ternak unggas petelur dan pedaging

Beternak Unggas Petelur Dan Pedaging

Ternak unggas petelur dan pedaging. Dunia peternakan, erat kaitannya dengan pertanian. Peternakan juga menjadi bisnis yang menjanjikan dan dapat dilakukan oleh berbagai kalangan. Baik dari kalangan menengah ke bawah sampai ke atas.

Salah satu hewan yang sering diternakkan dan menjadi ladang bisnis adalah keluarga unggas. Masih ingatkan Anda, saat di jaman sekolah dahulu, kita diajarkan tentang beberapa kelompok hewan. Mulai dari keluarga ruminansia, amfibi hingga unggas.

Nah di sini dan artikel berikutnya nanti, akan membahas seputar unggas. Dari definisinya hingga bagaimana memilih daging unggas yang baik.

Definisi Unggas

Istilah unggas akan mencangkup hewan ternak seperti ayam, burung (burung puyuh, dara dan burung unta/ostrich), itik, bebek dan kalkun.

Unggas merupakan hewan yang perkembangbiakannya secara bertelur. Berikut adalah pengkelasan biologi pada unggas.

Kingdom         : Animal

Filum               : Chordata

Subfilum         : Vertebrata (Craniata)

Kelas               : Aves

Ordo                : Galliformes (ayam, kalkun)

Anseriformes (seperti bebek)

Famili              : Phasianidae

Subfamili         : Phasianinae

Genus              : Gallus

Spesies            : domesticus

Umumnya, perkembangan unggas setelah menetas ada 3 periode. Di mana pada setiap periodenya, masing-masing jenis unggas mengalaminya di umur yang berbeda-beda yaitu :

  • Pertama, periode starter atau baru menetas. Itik mengalami masa starter dari umur 1 hari – 3 minggu. Berbeda dengan umur pada masa starter burung merpati/dara 1 – 4 minggu, burung puyuh 1 – 3 minggu.
  • Kedua, periode grower atau masa pertumbuhan. Masa grower itik di usia 5 – 22 minggu, burung merpati 4 – 16 minggu, burung puyuh 3 – 6 minggu.
  • Ketiga, periode layer atau masa dewasa. Masa layer itik di usia 22 – 24 minggu, burung merpati 4 – 6 bulan, burung puyuh > 6 minggu.

Ciri-Ciri Unggas

Pada umumnya, unggas memiliki ciri-ciri yaitu:

  • Berkaki dua
  • Bersayap
  • Memiliki paruh
  • Berbulu (mencangkup semua jenis burung)

Unggas adalah hewan yang memiliki organ khasnya yaitu bulu. Hampir seluruh tubuhnya diselimuti bulu. Bulu unggas, secara filogenetik sesungguhnya berasal dari epidermal tubuhnya.

Sedangkan secara embriologi, bulu aves dimulai dari papil dermal yang kemudian menutupi epidermis dan membentuk bulu penutup tubuh (plumae).

Umumnya, bulu tumbuh secara teratur di daerah tertentu (feather tract atau pterylae). Ada 10 titik pterylae yakni kepala, sayap, leher, dada, punggung, perut, bahu, kaki, paha dan ekor.

  • Bertelur
  • Memiliki sifat mengeram
  • Dapat dipelihara dan diternakkan sebagai penghasil pangan (baik diambil dagingnya maupun telurnya)
  • Kandungan asam amino esensial dalam dagingnya lengkap sehingga merupakan sumber protein hewani yang baik
  • Serat dagingnya pendek dan lunak sehingga mudah dicerna manusia
  • Kalori daging unggas lebih kecil/rendah dibandingkan pada sapi/babi

Pakan Unggas

Pakan adalah porsi biaya terbesar dalam suatu usaha agribisnis peternakan unggas. Yaitu mengambil porsi 70%.

Pakan yang dibutuhkan unggas harus mengandung gizi sesuai dengan jenis dan bangsa unggas, umur, berat badan, jenis kelamin dan fase produksi.

Pakan setidaknya harus disukai unggas dalam memakannya atau disebut palatable.

Ada 6 macam gizi yang dibutuhkan unggas agar dapat tumbuh cepat besar, bertelur dan memproduksi anak yang banyak dan sehat, yaitu sebagai berikut:

1. Protein

Ada 22 jenis asam amino dalam daging unggas. Tetapi, dari 22 jenis asam amino yang ada di dalamnya, 12 jenis di antaranya tidak bisa disintesis di dalam tubuh unggas.

Untuk itulah 12 asam amino tersebut harus ada di dalam pakan. Asam amino dalam protein, dibutuhkan unggas untuk pembentukan sel, mengganti sel mati serta membentuk jaringan tubuh seperti daging, kulit, telur, embrio dan bulu.

Baca juga :  Macam-Macam Tanaman Hias Indoor Dan Outdoor Yang Mudah Dirawat

Pada unggas dewasa, protein dibutuhkan untuk produksi telur (unggas betina) dan produksi sperma (unggas jantan).

Jika unggas diberi pakan yang rendah protein, akan mengakibatkan beberapa kekurangan pada unggas, yaitu:

  • Unggas tetap kecil atau tidak bisa bertambah besar dan pertumbuhannya lambat
  • Produksi telur sedikit (bagi unggas betina)
  • Jarang mau kawin
  • Daya tunas dan daya tetas rendah
  • Produksi anak akan rendah (baik secara kuantitas maupun kualitas)

Ada banyak sumber protein yang terkandung dalam beberapa bahan dan sebaiknya diberikan pada unggas.

Contohnya adalah beberapa jenis tepung (seperti tepung udang, ikan, daging dan tulang, daging unggas, darah), bungkil kedelai, kedelai masak, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, daging keong, corn gluten meal, rapesseed meal, canola meal serta dried distilled grains and solubles.

2. Karbohidrat

Sama halnya dengan manusia, unggas juga membutuhkan karbohidrat. Sebanyak 40 – 70% bagian dari pakan adalah porsi karbohidrat.

Ada 2 jenis karbohidrat yaitu yang bisa dan tidak bisa dicerna. Karbohidrat yang bisa dicerna seperti polisakarida (pati), disakarida dan monosakarida. Karbohidrat yang tidak bisa dicerna seperti serat selulosa, hemiselulosa dan lignin.

Unggas yang diternakkan, bisa diberi sumber karbohidrat dari jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, sorgum, dedak, sagu, molases atau pun polar, sebagai pakannya.

3. Lemak

Pada unggas, lemak dibutuhkan sebagai lapisan lemak di antara daging (ada di bawah kulit dan sekitar rongga perut), sumber energi kebutuhan aktivitasnya serta produksi telur.

Jika unggas kekurangan lemak maka berakibat pada pertumbuhan yang bisa terganggu serta penurunan ukuran telur dan reproduksi si pejantan.

Unggas mendapatkan lemak dari sumber pakannya terutama pada beberapa macam minyak (minyak sawit, kelapa, kedelai, jagung, ikan) serta lemak hewan (tetelan yang bisa didapat di rumah potong hewan).

4. Vitamin

Unggas membutuhkan asupan vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh (secara umum), mata, membantu pembekuan darah, kesehatan otot, fertilitas daya tetas telur, membantu proses metabolisme dan pembentukan tulang. Sehingga kesehatan unggas bisa terganggu jika vitamin tidak terpenuhi dalam pakannya.

Sumber vitamin yang dibutuhkan unggas dapat diperoleh dari sebagian besar bahan pakannya, minyak tanaman, lemak hewan, dedaunan (daun lamtoro, gamal, kaliandra) serta campuran vitamin dan mineral (premix) yang ada di toko pakan ternak.

5. Mineral

Mineral untuk unggas, dibutuhkan dalam jumlah sedikit tetapi perannya sangat vital. Yaitu untuk pertumbuhan tulang, pembentukan kerabang telur, keseimbangan dalam sel, membantu pencernaan dan sistem transportasi gizi dalam tubuh, fertilitas serta daya tetas telur.

Jika mineral kurang terpenuhi maka akibatnya unggas bisa tumbuh tidak normal, tidak sehat bahkan tulangnya keropos.

Unggas bisa mendapatkan mineral dari sumbernya seperti berbagai tepung (tepung ikan, daging dan tulang, udang tepung tulang misalnya tulang sapi yang dibakar), kulit keong, kulit kerang, kapur dan dikalsium fosfat.

6. Air

Unggas tidak bisa tumbuh sempurna dan mati jika beberapa hari tidak diberi air minum. Kita bisa memberikan unggas air melalui pakannya. Yaitu pakan basah yang mengandung banyak air atau bisa juga pakan kering dan air minum (secara terpisah).

Bahkan, kebutuhan air unggas sendiri sebanyak 2 – 7 kali berat pakan yang dikonsumsinya. Umumnya, kebutuhan air unggas yaitu 2x dari kebutuhan pakan/ekor/hari.

Unggas yang hidup tanpa air akan lebih menderita dan lebih cepat mati. Jika dibandingkan dengan ayam yang hidup tanpa pakan.

Untuk itu, jika Anda memiliki unggas yang diternakkan maka sebaiknya lengkapi pakannya sesuai kebutuhan gizinya. Agar unggas tumbuh optimal dan produktivitasnya pun maksimal.

Pengkelasan Unggas (Hidup)

Unggas yang ‘masih’ hidup dikelaskan menjadi beberapa kelompok berdasarkan mutunya yaitu kesehatan dan kekuatan, keadaan bulu, penampakan, peletakkan daging, lemak dan cacat.

Baca juga :  Yuk, Mengenal dan Budidaya Tanaman Tebu

Pengelompokkan unggas berdasarkan mutu juga bisa dijadikan tolak ukur dalam kepentingan ekspor maupun penjualan di toko-toko swalayan.

Pengelompokkan unggas hidup dibagi menjadi 3 kelas, yaitu sebagai berikut.

Beternak Unggas

Dalam beternak unggas, para peternak yang sukses sesungguhnya telah membangun 3 pilar utama berupa segitiga ‘peternakan’ sama sisi yang sempurna.

Pilar pertama dan menjadi landasan adalah bibit. Di mana bibit unggas dipilih yang berkualitas, jelas mutunya dan tinggi produktivitasnya. Bibit harus dipelihara baik-baik.

Pilar kedua yang menjadi penopang ‘sisi’ kanan dari landasan adalah manajemen. Meliputi manajemen kandang, tempat pakan dan minum serta hal lain yang berkaitan dengan pengelolaan peternakan unggas. Sehingga, bibit yang sudah berkualitas ditopang dengan manajemen yang baik.

Pilar ketiga dan ikut menopang karena kevitalannya adalah pakan. Tidak sembarang pakan diberikan pada ternak unggas. Unggas juga seperti manusia, yaitu membutuhkan zat gizi untuk tubuhnya dan keberlangsungan pertumbuhannya.

Pakan harus diberikan sesuai takaran, bebas dari benda asing (plastik, kaca, besi), tidak tengik, tidak berjamur dan mencangkup 6 macam gizi yang dibutuhkan unggas (seperti yang sudah diuraikan di artikel sebelumnya tentang “unggas”).

Bibit unggas yang sudah terpilih berkualitas unggul, diternakkan dengan manajemen yang baik dan membuat nyaman para unggas kemudian diiringi pemberian pakan yang bergizi dan bermutu. Maka unggas yang diternakkan mampu optimal dalam pertumbuhan maupun produktivitasnya.

Kualitas Daging Unggas

Baik untuk kepentingan ekspor maupun pasar lokal, daging unggas biasanya dijual dalam beberapa kelas berdasarkan kualitasnya.

Kualitas yang rendah akan dihargai dengan nilai rupiah yang rendah pula. Berikut adalah beberapa kriteria di mana kualitas daging dinilai baik.

  • Bagian daging lebih banyak dari bagian lain
  • Tekstur dagingnya lembut dengan serat daging yang halus
  • Bagian dada nampak montok berisi
  • Bagian paha nampak keras dan penuh berisi
  • Kulitnya halus, tidak brindil-brindil, tidak ada bulu halus
  • Aromanya segar
  • Karkas utuh dan tidak ada bercak darah atau bagian yang memar

Gizi Unggas

Berikut adalah perbandingan nilai gizi pada beberapa unggas per 100 gram daging masak.

Tips Memilih Daging Unggas

Ada beberapa tips untuk memilih daging unggas yang baik (terutama jika membeli di pasar tradisional), yaitu:

  • Warna daging putih kekuningan.
  • Warna lemak putih kekuningan dan rata di bawah kulit.
  • Baunya segar dan tidak berbau asing/tidak normal.
  • Tingkat kekenyalan –> elastis jika ditekan jari dan akan kembali seperti semula.
  • Tidak ada tanda memar atau tanda lain yang mencurigakan.
  • Pisahkan daging dengan makanan lain (yang dibeli). Usahakan tidak dalam satu tas/plastik.

Tips Menyimpan Unggas Segar

Berikut ada upaya penyimpanan daging unggas, yang baik:

Unggas segar biasa –> segera dimasak hanya tahan 4 – 6 jam setelah dipotong

Unggas segar dingin –> tahan 24 jam, jika dimasukkan dalam chiller lemari es

Unggas segar beku –> tahan beberapa hari, jika disimpan dalam kondisi tepat yaitu 24 C dibawah 0.

Sebelum disimpan, bersihkan daging unggas. Tetapi, mencuci daging adalah tindakan salah. Masukkan daging ke dalam plastik yang tertutup rapat.

Mencuci daging dengan air tidak bisa menghilangkan bakteri. Bakteri akan mati dengan temperatur tinggi, sehingga langsung saja masak dagingnya.

Simpan dalam freezer (jika daging disimpan untuk waktu yang lama dan belum digunakan) atau refrigerator (jika masa simpan tidak lama dan daging akan segera dimasak).

Jika ingin membekukan daging unggas mentah, maka JANGAN mencairkannya dengan merendam dalam air dingin. Tetapi, masukkan daging dalam plastik dan merendamnya dalam air dingin (kondisi daging terbungkus), bukan dengan mengguyurnya.

Pengolahan daging: penyimpanan, pembekuan sampai memasaknya harus dilakukan 1 – 2 hari, lebih dari itu maka tidak boleh diolah/dikonsumsi.

Baca juga :  Tips! Mengolah Sayuran

Potongan Unggas

Berikut adalah macam-macam potongan-potongan karkas baik ayam atau unggas.

a. Chicken Leg

Potongan ayam yang dipotong 4 bagian. Potongan ini biasa diterapkan untuk olahan casseroles dan teknik di-tim.

b. Drum Stick

Potongan yang umumnya diterapkan untuk masakan fast food atau dibakar.

c. Chicken Breast

Yaitu potongan ayam dibagi 4 bagian yang merupakan gabungan dari dada dan sayap. Potongan ini biasa diterapkan pada olahan casseroles, stewing dan roasting.

d. Thigh

Potongan ini biasa diterapkan pada olahan yang menggunakan cairan lebih banyak seperti stuffing dan braising.

e. Meat attached

f. Supreme

Bagian-Bagian Daging Unggas

Ternyata, ada beberapa bagian utama dari daging unggas dan sebaiknya kita tahu. Hal ini juga menjadi penting ketika para koki atau tukang masak akan memotong daging unggas menjadi beberapa bagian tertentu.

1. Otot

Otot ialah bagian dari unggas yang digunakan untuk menggerakan tubuh, menutupi tulang dan membentuk tubuh.

Otot adalah komponen karkas unggas yang termahal. Bagian terbesar otot ada di dada. Maka dari itu, untuk ayam boiler, besar-kecilnya dada menjadi ukuran pembanding kualitas daging.

2. Lemak

Lemak pada unggas, ada 3 jenis yaitu lemak bawah kulit, lemak perut bagian bawah dan lemak dalam otot.

Lemak bawah kulit (subcutan) kandungannya akan dipengaruhi oleh umur si unggas. Di mana lemak subcutan meningkat dari 13,25% (saat umur 3 minggu) menjadi 33,87% (saat umur 9 minggu).

3. Tulang

Sistem tulang unggas tidak sama dengan mamalia. Tulang unggas bersifat ringan, kuat dan kompak karena garam kalsium yang sangat padat terkandung di dalamnya.

4. Kulit

Sama halnya dengan mamalia, kulit pada unggas fungsi utamanya adalah melindungi permukaan tubuh. Kulit unggas relatif lebih tipis daripada kulit mamalia.

Kulit ayam bersifat sangat sensitif saat bulu rontok karena jaringan syaraf, otot dan pembuluh darah yang mengalir di dalam kulit berhubungan dengan akar bulu.

Memasak Unggas

Ada berbagai cara untuk memasak unggas. Tetapi biasanya, unggas akan direbus (diungkep : bahasa Jawa) agar dagingnya lebih empuk atau tidak alot.

Di dalam dunia unggas, ada beberapa cara memasak unggas yang biasa dilakukan baik skala rumah tangga maupun rumah makan.

  • Boiling (perebusan)

Yaitu memasak daging unggas pada air mendidih dengan volume air yang lebih banyak dari pada jumlah daging/bahan yang dimasak.

  • Simmering (perebusan dengan api kecil)

Yaitu memasak daging dengan merebus dalam air dengan air yang volumenya lebih banyak dari bahan, dilakukan dalam waktu yang cukup lama dan api kompor kecil. Hal ini dilakukan agar tekstur daging/bahan pangan tidak hancur.

  • Stewing

Yaitu merebus daging dengan air yang volumenya hampir atau sama dengan jumlah bahan/dagingnya. Biasanya juga diberi tambahan kaldu atau bumbu-bumbu. Contoh masakannya: hainan chicken rice dan chicken ala king.

  • Braising

Yaitu merebus daging dengan air yang volumenya lebih sedikit dari jumlah bahan/daging, sehingga hanya menutupi setengah daging yang dimasak. Cara ini dilakukan dengan braising pan. Contohnya chicken chasseur, chicken fricassie.

  • Roasting

Yaitu memasak daging unggas dengan panas tinggi dari semua arah, contohnya menggunakan oven. Saat dioven, sesekali daging disiram dengan minyak guna menjaga kelembaban suhu pemanasan. Contohnya chicken with gravy, roast turkey dan duckling al olrange.

  • Grilling

Yaitu memasak daging unggas dengan panas radiasi tinggi dan langsung, menggunakan alat memasak grill yang dilengkapi jeruji kawat. Contohnya seperti grill chicken dan chicken steak.

  • Saute

Yaitu memasak daging dengan menumis dan minyaknya sedikit saja. Contohnya fried chicken dan breaded chicken.

  • Deep frying

Yaitu memasak daging unggas dalam minyak panas yang jumlahnya banyak sehingga daging/bahan pangan akan terendam minyak. Contohnya fried chicken.

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.