Perkembangan Pertanian Di Indonesia Dari Dulu Hingga Sekarang

Pertanian dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan yang dilakukan manusia sebagai wujud usaha memelihara makhluk hidup lain (tumbuhan dan hewan) untuk diambil manfaatnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan. Di Indonesia, pertanian adalah sektor/bidang yang sangat penting dan berpengaruh dalam kelangsungan perkonomian bangsa. Perkembangan Pertanian di Indonesia dari dulu hingga sekarang mengalami beberapa fase.

Perkembangan Pertanian Di Indonesia

Pada zaman manusia purba dahulu, mereka memenuhi kebutuhan pangannya dengan cara mengumpulkan makanan yang ada di alam, apapun itu, atau yang dikenal Food Gathering. Akan tetapi lambat laun apa yang ada di alam baik hewan maupun tumbuhannya mulai habis karena diburu manusia.

Pola pikir mereka pun kemudian mulai berubah. Meraka tidak hanya mengumpulkan tetapi juga mulai berusaha untuk menghasilkan sumber makanan itu. Mereka mulai mengembangbiakkan hewan ternak dan tumbuhan-tumbuhan atau yang dikenal dengan istilah Food Producing. Mereka yang pada awalnya hidup secara nomaden (berpindah-pindah), kini mulai menetap dalam suatu lingkungan (semi-nomaden).

Masyarakat purba zaman Mesolitikum itulah yang menjadi salah satu tonggak perkembangan dunia pertanian. Meski dengan cara mereka yang masih sangat sederhana dan berpindah pindah untuk mencari lahan lain ketika tanah yang dibudidayakannya sudah tidak subur lagi.

perkembangan pertanian di indonesia dari dulu hingga sekarang

Pertanian Tradisional

Pertanian mulai berkembang sedikit demi sedikit. Dari pertanian masa purba yang nomaden, kemudian mulai menjadi pertanian tradisional. Pada pertanian tradisional, petani pada masa itu masih menggunakan alat maupun bahan yang semuanya masih sangat sederhana. Bahan pertanian di sini maksudnya adalah pupuk dan pestisida/insektisida yang masih bersifat organik serta biji/benih yang masih asli. Alat yang digunakan untuk mengolah lahan yang dimulai dari tanah yang masih kosong hingga memanen hasil, semuanya masih menggunakan peralatan yang masih sangat sederhana, tanpa tenaga mesin serta tanpa suara bising seperti traktor masa kini.

Baca juga :  18 Makanan Yang Mengenyangkan Tapi Tidak Membuat Gemuk

Sayangnya, pertanian tradisional itu produktivitasnya masih relatif rendah. Akan tetapi, saat itulah Indonesia mulai menegakkan diri hingga dijuluki sebagai negara agraris. Karena dengan cara bercocok tanam, kebutuhan akan pangan dapat terpenuhi dan jaraknya dekat dari pemukimannya. Pada hal lain cara mengawetkan hasil dari cocok tanam mereka yang juga masih sederhana. Mereka hanya tahu dengan cara mengeringkan, mengasapkan atau pun dengan memberi garam sebagai metode untuk mengawetkan makanannya.

Pertanian Masa Orde Baru

Pertanian di Indonesia terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Berkembang menjadi Revolusi Hijau yang dimulai pada masa pemerintahan Orde Baru (Orba). Mengingatkan kembali bahwa revolusi hijau ini memiliki 4 pilar penting yakni penyediaan air melalui sistem irigasi, penggunaan pupuk kimia dengan optimal, penggunaan pestisida yang sesuai serangan HPT serta menggunakan varietas unggul dan berkualitas sebagai bahan menanam.

Di satu sisi, revolusi hijau meningkatkan produksi tanaman secara pesat, terutama padi dan gandum. Hal itu membuat Indonesia mampu swasembada beras hingga dapat mengekspor beras ke negeri lain. Akan tetapi di sisi lain, lingkungan/lahan menjadi rusak karena penggunaan bahan kimia baik dari pupuk maupun pestisida yang tidak semestinya. Hal itu menyebabkan ketergantungan tanaman terhadap pupuk dan munculnya hama baru yang lebih resisten.

Selain itu juga terjadi penurunan produksi protein karena lahan telah didominasi dengan padi dan gandum (karbohidrat) serta berkurangnya lahan peternakan yang banyak dialihkan untuk menjadi lahan persawahan. Revolusi hijau juga dianggap hanya menguntungkan petani ‘kaya’ dengan lahan yang dimiliki yang berhektar-hektar sehingga mengakibatkan terjadinya ketimpangan dan kesenjangan sosial pedesaan.

Teknologi Dan Dampak Bagi Perkembangan Pertanian di Indonesia 

Meninggalkan era Orba dengan revolusi hijaunya, kini dunia pertanian telah berkembang lebih jauh lagi. Pertanian yang berkelanjutan, berbasis ekologi disertai dengan sentuhan teknologi. Dahulu kala, lahan persawahan yang akan ditanami biasanya diolah dengan tenaga hewan ternak seperti kerbau sebagai alat bajaknya. Namun kini keberadaan traktor roda 2 maupun roda 4 sudah menggeser tugas dan peran kerbau tersebut.

Baca juga :  Kelebihan Dan Kekurangan Kemasan Styrofoam

Benih/biji yang akan ditanam pun kini sudah diberi sentuhan bioteknologi. Bioteknologi adalah cabang dari ilmu pengetahuan yang khusus mempelajari manfaat dari makhluk hidup serta hasil produknya. Sebagai contoh, gen tanaman telah dimodifikasi sedemikian rupa dengan cara menyisipkan gen yang tidak berasal dari tanaman aslinya. Sehingga hasilnya nanti menjadi tanaman sesuai yang kita inginkan dengan gen tersebut.

Ada pula tanaman vertikultur, yang merupakan penanaman dengan hasil yang optimal meskipun dengan lahan pertanian yang tersedia semakin menyempit. Tanaman vertikultur adalah tanaman yang sistem budidayanya dilakukan secara vertikal/bertingkat baik didalam ruangan maupun diluar ruangan.

Tidak berhenti sampai disitu, dalam dunia peternakan banyak gen hewan yang juga telah mengalami sentuhan teknologi seperti kloning. Teknologi kloning adalah sebuah proses duplikasi dengan cara mengambil keseluruhan informasi genetik yang berasal dari indukan asal dimana akan dihasilkan individu baru yang mempunyai kesamaan genetik, Deoxyribo Nucleic Acid ( DNA ), ciri ciri , sifat-sifat dan seterusnya.

Dan seperti pemandangan yang dapat dilihat di sekeliling kita, dimana lahan pertanian banyak yang sudah habis dan dialihkan fungsi menjadi bangunan-bangunan perumahan, pabrik-pabrik maupun gedung-gedung pencakar langit. Mungkin inilah saatnya kita bilang Stop !. jangan biarkan hal ini terus terjadi. Perlu ketegasan pemerintah untuk melindungi lahan pertanian dari pengalihan fungsi dengan dalih kekurangan lahan dan lain sebagainya.

Meskipun teknologi sudah menyatu dengan pertanian, akan tetapi masih harus diimbangi dengan pertanian organik agar kelestarian alam tetap terjaga. Sudah selayaknya bumi pertiwi ini dijaga hijaunya sehingga pertanian berkelanjutan bukan hanya sebagai motto.

Bidang pertanian bukan hanya sekedar kegiatan bercocok tanam. Cocok tanam hanyalah istilah sempit untuk pertanian. Pertanian yang diartikan secara luas yaitu semua kegiatan bercocok tanam, perkebunan, perhutanan, peternakan hingga perikanan.

Baca juga :  Pangan Fungsional, Sudah Berfungsikah?

Perlu adanya upaya untuk mendorong generasi muda kita mau bergelut di dunia pertanian. Jangan sampai barisan generasi tua habis tanpa diimbangi dengan regenerasi penggerak dunia agraris kita. Ubah pandangan bahwa jadi petani itu miskin dan kotor. Sadarlah dengan kelebihan yang Indonesia miliki, laut yang terhampar luas dan daratan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Demikian pembahasan seputar perkembangan pertanian di indonesia dari dulu hingga sekarang. semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.