cara budidaya kerang hijau

Mengenal dan Budidaya Kerang Hijau

Cara budidaya kerang hijau. Pernahkah Anda memakan daging kerang hijau? Biasanya, kerang hijau dijual oleh pedagang keliling, yang menjajakan keong hijau rebus pada gerobaknya.

Tetapi taukah Anda asal usul atau pun seluk beluk kerang hijau? Jika Anda baru tahu sedikit tentang kerang hijau, maka di artikel ini dan beberapa artikel ke depan akan mengulas tentang kerang hijau.

Sejarah Kerang Hijau

Ada sekelumit sejarah kerang hijau yang baiknya kita ketahui, yaitu:

  • Kerang hijau dikenal menjadi makanan sehat dan enak saat zaman Romawi dan Indian Maya.
  • Awal abad ke-13 M, mulai ada budidaya kerang. Kerang menjadi salah satu komoditas perdagangan, seperti di Cina dan Perancis.
  • Tahun 2004 – 2005, perdagangan kerang di Perancis meningkat sampai dengan 30%.

Jenis-jenis Kerang

Secara umum, berdasarkan ekosistem hidupnya, kerang dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

A. Kerang Muara

Ada beberapa jenis kerang yang hidupnya di daerah muara. Contohnya adalah kerang hijau (Perna viridis), kerang darah (Anadara granosa), tiram (Crassostresa spp.,), serimping (Amusium pleuronectes) dan simping (Placuna placenta).

B. Kerang Terumbu Karang

Ada juga beberapa kerang yang menghabiskan hidupnya di daerah terumbu karang. Contohnya adalah Pinctada maxima dan Pinctada margaritifera atau yang biasa dikenal dengan kerang mutiara.

Kemudian, berdasarkan kebermanfaatannya, kerang juga dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

A. Kerang Sumber Protein (Bahan Makanan)

Kerang inilah yang biasa dikonsumsi manusia. Kerang jenis ini antara lain:

  • Suku Archidae (kerang darah), seperti kerang koja (Ariadara granosa), kerang bulu (Anadara modifera, Anadara indica, Anadara inflata), kerang gelatik (Scarpharca globosa) dan Anadara pillula. Kerang dari suku archidae lebih menyukai daerah berlumpur atau berpasir.
  • Suku Mytilidae, seperti kerang hijau (Perna viridis). Kerang suku mytilidae hidup di muara dan melekat ke substrat.
  • Suku Pectinidae, seperti serimping (Amusium pleuronectes) yang hidup membenamkan diri atau melekat ke substrat.
  • Suku Ostreidae, seperti tiram (Crassostrea calculata, C. iredaele).
  • Suku Veneridae, seperti kerang tahu (Meretrix meretrix).

B. Kerang Bahan Baku Industri atau Komoditi Ekspor

Kerang dari jenis ini, biasa diekspor oleh Indonesia. Kerang jenis ini juga relatif lebih mahal harganya. Berikut adalah jenis kerang yang termasuk komoditi ekspor:

  • Suku Ptenicjae, seperti kerang mutiara (Pinctada margaritifera, P. maxima) yang habitatnya di terumbu karang.
  • Suku Placunidae, seperti simping (Placuna placenta), yang hidupnya membenamkan diri di dalam lumpur.
  • Suku Tridacnidae, seperti kimah (Tridacna gigas, T. squamosa) yang habitatnya di terumbu karang.

Kerang juga bisa dibedakan berdasarkan jenis makanannya, yaitu sebagai berikut:

A. Kerang pemakan suspensi (suspention feeder)

Kerang pemakan suspensi di antaranya kerang hijau, kerang mutiara, serimping, tiram dan kimah.

B. Kerang pemakan endapan (deposite feeder)

Kerang yang termasuk pemakan endapan seperti kerang tahu dan simping.

Taksonomi Kerang Hijau

Klasifikasi kerang hijau dalam ilmu taksonomi yaitu:

Filum               : Mollusca

Kelas               : Pelecypoda atau Lamellabranchia

Ordo                : Filibranchia

Sub Ordo        : Anysonyaria

Suku                : Mytilidae, Pernaidae

Genus              : Mytilus, Perna

Spesies            : Mytilus viridis, Perna viridis

Ciri-ciri Kerang Hijau

Ciri-ciri kerang hijau yaitu, sebagai berikut:

  1. Kerang hijau hidup dengan cara melekatkan diri pada substrat atau benda air. Kerang hijau biasanya menempel di benda-benda sekelilingnya, seperti kayu, bambu, jaring tempat budidaya ikan maupun badan kapal.
  2. Benih kerang hijau akan menempel di kedalaman 1,5 – 11,7 meter di bawah permukaan perairan, pada saat pasang tinggi.
  3. Masuk dalam golongan mollusca bercangkang 2 (bivalvia).
  4. Memiliki insang berlapis-lapis (lamellibranchia). Ada 4 baris insang sebagai organ respirasi dan filter feeder.
  5. Berkaki kapak (pelecypoda).
  6. Cangkangnya berwarna hijau di bagian luarnya, dari hijau tua sampai kecoklatan.
  7. Memiliki cangkang katup sepasang atau yang disebut bivalvia.
  8. Bagian luar cangkang memiliki garis-garis lengkung yang bentuknya mengikuti garis pinggiran cangkang.
  9. Cangkang kerang hijau bentuknya sedikit runcing di bagian belakang, pipih di tepinya dan terlapisi periostrakum di tengahnya.
  10. Ukuran kerang dewasa panjangnya 4 – 6 cm dan lebarnya setengah dari panjangnya.
  11. Kerang hijau tumbuhnya bisa sampai 16,5 cm. Tetapi rata-rata, kerang hijau yang sering kita jumpai berukuran sekitar 8 cm.
  12. Makanannya adalah protein nabati seperti fitoplankton, zooplankton dan detritus. Makanan utama kerang hijau yaitu mikro alga. Selain itu, kerang hijau juga memakan zat organik terlarut.
  13. Daging kerang hijau teksturnya sangat lunak dan berair.
  14. Daging kerang yang segar akan berwarna putih atau orange mengkilap.

Bagian Tubuh kerang

Kemudian, kerang terdiri dari 6 bagian tubuh, yaitu:

a. Cangkang (shell)

Cangkangnya terhubung oleh engsel yang elastis. Ketika cangkangnya terbuka, kaki akan keluar untuk kerang bergerak. Cangkang akan menutup oleh dorongan otot transversal, yang letaknya ada di akhir kedua ujung tubuh di dekat dorsel.

Yaitu otot aduktor anterior dan posterior. Otot aduktor inilah yang menjadi “jalan” membuka dan menutupnya cangkang kerang. Cangkang kerang terbagi menjadi 3 lapis, yaitu:

  • Periostrakum (bagian terluar), yaitu lapisan tipis, gelap dan tersusun atas zat tanduk yang dihasilkan tepi mantel. Lapisan yang disebut juga lapisan tanduk inilah yang berfungsi melindungi lapisan di dalamnya dan melindungi cangkang dari asam karbonat (yang berasal dari perairan) serta memberi warna cangkang.
  • Prismatic (bagian tengah), yaitu lapisan tebal dan terdiri dari kristal kalsium karbonat yang bentuknya prisma. Kristal ini berasal dari material organik yang dihasilkan tepi mantel/selaput.
  • Nakreas (bagian dalam), yaitu lapisan mutiara yang dihasilkan seluruh permukaan mantel. Lapisan ini tersusun dari kristal halus kalsium karbonat. Lapisan ini biasanya banyak dijumpai pada kerang mutiara (tiram).
Baca juga :  Di Balik Susu Kental Manis yang Dilarang

b. Kaki (foot byssus)

Kaki kerang berbentuk pipih. Jika akan berjalan, maka kakinya akan dijulurkan ke bagian anterior.

c. Kepala (head)

Bagian kepala kerang termasuk tidak berkembang.

d. Selaput (mantle)

Selaput letaknya di bagian dorsal, yaitu di seluruh permukaan mulai dari cangkang sampai bagian tepi. Selaput pada kerang, menutupi seluruh bagian tubuh dalam bentuk katup simetris, yang kemudian membentuk kedua belah cangkang.

Selaput merupakan jaringan khusus yang tipis tetapi kuat untuk membungkus seluruh tubuh yang lunak. Di bagian belakang selaput, ada 2 lubang yang disebut sifon.

Sifon atas digunakan untuk jalan keluarnya air, sedangkan sifon bawah untuk masuknya air.

e. Alat pencernaan dan reproduksi (visceral mass)

Sistem pencernaan kerang dimulai dari mulut sampai anusnya.

f. Insang

Kerang memiliki insang yang berbentuk seperti huruf W. Insang kerang memiliki banyak lamella, yang kaya akan batang insang.

Insang terdiri dari banyak filamen yang berhubungan dan membentuk lembaran (lamella). Pada insang terjadi pertukaran O2 dan CO2.

Fakta Kerang Hijau

Terlepas dari ciri-ciri kerang hijau, ternyata salah satu anggota mollusca ini juga mengantongi fakta-fakta tertentu. Berikut ada beberapa fakta tentang kerang hijau yang juga perlu untuk diketahui, yaitu:

  1. Kerang hijau, di Indonesia memiliki banyak nama sesuai daerahnya, seperti kedaung (Banten), kijing (Jakarta) atau kemudi kapal (Riau). Selain itu, di negara lain pun ada penyebutannya sendiri. Kerang hijau disebut juga siput sidu (Malaysia), Tam Chay atau Chai Luan (Singapura), Hoimongpo (Thailand) serta Tahong (Filipina).
  2. Produksi kerang di Indonesia didominasi oleh tangkapan alam.
  3. Kerang darah (Anadara sp) adalah kerang terbanyak (73%) yang diproduksi oleh lautan Indonesia.
  4. Budidaya kerang skala rumah tangga, untuk pemenuhan kebutuhan pasar lokal atau masyarakat dalam negeri adalah kerang darah dan kerang hijau.
  5. Budidaya kerang untuk skala industri, yang nantinya diekspor adalah kerang mutiara, siput loka dan abalon.
  6. Cilincing, Jakarta Utara adalah sentra industri budidaya dan pengolahan kerang terbesar di Indonesia. Di Cilincing ada sekitar 38 lapak pendaratan kerang, dengan volume produksi 3 – 5 ton/bulan atau 100 – 150 kg/lapak/hari.
  7. Produksi kerang hijau terbesar lainnya ada di jalur utara Pulau Jawa, seperti di Cirebon. Selain itu juga ada di Banten, tepatnya di perairan Panimbang.
  8. Daerah produksi kerang lain di Indonesia seperti di Teluk Ketapang, Teluk Banten, Teluk Jakarta, Mauk Tangerang hingga Kepulauan Riau.
  9. Kerang hijau, di Indonesia akan banyak dijumpai terutama di muara sungai dan hutan bakau. Yaitu tempat dengan kondisi lingkungan dasar perairan yang berlumpur dan berpasir, pergerakan air dan cahaya cukup serta kadar garam yang tidak terlampau tinggi.
  10. Harga kerang hijau lebih murah dibandingkan ikan.
  11. Kerang hijau adalah organisme laut yang menjadi bio indikator pencemaran logam di perairan. Bahkan, jaringan lunak kerang hijau digunakan untuk memantau polusi perairan pada program Mussel Watch secara Internasional. Hal ini karena kerang hijau mudah diidentifikasi serta ketahanannya pada fluktuasi kondisi alami lingkungan dan polusi. Selain itu, insang kerang hijau digunakan untuk spesimen eksperimen yang mengukur respon perubahan oksidatif. Kerang hijau tahan terhadap perubahan suhu dan kandungan logam beracun yang mencemari badan perairan.
  12. Tak hanya sebagai bio indikator saja. Kerang juga menjadi bio filter, yang meningkatkan kualitas lingkungan. Kerang dimanfaatkan pada program IMTA (Integrated Multi-Trophic Aquaculture), di mana kerang dibudidayakan sebagai organisme perbaikan lingkungan perairan.
  13. Predator kerang hijau di antaranya bintang laut, gurita, ranjungan dan ikan (Monacanthus sp.).
  14. Kerang hijau bisa bertahan selama 8 jam, di dalam air yang bersih dan selalu diganti, walaupun tidak diberikan makanan.
  15. Kerang hijau bersifat filter feeder. Merupakan sifat di mana ia akan menyerap langsung apa yang ada di perairan, tanpa menyaring/memilah apakah benda atau makanan tersebut menimbulkan efek atau tidak pada kerang. Akan tetapi, hal itu justru dapat membahayakan manusia yang mengonsumsi kerang tersebut. Misalnya saja jika seekor kerang hijau banyak memakan logam timbal. Memang tidak membahayakan tubuhnya, tetapi bisa berdampak negatif bagi manusia yang memakan kerang tersebut.
  16. Kerang hijau mendapatkan makanannya dengan cara memompa air lewat rongga mantel/selaput. Sehingga, partikel-partikel yang ada di dalam badan air pun turut terbawa.
  17. Agar kerang hijau bisa awet selama beberapa hari dan atau beberapa minggu, maka bisa diawetkan dengan bahan alami. Misalnya daun jeruk bali, daun pandan atau pun daun kecombrang.

Terlepas dari fakta tentang kerang hijau, masih ada bab lain yang juga penting untuk diulas. Berikut pembahasannya.

Kandungan Gizi Kerang Hijau

Kandungan gizi kerang hijau per-100 gramnya adalah seperti ditunjukkan oleh tabel zat gizi dibawah ini :

Daging kerang hijau lebih banyak jumlahnya dibandingkan jenis kerang yang lain.

Daging kerang hijau beratnya sekitar 30% daari berat tubuhnya secara keseluruhan.

Daging kerang hijau juga mengandung asam amino esensial, seperti arginin, lisin dan leusin.

Daging kerang hijau, mengandung protein yang cukup tinggi, sehingga bisa mensubstitusi daging ayam atau pun sapi, ketika kedua sumber protein tersebut melambung harganya.

Kerang Hijau dan Ancaman Logam Berat

Baik kerang-kerangan maupun hasil perikanan lainnya, memiliki banyak kemungkinan tercemar logam berat yang ada pada badan perairan.

Baca juga :  Macam Macam Tanaman Toga Dan Manfaatnya

Kerang-kerangan adalah organisme perairan yang lebih mudah tercemar. Karena termasuk invertebrata fillter feeder dan hidupnya menetap (tidak berpindah-pindah seperti ikan).

Tak hanya itu, logam berat di perairan akan terakumulasi di dalam daging kerang. Logam perairan yang biasa mencemari kerang-kerangan atau pun produk perikanan lainnya seperti timbal (Pb), merkuri (Hg) dan kadmium (Cd).

Merkuri dapat merusak syaraf neurotoksik dan kerusakan kromosom yang nantinya menyebabkan kemandulan, pada manusia.

Sedangkan timbal, dapat merusak paru-paru dan syaraf. Sementara kadmium, bisa merusak jaringan paru-paru, ginjal, hati, tulang dan bersifat karsinogenik (penyebab kanker).

Ya, sudah tidak dapat dipungkiri lagi memang keberadaan logam berat yang telah berbaur dalam perairan di Indonesia. Apalagi dengan kemunculan pabrik-pabrik yang limbahnya mengalir ke sungai.

Atau justru rumah tangga penduduk yang sampahnya sengaja di buang ke sungai. Maka bukan tidak mungkin, cemaran logam berat bisa mencemari biota air, termasuk daging kerang.

Menurut Keputusan Ditjen POM No. 03725/B/SK/VII/1998 dan riset WHO tahun 1976, batas maksimum kandungan merkuri (Hg) pada organisme laut yang aman dikonsumsi manusia adalah 0,5 ppm dan 2 ppm untuk timbal (Pb).

Masih ingat dengan salah satu fakta tentang kerang hijau. Yaitu kerang hijau adalah makhluk hidup yang filter feeder. Kerang hijau memiliki sifat di mana ia akan menyerap langsung apa yang ada di perairan, tanpa menyaring/memilah apakah benda atau makanan tersebut menimbulkan efek atau tidak pada kerang.

Akan tetapi, hal itu justru dapat membahayakan manusia yang mengonsumsi kerang tersebut. Lalu bagaimana kita menghindar atau mengurangi cemaran logam yang terkandung dalam daging kerang hijau?

Cara Mengurangi Kadar Logam Kerang Hijau

Berikut ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kadar logam dalam daging kerang hijau, yaitu:

  1. Merendam daging kerang ke dalam larutan dinatrium etilen diamin tetra-asetat.
  2. Merendam daging kerang ke dalam kitosan. Perendaman daging di dalam larutan kitin dengan konsentrasi 5% selama 30 menit, mampu menurunkan kadar merkuri sampai 34%, dibandingkan kerang tanpa kitin. Selain itu, menurut riset yang dilakukan Murtini (dalam penelitiannya tahun 2004), daging kerang yang direndam dalam larutan kitosan 1,5% selama 3 jam, mampu mereduksi 94,89% merkuri dan 96,48% timbal.
  3. Merendam daging kerang di dalam larutan alami. Pada hasil penelitian Widiyanti (2004), daging kerang hijau rebus yang direndam dalam larutan asam (bisa dari 5% cuka, 5% asam jawa atau jeruk nipis) selama 30 menit, mampu menurunkan kadar merkuri (penurunan masing-masing jenis larutan: 76,63%, 70,94% dan 70,89%).
  4. Depurasi atau pencucian kerang. Artinya, kerang yang tercemar logam akan tercuci dengan sendirinya dari pencemar mikroba dalam sebuah bak, yang sudah terisi air laut steril. Caranya, air laut disterilkan oleh unit sterilisasi, lalu masukkan ke dalam bak tempat kerang dibudidayakan. Sirkulasi air depurasi dilakukan selama 48 jam.

Beranjak dari ancaman cemaran logam pada kerang hijau dan cara mengatasinya, pembahasan dilanjutkan ke bab lainnya, yang juga tak kalah penting untuk dibahas.

Kerang Hijau dan Produk Olahannya

Ada beberapa produk olahan dari kerang hijau, baik di Indonesia sendiri maupun di negara lainnya, yaitu:

1. Kerupuk

Produk perikanan sudah banyak yang dibuat menjadi kerupuk. Misalnya saja kerupuk ikan tengiri, kerupuk udang, kerupuk teri dan sebagainya. Tak hanya itu, ternyata daging kerang hijau juga bisa dijadikan kerupuk.

2. Kerang Hijau Rebus

Olahan kerang hijau yang paling banyak di pasaran dan paling diminati adalah kerang rebus. Kerang hijau rebus banyak dijual pada pedagang keliling dengan gerobaknya.

3. Kamaboko

Kamaboko adalah makanan olahan dari gel protein ikan atau yang dikenal dengan surimi. Kamaboko berasal dari Jepang.

Agar menjadi surimi, kerang hijau dicuci bersih, lalu dikupas cangkangnya sehingga dagingnya terpisah. Daging kerang lalu dicuci lagi dan digiling menggunakan food processor.

Daging kerang yang sudah lumat/halus, lalu dicuci dengan air es, perbandingannya daging : air es sekitar 1:3. Diamkan 5 menit, lalu peras untuk menghilangkan airnya. Cuci lagi dagingnya. Aduk daging dengan food processor dan tambahkan dengan NaCl 0,3%.

Lalu, kamaboko kerang hijau dibuat dengan tepung tapioka 5%, garam 2,5% dan bumbu (bawang putih, bawang merah dan merica, perbandingannya 3:15:1).

Surimi kerang dan bahan pelengkapnya tadi, dicampurkan dalam food processor selama 5 menit. Adonan dicetak, direbus pada suhu 40 C selama 20 menit dan dimasak pada suhu 90 C selama 30 menit.

4. Condiment

Condiment sebenarnya adalah saus kental yang warnanya agak kehitaman. Condiment, pada masakan Tionghoa dibuat dari tiram, sehingga rasanya gurih dan asin.

Condiment sendiri adalah bahan masakan Cina yang terbuat dari kerang dicampur air dan garam. Condiment mengandung asam amino, terutama asam glutamat (9,37%), alanin (8,11%), lisin (8,24%) dan lisin (8,24%).

Produk olahan kerang hijau yang manakah yang Anda akan coba? Beranjak dari masakan kerang hijau, pembahasan dilanjutkan ke bab yang tak kalah pentingnya dan sesuai judulnya, yaitu budidaya kerang hijau.

Budidaya Kerang Hijau

Budidaya kerang hijau tidak membutuhkan modal yang besar. Bahkan kerang hijau sangat mudah jika dijadikan ladang bisnis, karena tidak memerlukan penanganan khusus yang sulit. Kerang hijau sudah bisa dipanen setelah usia 6 – 7 bulan.

Kerang hijau termasuk dioecious, yakni induk jantan dan betinanya terpisah. Pembuahan akan terjadi di luar tubuh. Telur yang telah dibuahi bentuknya bulat dengan ukuran 50 mm.

Tetapi, telur yang belum dibuahi bentuknya relatif lonjong. Kemudian, sebaiknya Anda terlebih dahulu mengamati sumber cemaran terdekat, untuk memperkirakan kemungkinan masuknya polusi ke badan air dan menghitung perkiraan besarnya cemaran yang akan mengancam, di lokasi yang akan menjadi tempat budidaya kerang hijau.

Ada beberapa persyaratan perairan yang sesuai habitat asal kerang hijau, yaitu:

  • Hidup di laut, terutama daerah litoral (pasang surut) dan sub litoral yang dangkal.
  • Hidup baik pada perairan dengan salinitas 27 – 35 %o, arus yang tidak deras yaitu berkecepatan 0,1 – 0,6 m/s dan kedalaman 1 – 7 meter. Salinitas 24 – 30 ppt, bisa meningkatkan laju filtrasi kerang hijau.
  • Hidup di perairan dengan suhu 27 – 37 C, pH 6,5 – 8,5 dan oksigen terlarut (kadar DO) 3 – 8 ppm. Kerang hijau bisa mati, jika dalam waktu 30 menit suhu perairan 43 Untuk budidaya, pH 7 – 9 masih bisa ditoleran.
  • Kandungan klorofil-α untuk budidaya kerang hijau yaitu 17 mg/m3. Tetapi, pada perairan dengan klorofil-α 7 mg/m3, kerang masih bisa tumbuh.
Baca juga :  Pohon Bidara : Dari Obat Herbal Sampai 'Pengusir' Setan

Tempat Budidaya Kerang Hijau

Kerang hijau bisa dibudidayakan di 2 tempat yaitu:

1. Di dasar perairan

Budidaya dasar perairan dilakukan dengan kedalaman air minimal 1 meter. Jika memilih budidaya di dasar perairan, maka ada 2 metodenya yaitu metode dasar dan tiang.

Metode dasar dilakukan dengan cara memindahkan anak kerang pada tempat yang baru untuk mengurangi kepadatan kerang.

Metode dasar membutuhkan arus air yang pasang surut (yang tidak terlalu tinggi) untuk mencegah kemungkinan pengendapan lumpur, membuang kotoran dan menyediakan oksigen yang cukup untuk kerang.

Metode tiang dilakukan dengan cara menancapkan bambu di dasar perairan setelah 1 – 2 bambu dipindahkan ke muara.

2. Di kolom air

Jika membudidayakan kerang hijau di kolom perairan, maka gunakan metode gantung (rak), rakit atau long line. Budidaya kerang hijau di kolom air minimal 2 meter, atau bisa juga 1 meter dari ujung tali media ke dasar perairan.

Teknik Budidaya Kerang Hijau

Berikut ada beberapa teknik dalam budidaya kerang hijau, yaitu sebagai berikut:

1. Mengumpulkan anak kerang (spat)

Terlebih dahulu dibuatkan sebuah bak atau kolektor menggunakan tambang plastik (biasanya berdiameter 5 mm), dengan jarak 5 – 6 cm dan diselingi sabut kelapa yang sudah dibuat setengah lingkaran.

Kolektor kerang hijau bisa dibuat dari bambu, tambang, kayu, asbes, tempurung dan jaring. Kolektor ini disisipkan potongan jaring, lalu diikatkan pada rakit di saat-saat tertentu.

Biasanya, kolektor akan disebarkan di dasar perairan setiap Februari, lalu panen kerangnya Oktober sampai November.

Ada 3 jenis kolektor yang banyak digunakan yaitu kolektor gantung, tancap dan terbenam.

2. Pembesaran anak kerang

Jika di perairan tropis, pemijahan kerang hijau sepanjang tahun, dengan puncaknya Maret – Juli. Seekor kerang hijau akan menghasilkan 1,2 juta butir sel telur.

Pembesaran anak kerang diawali dengan memindahkan kolektor yang sudah penuh dengan spat, menuju ke lokasi pemeliharaan. Padat tebar optimum kerang hijau yaitu 200 ekor/meter kolektor atau sekitar 800 ekor/4 meter kolektor.

Jika tempat pembesaran berisi padat tebar optimum, maka pertumbuhan kerangnya bisa mencapai 10 mm/bulan. Untuk mencapai ukuran pasaran, maka perlu pemeliharaan sekitar 6 – 8 bulan. Saat tersebut, bisa menghasilkan 28 kg/4 meter kolektor.

Ada 3 metode pemasangan kolektor yang sudah penuh spat, yaitu:

  • Metode Rakit

Siapkan rakit dari bambu atau kayu, lengkapi juga dengan pelampung. Lalu pindahkan kolektor yang penuh spat ke rakit tersebut.

Kolektor dipasang dengan jarak antar kolektor sekitar 30 cm. Kolektor sudah bisa dipanen 1 bulan setelah dipasang.

  • Metode Rak

Metode rak sama dengan metode rakit. Tetapi, rak tidak bisa dipindah ke tempat lainnya.

  • Metode Long Line

Metode ini hampir sama dengan metode rakit. Tetapi, metode ini terdiri dari sebuah tali, dilengkapi beberapa pelampung, sehingga tempat pemeliharaan ini bisa dipindah-pindah tempat.

3. Panen Kerang

Kerang hijau dipanen sesuai metode budidaya yang digunakan, laju pertumbuhan kerang, lama pemeliharaan, ukuran pasar dan kualitas yang dikehendaki. Biasanya, untuk keperluan konsumsi, kerang dipanen saat ukurannya mencapai 6 – 8 cm atau sudah matang gonad (gemuk).

Kerang hijau dipanen sebelum musim hujan tiba. Karena hujan yang disertai angin kencang, bisa menghancurkan kolektor.

Jika budidayanya menggunakan metose tancap, cara panennya hanya dengan mengambil/mencabut setiap kolektor. Kemudian melepaskan kerang dari kolektor menggunakan pisau dan menampung/menyimpannya.

Jika budidayanya menggunakan metode rakit atau long line, maka caranya mengangkat kolektor gantung/tali yang sudah penuh terisi oleh kerang. Bawalah ke daratan dan lepaskan kerang dari kolektor.

4. Penanganan pasca panen

Beberapa hal yang penting dalam penanganan pasca panen kerang hijau yaitu:

  • Pemisahan kerang, apalagi misalnya ada kerang yang cacat, dipisah berdasarkan ukurannya dan sebagainya.
  • Kerang hijau dicuci bersih dan diamkan dalam air (yang baru) yang lebih bersih. Usahakan air tersebut mengalir.
  • Kerang hijau dibersihkan dari teritip atau biofauling yang lain.
  • Kerang hijau dicuci lagi (dibilas) dengan air baru yang bersih.

Hal yang tak kalah penting dari perlakuan pasca panen kerang adalah depurasi. Depurasi dilakukan untuk mengurangi kadar logam yang mungkin terkandung dalam kerang hijau.

Selain itu, perlakuan depurasi bisa memudahkan pengupasan cangkang kerang dan pemisahan antara daging dengan cangkangnya. Caranya yaitu:

  • Bersihkan kerang dari kotoran/lumpur yang masih tersisa/menempel.
  • Jika ada kerang yang saling menempel satu sama lain, pisahkan dengan pisau dengan memotong byssus-nya.
  • Masukkan kerang ke dalam container berisi air laut yang mengalir, selama 12 – 24 jam.

Jika sudah paham, maka diingatkan lagi bahwa kerang hijau memiliki pemangsa yang dapat membahayakan kerang. Budidaya bisa terancam gagal karena predator/pemangsa. Pemangsa kerang hijau di antaranya:

  • Ikan –> ikan lencam, ikan pari dan sidat.
  • Bintang laut –> untuk menghindarinya, jika Anda memilih budidaya dengan kolektor gantung maka kolektor dibuat 20 cm di atas dasar perairan, jangan sampai menyentuh dasar perairan.
  • Teritip
  • Gurita, kepiting dan rajungan
  • Bunga karang –> pertumbuhan bunga karang yang cepat/subur bisa menghancurkan/memusnahkan kerang yang sedang dibudayakan.
  • Lumut
  • Lumpur –> lumpur dapat menjadi ancaman untuk kerang, maka pilihlah lokasi yang tidak banyak mengandung lumpur dan arus airnya tidak kuat.

Itulah bahasan seputar kerang hijau yang dimulai dari sejarah, taksonomi, pengenalan fisik, kandungan gizi, kandungan berbahaya yang di kandung dan diakhiri bagaimana cara budidaya kerang hijau.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.