budidaya tanaman kopi arabika

Mengenal Lebih Dekat Kopi Arabika

Budidaya tanaman kopi arabika. Di artikel sebelumnya, sudah diulas pembahasan tentang budidaya kopi. Baik itu sejarah sampai dengan bagaimana kondisi perkopian Indonesia. Salah satu varietas kopi yang banyak diminati masyarakat adalah kopi arabika.

Kopi Arabika dan Sejarahnya

Kopi arabika erupakan jenis kopi yang ditanam di ketinggian 1350 – 1850 m dpl. Tetapi di Indonesia rata-rata sudah bisa tumbuh di ketinggian 1000 – 1750 m dpl.

Menurut sejarahnya, Kopi arabika berasal dari Afrika, yaitu di pegunungan Etiopia. Sayangnya, kopi arabika baru terkenal setelah tanaman arabika berkembang di bagian selatan Arab, atau Yaman.

Kopi arabika menjadi jenis kopi yang paling banyak dikembangbiakan di dunia. Karena, kopi arabika memiliki buah dan biji yang lebih besar dengan aroma yang lebih harum, sehingga lebih disukai banyak masyarakat.

Akan tetapi, kopi arabika tidak tahan terhadap penyakit karat daun dan perubahan musim.

Berikut adalah track record kopi arabika :

  1. Kopi arabika dibawa masuk ke Indonesia oleh perusahaan Dutch East India Co., tahun 1696.
  2. Penyebaran kopi arabika dibawa seseorang asal Belanda pada abad ke-17 yaitu tahun 1646.
  3. Kopi tersebut dikirim ke Batavia tahun 1696 oleh Gubernur Belanda di Malabar. Tanaman kopi arabika lalu mati terkena banjir.
  4. Tahun 1699, bibit-bibit kopi arabika didatangkan lagi ke Indonesia, lalu berkembang di Jakarta dan Jawa Barat, hingga ke berbagai daerah.
  5. Pada tahun 1753, orang pertama yang mendeskripsikan jenis kopi arabika adalah Linnaeus.
  6. Kopi arabika dahulu menjadi tanaman rakyat. Kebun kopi arabika pertama di Semarang dan Kedu pada awal ke-19. Lalu disusul kebun kopi arabika di Kediri dan Malang. Kemudian di akhir tahun 1900-an, di Besuki berkembang kopi arabika.
  7. Setelah hampir 2 abad lamanya kopi arabika menguasai jagad perkopian Indonesia, sekitar tahun 1876 penyakit karat daun menyerang dan menurunkan produksi kopi arabika.
Baca juga :  Manfaat Kulit Buah Buahan Untuk Kesehatan

Ciri-ciri Tanaman Kopi Arabika

Ciri-ciri tanaman kopi arabika yang dapat dibedakan dari varietas lainnya, yaitu sebagai berikut :

  • Tinggi tanaman bisa sampai 3 meter.
  • Cabang primer bisa sampai 123 cm.
  • Ruas cabangnya pendek.
  • Memiliki batang yang tegak, bulat, warnanya kuning keabu-abuan, permukaannya kasar dan dengan percabangan monopodial.
  • Buah kopi arabika memiliki 2 keping biji di dalamnya.
  • Biji kopinya agak memanjang, bidang cembungnya tidak terlalu tinggi, lebih bercahaya dibanding varietas kopi lain serta belahan tengahnya datar tidak lurus tetapi memanjang ke bawah dan berlekuk.
  • Jika biji kopi dikeringkan, maka belahan tengahnya nampak berwarna putih.
  • Cita rasa dan aromanya kuat. Aromanya wangi dan sedap, seperti perpaduan buah dan bunga. Cita rasanya yang asam, tidak bisa ditemukan di kopi robusta. Cita rasanya lebih halus (mild) daripada kopi robusta.
  • Kadar airnya lebih tinggi dari robusta.
  • Tanaman kopi arabika tidak tahan pada hama hemilia Vastatrix.

Fakta Tentang Kopi Arabika

Berikut ada beberapa fakta tentang kopi arabika yang setidaknya harus Anda ketahui, yaitu sebagai berikut:

  1. Biji kopi arabika lebih mahal harganya di pasar dunia.
  2. Biji kopi arabika dikenal memiliki rasa yang lebih mild, dengan kadar kafein 70% lebih rendah daripada biji robusta.
  3. Kopi arabika dibudidayakan sebanyak 58% di dunia dan ada 25% di Indonesia, dari total perkebunan kopi.
  4. Jika hewan luwak memakan kopi arabika, maka fesesnya tidak menggumpal (terpisah-pisah). Rendemen yang dihasilkan dari buah kopi arabika akan menjadi kopi hijau atau yang dikenal dengan green bean. Kopi green bean ini sudah melewati proses pengupasan kulit tanduk, di mana setiap 1 kg gelondongan buah kopi akan menghasilkan 1,8 ons (18%) green bean.
  5. Menurut Dinas Perkebunan tahun 2012, Bali adalah provinsi pengekspor kopi arabika, dengan total area seluas 1934,8 Ha dan produksi 4199,76 ton.
  6. Kopi arabika memiliki harga jual yang lebih tinggi daripada jenis robusta. Berikut adalah rata-rata harga kopi arabika di pasaran dunia.
  7. Dari total produksi kopi di dunia, 66% di antaranya adalah kopi arabika.
  8. Ada 5 provinsi di Indonesia, yang memiliki Perkebunan Rakyat (PR) dengan produksi kopi arabika terbesar selama tahun 2012 -2016.
  9. Menurut data Dirjen Perkebunan tahun 2016, kopi arabika masih relatif lebih rendah produksinya dibandingkan kopi robusta.
  10. Ada 5 jenis agroforestry di Indonesia yaitu:
  • Kebun kopi arabika berpenaung lamtoro monokultur (Simple Shade Agroforestry)
  • Kebun kopi arabika dengan penaung produktif (Multiple Cropping Agroforestry)
  • Kebun kopi arabika dengan penaung campuran (Multistrata Agroforestry)
  • Kebun kopi arabika di bawah tanaman hutsan (Coffea Under Forest)
  • Kebun kopi arabika sistem petakan (Box System Agroforestry)

Budidaya Tanaman Kopi Arabika

Beralih dari fakta-fakta seputar kopi, ada hal lain yang setidaknya harus dipahami, terutama jika ingin membudidayakan tanaman kopi arabika.

Baca juga :  Menikmati Buah-buahan Nusantara

Syarat Tumbuh Tanaman Kopi Arabika

Berikut adalah syarat tumbuh tanaman kopi arabika, yang sebaiknya dipenuhi untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksinya.

  1. Ketinggian 1000 – 2000 m dpl.
  2. Curah hujan 1250 – 2500 mm/tahun, dengan bulan kering 1 – 3 bulan.
  3. Suhu rata-rata 15 – 25
  4. Kemiringan tanah < 30% dan kedalaman efektifnya > 100 cm.
  5. Ditanam pada tanah berlempung, dengan struktur lapisan atas remah.
  6. Jarak tanam arabika tipe katai (Kartika 1 dan 2) 2 x 1,5 meter; tipe agak katai (Andungsari 1 dan 2K, Sigarar Utang) 2,5 x 2 meter serta tipe jangkung (S 795, Gayo 1 dan 2) 2,5 x 2,5 meter atau bisa juga 3 x 2 meter.
  7. Sebaiknya, jarak tanam dibuat 2,75 x 2,75 meter dan lubang tanamnya 60 x 60 cm.
  8. Sifat kimia tanah yang dianjurkan, yaitu pada lapisan 0 – 30 cm:
  • Bahan organik > 3,5%, kadar C/karbon > 2%.
  • Nisbah C/N 10 – 12.
  • Kapasitas tukar kation > 15 me/100 g tanah.
  • Kejenuhan bassa > 35%.
  • pH 5,5 – 6,5.
  • Unsur N, P, K, Ca, Mg: cukup sampai tinggi

Varietas Kopi Arabika

Ada 6 varietas kopi arabika yang dilepas pemerintah melalui SK Menteri Pertanian, di antaranya:

Ket:     *pada populasi 6400 pohon

**pada populasi 1600 – 2000 pohon

***pada populasi 3300 pohon

Kemudian, setiap varietas membutuhkan persyaratan lingkungan tersendiri untuk pertumbuhannya, yaitu sebagai berikut.

Jika ingin membudidayakannya maka setidaknya harus tahu betul tentangnya. Berikut hal lain berkaitan dengan budidaya arabika, terutama varietasnya.

Syarat Mutu Arabika

Terakhir, yang juga perlu diketahui adalah syarat atau standar mutu dari kopi arabika. Hal ini akan penting terutama dalam industri makanan dan minuman.

Ada juga grade yang penting dalam ekspor dan impor, yaitu:

Baca juga :  Cara Budidaya Belut Sawah

Itulah salah satu jenis tanaman kopi yang bisa ditanam di Indonesia. Tunggu apalagi untuk melakukan budidaya tanaman kopi arabika?.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.