cara membuat aquaponik 4 in 1

Meraup Laba dari Aquaponik 4 in 1

Aquaponik merupakan salah satu pengembangan dalam teknologi budidaya pertanian, yang juga menjadi jawaban atas semakin sempitnya lahan atau pekarangan yang dimiliki.

Aquaponik adalah teknik pertanian yang menyerupai model hidroponik yaitu bertanam tanpa tanah dan menggunakan media air, tetapi dalam sistem ini juga dipadukan dengan budidaya ikan (akuakultur).

Aquaponik 4 in 1

Dalam buku “Aquaponik 4 in 1”, ada salah satu contoh keberhasilan penerapan sistem aquaponik yang cukup menarik. Dijelaskan pada buku tersebut bahwa aquaponik yang diaplikasikan adalah budidaya sayuran, ikan dan ayam petelur.

Input primernya adalah pakan ayam. Nantinya, aquaponik ini akan mampu menghasilkan 4 output yaitu telur, daging ayam, sayuran dan ikan.

Kelebihan Sistem Aquaponik 4 in 1

Pertama, kelebihan dari sistem aquaponik 4 in 1 ini adalah kemampuannya menghasilkan 4 jenis output yang kesemuanya merupakan bahan pangan. Jika tidak laku jual, kita bisa mengonsumsinya sendiri.

Selain itu, karena mampu menghasilkan 4 output dalam 1 sistem terpadu, maka imbasnya adalah jangka waktu investasi kembali atau payback period juga akan lebih cepat.

Untuk aquaponik yang hanya memadukan ikan dan sayuran seperti pada umumnya, rata-rata payback period yang dicapai sekitar 1 – 2 tahun, tergantung keberhasilannya.

Tetapi, untuk aquaponik 4 in 1, pacyback period-nya cukup sekitar 6 bulan, bahkan bisa lebih cepat lagi, tergantung kemampuan Anda dalam mengelolanya.

Kedua, menurut cerita yang dikutip dari buku tersebut, di saat para peternak ikan kebingungan dalam mencari solusi untuk harga pakan yang semakin tinggi, akhirnya ada seorang peternak ikan yang menemukan sebuah solusi.

Tepatnya saat ia mengunjungi peternakan ayam. Ia melihat larva lalat pada kotoran-kotoran ayam. Dari situ, kita bisa melihat ada 2 permasalahan penting di dunia peternakkan ayam dan ikan. Yaitu permasalahan bau kotoran ayam yang belum bisa teratasi, apalagi jika ayam ternaknya banyak, maka ampuh saja bila menjadi “sorotan tajam” masyarakat.

Baca juga :  Mushroom Adalah Jamur : Semua Pasti Tahu !

Masalah kedua adalah harga pakan ikan yang cukup tinggi. Ternyata, larva lalat pada kotoran ayam bisa menjadi salah satu pakan ikan.

Sehingga di sisi lain, agar lebih bermanfaat dan tidak menjadi pencemaran udara, kotoran ayam bisa dikumpulkan lalu diberikan pada ikan. Maka dari itu, bagaimana jika selain beternak ayam, sekalian juga beternak ikan. Mudah, bukan?

Ketiga, dedaunan yang layu dari tanaman budidaya aquaponik, bisa diberikan sebagai pakan, baik untuk ayam maupun ikan.

Keempat, jika hanya ada lahan 3 x 1 m2, maka sudah cukup sebagai investasi pekarangan sistem aquaponik 4 in 1. Dalam luasan lahan tersebut, dapat dibangun kandang ayam cukup 2 m2, yang bisa menampung sampai 10 ekor ayam petelur.

Kedua, lahan tanaman aquaponik seluas 2 m2, yang mampu ditanami sampai 150 tanaman sayuran, dengan penanaman bertahap dan setiap harinya dilakukan dengan jenis tanaman yang berbeda.

Di bawah tanaman, ada ruang seluas 3 m2 dan kedalaman 0,5 meter sebagai kolam ikan, yang mampu menampung 200 – 300 ekor ikan. Baik itu ikan lele, patin, nila atau jenis lainnya. Ketentuannya, total yang bisa ditanam di lahan ada 150 lubang tanam.

Tanaman bisa dipanen 60 hari (HST), tergantung jenis tanamannya. Maka, Anda perlu menanam 2 – 3 batang tanaman/hari, yang jarak tanamnya 7 cm. Jika jarak tanam terlalu rapat, berarti kemungkinan menanam dan memanen sayuran adalah 2 hari sekali. Diperkirakan ada 5 tanaman yang bisa ditanam dan dipanen per 2 hari sekali.

Analisis Usaha Aquaponik 4 in 1

Berikut analisis usaha aquaponik 4 in 1.

Perhitungan Jumlah (Rp) Total (Rp)
Investasi

Design growbed aquaponik

Benih kangkung (Rp 2.000 x 35)

Benih ikan lele ukuran 3 – 5 (200 ekor x Rp 150)

Anakan ayam 10 ekor

Pakan ayam (Rp 9.000 x 360 hari x 0,5 kg)

Listrik (0,1 Kwatt x 24 jam x 360 hari)

3.000.000

70.000

30.000

150.000

1.620.000

1.296.000

6.166.000
Hasil

Telur (10 butir x 360 hari x Rp 1.500)

Ayam (10 ekor x Rp 30.000)

Ikan (300 ekor = 7 ekor/kg x 4 kali/tahun x Rp 20.000)

Sayuran (2 batang x 0,2 kg x 360 hari x Rp 20.000)

5.400.000

300.000

3.428.000

2.880.000

12.008.000
Laba   5.842.000

Terakhir, adanya pola yang terintegrasi dari sistem aquaponik 4 in 1 ini. Seperti yang sudah pernah disebutkan pada artikel di awal-awal, bahwa bidang pertanian, sejatinya bukan hanya cocok tanam di lahan/sawah.

Pertanian yang sesungguhnya meliputi bercocok tanam, perkebunan, pembudidayaan tanaman perhutanan, beternak dan pembudidayaan ikan (perikanan).

Aquaponik 4 in 1 menjadi salah satu role model dari dunia pertanian yang sesungguhnya. Kemudian, karena mampu menghasilkan sekaligus 4 output, maka jika Anda mengalami kemungkinan pahit yaitu gagal panen dari tanaman, tenang saja. Anda masih memiliki ayam dan ikan yang diternakkan.

Ibarat kata, masih ada pintu rezeki lain di saat satu pintu rezeki tertutup.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.