIN (lebah unggul impor dari Australia, nama lainnya lebah Italia)

Jika ingin membudidayakan lebah madu, carilah yang sifatnya cenderung lebih jinak. Anda bisa mendapatkan koloni lebah madu dari tangkapan alam, mengembangbiakkan atau bisa juga membeli dari para penjual koloni.

Ciri Ciri Lebah Madu Unggulan

Jika akan membudidaya atau beternak lebah madu, tentunya yang penting untuk keberhasilan ke depan adalah pemilihan bibit lebah madu unggul.

Lebah Madu yang memiliki kualitas unggulan atau super, ciri-cirinya seperti:

  • Ratu lebah memiliki fisik yang bagus dan umurnya 3 – 12 bulan.
  • Ratu lebah mampu menghasilkan telur dengan kuantitas dan kualitas yang tinggi.
  • Hasil panennya lebih banyak. Baik hasil madunya, bee pollen, royal jelly atau pun propolisnya.
  • Larva lebah yang dihasilkan lebih segar.
  • Biasanya lebah cenderung lebih agresif.

ciri ciri lebah madu unggulan

Koloni Lebah Madu

Ada 3 macam lebah yang memiliki tugas, peran dan pakan utamanya masing-masing.

Pertama, ratu lebah (lebah betina) yang tubuhnya lebih besar daripada lebah pekerja, warnanya merah kehitaman, bersengat, mampu hidup sampai dengan 4 tahun serta dapat menyengat berulang kali tanpa tubuhnya rusak atau mati seperti lebah pekerja.

Lebah ratu hanya bertelur, tanpa tugas lainnya. Lebah ratu hidupnya diawasi, makannya diberi dan diatur serta kebersihan badannya diurus, semuanya oleh lebah pekerja.

Kedua, lebah pekerja yaitu lebah betina tetapi tidak mampu berkembang biak dan tidak bertelur. Dalam suatu kerajaan lebah, biasanya ada 50.000 – 60.000 lebah pekerja.

Lebah pekerja diberikan pakan royal jelly hanya di awal-awal pertumbuhannya, tidak seperti ratu lebah yang full seumur hidupnya mengonsumsinya.

Lebah pekerja memiliki ciri-ciri yaitu tubuhnya kecil, warnanya kecoklatan, agresif, disiplin, bertanggung jawab mengerjakan tugasnya, bersengat, setiap menyengat maka tubuhnya akan rusak atau 0 – 3 hari kemudian akan mati, tugasnya lebih banyak seperti memberi makan lebah ratu dan larva; membuat sarang; mencari nektar dan serbuk sari; memproses dan menyimpan madu; mencari air minum dan masih banyak lagi, serta hanya mampu hidup 70 hari atau 10 minggu.

Lebah pekerja memiliki tugas sesuai umur/tingkatannya. Lebah pekerja muda, tugasnya membangun, merawat, penghubung dan membersihkan sarang. Lebah pekerja muda yang fisiknya kuat, berumur 12 – 17 hari dan kelenjar malamnya sangat produktif, itulah yang bertugas membangun sarang.

Lebah pekerja agak dewasa, tugasnya menjaga sarang dari segala gangguan, baik menjaga di luar maupun dalam.

Lebah pekerja dewasa, tugasnya mencari makanan untuk seluruh warga di sarang lebah. Persentase lebah pekerja yang dibutuhkan sebanyak 98,5% dari total koloni.

Ketiga, lebah pejantan yang memiliki tubuh lebih besar daripada lebah pekerja, tetapi lebih pendek dari lebah ratu, warnanya kehitaman, cenderung pemalas karena hanya terbang jauh untuk mengejar lebah ratu untuk dikawini lalu ia mati, makannya rakus, kebutuhan makannya diberikan dari lebah pekerja, suaranya keras dan bising, tidak suka berkelahi serta hanya mampu hidup sekitar 70 hari atau 10 minggu.

Selain itu, lebah pejantan adalah satu-satunya golongan yang tidak mempunyai alat sengat. Masa paceklik adalah masa di mana lebah pejantan akan dibunuh oleh lebah pekerja. Dalam satu koloni, hanya dibutuhkan 200 – 300 ekor lebah jantan. Persentase lebah jantan yang dibutuhkan sebanyak 1,5% dari total koloni.

Model Budidaya Lebah Madu

Ada 2 model utama dalam budidaya lebah madu, yaitu:

Budidaya Menetap (Stationary Beekeeping)

Masyarakat Indonesia banyak yang menggunakan teknik budidaya menetap untuk peternakan lebah madu, terutama jenis A. cerana.

Di era tahun 80-an, peternakan lebah madu A. cerana dengan teknik budidaya menetap, sukses dikembangkan di wilayah Tretes, Malang dan Apiari Gunung Arca, Sukabumi.

Teknik budidaya menetap sebaiknya dikembangkan di area dengan ketersediaan tanaman pakan serbuk sari yang masa pembungaan dan sekresi nektarnya melimpah dalam waktu yang panjang.

Teknik budidaya menetap memiliki kelemahan yaitu potensi atau kemungkinan koloni lebah untuk hijrah/kabur akan lebih tinggi dan produksi madu yang tidak terlalu banyak. Kelemahan lainnya adalah lebah A. cerana yang daya jangkau terbangnya hanya sekitar 300 meter.

Tanaman pakan yang luas tetapi koloni hanya ditempatkan di 1 area maka lebah tidak akan menjangkau seluruh sumber pakan. Sehingga sebaiknya, sebarlah koloni lebah dengan teratur sedemikian rupa agar setiap koloni dapat menjangkau dan atau mendapatkan pakannya secara maksimal, yang nantinya akan lebih memaksimalkan produktivitas madu.

Budidaya Berpindah (Migratory Beekeeping)

Sedikit berbeda dari budidaya yang menetap, maka peternakan lebah madu dengan teknik berpindah justru banyak dilakukan untuk jenis A. mellifera, karena produktivitasnya lebih tinggi dan membutuhkan pakan yang lebih banyak secara kontinu.

Peternakan lebah berpindah mengikuti musim pembungaan tanaman. Area migrasi akan ditentukan berdasarkan koloninya. Koloni lemah yang membutuhkan perawatan untuk pembesaran populasi, maka membutuhkan tanaman pakan yang kaya akan serbuk sari.

Saat koloni sudah besar dan siap berproduksi, barulah migrasi lebah ke area dengan tanaman pakan sumber nektar. Akan lebih optimal jika tanaman pakan serbuk sari dan nektar, terdapat pada 1 area, untuk memaksimalkan produksi serta mengurangi biaya migrasi.

Kelemahan teknik budidaya berpindah adalah biaya operasional yang lebih tinggi dari teknik menetap. Selain itu juga data dan pengetahuan tentang musim pembungaan tanaman serta peta data luasan tanaman pakan.

Makanan Lebah Madu

Makanan lebah madu berasal dari beragam tanaman. Ada beberapa pohon yang umumnya menjadi inang lebah, di antaranya pohon beringin (Ficus sp.), bangeris / kempas / tualang (Koompassia excelsa), lumbuai (Metroxylon sp), kapuk (Ceiba petandra), binahong (Tetrameles nudiflora), pelawan (Tristaniopsis sp), rengas (Gluta rengas), mahang (Macaranga sp) serta tempurau (Dipterocarpus gracilis).

Nektar merupakan senyawa kompleks dari kelenjar necterifier tanaman, berupa larutan dengan konsentrasi yang bervariasi, komponen utamanya sukrosa; fruktosa dan glukosa; disertai dengan zat gula seperti maltosa; ratinosa; melibiosa; beberapa turunan karbohidrat lainnya. Nektar mengandung gula sebanyak 5 – 70%, tergantung pada iklim, jenis tanaman dan faktor lain.

Kemudian, salah satu hal yang tak kalah pentingnya dalam budidaya lebah madu adalah ketersediaan pakan. Tanaman pakan setidaknya adalah bunga yang mengandung nektar; serbuk sari dan propolis, tersedia dalam jumlah yang banyak; segar dan dekat dengan area peternakan lebah, serta sebaiknya beraneka jenis sehingga terjadi musim bunga yang bergilir dan tersedia pakan sepanjang tahun.

Menurut Sumoprastowo (1987) dan Soprapto (1990), memberi contoh jumlah stup dengan ketersediaan pakannya, yakni 1 Ha kebun kopi cukup untuk 100 stup lebah, 1 Ha kebun bunga matahari untuk 6 stup, 1 Ha kebun kelapa untuk 25 stup dan 1 Ha kebun mentimun untuk 3 stup.

Jenis pakan Jenis tanaman
Pollen Aren, kemlandingan, tebu, tembakau, jambu mete, salak, delima, alpukat, macadamia, jagung, putri malu, wedusan
Nektar Mangga, rambutan, kaliandra, akasia, sengon, sonokeling
Pollen dan Nektar Pohon Randu, vanili, kelapa, kopi, wijen, kelengkeng, kedondong, durian, jambu biji, apel, kesemek, belimbing
Ekstra flora Karet

Stup, Peternakan Lebah Madu

Lebah madu bisa dipelihara dalam peti atau disebut dengan sistem gelondong modern atau yang lebih dikenal dengan “stup”. Peternakan sistem stup akan lebih memudahkan dalam mengelola dan memanennya tanpa merusak koloni lebah.

Stup adalah peti yang diberi penyangga, agar terhindar dari rayap atau binatang lain yang mungkin mengganggu. Kaki penyangga dibuat 50 – 100 cm dari permukaan tanah.

Sebaiknya, stup diletakkan di atas bangku ketinggian sekitar 50 cm dari tanah. Stup biasanya dibuat berukuran 51 x 4` x 5 cm, kotak/peti stup berukuran 50 x 40 x 28 cm serta menggunakan papan dengan ketebalan 1,5 cm.

Kemudian, ada 6 – 10 sisiran yang panjang bawahnya 40 cm, panjang atas menonjol 49 cm, lebar 3 cm, dan kayu penggantung dengan ketebalan 2,5 cm.

Kemudian, ada beberapa aturan lagi untuk peletakkan stup, yaitu stup harus diletakkan di tempat terbuka; menghadap timur agar mendapat sinar matahari langsung dan membelakangi jalan pemeriksaan, terlindung dari terik matahari berlebih dan hujan, di tempat yang lebih rendah dari sumber makanan (jika peternakan berada di lokasi yang berbukit), serta kaki-kaki penyangga dan bangku sebaiknya diolesi pelumas atau minyak untuk mencegah serangga seperti semut, yang berpotensi akan mengganggu lebah.

Stup dibuat tunggal atau bisa juga bertingkat. Stup yang bertingkat berarti peti satu yang ditumpuk satu sama lainnya, di mana peti terbawah adalah rumah ratu lebah, pertumbuhan dan perkembangbiakan koloninya. Tingkat peti di atasnya adalah rumah produksi madu.

Di samping itu, antara peti/rumah produksi madu dengan rumah ratu lebah diberi pembatas/sekat dari kawat basa. Tujuannya, agar si ratu lebah tidak masuk serta mengonsumsi dan meletakkan telur pada rumah madu.

Stup diletakkan di dekat jenis tanaman yang kaya akan nektar dan serbuk dari sumber pakan. Stup diletakkan jauh dari tempat yang berasap serta tempat tinggal manusia.

Cara Memasukkan Lebah Madu Ke Stup

Ada beberapa cara untuk memasukkan (baca: memindahkan) lebah madu ke dalam stup. Berikut cara yang bisa Anda lakukan:

  • Gunakan pelindung wajah, tangan serta baju dan celana khusus (apron) untuk melindungi diri dari sengatan lebah.
  • Lakukan pengasapan kecil pada koloni lebah, untuk mengusir lebah pekerja.
  • Carilah ratu lebah yang dilindungi para lebah pekerja. Ambil ratu lebah dan masukkan ke stup rumah ratu.
  • Pilih 3 atau lebih sisiran sarang yang kondisinya lengkap (ada telurnya, larva, pupa, tepung sari bunga dan sedikit madu). Sayat sisiran, tempelkan pada bingkai sisiran lalu ikat kuat-kuat dengan tali. Masukkan sisiran ke dalam stup rumah ratu lebah.
  • Masukkan koloni lebah (lebah pekerja) ke stup. Tutup pintu stup.
  • Tunggulah beberapa jam. Jika koloni lebah sudah tenang, bukalah pintu stup rumah ratu lebah.
  • Jangan pernah memindah stup sebelum sisiran sarang (yang semula ditempelkan bingkai sisiran) terlepas karena digigit lebah pekerja.
  • Untuk melepas lebah madu: bukalah pintu stup, lepaskan lebah madu di pagi hari saat bunga bermekaran.

Selain itu, ada salah satu hal yang juga perlu diperhatikan dan dilakukan yaitu pengaturan sisiran sarang antar kotak. Hal ini nantinya diharapkan bisa memperkuat koloni lebah yang lemah.

Caranya, siapkan kotak koloni lebah, baik yang kuat maupun lemah. Pindahkan beberapa sisiran yang sudah berisi madu, pollen, larva dan telur dari koloni kuat ke koloni lemah.

Dengan catatan: hanya sisiran dan isinya, tanpa lebah kuatnya. Posisi pemindahan ke dalam kotak koloni lemah yaitu sisiran berisi larva dan telur diletakkan di tengah antara sisiran-sisiran. Sedangkan sisiran berisi madu dan pollen diletakkan di sisi tepi.

Bangunan Dalam Peternakan Lebah Madu

Ada beberapa bangunan atau tempat-tempat yang memiliki fungsi tertentu dalam peternakan lebah madu, yakni:

a) Kotak eram

Yaitu bagian dari stup (rumah lebah) yang terdiri dari badan kotak; tutup dalam dan luar; alas dan bingkai, serta menjadi ruang tempat lebah madu melakukan aktivitas utama.

Bingkai menjadi tempat melekatnya lempengan sarang lebah. Selain itu, antara sisiran dibuat ruangan dengan jarak tertentu (umumnya sekitar 0,6 cm) atau yang disebut ruangan lebah (bee space). Ada juga bingkai feeder, yang menjadi tempat untuk meletakkan gula stimulan.

b) Kotak super

Kotak super menjadi bagian dari rumah stup agar nantinya bisa mengoptimalkan produksi dan mempermudah pemanenan madu.

Cara membuat kotak super atau yang disebut dengan pensuperan, adalah dengan menyusun stup dalam 2 tingkat atau lebih. Paling tidak, ada 1 kotak super yang diletakkan di atas kotak eram, untuk menjaga populasi lebah madu dalam jumlah yang cukup. Di antara kotak eram dan kotak super dipasang sekat ratu.

c) Kotak kawin

Kotak kawin dibuat sebagai ruangan tunggal atau bisa juga ganda atau empat ruangan. Kotak kawin menjadi tempat yang khusus tersedia untuk koloni dengan populasi yang tidak mengganggu aktivitas utama perlebahan (produksi madu).

d) Kotak starter

Kotak starter merupakan tempat yang digunakan pada rangkaian aktivitas pembuatan calon ratu. Kotak starter menjadi tempat perawatan larva calon ratu, sehingga memberi peluang keberhasilan pembuatan ratu yang baru.

Kotak starter akan mendorong lebah ratu agar menstimulasi atau memaksa lebah pekerja untuk merawat sel calon ratu. Kotak starter terdiri dari kotak tanpa pintu, gelas atau botol stimulan serta bingkai berisi sel-sel calon ratu.

e) Pollen trap

Pollen trap terdiri dari kayu, kawat dan plastik, yang berdiameter 5 mm (untuk perangkap pollen) dan 3 mm (untuk lubang penutup penampung pollen).

Pollen trap  menjadi ruang untuk memanen pollen tanpa mengganggu para koloni lebah, sehingga nantinya pollen pun dalam kondisi yang terjaga kesegarannya. Pollen trap akan menjerat pollen yang dibawa lebah pekerja di kaki-kakinya.

f) Ekstraktor

Ektraktor merupakan bagian dari stup yang diharapkan dapat memudahkan dan mempercepat dalam pemanenan madu.

Ekstraktor merupakan alat pemeras madu yang kerjanya memutar sarang atau sisir dengan gaya sentrifugal, sehingga madu akan keluar/menetes sendiri. Ekstraktor dibuat dari bahan yang tidak bereaksi dengan madu, contohnya stainless steel.

Pemeriksaan Intensif

Ada beberapa hal yang tak kalah pentingnya dalam peternakan lebah madu, di antaranya sebagai berikut:

1. Pemeriksaan stup

Stup diperiksa seminggu sekali pada pagi atau sore hari. Periksa stup dengan membuka/mendekatinya dari pintu belakang atau samping (kiri atau kanan), kibaskan asap sabut kelapa ke dalam stup secara perlahan agar tidak mengusik lebah, periksa bingkai satu per satu dengan mengangkatnya ke atas secara perlahan dan diamati teliti, jika bingkai sudah diperiksa lalu letakkan di tempat yang lain.

2. Pemeriksaan koloni lebah

Periksa bingkai satu per satu. Jika bingkai sudah penuh, tambahkan bingkai baru dan letakkan di tengah-tengah antara bingkai yang sudah ada. Tetapi, jika koloni dalam kondisi lemah, bingkai baru diletakkan di tepi bingkai yang sudah ada.

Jika ada sarang yang tengahnya berwarna kehitaman, maka harus dibakar dan dibuang, karena menunjukkan bahwa sarang tersebut terkena penyakit.

Pemanenan madu

Madu dapat dipanen dari 2 bagian pada stup, yaitu:

  • Kotak eram

Kotak eram bisa dipanen madunya jika sisiran berisi madu sudah penuh tertutup lilin. Potonglah sisiran sampai batas sisiran berisi madu, hanya berlaku jika sisiran belum terfondasi dengan sarang.

Potongan yang berisi anakan dikembalikan lagi ke dalam kotak. Peras madu menggunakan kain kasa dan penjepit kayu. Lilin sisa perasan sebaiknya dikumpulkan untuk dimanfaatkan sebagai malam atau fondasi sarang.

Sebaiknya, sisakan satu sisiran berisi madu untuk tidak dipanen.

  • Kotak super

Angkat/ambillah 1 – 2 sisiran yang sudah penuh berisi madu serta pindahkan dari kotak bawah ke kotak atas dan sisiran kotak atas ke kotak bawah.

Lakukan seterusnya sampai bingkai di kotak atas penuh berisi madu. Peras/ekstraklah madu tersebut.

Hal Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Pemanenan Madu

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan madu, yakni sebagai berikut:

  1. Madu dipanen jika semua sisiran hampir dipenuhi dengan madu. Madu dipanen jika kadar airnya kurang dari 20%.
  2. Pemanenan sebaiknya menggunakan sistem pengasapan yang tanpa bara api, untuk mengurangi angka kematian lebah.
  3. Pemanenan dilakukan pada pagi atau sore hari, tujuannya agar lebah bisa kembali ke sarangnya. Jika panen pada malam hari, lebah tidak bisa kembali ke sarangnya dan bisa mati.
  4. Pemanenan hanya pada kepala madu tempat penyimpanan madu oleh lebah, bukan seluruh sarangnya. Tujuannya agar lebah bisa membuat kepala madu dan mengisinya lagi, sehingga nantinya hasil panen bisa terus berlanjut.
  5. Pemanenan dilakukan dengan teratur. Panen dilakukan jika sisiran berisi madu sudah tertutup lilin lebah minimal ⅓ dari sel sisiran atau paling tidak ⅔ sisiran penuh madu dan tertutup lilin.
  6. Panen madu dilakukakn pada kotak yang berselang-seling, misalnya dari kotak 1 ke kotak 3, lalu 5 dan seterusnya. Ambil madu yang ada di sisiran tersebut. Lalu, letakkan kembali sisiran ke dalam stup. Caranya, gunakan sikat lebah untuk membersihkan lebah dari bingkai dan sisiran. Kupas lapisan lilin dengan pisau khusus pemanen madu. Tetapi, pisau tersebut sebelum digunakan sebaiknya dicelupkan dalam air panas dahulu. Masukkan sisiran dan bingkai ke dalam ekstraktor. Kembalikan sisiran dan bingkai yang sudah dipanen tadi, ke kotaknya semula.

Itulah lebah madu dengan bermacam macam jenisnya dan dengan beragam manfaat. Indonesia dengan wilayah yang luas dan keanekaragaman tumbuhan menjadi potensi yang besar untuk melakukan budidaya lebah madu.

Semoga bermanfaat 😉

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.