tanaman kurma

Mengenal Lebih Dekat, Si Manis “Khas” Timur (Bag. 2)

Selain yang sudah disebutkan dalam artikel sebelumnya (baca: Mengenal Lebih Dekat, Si Manis “Khas” Timur (Bag.1)), masih ada lagi manfaat dari kurma dan bagian lain di pohonnya.

  • Riset dari Koji Karasawa, Yuji Uzuhashi, Mitsuru Hirota dan Hajime Otani, Interdisciplinary Graduate School of Science and Technology, Shinshu University, Minamiminowa-mura, Kamiinagun, Nagano, Jepang, yang ditulis dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, menyatakan bahwa ekstrak kurma mengandung polifenol dan polisakarida yang membangkitkan sistem imunitas. Dari situlah, sari kurma bersifat sebagai anti bakteri. Sehingga, selain baik untuk pasien demam berdarah, sari kurma juga dianjurkan bagi pasien tifus.
  • Menurut riset dari Islamic Azad University, Teheran, Iran, yaitu oleh Gita Barzin, Department of Biology, Islamshahr Branch dan tim Maliheh Entezari, Department of Genetics, Tehran Medical Branch, menyebutkan bahwa polen (serbuk sari bunga jantan) kurma, berkhasiat sebagai antimutasi dan antikanker. Daya hambat polen kurma mencapai 46% sebagai antimutasi dan 49% sebagai antikanker.
  • Kurma mengandung asam salisilat yang mampu menjadi zat anti pembekuan darah, anti inflamasi dan menghilangkan rasa nyeri.
  • Bangsa India, dalam buku/kitab pengobatan tradisionalnya yaitu Ayurveda, menjadikan kurma sebagai antitusif, peluruh dahak, peluruh urin, penawar rasa sakit, pencahar hingga penyegar.
  • Di masa dinasti Fir’aun, buah kurma dan bijinya memiliki banyak kegunaan, seperti sebagai obat luka luar, obat cacing, stimulan pertumbuhan rambut, meringankan penyakit hati (dengan gejala dada terasa panas) dan diminum atau dioles ke hidung untuk meredakan batuk pilek.
  • Limbah pelepah kering pohon kurma, bisa menjadi arang sebagai bahan bakar memasak dan bahan perlakuan tanah, bahan pakan ternak serta kompos untuk media tanam dan penyuburan tanaman.
  • Batang, pelepah dan jemari daun kurma, dapat dimanfaatkan untuk furniture dan keperluan bangunan, anyaman, kayu bangunan dan sebagainya.
  • Buah kurma bisa diolah lagi menjadi tepung sebagai bahan makanan atau pun dihaluskan untuk menambah cita rasa kopi bubuk.
  • Getah kurma bisa menjadi pemanis alami untuk kue.
  • Minyak pohon kurma bisa digunakan sebagai sabun maupun kosmetik.
  • Serat rami kurma bisa ditenun dan menjadi jenis kain yang kasar teksturnya.
  • Daun kurma yang tua, bisa menjadi anyaman untuk tikar, keranjang dan kipas. Di Afrika Utara contohnya, daun kurma dianyam menjadi atap rumah. Sedangkan serat daun kurma bisa dibuat menjadi tali.
  • Batang kurma dimanfaatkan sebagai tiang penyangga gubug, jembatan dan saluran air.

Fakta Kurma

Ada beberapa fakta seputar kurma, di antaranya sebagai berikut:

  1. Di Yunani Kuno, nama latin tanaman kurma atau Phoenix berasal dari mitologi burung api perkasa, yang dianggap dari Timur Jauh. Di sisi lain, bentuk fisik tanaman kurma menyerupai sayap-sayap burung api dalam mitologi tersebut.
  2. Pada zaman kekaisaran Yunani – Romawi kuno, biji kurma banyak ditemukan di wilayah ibukota kerajaan. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa kurma menjadi salah satu pangan bagi sebagian masyarakat saat itu. Bahkan, sampai Romawi mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-5 Masehi, setidaknya ada 5 kultivar kurma yang diperdagangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.
  3. Di zaman kekuasaan Raja Fir’aun, kurma mendapatkan “posisi” penting di masyarakat. Hal ini karena seluruh bagian dari tanaman kurma memiliki manfaat/kegunaan. Tanaman kurma sudah menyatu dengan kehidupan masyarakat Mesir. Batang pohon kurma dimanfaatkan untuk bahan bangunan rumah, sedangkan daun tanamannya sebagai anyaman keranjang untuk keperluan sehari-hari.
  4. Pada tahun 2016 lalu, dicetuskan Gerakan Bertanam Kurma di Indonesia, oleh Agus S. Djamil. Hasilnya, ada puluhan ribu bibit kurma dari biji serta belasan ribu bibit kurma kultur jaringan, yang telah disemai dan ditanam di seluruh Indonesia. Selain itu juga, ada komunitas kurma, seperti Asosiasi Petani Kurma Indonesia, Indonesian Dates Palm Association, Komunitas Kurma Nusantara, Pemberdayaan Kurma Jawa Timur dan lainnya.
  5. Di Timur Tengah, tanaman kurma sudah bisa dipanen buahnya saat awal bulan Agustus.
  6. Kurma juga dibudidayakan di Amerika Serikat, Florida Selatan, Arizona dan California Selatan.
  7. Di California, tanaman kurma dibudidayakan komersial sejak tahun 1969. Meski demikian, hingga tahun 1800-an, tanaman kurma di sana tidak pernah berbuah.
  8. Daun kurma dianggap sebagai simbol panjang umur. Buah kurma dianggap sebagai simbol keberadaan Dewa Amun Ra’ dan dewi fertilitas Hathot.
  9. Di zaman Mesir kuno, buah kurma adalah sajian di ruang mayat dan menjadi salah satu unsur pengawet pada proses pemumian mayat.
  10. Masyarakat kristen kuno, menghiasi tempat ibadahnya dengan daun kurma, baik satuan maupun berbentuk anyaman.
  11. Baik tanaman atau pun buah kurma, disebutkan dalam kitab suci umat Islam, Al-Qur’an hingga 21 kali dan 51 kali dalam kitab Injil.
  12. Para peneliti pangan menyatakan bahwa kurma menjadi makanan yang hampir ideal, karena nutrisi esensial yang secara lengkap baik untuk kesehatan ada di dalamnya. Kurma juga disebut-sebut sebagai makanan terbaik di masa depan.
  13. Di Arab Saudi, kurma menjadi camilan atau lauk atau suplemen pendamping roti gandum.
  14. Di Afrika Utara dan kawasan Syam, biji kurma menjadi kopi tanpa kafein dengan rasa yang enak dan volume produksi yang lebih besar daripada kopi biasa.
  15. Di Malaysia, buah kurma masak diolah menjadi gula dengan rendemen yang tinggi.
  16. Pohon kurma juga mampu tumbuh di Thailand. Salah satunya oleh keluarga petani, Pratin Pohon kurma dibudidayakan pada 9,6 Ha kebun, dengan jarak 8 x 8 meter dan 8 x 6 meter, di daerah Distrik Paktongchai, Provinsi Nakhon Ratchasima. Ada sekitar 2200 tanaman kurma dan 105 di antaranya sudah berbuah.
  17. Bukan di Nakhon Ratchasima saja. Pohon kurma di Thailand, juga menyebar di wilayah Kanchanaburi, Suphanburi, Ayyuthaya dan Chiangmai.
  18. Seorang petani, Anurak Boonlue, mampu menanam 900 pohon kurma tropis pada 4,8 Ha kebun di Kanchanaburi (barat laut Bangkok). Anurak mampu memanen 7,2 – 10,8 ton kurma segar dari 120 pohon kurma betina yang produktif. Lalu, seorang petani di Suphanburi mampu menanam pohon kurma tropis dengan sistem tumpang sari bersama jeruk nipis, pada 1,9 Ha lahan. Kemudian, petani lain seperti Parichat Chaleekure dan Suparavee Tharnjarukarn, mampu menanam hingga 135 pohon kurma pada 3,1 Ha lahan di Ayyuthaya. Sedangkan Chaiaree Wonghan, mampu pohon kurma di lahannya seluas 500 m2.
  19. Di Thailand, terkenal dengan kurma dari jenis KL-1 (singkatan dari “Kolak One”), yang merupakan hasil seleksi dari 6x persilangan kurma antara jenis degleet noor dengan barhee dan teruji mampu beradaptasi di iklim tropis. Kurma KL-1 merupakan hasil riset sejak tahun 1999, dari seorang doktor di Universitas Maejo Thailand, Sak Lamjuan. Kurma KL-1 juga terbukti kemampuannya berbuah lebih cepat. Kurma KL-1 sudah bisa berbuah di umur mudanya, 2 – 3 tahun. Pada umur 3 – 4 tahun, sudah bisa dipanen 100 kg buah kurma/pohon/tahun. Jika sudah berumur 7 tahun, produksi kurma bisa meningkat sampai 250 kg buah/pohon/tahun.
  20. Kurma, dari zaman dahulu sampai saat ini, telah tegak berdiri menjadi komoditi penting yang dikembangkan secara komersial dan massal di beberapa negara jazirah Arab. Khususnya di 6 negara yang tergabung dalam organisasi Dewan Kerjasama Teluk / GCC (Gulf Cooperation Council), seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar dan Oman.
Baca juga :  Cara Penanganan Pascapanen Produk Hortikultura

Olahan Kurma

Ada beberapa olahan dari pohon kurma, seperti:

  1. Suplemen makanan à dari buah kurma segar saat “khalal” (mengkal), “ruthob” (masak/matang) atau pun “tamar” (kering).
  2. Gula à dari daging buah kurma masak. Hal ini karena banyak dari jenis kurma yang umumnya mengandung gula dengan tingkat kemanisan yang relatif tinggi.
  3. Sari kurma, jus kurma dan anggur/wine kurma tanpa alkohol.
  4. Kopi kurma à ekstrak biji kurma. Kopi kurma tidak mengandung kafein, rendah asam, tidak pahit, body dan aromanya kuat dan kaya akan mineral.
  5. Teh à dari bunga jantan yang harum, akar maupun daging buah muda karena kaya akan tanin.
  6. Minyak à dari biji kurma. Baik minyak untuk essence, kosmetik atau minyak makanan.
  7. Suplemen dan obat herbal à dari serbuk sari bunga jantan, akar dan saripati buah.

Analisa Usaha Kurma

Tanaman kurma cukup ditanam sekali dan panennya dimulai pada tahun ke-5 – 7 bahkan sampai 100 tahun kemudian setelah tanam. Ada referensi yang menyatakan bahwa usia produktif kurma yaitu pada usia 4 – 10 tahun, yang terus berbuah sampai 90 – 100 tahun.

Hasil panen pohon kurma mampu mencapai 15 – 45 ton/Ha/tahun, asumsi 150 pohon/Ha dan hasil 100 – 300 kg/pohon/tahun.

Analisis penghasilan per pohon kurma per tahunnya minimal Rp 35 juta x 5 pohon atau sebesar Rp 175 juta/tahun dan maksimal Rp 90 juta x 5 pohon atau sebesar Rp 450 juta/tahun.

Berikut adalah contoh analisis usaha kurma, dengan asumsi jika luas areal tanamnya 1 Ha; jarak tanam 8 x 8 meter; populasinya 125 pohon betina dan 25 pohon jantan; masa produktif tanaman sampai 50 tahun; panen perdana umur 3 tahun; serta produksi pohon umur 7 – 50 tahun dianggap sama yaitu 200 kg/pohon. Analisis usaha kurma berikut adalah contoh dari pekebun kurma di Pratin Apichatsanee, Thailand (2015) dalam majalah Trubus.

Investasi Jml Qty Harga (Rp) Tahun (Rp) Total (Rp)
Ke-1 Ke 6 – 50
Cangkul* 2 Unit 100.000 200.000 1.800.000 2.000.000
Gunting* 5 Unit 50.000 250.000 2.250.000 2.500.000
Sekop* 1 Unit 75.000 75.000 675.000 750.000
Pompa air* 1 Unit 600.000 600.000 5.400.000 6.000.000
Selang plastik* 1100 Meter 14.000 15.400.000 138.600.000 154.000.000
Spagethi cub* 45 Meter 1.500 67.500 607.500 675.000
Drum plastik 200 L* 1 Unit 150.000 150.000 1.350.000 1.500.000
Bibit kurma 150 Bibit 500.000 75.000.000 675.000.000 750.000.000
Sewa lahan 50 Tahun 10.000.000 500.000.000 4.500.000.000 5.000.000.000
Total 591.742.500 5.325.682.500 5.917.425.000

Ket.: *) masa pakai 5 tahun

Biaya Operasional Jml Qty Harga (Rp) Tahun (Rp) Total (Rp)
Ke-1 Ke 2 – 5 Ke 6 – 50
Cangkul* 40.000 160.000 1.800.000 2.000.000
gunting* 50.000 200.000 2.250.000 2.500.000
sekop* 15.000 60.000 675.000 750.000
pompa air* 120.000 480.000 5.400.000 6.000.000
selang plastik* 3.080.000 12.320.000 138.600.000 154.000.000
spagethi cub* 13.500 54.000 607.500 675.000
drum plastik* 30.000 120.000 1.350.000 1.500.000
bibit kurma* 1.500.000 6.000.000 67.500.000 75.000.000
Penyulaman 10 Bibit 500.000 5.000.000
Sewa lahan 10.000.000 40.000.000 450.000.000 500.000.000
Tenaga kerja 60.000.000 240.000.000 2.700.000.000 3.000.000.000
Pupuk kandang 10.500 kg 500 5.250.000 21.000.000 236.250.000 262.500.000
Pupuk NPK 300 kg 9.000 2.700.000 10.800.000 121.500.000 135.000.000
Total 87.798.500 331.194.000 3.725.932.500 4.144.925.000

Ket.: *) biaya penyusutan

Pendapatan Biaya operasional (Rp) Laba (Rp)
Tahun (ke-) Hasil (kg)* Jml pohon Jml panen Harga (Rp) Jumlah (juta Rupiah)
3 50 125 6.250 200.000 1.250 253.395.500 996.604.500
4 75 9.375 200.000 1.875 82.798.500 1.792.201.500
5 100 12.500 200.000 2.500 82.798.500 2.417.201.500
6 150 18.750 100.000 1.875 82.798.500 1.792.201.500
7 – 50 200 1.100.000 50.000 55.000 3.643.134.000 51.356.866.000
Total 575   1.146.875 62.500 4.144.925.000 58.355.075.000
Harga* 150.000

Ket.: *) rata-rata

Perhitungan BEP (Break Event Point)

Volume Produksi (P)

BEP (P) =        =                         = 27,633 kg

Titik balik modal akan tercapai jika total produksi mencapai 27,633 kg atau 27,6 ton kurma.

Harga Produksi (H)

BEP (H) =        =                         = Rp 3.614

BEP akan tercapai jika harga produksi Rp 3.614.

Perhitungan rasio pendapatan per biaya (R/C)

Rasio R/C =        =            = Rp 15,08

Pengeluaran Rp 1 akan menerima Rp 15.

Produsen Kurma

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar kata “produsen kurma”? Sebagian besar akan menjawab bahwa produsen kurma adalah bangsa timur. Ada 10 negara produsen kurma terbesar di dunia yaitu Mesir, Iran, Arab Saudi, Irak, Pakistan, Uni Emirat Arab, Aljazair, Sudan, Sudan Selatan dan Oman. Dari segi kapasitas produksi, negara produsen kurma terbesar di dunia adalah Mesir (16%). Disusul Saudi Arabia, Iran, Irak dan Uni Emirat Arab, yang masing-masingnya 13%. Sedangkan jika dari segi nilai eskpornya, kurma adalah penyumbang defisa terbesar untuk negara Tunisia (28%), Iran (12%), Pakistan (8%) dan Saudi Arabia (8%).

Berikut adalah list negara produsen kurma terbesar di dunia, beserta produksinya menurut data yang dihimpun oleh FAO.

Negara produsen Produksi (dalam $1000) Produksi (dalam 1000 ton)
Egypt 354.221 1.313.696
Iran 313.470 1.000.000
Saudi Arabia 307.998 882.456
United Emirat Arab 202.188 755.000
Pakistan 156.735 557.524
Algeria 156.735 526.921
Irak 123.820 440.000
Sudan 104.072 332.000
Oman 77.574 255.871
Libyan Arab Jamahiriya 39.182 175.000
Cina 40.751 130.000
Tunisia 34.979 124.000
Maroko 16.652 74.300
Yaman 15.673 53.596
Mauritania 6.896 22.000
Qatar 6.759 21.546
Chad 5.736 18.300
Israel 5.447 17.377
Amerika Serikat 4.858 14.787
Kuwait 4.545 14.500

Sumber: FAO (2007)

Berikut adalah 10 negara produsen kurma terbesar di dunia, yang disurvei pada tahun 2014.

Negara Produksi
dalam 1000 metric tonnes dalam 1000 short tons
Egypt 1113 1227
Iran 958 1056
Saudi Arabia 847 934
Irak 678 747
Pakistan 555 612
United Arab Emirates 533 588
Algeria 517 570
Sudan 437 482
South Sudan 299 330
Oman 250 280

Sumber: UN FAO

Menurut statistik FAO 2016, ada 5 negara produsen kurma terbesar di dunia yaitu Mesir sebanyak 1.501.799 ton, Iran 1.083.720 ton, Arab Saudi 1.065.032 ton, Aljazair 848.199 ton dan Irak 676.111 ton.

Statistik FAO 2016, juga menyebutkan bahwa ada 5 negara dengan produktivitas tanam pohon kurma terbesar di dunia (satuan Hektogram kurma per Ha) yaitu Mesir sebanyak 327.311, Tiongkok 125.000, Suriah 109.755, Qatar 96.003 dan Amerika Serikat 88.344.

Ada beberapa ‘nama’ negara yang disebut sebagai produsen kurma terbesar di dunia, di antaranya adalah:

Irak

Peneliti dari Prince Sulton Research Centre for Environment, Water and Desert, dari King Saud University, yaitu Loutfy I. El-Juhany, menyebutkan bahwa Irak adalah tanah kelahiran kurma, sekaligus sebagai salah satu negara pertama yang membudidayakannya. Tahun 1960-an, ada 30 juta tanaman kurma yang tumbuh di sana. Sehingga tahun 1980 – 1990, negara ini masuk dalam jajaran 5 negara produsen utama kurma dunia.

Sayangnya, sekitar tahun 1985, tanaman kurma berkurang populasi yaitu hanya 10 juta pohon, sebagai akibat dari perang Irak-Iran. Kemudian, tahun 2006 lalu, produksi kurma di Irak dari 7,8 juta pohonnya mencapai 432.000 ton. Sentra kurma di Irak seperti Baghdad, Anbar, Diyala, Babylon, Basrah, Kerbala, Qadissya, Wassit, Najaf, Salah Al-Din, Missan, Tameem, Thi-Qar dan Muthanna.

Baca juga :  Mengenal dan Budidaya Kerang Hijau

Arab Saudi

Tidak hanya sebagai komoditas penting, kurma juga menjadi lambang negara simbol kekuatan dan pertumbuhan di Arab Saudi. Tahun 2006, Arab Saudi adalah negara kedua produsen kurma terbesar di dunia. Karena 17,6% atau sekitar 977.000 ton kurma Arab Saudi sudah menguasai pasar kurma dunia. Bahkan, Arab Saudi mampu mendonasikan banyak buah kurma untuk negara yang mengalami krisis kelaparan, melalui program pangan dunia PBB.

Arab Saudi membagi 4 wilayah utama penanaman kurma. Pertama, wilayah timur yang meliputi Qatif dan Hofuf. Kedua, wilayah barat daya yaitu daerah Wadi Fatmah, Wadi Khleis, Wadi Rania, Bisha dan Tarabah. Ketiga, wilayah barat yaitu Al Medina. Keempat, wilayah pusat dan utara seperti Al-Kharj, Gassim dan Hail.

Uni Emirat Arab (UEA)

Tahun 1971, negara UEA memiliki tidak kurang dari 1,5 juta pohon kurma. Saat ini, ada sekitar 40 juta pohon kurma dari minimal 200 varietas, di mana ada 68 di antaranya adalah varietas komersial penting. Karena itulah, UEA adalah negara dengan populasi pohon kurma terbanyak di dunia.

Bahkan, UEA akan segera menjadi pusat budidaya dan propagasi Phoenix dactylifera dunia. Karena, peningkatan jumlah wilayah budidaya kurma adalah salah satu program kerja pemerintah setempat serta adanya proyek-proyek penelitian di Kementerian Pertanian dan Perikanan. Di satu sisi, UEA akan memodernisasi budidaya kurma.

Tetapi di sisi lain, sektor budidaya tradisional kurma dibiarkan tetap utuh. Contohnya seperti penerapan konservasi sumber daya air untuk irigasi dengan tetap mempertahankan fajales atau sistem irigasi tradisional dan ramah lingkungan. Selain itu, pelestarian beberapa oasis besar, misalnya Al-Ain dan Al-Liwa.

Mesir

Tahun 2006, ada sekitar 11 juta pohon kurma produktif di Mesir, dengan produksi buah kurma mencapai 1,3 juta ton. Di Mesir, ada sekitar ⅓ populasi kurma atau 2 juta pohon, berada di kebun-kebun sekitar Sungai Nil. Lembah sungai Nil adalah wilayah yang cocok untuk kurma, karena iklimnya optimal untuk mendukung pertumbuhannya yaitu panasnya yang sedang dan kelembaban relatifnya tinggi, serta ketersediaan air yang baik.

Di daerah tersebut, proses pematangan buah saat fase akhir akan sangat lambat, sehingga sebagian besar varietas kurma hanya mencapai fase khalal (buah kurma segar). Varietas yang paling banyak dibudidayakan dan bahkan diintroduksikan ke California adalah kurma Hayany. Wilayah yang menjadi sentra utama kurma Mesir di antaranya Aswan, New Valley (Siwa, Baharia, Farafra, Dakla, Kharga, Fayourn), Assyout, El-Minia, El-Sharkia, El-Fayourn, North Sinai, Giza, Behera, Matrouh, Souhag, Damiietta, Qena, Beni Suef dan Kafr El-Sheikh.

Tunisia

Tahun 2006, ada sampai 3,3 juta pohon kurma dengan produuksi 125.000 ton kurma di Tunisia. Sekitar 60% dari total populasi pohon kurma Tunisia adalah varietas deglet noor. Hal itulah yang membuat Tunisia disebut sebagai negara produsen utama kurma jenis deglet noor.

Tunisia hanya menyumbangkan angka 2% dari total populasi kurma di dunia. Tetapi di sisi lain, nilai ekspor kurmanya mencapai 30% dari ekspor dunia. Sehingga tahun 2007, Tunisia menjadi negara ketiga eksportir kurma di dunia setelah Iran dan Pakistan, dalam hal kuantitas. Wilayah sentra utama kurma di Tunisia meliputi Tozeur, Degache, Kittana, Mrah Hwar dan Chenini.

Aljazair

Tahun 2005, Aljazair adalah negara kelima yang merupakan produsen kurma terbesar di dunia. Tercatat ada 10,4 juta pohon kurma dengan produksi 500.000 ton kurma. Lalu tahun 2008, Aljazair menyumbangkan angka 7% dari populasi kurma di dunia. Karena, di Aljazair hampir 80% wilayahnya sudah ditanami kurma. Di mana 45% di antaranya adalah kurma varietas deglet noor.

Maroko

Sebelum abad 20, Maroko disebut-sebut sebagai produsen kurma kualitas prima. Tahun 1990 ada sekitar 120.000 ton kurma yang diproduksi. Tahun 2006 lalu, produksinya hanya 45.000 ton. Selain itu, terjadi penurunan kualitas kurma. Di mana kurma kualitas super hanya ada sekitar 25% dari populasinya. Sentra utama kurma di Maroko ada di 11 provinsi, tepatnya di bagian selatan dan timur laut Maroko.

Iran

Kurma menjadi komoditas pertanian penting dan produk ekspor non migas yang utama di Iran. Jenis kurma yang ditanam di Iran seperti Mazafati, Kabkab, Sayer, Zahedi, Rabbi dan Piarom. Kurma Sayer menyumbangkan angka 40% untuk total ekspor kurma di Iran. Di Iran, kurma Rabbi menjadi varietas yang paling berkualitas.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Meskipun sudah ada beberapa perkebunan kurma, tetapi produksinya masih belum setara dengan negara ‘adidaya’ kurma.

Berikut adalah nilai impor kurma di Indonesia sepanjang tahun 2009 – Juni 2015.

Tahun Jumlah ton kurma (ribu) Nilai impor
USD (juta) Rupiah (miliar)
2009 16,44 16,26 190
2010 16,99 18,96 227
2011 20,14 20,55 246
2012 22,56 26,32 342
2013 29,11 37,5 468
2014 30,5 37,2 483
2015 17,53 26,39 343

Sumber: Detik Finance (harian online)

Berikut adalah produksi kurma di dunia. Di mana pada kurun waktu 10 tahunan, terus mengalami peningkatan.

Tahun Produksi kurma (juta Ton)
1963 1,8
1973 2,2
1983 2,6
1993 4,3
2003 6,7

Sumber: FAO (2004)

Berikut adalah area dan produksi kurma terbesar di dunia beserta angka persentase sumbangannya, pada tahun 2003.

Negara Produki (ton) Persentase (%)
Mesir 1.115.000 16,5
Iran 875.000 13
Arab Saudi 830.000 12,3
Uni Emirat Arab 760.000 11,3
Pakistan 650.000 9,6
Algeria 420.000 6,2
Irak 400.000 5,6
Sudan 330.000 4,9
Oman 238.611 3,5
Libia 140.000 2,1
Cina 120.000 1,8
Tunisia 115.000 1,7
Maroko 54.000 0,8
Yaman 32.000 0,5
Mauritania 24.000 0,4
Chad 18.000 0,3
Amerika Serikat 17.600 0,3
Bahrain 16.508 0,2
Qatar 16.500 0,2
Kuwait 10.400 0,2
Turki 9.400 0,1
Nigeria 7.700 0,1
Palestina 5.500 0,1
Spanyol 3.732 0,1
Meksiko 3.600 0,1

Sumber: FAO (2004)

Budidaya Pohon Kurma

Perawatan pohon kurma sama seperti tanaman dari famili palmae lainnya, cukup mudah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budidaya tanaman kurma, di antaranya sebagai berikut:

  1. Karena berasal dari anggota famili palmae, maka tanaman kurma sebaiknya ditanam di tanah yang mengandung unsur pasir.
  2. Sebagai nutrisi, beri pupuk organik setiap bulan pada pohon kurma. Pemberian pupuk organik yang paling tepat adalah saat musim hujan.
  3. Lakukan penyiraman sesuai kebutuhannya saja. Jangan sampai tanaman tergenang air.
  4. Hama yang sering menyerang pohon kurma adalah belalang dari jenis Valanga Nigricans. Hama tersebut menyerang dan memakan daun-daun kurma. Maka, semprotkan Basudin 90 SC sebanyak 2 cc/liter.
  5. Penyakit tanaman yang biasa menyerang pohon kurma adalah bercak daun, yang disebabkan oleh jamur. Biasanya, daun akan berwarna kuning atau hijau. Maka, langsung potong daun yang terserang, agar tidak menular ke yang lain.

Lalu berikut, beberapa langkah/cara untuk menanam pohon kurma, yaitu:

  • Pemilihan bibit

Anda bisa memilih bibit unggul kurma untuk dibudidayakan. Ada beberapa bibit unggul kurma yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Sebut saja kurma Ajwa (kurma nabi), deglet nour, zahidi, medjool, khadrawi, khalas dan khenaizi. Tetapi, Anda juga bisa memilih jenis kurma yang biasa dikonsumsi di Indonesia. Contohnya seperti Sokari, Sekki, Barhi, Silaj, Lulu, Mesir, Madinah, Nagal Madinah, Tunis dan Iran.

  • Persiapan biji
Baca juga :  Deskripsi Tentang Buah Mangga : 5 Hal Yang Perlu Anda Ketahui

Anda bisa mendapatkan biji kurma, baik membeli pada penjual/penyedia bibit dan biji tanaman atau pun dengan memanfaatkan biji sisa daging kurma yang dimakan. Salah satu hal yang perlu diingat adalah semakin banyak biji kurma yang ditanam, maka semakin besasr pula kemungkinan pohon kurma betina tumbuh dan rajin berbuah.

  • Pembersihan biji dari sisa daging

Nah, jika Anda mendapatkan biji kurma dari sisa daging kurma yang Anda makan, maka harus dibersihkan dulu bijinya. Bersihkan biji dari sisa daging kurma yang mungkin masih menempel. Caranya, gunakan air yang dicampur pasir halus dan jadikan larutan. Lalu, gosokkan biji kurma di dalam rendaman larutan tersebut. Jika sudah, simpan biji kering pada wadah yang bersih. Karena, biji kurma yang bersih akan lebih meningkatkan peluang perkecambahan yang tinggi. Pembersihan biji kurma juga bertujuan untuk memastikan biji dari binatang, mungkin kutu atau semut, yang mungkin menempel. Binatang yang menempel pada biji justru bisa menumbuhkan jamur dan akhirnya biji kurma menjadi rusak sebelum perkecambahan.

  • Perendaman biji

Tujuan perendaman adalah untuk mempermudah dan atau mempercepat proses perkecambahan pada biji kurma. Caranya, rendam biji kurma di dalam air mineral (sebaiknya air mineral dalam kemasan) selama sekitar 5 hari dan ganti air dengan yang baru, setiap 24 jam sekali. Jika ingin lebih mudah perkecambahannya, maka Anda bisa menambahkan larutan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) ke dalam air perendaman pada hari ke-4.

  • Pengecambahan biji

Selanjutnya adalah tahapan yang penting yaitu perkecambahan biji kurma. Proses perkecambahan dilakukan pada media tanam yaitu cocopeat dan pasir atau bisa diganti dengan tisu basah. Tata biji dengan jarak antar biji sekitar 5 cm. Simpan di tempat yang gelap. Biarkan selama 2 – 4 minggu, sampai biji berkecambah dengan ditandai munculnya sehelai daun setinggi 5 – 10 cm. Cara lainnya, Anda bisa meletakkan biji di polibag dengan media tanam sekam bakar. Simpan di bawah jaring peneduh dengan kerapatan 70%. Biarkan selama 1 bulan sampai biji berkecambah.

  • Pemindahan bibit yang sudah berkecambah

Pindahkan biji kurma yang sudah berkecambah ke media tanam “sesungguhnya” baik itu pot atau polibag. Gunakan media tanam campuran, yaitu antara pasir, kompos dan arang sekam, perbandingannya 2 : 1 : 1. Pasir menjadi media tanam utama sebagai habitat aslinya. Sedangkan kompos dan arang sekam akan mendongkrak porositas media tanam agar lebih baik.

Ada beberapa langkah pembibitan tanaman kurma, yakni:

  • Biji kurma dicuci dan lakukan perawatan selama 30 hari.
  • Isi polybag ukuran 20 x 30 cm atau 10 x 30 cm dengan media tanam. Perbandingan komposisi tanah, sekam dan pupuk kandang yaitu 40% : 30% : 30%.
  • Tanam biji kurma di polybag pada kedalaman sekitar 2 ruas jari.
  • Siram tanaman 2x sehari dan letakkan di tempat yang terkena sinar matahari penuh.
  • Jangan lupa dipupuk 2 minggu sekali, tepatnya setelah daun pertama tumbuh.

Budidaya pohon kurma bisa dilakukan dengan cara perbanyakan biji. Perbanyakan biji dianggap cara yang efektif dan mudah untuk mendapatkan bibit dalam jumlah yang banyak, yaitu persentase perkecambahan yang bisa mencapai 80%. Berarti, jika ada 100 biji yang disemai, akan ada 80 biji yang berkecambah dan hidup. Selanjutnya, tanaman yang berasal dari bibit tersebut akan mulai berbuah pada usia 3 – 4 tahun.

Selain dari cara perbanyakan biji, Anda juga bisa membudidayakan pohon kurma dari hasil perbanyakan vegetatif. Perbanyakan vegetatif dapat menghasilkan pohon yang sifatnya akan sama persis dengan induknya. Cara yang paling mudah dari perbanyakan vegetatif adalah memisahkan anakan tanaman. Anakan yang ditanam haruslah bebas dari HPT. Bibit asal anakan tidak memiliki akar di salah satu sisinya, karena bagian tersebut menjadi titik sambungan dengan induknya.

Cara lainnya dari budidaya tanaman kurma adalah dengan teknik kultur jaringan. Teknik kultur jaringan mampu menentukan jenis kelamin pohon kurma, sejak awal proses penanaman. Teknik ini dianggap paling tepat, jika untuk menghasilkan bibit kurma dalam jumlah banyak dan memiliki sifat yang sama persis dengan sang induk.

Air Nabeez

Singkatnya, air nabeez adalah air rendaman kurma atau infused water. Menurut cerita, Nabi Muhammad SAW sangat menyukai air nabeez. Biasanya, sang nabi akan merendam kurma atau kismis ke dalam air selama satu malam dalam wadah tertutup. Kemudian, beliau akan meminum air rendaman itu di pagi harinya.

Tak hanya itu, kurma yang sudah direndam biasanya teksturnya akan menjadi lembut. Kurma rendaman itu juga dimakan sang nabi dalam sekali telan (langsung menelan). Air nabeez bisa dibuat dari buah kurma maupun kismis. Kurma yang baik untuk menjadi bahan air nabeez biasanya adalah jenis Ajwa.

Ada beberapa manfaat yang diperoleh jika rajin mengonsumsi air nabeez, di antaranya adalah:

  • Tubuh terasa lebih fit, sehat dan bugar, meskipun sedang berpuasa. Sehingga air nabeez juga bisa menjadi pemberi dan pemulih tenaga.
  • Mengenyangkan (perut terasa lebih kenyang).
  • Penyumbang asupan zat besi yang baik.
  • Mengandung fiber yang tinggi, sehingga membantu menghilangkan LDL, baik untuk meredakan sembelit dan meningkatkan ketajaman fikiran (menjaga daya ingat).
  • Kaya akan pottasium, sehingga baik untuk jantung dan menstabilkan tekanan darah.
  • Air nabeez termasuk minuman alkali, yang dapat membantu mengurangi kelebihan asid dalam perut dan menjaga sistem pencernaan tubuh. Dari situ pula, air nabeez bermanfaat sebagai obat detox alami.

Cara membuat air nabeez adalah:

  • Siapkan 3 – 7 buah kurma atau segenggam buah kismis dan segelas air putih/mineral. Usahakan jumlah kurmanya ganjil, karena sesuai sunnah dalam agama.
  • Pisahkan kurma / kismis dari bijinya.
  • Tekan (pelan) kurma agar teksturnya sedikit lunak.
  • Rendam buah kurma ke dalam air putih/mineral dan tutup rapat wadahnya.
  • Biarkan selama 10 – 12 jam.
  • Setelah 10 – 12 jam, aduk kurma lalu langsung diminum air nabeeznya dan buah kurma sisa rendaman bisa langsung dimakan.
  • Air nabeez boleh disimpan dalam lemari es selama 1 – 2 hari.

Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan dan konsumsi air nabeez, di antaranya adalah:

  • Sebaiknya menggunakan jenis kurma Ajwa. Tidak diwajibkan, hanya sangat dianjurkan. Jika tidak ada kurma Ajwa, maka boleh dengan kurma jenis lain.
  • Sebaiknya pembuatan air nabeez pada sore atau malam hari. Sehingga pagi harinya sudah bisa langsung diminum.
  • Hanya boleh menggunakan satu bahan untuk air nabeez, yaitu kurma saja atau kismis saja, tidak boleh dicampur dalam segelas air (satu wadah).
  • Dilarang meminum air nabeez yang sudah disimpan lebih dari 3 hari. Karena, air rendaman kurma/kismis yang sudah lebih dari 3 hari akan mengalami proses fermentasi atau yang nantinya dikenal dengan arak. Padahal, dalam Islam sendiri, arak adalah salah satu minuman yang diharamkan.

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.