penjelasan tentang tanaman cabai

Penjelasan Tentang Tanaman Cabai

Penjelasan Tentang Tanaman Cabai. Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas tanaman cabai, yaitu bagaimana cara budidaya cabai baik di musim kering maupun musim penghujan, agar produksi cabai (diupayakan) kualitasnya tetap baik.

Tetapi sayangnya, belum ada artikel pengantar tentang cabai yang diulas di sini. Nah, di sini kita akan membahas tentang cabai dan anggota keluarganya. Dan, tidak membahas budidayanya. Karena budidaya cabai sudah diulas di artikel sebelumnya.

Sebelum masuk lebih jauh tentang cabai, kita kulik sedikit tentang cabai di kehidupan manusia. Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bila nama “cabai” disebut maka yang muncul dibenak kita adalah “pedas”, “cabe rawit”, “sambal”, “saus cabe”, “produk pertanian”, “harga mahal”, “bumbu dapur”, “bumbu masakan wajib”, “cepat busuk”, “mengandung capsaicin”, “harga naik-turun” atau pun kata-kata lain yang bakal ‘spontan’ terucap saat kata “cabai” disebutkan.

Sejarah Tanaman Cabai

Cabai asalnya dari Peru, Amerika. Dari Peru, cabai menyebar ke berbagai negara di benua Amerika itu sendiri lalu menjalar ke Eropa dan Asia. Cabai awal mulanya dikonsumsi masyarakat suku Indian pada awal tahun 7000 sebelum Masehi.

Sejarah telah mencatat cerita cabai yang diawali dari temuan arkeologi yaitu potongan, serpihan dan biji cabai liar di lantai Gua Ocampo, Tamaulipas dan Tehuaca, tepatnya awal tahun 5000 sebelum Masehi. Kemudian temuan tersebut diidentifikasi dan telah diketahui adalah C. annuum.

Bagi masyarakat suku Indian, cabai adalah jenis tanaman yang sangat dihargai serta menempati urutan kedua setelah jagung dan ubi kayu. Cabai juga dimanfaatkan dalam upacara/ritual keagamaan dan kultur budaya orang Indian.

Dari data-data sejarah yang telah terkumpul, ilmuwan menduga bahwa cabai berasal dari Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Meksiko yang dibudidayakan lebih dari 5000 tahun yang lalu.

Baca juga :  Macam-Macam Tanaman Hias Indoor Dan Outdoor Yang Mudah Dirawat

Capsicum kemudian melaju ke benua Eropa yang dibawa oleh Columbus tahun 1492. Di tahun 1542, diduga ada pedagang Portugis yang mengintroduksi tanaman cabai ke India dan akhirnya meluas ke semua penjuru Asia Tenggara termasuk Indonesia. Diperkirakan pelaut Portugis membawa cabai ke Indonesia pada awal abad 15.

Botani Tanaman Cabai

penjelasan tentang tanaman cabai

Tanaman cabai adalah anggota dari suku Solanaceae (keluarga terong-terongan) dan termasuk dalam produk hortikultura. Cabai masuk dalam genus Capsicum.

Cabai termasuk tanaman perdu atau semak yang berumur pendek (disebut juga tanaman semusim). Sekitar 20 – 30 spesies cabai ada di dunia yang sebagian besarnya hidup di negara asalnya, Peru.

Di Indonesia hanya mengenal beberapa jenis cabai yang tumbuh dan ditanam yaitu cabai besar, cabai rawit, cabai keriting dan paprika.

Kingdom         : Plantae

Divisi               : Spermatophyta

Kelas               : Dicotyledonae

Ordo                : Solanales

Famili              : Solanaceae

Genus              : Capsicum

Spesies            : Capsicum frutescens L. (cabai rawit), Capsicum annuum L (cabai besar dan cabai keriting), Capsicum baccatum, Capsicum chinense, Capsicum pubescens

Morfologi Tanaman Cabai

Setelah membahas sisi botaninya, kita lanjutkan morfologi tanaman cabai yang perlu untuk diketahui. Tanaman cabai memiliki bagian utama yaitu sebagai berikut :

A. Akar

Tanaman cabai memiliki perakaran tunggang yaitu akar utama dan lateral. Panjang akar utamanya 35 – 50 cm sedangkan lateralnya hanya 35 – 45 cm.

B. Batang

Tanaman cabai memiliki batang berwarna hijau tua, berkayu, cabang yang lebar dengan jumlah percabangan yang banyak. Berikut detail tentang ukuran cabang pada batang tanaman cabai:

  • Jumlah cabang (per tanaman) : 7 – 15
  • Panjang cabang : 5 – 7 cm
  • Diameter cabang : 0,5 – 1 cm
  • Tangkai daun (pada daerah percabangan) : 2 – 5 cm

C. Daun

Tanaman cabai memiliki daun tunggal berwarna hijau sampai hijau tua, helainya mempunyai bentuk bervariasi yaitu berbentuk deltoid, ovate sampai lanceolate.

Pada tanaman cabai, daun tumbuh di tunas samping yang berurutan di batang utama yang susunannya spiral. Permukaan daun tanaman cabai ada yang halus dan ada pula yang berkerut.

Baca juga :  Proses Pematangan Buah Dan Sayur Secara Ilmiah

D. Bunga

Tanaman cabai memiliki bunga tunggal yang muncul di ujung ruas tunas, yang posisinya ada yang horisontal, tegak bahkan menggantung.

Bunga cabai memiliki mahkota berwarna putih, kuning muda, kuning, ungu, ungu dengan dasar putih, putih dengan dasar ungu, tergantung pada varietas tanamannya.

Bunga cabai bentuknya bintang dan kelopaknya seperti lonceng. Bunga cabai memiliki diameter 5 – 20 mm. Bunga cabai termasuk bunga sempurna karena kelamin jantan dan betina terletak di satu bunga.

E. Buah

Tanaman cabai merupakan tanaman yang berbuah (menghasilkan buah) dengan plasenta sebagai tempat biji melekat. Buah cabai ada yang pendek, panjang, ada yang ujungnya tumpul bahkan runcing.

Setelah morfologi tanaman cabai, pembahasan kita lanjutkan ke sisi yang lain. Simak terus pembahasannya dan jangan sampai ada yang terlewat.

Syarat Tumbuh Tanaman Cabai

Tanaman cabai termasuk salah satu tanaman yang daya adaptasinya tinggi. Karena bisa ditanam di areal persawahan, tegalan, dataran rendah hingga dataran tinggi yang ketinggian tempatnya mencapai 1300 m dpl.

Meski demikian, tanaman cabai tumbuh optimum di dataran rendah sampai menengah yang memiliki ketinggian tempat 0 – 800 m dpl. Tanaman cabai cocok ditanam pada tanah datar dengan sudut kemiringan 0 – 10.

Tanaman cabai tumbuh optimum di suhu 20 – 25 C. Tanaman cabai memang bisa tumbuh di dataran tinggi yang ketinggiannya 1300 m dpl. Hanya saja, pertumbuhannya agak lambat dan produktivitasnya rendah.

Tanaman cabai tumbuh di tanah gembur, remah dan drainase yang baik. Sehingga tanaman cabai cocok dibudidayakan di tanah andosol, latosol atau regosol. Sedangkan dari sisi pH (keasaman) tanah, maka yang optimum adalah pH 5,5 – 6.

Dari sisi lingkungan, tanaman cabai membutuhkan curah hujan 600 – 1250 mm/tahun. Tanaman cabai juga tidak menyukai kelembaban udara yang tinggi. Karena akan membuatnya mudah terserang HPT. Tanaman cabai juga menghendaki intensitas cahaya matahari yang menyinari 60 – 70% dengan lama penyinaran paling ideal 10 – 12 jam.

Baca juga :  Yuk, Mengenal dan Budidaya Tanaman Tebu

Kandungan Dalam Cabai

Satu hal yang terlintas di otak kita ketika mendengar kata “cabai” adalah PEDAS. Ya, ada satu zat kimia alami yang terkandung di dalam cabai dan membuat rasanya menjadi pedas. Yaitu capsaicin.

Capsaicin adalah senyawa pembuat pedas yang sifatnya tidak larut dalam air, tetapi hanya larut dalam lemak, serta akan mudah rusak karena proses oksidasi.

Walau demikian, tingkat kepedasan setiap jenis cabai berbeda-beda. Hal ini tergantung zat capsaicin yang terkandung di dalam setiap cabai.

Selain capsaicin, senyawa pencipta rasa pedas, ternyata cabai juga memiliki kandungan yang lain. Berikut adalah kandungan gizi (per-100 gram cabai) yang ada pada beberapa jenis cabai.

Karena kandungan gizinya itulah, cabai tidak hanya dimanfaatkan sebagai salah satu rempah-rempah dalam masakan.

Tetapi juga dikonsumsi dalam bentuk segar, kering, olahan (saus, sambal), bahan baku pada industri obat-obatan hingga peternakan.

Spesies Tanaman Cabai Di Indonesia

Ada 20 – 30 spesies cabai yang ada dan 5 spesies yang dibudidayakan di antaranya C. annuum, C. pubescence, C. baccatum dan C. chinense. Tetapi, secara garis besar ada 2 spesies cabai yang sering dibudidayakan di Indonesia yaitu:

1. Capsicum annuum

Lebih dikenal dengan cabai merah. Akan tetapi nama ilmiah tersebut juga digunakan untuk jenis cabai yang lain. Capsicum annuum terdiri dari cabai merah besar, cabai keriting dan paprika (C. annuum var. grossum).

2. Capsicum frutescens

Kalau di masyarakat nama pasarannya adalah cabai rawit. Pasti semua tahu si cabai yang satu ini. Sampai-sampai jika ada seseorang yang memiliki kelebihan tertentu apalagi ia masih anak-anak, akan mendapat julukan kecil-kecil cabai rawit.

Cukup sekian penjelasan tentang tanaman cabai. Jangan lupa masih ada pembahasan selanjutnya tentang cabai di artikel selanjutnya.

Selamat membaca 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.