budidaya tanaman belimbing

Mengenal dan Budidaya Tanaman Belimbing

Budidaya tanaman belimbing. Apakah Anda pernah memakan buah belimbing? Atau mungkin mencicipi olahan buah belimbing, seperti selai atau jus? Atau Anda memiliki pohon belimbing di pekarangan rumah? Atau Anda ingin berbisnis di per-belimbing-an?

Di artikel berikut dan beberapa artikel selanjutnya, akan diulas tentang belimbing.

Sejarah Belimbing

  • Menurut Nikolai Ivanovich Vavilovanaman, belimbing manis berasal dari India, yang menyebar ke berbagai negara tropis, termasuk Indonesia.
  • Belimbing diperkirakan berasal dari Malaysia, yang kemudian menyebar ke Indonesia.
  • Menurut Rumphius, belimbing sudah dibudidayakan sebelum tahun 1892.
  • Di Amerika, buah belimbing disebut dengan star fruit. Jenis belimbing yang populer dan digemari adalah belimbing florida.
  • Sejak awal nama ilmiah belimbing, Avverhoa, terpublikasi, sampai dengan tahun 2007, hanya ada 2 jenis yaitu carambola dan A. bilimbi.

Belimbing

Di Indonesia, buah belimbing memiliki nama sesuai daerahnya, yaitu :

  • blimbing amis; blimbing legi; bhalimbing manes; blimbing langir; belimbing wuluh (Jawa),
  • lumpias manis; rumpiasa; lumpiat moromanit; lopias eme; lembetue lombiato; lombituko gula; takule; pulirang; taning; balireng; nggalaboa (Sulawesi),
  • bainang sulapa (Makassar),
  • belimbing asam jorbing; belimbing manis (Sumatera),
  • lembetua (Gorontalo),
  • balireng (Bugis)
  • dan malibi totofuo; taufo; balibi totofuko; kasluir; baknil; ifel emroro; haurela pasaki; taulela pasaki (Maluku).

Ciri Ciri Umum Buah Belimbing 

Ciri-ciri umum buah belimbing di antaranya:

  1. Kulit buahnya tipis
  2. Rasa asam sampai manis dan segar
  3. Kadar vitamin C cukup tinggi
  4. Kadar airnya tinggi, yaitu 90 gram per 100 gram daging buah

Taksonomi Belimbing

Berikut adalah belimbing dalam sistem taksonomi.

Kingdom         : Plantae

Divisi               : Spermatophyta

Sub divisi        : Angiospermae

Kelas               : Dicotyledonae

Ordo                : Oxalidales

Famili              : Oxalidaceae

Genus              : Averrhoa

Spesies            : Avverhoa carambola L. (belimbing manis)

Avverhoa bilimbi L. (belimbing wuluh)

Jenis-jenis Belimbing

Di Indonesia, ada banyak varietas/jenis jenis belimbing, seperti belimbing karangsari, sembiring, siwalan, dewi, wulan, demak kapur, demak kunir, demak jingga, pasar minggu, wijaya, Bangkok, Taiwan, Malaysia, Filipina dan Paris.

1. Belimbing Karangsari

Belimbing karangsari lahir di Desa Karangsari, Sukorejo, Blitar, Jawa Timur. Di pasaran, belimbing karangsari lebih dikenal dengan nama belimbing Bangkok Merah.

Belimbing karangsari juga mampu mengangkat Desa Karangsari menjadi kampung belimbing. Karena, lebih dari 800 kepala keluarga di sana, menanam pohon belimbing.

Belimbing varietas karangsari memiliki karakteristik sendiri.

Belimbing varietas karangsari memiliki beberapa kelebihan, yakni:

  • Warnanya kuning jingga.
  • Ukuran buahnya besar dan manis.
  • Daging buahnya memiliki sedikit seratnya.
  • Daya adaptasinya luas, yaitu di ketinggian 10 – 550 m dpl.
  • Vitamin C dalam buahnya tinggi.
  • Pohonnya mampu menghasilkan 400 – 500 kg buah/pohon/tahun (untuk tanaman berumur lebih dari 10 tahun).

2. Belimbing Sembiring

Belimbing ini berasal dari Pancur Batu, Medan.

Ciri-cirinya, buah belimbingnya manis dan segar, warnanya kuning menyala saat matang serta termasuk salah satu varietas  belimbing unggulan.

3. Belimbing Wulan

Belimbing wulan berasal dari persilangan belimbing demak kunir dan demak jinggo.

Ciri-cirinya, buah belimbing wulan bentuknya bulat lonjong, warnanya kemerahan saat sudah matang, dagingnya tidak berserat serta mengandung cukup banyak air.

4. Belimbing Malaya

Belimbing Malaya pertama dikenal di kota Bogor.

Ciri-cirinya, buahnya berwarna kuning keemasan, teksturnya lunak, dipanen/dipetik saat umurnya 65 – 70 hari serta rasanya manis dan akan semakin manis saat dipetik umur 75 hari.

5. Belimbing Madu

Belimbing madu berasal dari Malaysia.

Ciri-cirinya, buahnya memiliki rasa yang sangat manis, daging buah renyah dan tidak ada seratnya, bentuknya sedikit runcing di ujung, warnanya orange cerah saat matang serta termasuk salah satu varietas belimbing unggulan.

6. Belimbing Demak

Sesuai namanya, belimbing ini berasal dari Demak, Jawa Tengah.

Ciri-cirinya, buah belimbing Demak berwarna putih kekuningan, rasanya manis tetapi sedikit asam, segar dan mengandung banyak air.

7. Belimbing Bangkok

Seperti namanya, belimbing ini berasal dari Bangkok, Thailand.

Ciri-cirinya, buah ini berwarna kuning kemerahan saat matang, bentuknya agak lebar dan pipih, bagian pinggirnya berwarna hijau (dari muda, matang sampai ketika tua), rasanya manis, mengandung banyak air serta memiliki berat sampai 165 kg/buah.

Berikut varietas belimbing di Indonesia beserta ciri-cirinya, yang dirangkum pada tabel di bawah.

Tetapi secara umum, ada 2 macam belimbing yaitu:

A. Belimbing Manis

Belimbing manis ditanam sebagai tanaman penghasil buah. Pohon belimbing tingginya bisa sampai 12 meter. Tanaman belimbing memiliki percabangan yang banyak, berbuah sepanjang tahun (tidak musiman).

Daunnya majemuk; menyirip ganjil; anak daun berbentuk bulat telur dengan ujung runcing; tepi daun rata; permukaan atas daun mengkilap tetapi permukaan bawahnya buram; memiliki panjang 1,75 – 9 cm dan lebar 1,25 – 4,5 cm.

Baca juga :  Cara Budidaya Jagung Secara Tepat Hasil Melimpah

Bunganya majemuk tersusun seperti malai, warna merah keunguan serta muncul dari ketiak daun, ujung cabang atau dari dahan.

Buahnya berusuk lima sehingga jika dipotong melintang akan membentuk bintang. Buahnya memiliki daging, mengandung banyak air, jika sudah matang warnanya kuning, rasanya asam sampai dengan manis, panjangnya 4 – 12,5 cm serta bijinya yang putih kotor kecoklatan dan pipih berbentuk elips dengan kedua ujung yang lancip.

Ada beberapa kelebihan belimbing manis, yaitu:

  • Bisa dibudidayakan baik di lahan terbuka maupun pada pot.
  • Bisa berbuah lebat. Karena, buah belimbing cepat berbuah. Apalagi jika pohon sudah berbuah, maka akan berbuah terus menerus.
  • Rasanya lebih manis dibanding varietas belimbing yang lain.
  • Cocok ditanam sebagai buah segar, bibit maupun tambulapot.
  • Belimbing manis mengandung kalori, vitamin A dan vitamin C yang cukup tinggi, yaitu (berturut-turut) 36 kalori, 170 SI dan 35 mg per-100 gram buah.

B. Belimbing Wuluh

Belimbing wuluh baik bentuk maupun rasanya berbeda dengan belimbing manis.

Belimbing wuluh justru bentuknya bulat lonjong, panjangnya 5 – 6 cm, saat muda warnanya hijau pekat, setelah tua warnanya kekuningan, rasanya sangat asam tetapi mengandung banyak air pada daging buahnya.

Uraian tentang belimbing wuluh akan dibahas pada artikel tersendiri selanjutnya.

Fakta Tanaman Belimbing

Ada beberapa fakta terkait tanaman belimbing yang juga perlu diketahui, yaitu sebagai berikut:

  1. Nama ilmiah belimbing yaitu Avverhoa, diambil dari nama seorang filsuf asal Arab, Averhoes
  2. Air rebusan daun belimbing dilarang bagi penderita hipertensi yang memiliki riwayat penyakit kencing batu.
  3. Buah belimbing yang dikonsumsi berlebihan juga tidak diperkenankan bagi penderita diabetes dan sakit ginjal. Karena, buah berbentuk bintang ini mengandung asam oksalat dan kadar gula yang tinggi.
  4. Pohon belimbing, bisa menjadi pemelihara lingkungan. Yaitu menyerap gas beracun karena kendaraan bermotor, menyaring debu, meredam getaran suara, memelihara lingkungan dari pencemaran karena kegiatan manusia serta menjadikan pekarangan rumah lebih asri dan terasa sejuk.
  5. Sejak tahun 1987 – 2007, Menteri Pertanian memutuskan untuk melepas 8 varietas belimbing unggul yang tersebar pada beberapa provinsi di Indonesia.
  6. Belimbing karangsari adalah varietas unggul yang sampai saat ini masih dikembangkan atau dibudidayakan dan menerima penghargaan Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing 2013, pada kategori produk segar.
  7. Belimbing bangkok merah sudah banyak dikembangkan. Karena, memiliki rasa yang manis dan mengandung air 70 – 80% dari daging buahnya.
  8. Sentra produksi buah belimbing di Indonesia, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Banten dan Yogyakarta.
  9. Demak dan Jepara menjadi salah satu sentra produksi belimbing terbesar di Indonesia.
  10. Sejak tahun 2007, belimbing menjadi ikon Kota Depok, Jawa Barat. Di Depok, belimbing menjadi salah satu komoditas yang berpotensi dan prospektifnya bagus. Bahkan, belimbing menjadi buah unggulan, yang produktivitasnya menandingi jambu biji, rambutan atau pun pepaya.

Setelah tahu apa saja fakta tentang belimbing, berikut ada pembahasan lainnya soal belimbing, yang perlu diketahui.

Kandungan Gizi Buah Belimbing

Buah belimbing mengandung banyak zat gizi, termasuk senyawa flavonoid yang merupakan antioksidan.

Berikut kandungan gizi per-100 gram, dari buah yang disebut star fruit ini.

Sedangkan menurut badan pangan dunia, USDA, 100 gram buah belimbing mengandung beberapa zat gizi, yaitu sebagai berikut.

Sedangkan belimbing manis secara spesifik, mengandung beberapa zat gizi seperti berikut.

Kandungan gizi belimbing manis bisa dibandingkan dengan beberapa buah lainnya.

Budidaya Tanaman Belimbing

Belimbing cocok dibudidayakan di lahan pekarangan yang sempit seperti di perkotaan, atau pun di pemukiman perumahan sederhana pinggiran kota.

Belimbing juga bisa ditanam di pot kecil atau polybag. Pohon belimbing bentuknya rindang dengan tajuk yang tidak terlalu besar, sehingga bisa difungsikan sebagai pohon pelindung.

Satu potion belimbing yang sudah berumur 5 tahun, bisa menghasilkan ± 600 buah/tahun. Kemudian, jika perawatan tanamannya baik, maka bisa berbuah sampai 900 buah/tahun.

Siapa yang tidak tahu buah belimbing? Buah yang “lebih dikenal” berbentuk seperti bintang itu, memiliki rasa yang manis. Walau demikian, ada yang namanya belimbing wuluh dan rasanya justru berbanding terbalik dengan ‘sang buah bintang’.

Dibandingkan belimbing wuluh, belimbing manis lebih banyak dibudidayakan di Indonesia. Karena, belimbing manis memiliki kelebihan di antaranya:

  • Lebih cepat berbuah. Apalagi jika pohon sudah pernah berbuah, setelah itu akan semakin rajin berbuah.
  • Rasa manisnya bervariasi, tergantung jenis dan varietas.
  • Kaya akan kalori, vitamin A dan C.
  • Dapat dibudidayakan di berbagai lokasi tanam. Baik di lahan terbuka, pekarangan atau pun pot-pot.

Jika Anda belum memiliki pohon belimbing, tidak ada salahnya mencoba menanamnya di pekarangan rumah. Kalau pun pekarangan rumah Anda terbatas, jangan khawatir, karena pohon belimbing bisa ditanam di pot atau polybag.

Syarat Tumbuh Tanaman Belimbing

Ada beberapa syarat tumbuh tanaman belimbing, yang setidaknya harus dipenuhi agar pertumbuhan dan produksi buahnya optimal, yaitu sebagai berikut :

  1. Tempat tanam terbuka, tetapi juga perlu sedikit naungan.
  2. Membutuhkan sinar matahari dengan intensitas penyinaran 45 – 50%.
  3. Membutuhkan 6 – 12 bulan basah dan 0 – 6 bulan kering. Sebaiknya, tanaman belimbing ditanam pada daerah dengan 7,5 bulan basah dan 4,5 bulan kering.
  4. Curah hujan sedang yaitu 1500 – 2500 mm/tahun. Jika curah hujan tinggi, maka bunga dan buah bisa gugur.
  5. Angin tidak terlalu kencang. Sama seperti curah hujan, jika angin terlalu kencang maka bisa menggugurkan bunga dan buah.
  6. Membutuhkan tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik serta memiliki aeasi dan drainase yang baik.
  7. Tanah yang baik untuk tanaman belimbing, adalah tanah lempung dan memiliki pH 5,5 – 7,5.
  8. Kedalaman air tanah 50 – 200 cm di bawah permukaan tanah.
  9. Tanaman belimbing cocok ditanam pada dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl.
Baca juga :  Macam Macam Tanaman Toga Dan Manfaatnya

Ada beberapa hal yang perlu diingat terkait budidaya tanaman belimbing, yaitu:

Penanaman Tanaman Belimbing

Penanaman Tanaman belimbing sebaiknya dilakukan awal musim penghujan. Bibit ditanam dengan posisi tegak. Bungkus bibit sebaiknya harus dibuang saat menanam. Batang okulasi tidak boleh ditutup tanah.

Pohon belimbing yang berasal dari bibit okulasi atau sambung pucuk, baru bisa berbuah setelah 2 tahun.

Penjarangan Tanaman Belimbing

Penjarangan Tanaman belimbing dilakukan dengan membuang buah di ujung ranting. Penjarangan dilakukan agar buah yang diproduksi berukuran besar dan kualitasnya baik.

Penyiraman Tanaman Belimbing

Tanaman belimbing membutuhkan dan menyukai air dalam pertumbuhannya. Jika rumput di bawah pohon sudah mulai layu, berarti tanaman belimbing perlu disiram.

Penyiraman juga bisa dilakukan dengan penggenangan, yaitu disiram sampai daerah di sekitar tajuk tanamannya basah. Drainase akan diperlukan, karena tanaman belimbing kurang suka dengan kondisi tergenang dalam waktu yang lama.

Pemangkasan Pohon Belimbing

Pemangkasan pohon belimbing ada 3 jenis dan sebaiknya harus dilakukan ketiganya, yaitu:

  • Pemangkasan bentuk

Sesuai namanya, pemangkasan ini bertujuan untuk membentuk percabangan agar tumbuhnya teratur. Selain itu juga untuk mencegah pertumbuhan pohon yang semakin meninggi, agar nantinya memudahkan dalam pembungkusan buah saat akan panen. Pemangkasan bentuk dilakukan saat tanaman belum produktif, yaitu saat usia 2 – 3 tahun.

Caranya, ujung batang utama di ketinggian 1,5 – 2 meter dari permukaan tanah, dipotong. Tetapi, biarkan saja 3 – 4 cabang primer tumbuh memanjang dan subur. Kemudian, jika sudah tumbuh cabang primernya, lalu dipotong sampai menyisakan 30 – 50 cm. Biarkan 2 – 3 cabang sekunder tumbuh di cabang primer.

Jika sudah tumbuh, potong pucuk cabang sekunder sampai sisa 30 – 50 cm. Jangan lupa, permukaan cabang setiap dipangkas harus dalam posisi miring, untuk mencegah pembusukkan cabang.

  • Pemangkasan cabang dan ranting

Setiap 1 – 2  bulan, tunas yang tumbuh di pangkal dan tengah cabang serta di ujung ranting, harus dipangkas. Pemangkasan tersebut, dilakukan agar sinar matahari sampai ke mahkota tajuk. Nantinya, pemangkasan ini mampu menunjang pertumbuhan tanaman dan buah yang lebih besar.

  • Pemangkasan peremajaan

Dilakukan untuk meremajakan tanaman yang sudah berusia lebih dari 10 tahun, batang utama sebaiknya dipotong miring pada ketinggian 60 – 70 dari permukaan tanah.

Kemudian, hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

Pembungkusan Buah Belimbing

Sejak dini, buah belimbing sebaiknya dibungkus, agar terlindungi dari serangan lalat buah, sehingga kualitas buah pun terjaga bahkan meningkat. Buah belimbing yang dibungkus sebaiknya yang sudah tumbuh sebesar jempol jari tangan atau berukuran 2 – 3 cm atau berumur 15 hari setelah bunga mekar.

Buah dibungkus menggunakan 2 lapis karbon bekas, lalu ujung dan pangkal pembungkus diikat tali.  Buah belimbing yang dibungkus dengan kertas karbon ini, warna buahnya akan cerah dan penampilannya bersih. Akan tetapi, kematangan buah akan sulit terdeteksi, karena tidak bisa dilihat.

Ada pun pembungkus lainnya yaitu kantong plastik (plastik jenis PE). Agar lingkungan di dalam pembungkus tidak lembab, bagian bawah pembungkus plastik digunting. Jika menggunakan kantong plastik, tentunya Anda bisa memantau tingkat kematangan buah.

Pencegahan dari HPT

HPT yang sering menyerang tanaman belimbing di antaranya:

  • Lalat buah –> yaitu lalat buah Dacus pedestris Bezzi. Lalat buah hanya akan menyerang bagian buahnya, jadi jika buah dibelah belatung atau larvanya ada di dalamnya. Lalat buah akan menimbulkan noda hitam pada kulit buah, yang selanjutnya menggerogoti dan membuat buah menjadi busuk.
  • Cendawan –> jika cendawan menyerang buah, maka buahnya akan lunak, kecoklatan, berair lalu membusuk.
  • Ngengat –> ngengat dari famili Pyralidae awalnya menyerang permukaan buah dengan membuat lubang. Lubang tersebut kemudian akan berwarna kecoklatan, melebar dan akan nampak butiran-butiran merah bata yang semakin banyak.
  • Larva Nacolelia octasema –> ketika menyerang buah, maka kulitnya akan berwarna abu-abu kecoklatan, menebal, keras tapi pecah-pecah. Kemudian menyebabkan pertumbuhan buah menjadi tidak normal.

Untuk mencegah HPT, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Memotong cabang yang kondisinya tidak sehat
  • Memusnahkan buah yang terserang hama dan yang busuk.
  • Buah dibungkus sejak masih kecil.
  • Bisa menggunakan Methyl Eugenol sebagai perangkap hama.

Panen Buah Belimbing

Buah belimbing dipanen jika sudah masak penuh. Buah yang siap dipanen berumur 45 – 55 hari setelah pembungkusan. Buah dipanen dengan cara dipetik atau digunting tangkainya.

Jika buah dibungkus, Anda tidak perlu membuka pembungkusnya saat sedang memetik buahnya.

Musim panen buah belimbing pada bulan Desember dan April – Mei. Panen raya buah belimbing di bulan Juli – Agustus. Untuk dataran rendah dengan tipe iklim basah, buah belimbing bisa dipanen 35 – 60 hari setelah pembungkusan buah atau sekitar 65 – 90 hari setelah bunga mekar. Panen perdana buah belimbing yaitu saat umur 3 – 4 tahun setelah tanam.

Baca juga :  Tanaman Nilam Dan Manfaat Minyak Nilam

Buah belimbing yang sudah siap panen, biasanya memiliki ukuran besar yang sudah maksimal, sudah matang serta warna buahnya berubah menjadi putih atau kuning atau kemerahan, tergantung jenis/varietasnya.

Buah belimbing bisa dipanen 3x setiap tahunnya. Pohon belimbing mampu menghasilkan buah sebanyak 600 – 900 buah/pohon, dengan beratnya bisa sampai 250 – 300 gram/buah.

Pascapanen Buah Belimbing

Buah belimbing termasuk buah non-klimaterik. Artinya, setelah dipanen, buah tidak akan matang dan tidak mengalami perubahan fisik atau kimianya.

Menurut SNI No. 4491:2009, buah belimbing yang layak untuk dikonsumsi dan dipasarkan yaitu yang buahnya manis, segar, utuh, bentuknya sempurna, tidak memar, tidak keriput karena kandungan air yang rendah, tidak busuk/rusak, bebas dari kotoran atau pun sisa bagian tanaman yang lain, bebas dari aroma dan rasa yang asing serta tingkat kematangan buahnya sudah layak dipanen.

Buah belimbing yang dikemas lalu disimpan pada suhu ruang 10 – 15 C mampu bertahan setidaknya 7 hari. Jika buah belimbing disimpan pada suhu kamar yaitu 30 C, maka buah akan mengkerut dan warnanya menjadi kecoklatan.

Jika buah belimbing disimpan pada wadah yang ditutup plastik film dan diletakkan pada suhu kamar, maka waktu penyimpanan sebaiknya kurang dari 3 hari.

Umur buah belimbing biasanya hanya 3 – 4 hari. Setelah itu biasanya akan terjadi kerusakan pada fisiknya, seperti perubahan warna menjadi kecoklatan.

Kemudian, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa tanaman belimbing tidak hanya dibudidayakan di lahan terbuka.

Budidaya Belimbing Tambulapot

Tanaman belimbing adalah salah satu tanaman yang bisa ditanam dalam pot atau dikenal dengan sistem tambulapot. Tanaman belimbing dalam pot, sudah bisa berbuah 1 tahun setelah tanam.

Ada beberapa hal yang perlu diingat dalam tambulapot tanaman belimbing, di antaranya:

  1. Saat tanaman muda dan tingginya sudah 20 cm, potonglah pucuknya. Hal itu dilakukan demi pertumbuhan tunas dan pembentukan pohon.
  2. Jangan lupa akan penyiraman yang rutin. Penyiraman harus disertai dengan kondisi drainase, yang berupa lubang pada dasar pot.
  3. Kelembaban lingkungan harus terjaga. Upayakan agar tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup.
  4. Penjarangan dilakukan terutama pada buah yang kurang produktif, yaitu dengan membuangnya. Cukup sisakan buah yang ada di pangkal batang/cabang.
  5. Pembungkusan dilakukan setelah penjarangan.

Beranjak dari budidaya, masih ada 1 hal lagi yang tak kalah penting tentang belimbing.

Manfaat Tanaman Belimbing

Baik buah maupun daunnya dari tanaman belimbing, sama-sama memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Karena tanaman belimbing sudah lama menjadi salah satu obat herbal yang dikenal di Asia.

Nah, berikut adalah manfaat buah belimbing di antaranya:

  1. Buah belimbing mengandung zat anti inflamasi, analgesik dan diuretik.
  2. Belimbing manis mengandung zat antibakteri terhadap bakteri coli dan Staphylococcus aureus.
  3. Mengandung antioksidan yang menjadi penangkap radikal bebas, mereduksi serta menghambat nitric oxide dan sitokrom P-450.
  4. Buah belimbing mampu mengatasi dan atau meredakan batuk, sakit tenggorokan, sariawan, demam, kolesterol serta kencing manis.
  5. Buah belimbing mengandung vitamin C yang mampu mengobati sariawan dan gusi berdarah. Buah belimbing pun mampu meredakan sakit pada gigi berlubang.
  6. Buah belimbing mengandung pektin, yang membantu menghancurkan kolesterol. Sehingga, buah belimbing bisa menjadi salah satu menu diet.
  7. Serat dalam buah belimbing mampu melancarkan pencernaan.
  8. Buah belimbing bisa mengatasi sakit radang rektum.

Manfaat Daun Belimbing

Daun belimbing memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan, di antaranya yaitu:

  1. Memperbaiki dan atau meningkatkan nafsu makan –> ambil beberapa lembar daun belimbing. Rebus daun dengan 2 gelas air, sampai sisa separuhnya. Minumlah air rebusannya 2 x 1 hari.
  2. Mengatasi atau meredakan darah tinggi –> minumlah air rebusan daun belimbing secara rutin untuk meredakan atau mengatasi darah tinggi.
  3. Mengatasi sakit kepala –> rebusan air daun belimbing juga bisa meredakan sakit kepala.
  4. Sebagai obat cacar air –> dengan meminum rebusan air daun belimbing secara rutin.
  5. Meredakan batuk dan atau sakit tenggorokan
  6. Melancarkan buang air kecil –> ambil beberapa lembar daun belimbing. Rebus daun dengan 2 gelas air, sampai sisa separuhnya. Minumlah air rebusannya, untuk mengatasi masalah pada kandung kemih, seperti diuretik.
  7. Mengatasi sakit kulit –> ambil beberapa lembar daun belimbing, lalu haluskan. Tempelkan pada kulit yang sakit, baik karena virus, bakteri atau jamur.
  8. Mengobati jerawat –> daun belimbing dicuci bersih lalu dihaluskan. Tempelkan pada bagian yang terkena jerawat.

Tak hanya itu, akar tanaman belimbing juga bisa dimanfaatkan sebagai obat sakit kepala, epistaksis, spermatorrhea dan arthralgia. Kemudian bunganya, bisa dimanfaatkan sebagai obat demam, malaria dan sub calorism.

Itulah starfruit dan cara budidaya tanaman belimbing yang dapat dilakukan di dalam pot jika pekarangan Anda tidak terlalu luas. Tetapi jika kebun anda tak terbatas tidak masalah menanamnya secara langsung.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.