Mengolah Daging Kelinci

Salah satu dari gizi yang harus dipenuhi tubuh manusia adalah protein. Protein ada dalam menu 4 sehat 5 sempurna yang seharusnya diterima oleh tubuh. Protein bisa didapat dari sumber nabati maupun hewani. Protein hewani yang sering dikonsumsi masyarakat kita, biasanya telur, daging ayam, daging sapi dan beberapa jenis ikan. Tetapi, sebenarnya ada sumber protein hewani lain yang luput dari menu “meja makan” kita. Yaitu daging kelinci.

Indonesia masih rendah dalam konsumsi daging kelinci. Tidak seperti di beberapa negara di mana daging kelinci sudah terbiasa dikonsumsi dan menjadi hal yang umum/lumrah. Mungkin banyak dari kita yang geli akan daging kelinci yang kenyal, atau merasa tidak tega harus mengonsumsi daging dari hewan yang lucu nan menggemaskan, atau memang Anda tidak tahu gizi-gizi dan manfaat jika mengonsumsi daging kelinci. Di negara-negara tetangga, kelinci banyak diolah menjadi semur, nasi goreng, pie hingga sebagai topping taco.

Ada beberapa olahan kelinci yang bisa dicoba di restoran yang menyediakannya atau Anda bisa memasaknya sendiri di rumah. Olahan daging kelinci di antaranya sate kelinci, kelinci penyet, kelinci bakar, kelinci panggang, gulai dan tongseng kelinci, rica-rica kelinci, bakso daging kelinci, nugget, abon kelinci, siomay kelinci, tahu daging kelinci, sup kelinci sampai dendeng kelinci.

Nah, jika Anda memiliki kelinci dan ingin menyembelihnya untuk dikonsumsi atau Anda sengaja membeli daging kelinci mentah baik yang belum atau pun sudah dipotong, berikut ada beberapa tips untuk pengolahan daging kelinci.

Tips Memilih Daging Kelinci

1. Usia HARUS di bawah 1 tahun

Daging kelinci yang usianya di bawah satu tahun, masih memiliki rasa yang lembut dan tekstur yang lebih baik. Jika kelincinya sudah di atas satu tahun, dagingnya sudah berwarna kuning.

Baca juga :  Tips! Mengolah Sayuran

2. Aroma Daging

Daging kelinci tidak amis seperti ayam. Aromanya lebih terasa manis.

3. Jangan Direbus

Jika daging ayam harus direbus untuk mendapatkan cita rasa yang lebih nikmat, maka berbeda dengan daging kelinci. Jika direbus, daging kelinci justru memiliki aroma atau tekstur yang tidak sebaik tanpa direbus. Artinya, sari dan aromanya manis khasnya akan hilang.

Tips Memotong Daging Kelinci

a. Menyayat perut kelinci dengan hati-hati

Daging bagian perut kelinci sangat tipis, maka perlu berhati-hati agar tidak merusak kantong urin dan usus besar yang dapat membuat bau. Jika saat memotong mencium bau tak sedap dari perutnya, segera bilas dengan air.

b. Potong membran penahan organ dalam

Untuk memudahkan saat membersihkan organ dalam perut dan mencegah rusaknya organ yang bisa mengotori kulit.

c. Perhatikan organ dalam kelinci

Jika ada bintik kekuningan di bagian hati, berarti daging kelinci tidak layak konsumsi.

d. Pisahkan bagian lemak dan otot

e. Rendam dengan air garam

Jika Anda tidak suka rasa hambar, rendamlah daging kelinci ke dalam air garam. Larutkan 1 sendok garam dalam semangkuk air. Simpan dalam lemari es selama semalam. Jika tidak ada dengan garam, Anda bisa menggantinya dengan cuka yang dilarutkan dalam air. Perendaman dengan air garam atau pun cuka akan membuat daging kelinci lebih gurih dan lebih terasa seperti ayam.

Tips Mengolah Daging Kelinci

1. Jaga tulang

Sebaiknya, tulang pada kelinci tetap diikut sertakan. Karena tulang kelinci bisa membantu mengunci kelembaban daging kelinci. Tulang kelinci ukurannya kecil dan potongannya juga tidak akan terlalu besar jadi tidak merepotkan saat dimasak.

2. Masak perlahan

Anda bisa mencoba memasak daging kelinci dalam panci yang disiram cuka atau perasan lemon selama ± 1 jam dengan api kecil. Daging kelinci akan penuh kelembaban dan teksturnya akan melembut.

Baca juga :  Macam-Macam Limbah Pertanian Indonesia

3. Periksa suhu

Daging kelinci harus mencapai suhu 70 C saat pemasakan. Karena pada suhu tersebut, daging akan bertekstur lembut, mudah dipisahkan dengan tulangnya serta menghindari daging dari tekstur seperti karet.

4. Jangan kematangan

Memasak daging kelinci yang terlalu matang, justru membuat teksturnya menjadi seperti karet dan kering. Mengapa demikian? Karena daging kelinci hanya mengandung sedikit lemak.

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.