budidaya buah markisa

Mengenal Dan Budidaya Markisa

Budidaya buah markisa. Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar “buah markisa”? Mungkin ada yang berfikir buah markisa adalah buah yang biasa dibuat sirup atau jus. Mungkin juga ada yang berfikir jika buah markisa adalah buah yang manis.

Nah, di artikel kali ini yang akan dibahas adalah buah markisa. Buah yang bentuknya bulat sampai dengan lonjong, memiliki rasa manis dan biasa dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Medan.

Buah Markisa

Buah markisa dalam sejarahnya berasal dari Amerika Latin yaitu di Brasil, Peru, Venezuela dan Colombia, yang selanjutnya menyebar ke daerah tropis termasuk Indonesia.

Menurut catatan sejarah, markisa memiliki 400 jenis. Tetapi, hanya 50 – 60 jenisnya saja yang bisa dikonsumsi. Buah markisa juga memiliki sebutan yang berbeda-beda di tiap negara.

Di antaranya seperti buah negeri (Jawa), pasi (Sunda), markisa atau buah susu (Malaysia), linmangkon (Thailand), grenadille (Perancis), passion fruit atau granadilla (Inggris) dan beberapa negara di Eropa lain, passionaria (Filipina), maracuya (Spanyol) dan maracuja (Portugis).

Tanaman markisa berupa pohon atau semak yang hidupnya termasuk menahun, merambat atau menjalar sampai dengan 20 meter lebih.

budidaya buah markisa

Morfologi Markisa

Tanaman markisa termasuk buah tahunan atau tidak mengenal musiman. Tanaman markisa, pada umumnya memiliki morfologi yaitu sebagai berikut:

  1. Batang yang berkayu tipis
  2. Bersulu
  3. Banyak percabangan yang kadang pertumbuhannya saling tumpang tindih
  4. Cabang tanaman warnanya hijau saat muda dan hijau kecoklatan ketika tua
  5. Daun sangat rimbun, tumbuhnya pun bergantian pada batang atau cabang
  6. Daun bercaping tiga, bergerigi dan warnanya hijau mengkilap

Buah markisa termasuk dalam kelompok buah klimaterik (bisa matang meskipun sudah dipanen/dipetik dari pohonnya). Jika tanaman markisa dibudidayakan mulai dari buahnya, maka tanaman akan berbuah setelah  9 – 10 bulan HST. Sedangkan jika dibudidayakan dari stek, maka berbuahnya sekitar 7 bulan HST.

Anda bisa dengan mudah menjumpai markisa di beberapa daerah seperti datarang tinggi Gowa, Malino, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Jawa Barat.

Akan tetapi, seiring berkembangnya teknologi, markisa kini bisa dijumpai selain di daerah-daerah tersebut. Tetapi, menurut Badan Pusat Statistik, buah markisa baru dibudidayakan di Indonesia pada tahun 2003 silam.

Taksonomi Markisa

Markisa memiliki nama ilmiah yaitu Passiflora edulis. Kemudian, inilah sebenarnya markisa dalam ilmu taksonomi.

Kingdom         : Plantae

Divisi               : Spermatophyta

Subdivisi         : Angiospermae

Kelas               : Dicotyledone

Ordo                : Passiflorae

Famili              : Passifloraceae

Genus              : Passiflora

Spesies            : Passiflora edulis var. flavicarpa Degener

Jenis Markisa

1. Markisa Erbis (Passiflora quadrangularis )

Sebutan lainnya adalah markisa giant, karena ukuran buahnya yang besar. Ada juga yang menyebutnya markisa sayur. Markisa sayur ditanam pada dataran rendah.

Sayangnya, markisa yang satu ini buahnya berasa tawar, aromanya tidak kuat dan hanya dimanfaatkan sebagai sari buah segar. Maka dari itu, markisa sayur/erbis tidak dibudidayakan dengan komersial.

2. Markisa Konyal (Passiflora lingularis)

Markisa konyal juga disebut markisa manis atau sweet granadilla (Passiflora edulis forma flavicarva). Markisa konyal dapat Anda temui di wilayah yang memiliki ketinggian 1000 – 2000 m dpl.

Markisa manis mungkin bisa ditanam di dataran rendah, tetapi cuaca dan unsur haranya tidak mendukung untuk berbuah sempurna.

Markisa konyal memiliki morfologi tanaman seperti berikut:

  • Merupakan tanaman kayu.
  • Batang tanamannya silinder.
  • Daunnya membentuk hati, berukuran panjang 10 – 15 cm dan lebar 7 – 17 cm.
  • Daunnya memiliki pangkal yang membulat.
  • Daunnya memiliki permukaan yang licin.
  • Bunganya berukuran besar.
  • Bunganya memiliki mahkota (utama) berwarna putih. Sedangkan mahkota tambahannya berwarna putih bercak ungu.
  • Mahkota bunga menyerbakkan aroma yang harum.
  • Buah markisa muda warnanya ungu kehijauan, setelah masak warnanya kuning tua atau orange kekuningan.
  • Buahnya bulat agak lonjong atau oval.
  • Buahnya memiliki biji yang banyak, keras, warnanya cokelat kekuningan dan selaputnya mengandung cairan manis.
  • Sari buah markisa warnanya putih dengan rasa asam manis dan aroma seperti jambu biji.
Baca juga :  Jenis Tanaman Cabai Di Indonesia

3. Markisa Asam

Selain ada markisa manis (markisa konyal), ada pula kebalikannya yaitu markisa asam. Markisa asam memiliki nama ilmiah Passiflora edulis Sims dan sebutan lainnya adalah granadilla.

Kemudian, markisa asam sendiri memiliki 3 jenis, yaitu sebagai berikut :

Markisa Merah (Passiflora edulis f. edulis SIMS)

Markisa merah dapat tumbuh di wilayah dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl dengan intensitas hujan 2000 – 3000 mm/tahun serta suhu lingkungan 22 – 32 C. Markisa merah memiliki ciri-ciri yaitu:

  • Ruas batang berukuran 7 – 10 cm.
  • Memiliki sulur yang saat muda warnanya kecoklatan.
  • Ukuran bunga besar dengan diameter 7 – 8 cm. Bunga memiliki mahkota tambahan yang bentuknya benang dan memancar sekitar 3,5 cm serta pangkalnya berwarna ungu.
  • Daunnya menjari.
  • Daunnya lebih besar dan lebih tebal dibandingkan daun markisa ungu.
  • Daunnya memiliki panjang 10 – 13 cm dan lebar 11 – 14 cm serta tangkainya berukuran 3 – 5 cm.
  • Buah markisa muda warnanya hijau, jika sudah masak warnanya merah berbintik putih disertai kulit yang agak tebal dan keras.
  • Buahnya bulat sampai lonjong dengan diameter 6,2 – 7,5 cm dan beratnya 75 – 120 gram/buah.
  • Sari buahnya memiliki warna kuning orange dan rasa asam manis seperti jambu biji.

Markisa Ungu (Passiflora edulis f. edulis SIMS)

Markisa ungu, di Indonesia tumbuh pada dataran tinggi ketinggian 700 – 2000 m dpl dengan intensitas hujan 2000 – 3000 mm/tahun serta suhu lingkungan 18 – 25 C.

Markisa ungu dapat Anda jumpai di wilayah Kabupaten Karo, Brastagi; Simalungun – Kabupaten Tapanuli Utara – Dairi, Sumatera Utara; Kabupaten Gowo – Sinjai – Tator – Polmas, Sulawesi Selatan. Markisa ungu memiliki ciri-ciri yaitu sebagai berikut:

  • Panjang ruas batang 5 – 7 cm.
  • Ruas batangnya lebih pendek dibandingkan pada markisa kuning.
  • Sulurnya berwarna hijau muda.
  • Permukaan daun licin.
  • Daunnya menjari.
  • Daunnya lebih kecil dan lebih tipis daripada daun markisa kuning.
  • Panjang daun 9 – 12 cm dan lebarnya 7 – 9 cm.
  • Bunga berukuran kecil dengan mahkota yang bergelombang dan memancar, serta kombinasi warna putih dan ungu.
  • Buah markisa muda warnanya hijau, jika sudah matang berwarna ungu tua dan kulitnya agak tipis tetapi keras.
  • Bentuk buahnya bulat sampai lonjong.
  • Sari buah berwarna kuning orange.

Markisa Kuning (Passiflora flavicarva atau Passiflora edulis SIMS f. flavicarpa Degener)

Markisa kuning yang disebut juga buah Rola, sama seperti markisa merah yaitu dapat tumbuh di dataran rendah sampai dengan ketinggian 600 m dpl dengan intensitas hujan 2000 – 3000 mm/tahun serta suhu lingkungan 22 – 32 C.

Anda bisa menjumpai markisa kuning di antaranya di daerah Simalungun – Langkat – Asahan – Medan, Sumatera Utara; pelabuhan Ratu – Sukabumi – Bogor, Jawa Barat; dan beberapa tempat lain.

Berikut adalah morfologi tanaman markisa kuning :

  • Memiliki sulur, di mana sulur muda berwarna kecoklatan.
  • Merupakan tanaman berkayu.
  • Ruas batangnya 7 – 10 cm.
  • Daun menjari.
  • Daunnya lebih besar dan lebih tebal dibanding daun markisa ungu.
  • Daunnya memiliki panjang 10 – 13 cm dan lebar 9 – 12 cm.
  • Daun muda berwarna hijau dengan tangkai hijau kecoklatan.
  • Bunganya besar, memiliki mahkota tambahan menyerupai benang dan memencar serta warnanya ungu dengan ujungnya yang putih.
  • Buah markisa muda berwarna hijau. Buah markisa yang masak berwarna kuning muda dan memiliki kulit yang tebal tetapi agak keras. Buahnya ada yang kuning berbintik putih.
  • Buah markisanya berbentuk bulat agak lonjong atau oval atau seperti bola tenis.
  • Buahnya berdiameter 5 – 6 cm dan beratnya 55 – 130 gram/buah.
  • Buahnya memiliki daging segar dengan warna putih, orange atau hijau, disertai tekstur lembut.
  • Sari buahnya memiliki warna kuning, rasa yang asam manis dan aromanya menyerupai jambu biji.
Baca juga :  Mengenal Lebih Dekat Kopi Arabika

4. Passiflora laurifolia

5. Passiflora incarnata

6. Passiflora molissima

Syarat Tumbuh Tanaman Markisa

Markisa dapat kita temukan tumbuh di alam liar. Tetapi jika ingin menanamnya, tentu ada syarat yang nantinya dapat menunjang pertumbuhan tanaman markisa, terutama jika diambil buahnya untuk dijual atau dijadikan bahan baku makanan/minuman olahan.

Berikut adalah beberapa syarat yang sebaiknya dipenuhi agar tanaman markisa tumbuh dan berbuah optimal :

  • Suhu lingkungan 20 – 30 C dan RH 80 – 90%.
  • Curah hujan wilayah minimal 1200 mm/tahun.
  • Media tanah untuk tanaman markisa dianjurkan memiliki pH 6,5 – 7,5.
  • Dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Tetapi akan tumbuh optimal di tanah gembur dengan bahan organik yang cukup dan memiliki drainase yang baik.
  • Tanah jangan yang mudah becek dan jangan pula yang kekurangan air. Karena tanaman markisa mudah terserang busuk akar, jika tanahnya mudah becek. Sementara jika tanah kekurangan air, hasil buahnya kurang maksimal.
  • Di Indonesia, tanaman markisa dapat tumbuh pada ketinggian 700 – 1500 m dpl.

Fakta Markisa

Berikut adalah beberapa fakta markisa yang mungkin belum Anda ketahui :

  1. Di Indonesia, ada 2 jenis markisa yang tumbuh di tempat berbeda. Pertama markisa ungu yang tumbuh di dataran tinggi. Kedua, markisa kuning yang tumbuh di dataran rendah.
  2. Markisa bagiannya ada 45% kulit dan 55% sisanya adalah bagian yang bisa dimakan.
  3. Kulit buah markisa mengandung pektin sebanyak 14%. Sehingga, kulit markisa bisa diolah menjadi jelly.
  4. Markisa kulit ungu biasanya dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan sirup. Selain itu, markisa kulit ungu memiliki ukuran buah yang lebih kecil dibandingkan markisa merah.
  5. Buah markisa memiliki aroma khas yang kuat disertai tekstur kental. Karenanya, markisa cocok digunakan sebagai bahan baku sirup.
  6. Varian yang banyak dibudidayakan oleh petani yaitu markisa merah dengan warna merah berbintik putih dan aromanya seperti jambu biji.
  7. Markisa ungu disebut-sebut memiliki aroma terbaik, dibandingkan jenis yang lain.
  8. Kombinasi jus markisa dengan jus strowberi atau jus nanas akan memberikan rasa yang lebih enak.
  9. Di luar negeri, daging buah markisa yang berbiji biasa dibuat jelly. Ada juga yang mengombinasikannya dengan nanas atau tomat sebagai bahan jam/selai.
  10. Jus markisa beku (dibekukan pada suhu -18 C), memiliki masa simpan tanpa kerusakan sampai dengan 1 tahun.
  11. Di Australia, daging buah markisa plus bijinya dikonsumsi dengan berbagai cara, di antaranya dinikmati bersama krim dan gula, dicampur dalam salad atau langsung diminum.
  12. Di Afrika Selatan, jus markisa dikombinasikan dengan susu dan
  13. Bunga markisa merupakan bunga kebangsaan di negara Paraguay.
  14. Markisa yang memiliki kerutan (berkerut) biasanya rasanya manis.
  15. Spesies markisa ungu bisa melakukan fertilisasi sendiri.

Kandungan Gizi Markisa

Markisa adalah buah yang dipercaya mengatasi beberapa penyakit atau gangguan kesehatan tertentu. Hal itu karena markisa mengandung zat gizi seperti vitamin dan beberapa mineral yang baik bagi kesehatan tubuh.

Berikut adalah zat gizi yang terkandung per-100 gram buah markisa :

Selain gizi yang disebutkan dalam riset USDA National Nutrient, masih ada zat lain yang terkandung di dalamnya. Markisa ungu sendiri mengandung asam amino bebas seperti arginin, asam aspartat, tirosin, leusin, prolin, lisin, glisin, treonin serta vanin.

Ada juga zat yang terkandung seperti karotenoid (1,16% dalam markisa ungu; 0,058% dalam markisa kuning), flavonoid (1,06% di markisa ungu; 1% di markisa kuning) serta alkaloid (0,012% pada markisa ungu; 0,7% pada markisa kuning).

Baca juga :  Cara Membuat Gula Semut Dari Nira Kelapa

Selain itu, secara umum, markisa mengandung banyak fitokimia seperti polifenol, karotenoid, harman, harmol, harmalin, harmine, passaflorine, viteksin, krisin serta isoviteksin.

Markisa mengandung banyak vitamin B yang memberi efek penenang. Markisa juga mengandung potassium yang mampu membantu saraf agar lebih rileks.

Manfaat Markisa

Kemudian, dari zat gizi yang terkandung dalam markisa, tentunya banyak manfaat yang bisa kita rasakan terutama bagi kesehatan tubuh jika mengonsumsinya.

Berikut adalah manfaat markisa baik buah, daun atau pun bagian lainnya :

  1. Markisa dapat digunakan sebagai obat herbal karena mengandung vitamin C, flavonoid, asam lemak, tanin dan antioksidan yang tinggi.
  2. Biji, daun dan mesocarp buah markisa bisa dimanfaatkan dalam industri farmasi.
  3. Di negara Puerto Rico, markisa biasa dikonsumsi sebagai obat penurun tekanan darah.
  4. Hasil penelitian University of Florida menyebutkan bahwa ekstrak buah markisa kuning mengandung fitokimia (seperti polifenol dan karotenoid) yang bisa membunuh sel kanker.
  5. Jus markisa asam bisa menjadi obat penenang.
  6. Di Madeira, jus markisa digunakan untuk stimulan pencernaan serta pengobatan kanker lambung.
  7. Ektrak buah markisa ungu bermanfaat mengurangi gejala asma dan meningkatkan daya tahan tubuh.
  8. Daun markisa asam bermanfaat sebagai antioksidan alami, menurunkan tekanan darah (hipertensi), obat gelisah hingga gangguan saraf.
  9. Di Suriname, daun markisa kuning biasa digunakan mengobati diare, disentri, menenangkan urat syaraf hingga mengurangi insomnia.
  10. Bunga markisa pun bermanfaat menjadi obat penenang ringan, merangsang tidur (terutama bagi penderita insomnia), obat gelisah, asma hingga masalah menopause.
  11. Markisa juga membantu memulihkan tubuh setelah sakit, meningkatkan nafsu makan, hingga anemia.
  12. Minyak dan biji buah markisa dimanfaatkan oleh industri komestik.
  13. Kulit buah markisa bisa menjadi pakan ternak.
  14. Serat pada albedo markisa konyal dapat dimanfaatkan untuk bahan baku kertas atau tisu.

Budidaya Markisa

Sudah paham syarat tumbuh tanaman markisa? Ingin menanam markisa? Nah berikut adalah cara-cara bagaimana membudidayakan tanaman markisa :

  • Markisa varian asam (markisa kuning, merah dan ungu) dapat dibudidayakan dengan cara generatif maupun vegetatif. Cara vegetatifnya dengan stek atau bisa sambung pucuk. Perlakuan sambung pucuk samping menggunakan batang bawah lebih dikhususkan pada markisa merah dan kuning. Karena markisa ungu rentan akan penyakit layu Fusarium.
  • Setelah 4 – 6 bulan (stek) atau 3 bulan (sambung pucuk), barulah bibit bisa ditanam.
  • Jarak tanamnya minimal 3×4 meter dan maksimal 4×5 meter.
  • Umur 1 bulan HST, tanaman akan merambat. Buatlah rambatan dan penyangga.
  • Penyangga tanaman bisa menggunakan kayu dengan tinggi 2 – 2,5 meter. Bisa juga dibuat para-para atau pagar.
  • Usia 6 bulan HST akan mulai berbunga.
  • Markisa ungu, bisa dibudidayakan dengan mengambil bibit dari perbanyakan sambung pucuk batang bawah markisa kuning atau merah. Sehingga, usia 3 bulan HST sudah mulai berbunga.
  • Pemberian pupuk kandang 10 kg/tanaman saat pertama ditanam. Dilanjutkan pemberian 6 bulan sekali.
  • Pemangkasan tanaman di awal pertumbuhan dengan menyisakan 2 cabang utama yang akan dirambatkan. Pangkas cabang yang lain sampai ketinggian 1 meter dari pangkal batang. Pangkas cabang-cabang tua saat tanaman sudah merambat.
  • Jangan lupa untuk menyemprotkan fungisida, terutama sebelum tanaman ditanam.
  • Jaga aerasi dan drainase tanah. Karena, penyakit layu Fusarium pada markisa berkembang cepat jika tanahnya lembab (drainase buruk).
  • Buah markisa dipanen umur ke-85 dan 95 hari setelah bunganya mekar.

Melakukan budidaya buah markisa tidak memerlukan ilmu yang khusus dan mandalam. Secara umum yang diperlukan ketika akan menanam buah ini adalah media tanam yang baik dan lahan yang cukup karena tanamannya menjalar dan memakan cukup ruang. Selamat menanam !!

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.