tanaman nilam dan manfaat minyak nilam

Tanaman Nilam Dan Manfaat Minyak Nilam

Tanaman nilam dan manfaat minyak nilam. Di beberapa artikel sebelumnya, sudah pernah diulas tentang garis besar “Mengenal Minyak Atsiri”. Masih ingat apa itu minyak atsiri? Minyak atsiri juga dikenal dengan essential oil atau minyak terbang atau volatile oil atau minyak yang mudah menguap.

Minyak atsiri dihasilkan dari bagian tanaman tertentu, misalnya rimpang, akar, batang, daun, kulit batang, bunga, biji hingga buahnya.

Ada beragam jenis minyak atsiri. Indonesia juga merupakan salah satu negara penghasil minyak atsiri. Di Indonesia ada beberapa jenis minyak atsiri unggulan, dengan nilai ekonomis tinggi.

Di antaranya adalah minyak nilam, minyak cengkeh dan daun cengkeh, minyak kayu putih, minyak cendana, minyak adas, minyak kenanga, minyak lawang, minyak mawar, minyak sereh, minyak pala dan lada, minyak jahe, minyak akar wangi, minyak jeringau serta minyak durian.

Nah, pada pembahasan kali ini yang akan diuraikan adalah salah satu minyak atsiri unggulan di Indonesia, yaitu minyak nilam.

Tanaman Nilam

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) asalnya dari daerah tropis di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Filipina dan India serta di Cina dan Amerika Selatan.

Dahulu pada tahun 70-an, sentra tanaman nilam ada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, terutamanya Aceh Selatan, Aceh Barat dan Aceh Tenggara.

Nilam yang dibudidayakan dari jenis Pogostemon cablin Benth. Tetapi kini, tidak hanya Aceh saja. Perkebunan nilam akan banyak dijumpai di Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Jenis nilam yang dibudidayakan seperti Pogostemon cablin Benth., Pogostemon heyneamus Benth. dan Pogostemon hortensis Benth.

Taksonomi Tanaman Nilam

Tanaman nilam termasuk dari genus Pogostemon. Berikut adalah klasifikasi tanaman nilam dalam ilmu taksonomi.

Divisi               : Spermatophyta

Sub divisi        : Angiospermae

Kelas               : Dicotyledonae

Ordo                : Solonales

Famili              : Labiateae

Genus              : Pogostemon

Spesies : Pogostemon cablin Benth.

Baca juga :  Cara Membuat Pupuk Organik Sendiri Di Rumah

Morfologi Tanaman Nilam

Nilam termasuk tanaman tahunan, tumbuhan semak dan umurnya bisa sampai 5 tahun. Tanaman nilam memiliki ciri-ciri yang bisa dilihat kasat mata.

Ciri-ciri atau morfologi tanaman nilam, di antaranya yaitu :

  1. Tinggi tanaman 1 – 2 meter.
  2. Perakaran tunggang. Akarnya warna putih kecokelatan.
  3. Memiliki batang yang berkayu, beralur, beruas-ruas dan berambut. Batang tanaman berwarna hijau saat muda dan putih kotor saat tua.
  4. Memiliki daun dengan ciri-ciri: daun tunggal, helaiannya bulat seperti telur atau memanjang, ujung daun runcing, pangkalnya tumpul, tepi bergerigi, tulang daun menyirip, permukaan berbulu, panjang mencapai 7 cm, lebar mencapai 6 cm serta warna permukaannya berbeda (bagian bawah hijau keunguan, bagian atas hijau).
  5. Bunganya majemuk dan warnanya putih.
  6. Ada biji yang kecil dan warnanya cokelat.

Budidaya Tanaman Nilam

Tanaman nilam, seperti yang sudah diketahui, telah banyak dibudidayakan petani Indonesia. Jika Anda ingin turut serta membudidayakannya, maka ada beberapa hal yang sebenarnya perlu diketahui.

Tepatnya, hal-hal yang menunjang pertumbuhan tanaman nilam. Berikut adalah syarat tumbuh tanaman nilam, yang setidaknya harus dipenuhi jika ingin hasilnya optimal.

  • Tanah yang cocok berjenis andosol, latosol, podsolik, regosol dan grumusol. Tanah yang cocok adalah yang bertekstur lempung, liat berpasir, pH 5 – 7 dan mengandung humus.
  • Ketinggian lahan kurang dari 700 m dpl. Jika ditanam di dataran tinggi, maka kandungan minyak di dalamnya akan turun.
  • Tanaman mendapat cukup cahaya. Jika cahayanya kurang dari 50% (areal penanaman ternaungi), maka kandungan minyak di dalamnya akan menurun.
  • Curah hujan optimal 2500 – 3500 mm/tahun atau 9 – 11 bulan basah/tahun.
  • Suhu lingkungan 24 – 28
  • Drainase harus baik.

Minyak Nilam

Minyak atsiri dari tanaman nilam dapat diambil dari beberapa bagiannya, yaitu akar, batang dan daunnya. Tetapi, bagian daunnya-lah yang menghasilkan minyak atsiri terbanyak.

Minyak nilam memiliki warna cokelat kehijauan hingga tua kemerahan. Meskipun minyak atsiri sifat utamanya mudah menguap, tapi minyak nilam sedikit berbeda.

Minyak nilam memiliki aroma yang kuat, lebih tahan lama (tidak cepat hilang baunya) hingga semua minyaknya habis menguap. Bahkan, minyak nilam mampu mengikat aroma serta mencegah penguapan dari suatu zat pewangi.

Baca juga :  Di Balik Susu Bubuk yang Digemari

Maka dari itulah, minyak nilam dikenal sebagai minyak yang fiksatif atau mampu mengikat aroma wangi.

Minyak daun nilam dapat dihasilkan dari berbagai metode. Jika menggunakan metode penyulingan, maka akan dihasilkan minyak sekitar 0,73%. Karena, minyak akan banyak hilang oleh proses penguapan.

Minyak juga kadang kala masih terikat di jaringan daun nilam, sehingga hasil penyulingan tidak sempurna. Jika menggunakan metode ekstraksi, maka minyak yang dihasilkan akan lebih besar lagi, yaitu 3,56%. Kemudian jika yang digunakan adalah metode fermentasi, maka hasil minyaknya 6,22%.

Jenis Minyak Nilam Di Indonesia

Ada 3 jenis minyak nilam yang banyak dibudidayakan di Indonesia, yaitu:

  1. Jenis Pogostemon cablin disebut juga nilam Aceh, karena banyak dibudidayakan di sana. Tetapi, kini tidak hanya Aceh saja. Petani Sumatera Utara dan Sumatera Barat pun ikut membudidayakan nilam cablin. Nilam jenis ini lebih banyak dibudidayakan petani. Karena, kualitas dan kadar minyak atsirinya yang lebih tinggi, yaitu 2,5 – 5%. Bagian daunnya adalah letak di mana minyak banyak terkandung. Nilam cablin disebut juga P. patchouli dan karakteristik minyak atsirinya sesuai dengan keinginan pasar.
  2. Jenis Pogostemon heyneamus Atau nilam hutan, disebut juga nilam Jawa, yang banyak ditemukan di hutan-hutan. Jenis ini merupakan tanaman berbunga, memiliki daun tipis dan kadar minyaknya 0,5 – 1,5%. Dalam dunia perdagangan, minyak nilam jenis yang ini, kurang diminati.
  3. Jenis Pogostemon hortensis akan mudah dijumpai di Banten. Jenis ini merupakan tanaman yang tidak berbunga, berdaun tipis, serta memiliki sebutan lain yaitu nilam sabun.

Dalam dunia perminyakan, minyak nilam dibagi menjadi 2 yaitu “depurata” yang merupakan minyak atsiri nilam, serta “folia patchouli naturalis” atau nilam sebagai insektisida.

Di Indonesia sendiri, minyak nilamnya dikenal sebagai minyak nilam yang terbaik di dunia. Harga minyak nilam pun relatif tinggi.

Baca juga :  Mengenal Kacang-kacangan Part 2

Sayangnya, produktivitas minyak nilam masih rendah, karena tanaman nilam masih dibudidayakan oleh petani, secara tradisional dalam skala kecil/sederhana.

Dari masalah produktivitas, memunculkan masalah lainnya seperti mutu minyak nilam yang belum seragam dan ketersediaan bahan tidak stabil.

Terakhir, masalah tersebut akan berujung pada harga minyak nilam yang berfluktuasi.

Kandungan Minyak Nilam

Minyak nilam mengandung senyawa utama yaitu patchouli alcohol. Tetapi selain itu, minyak nilam juga mengandung patchoulene, azulene, pogostol, norpaculenol, nortetrapaculol, seyselen, kariofilen, α-guaiene, α-bulnesene dan senyawa-senyawa sesquiterpen lainnya yang belum teridentifikasi.

Manfaat Minyak Nilam

Seperti halnya minyak atsiri pada umumnya, minyak nilam juga mengandung banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Ada banyak manfaat dari minyak nilam, di antaranya sebagai berikut:

  1. Mengikat minyak lainnya. Minyak nilam dapat mengikat minyak lainnya yang dicampurkan, sehingga menjadi lebih awet dan tidak mudah menguap.
  2. Campuran bahan aromaterapi.
  3. Minyak nilam menjadi bahan antiseptik dan obat gatal-gatal di kulit.
  4. Minyak nilam dapat menyerap bau tidak sedap, sehingga biasa menjadi bahan deodorant.
  5. Fungisida dan insektisida bagi tanaman untuk menghadapi HPT tertentu.
  6. Minyak nilam banyak dimanfaatkan menjadi bahan dalam pembuatan sabun maupun kosmetik. Biasanya, minyak nilam dipadukan bersama minyak cengkeh, geranium atau akar wangi.
  7. Pengawet mayat.

Standar Mutu Minyak Nilam

Minyak nilam Indonesia sudah dieksporkan ke pasar dunia. Walau demikian, nilai eskpor Indonesia masih relatif rendah dibanding beberapa negara produsen minyak atsiri lainnya.

Maka dari itu, ada standar mutu yang harus dipenuhi, terutama di dunia perdagangan minyak atsiri internasional. Berikut adalah syarat mutu minyak nilam.

Kemudian, di tahun 2006, Badan Standarisasi Nasional Indonesia kembali menetapkan syarat mutu minyak nilam, yaitu pada SNI No. 06-2385-2006.

Itulah pembahasan tentang tanaman nilam yang meliputi taksonomi dan morfologinya. Hasil pengolahan dari tanaman ini adalalah minyak nilam. Manfaat minyak nilam banyak, pada umumnya di gunakan sebagai bahan baku maupun bahan campuran.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.