cara budidaya belimbing wuluh

Cara Budidaya Belimbing Wuluh

cara budidaya belimbing wuluh. Di artikel sebelumnya, sudah pernah dibahas tentang belimbing, yang disajikan dalam 6 artikel “Mengenal dan Budidaya Tanaman Belimbing”.

Dari artikel tersebut pun sudah disinggung sedikit apa saja jenis belimbing. Di mana secara garis besar, belimbing ada 2 macam yaitu belimbing manis dan belimbing wuluh.

Belimbing wuluh sendiri memiliki rasa yang jauh berbanding terbalik dengan belimbing manis.

Nah, di artikel ini dan artikel selanjutnya akan dibahas tentang buah belimbing, yang rasanya tidak manis dan bentuknya pun tidak seperti bintang.

Sejarah Belimbing Wuluh

Berikut adalah sedikit track record dari belimbing wuluh, yaitu belimbing wuluh berasal dari Indonesia dan daratan Malaya.

Belimbing wuluh asalnya diperkirakan dari Maluku. Tetapi, kini belimbing wuluh sudah menyebar ke negara-negara lain, seperti di Malaysia, Sri Lanka, Filipina dan Myanmar.

Belimbing Wuluh

Belimbing wuluh memiliki banyak nama lain berdasarkan daerahnya, di antaranya ialah blimbing buloh, beliembieng, limbi, libi, malibi, limeng, selemeng dan tukurela. Di negeri lain, belimbing wuluh biasa dikenal dengan nama bilimbi, cucumber tree serta kamias.

Ciri-ciri Belimbing Wuluh

Adapun ciri ciri dari belimbing wuluh yang berbeda dari belimbing manis.

Pertama rasanya yang sangat masam.

Kedua, bentuknya yang lonjong dan bewarna hijau, menyerupai mentimun.

Nah, berikut ini adalah ciri-ciri belimbing wuluh:

  1. Belimbing wuluh termasuk tumbuhan yang berpembuluh, memiliki biji dan berkeping dua (dikotil).
  2. Tanaman belimbing wuluh berbentuk pohon, tingginya 5 – 10 meter.
  3. Perakarannya tunggang dengan warna coklat kehitaman dan kedalamannya hanya 1,5 – 2 meter.
  4. Batangnya tegak, memiliki percabangan, permukaannya kasar, warnanya hijau kotor dan ada banyak tonjolannya. Batangnya berukuran sedang atau tidak begitu besar serta terdapat garis tengah sekitar 30 cm.
  5. Bunganya majemuk, bentuknya malai, kelopaknya berukuran sekitar 6 mm, warnanya merah dan tumbuhnya di tonjolan batang/cabang. Bunganya juga mirip dengan bunga mentimun, yaitu memiliki bentuk silinder dan panjangnya 5 – 7,5 cm.
  6. Daunnya majemuk, menyirip ganjil, berwarna ungu dan bentuknya lanset. Memiliki anak daun yang berjumlah 21 – 45 pasang, bertangkai pendek, bentuknya bulat telur sampai lonjong, ujungnya runcing, pangkalnya bundar, bagian tepinya rata, panjangnya 2 – 10 cm dan lebarnya 1 – 3 cm.
  7. Bijinya berwarna hijau saat muda dan kuning kehijauan saat tua, tertutup oleh lendir serta bentuknya pipih tetapi lanset atau segitiga.
  8. Buahnya berbentuk elips, berukuran 4 – 10 cm, warnanya hijau saat muda dan kuning pucat saat masak, dagingnya berair, rasanya sangat asam serta kulitnya yang mengkilap tetapi tipis.
  9. Bunga dan buahnya menempel pada batang.
Baca juga :  Hitung-hitung Untung, Usaha Akuaponik

Taksonomi Belimbing Wuluh

Berikut posisi belimbing wuluh dalam ilmu taksonomi :

Kingdom         : Plantae

Sub kingdom   : Tracheobionta

Super divisi     : Spermatophyta

Divisi               : Magnoliophyta

Kelas               : Magnoliopsida / Dicotyledoneae

Sub kelas         : Rosidae

Ordo                : Geraniales

Famili              : Oxalidaceae

Genus              : Avverhoa

Spesies            : Avverhoa bilimbi L.

Kandungan Gizi Belimbing Wuluh

Sama halnya dengan produk hortikultura lainnya, di balik keasaman belimbing wuluh, ternyata menyimpan zat gizi yang baik bagi kesehatan tubuh. Di antaranya adalah :

  • Belimbing wuluh mengandung beberapa senyawa seperti saponin, tanin, flavonoid, glukosida, asam sitrat, asam formiat, beberapa mineral, kalsium oksalat hingga kalium.
  • Belimbing wuluh segar, mengandung 25 mg vitamin C.

Secara lengkapnya, berikut adalah kandungan gizi dalam 100 gram daging buah belimbing wuluh.

Manfaat Belimbing Wuluh

Di balik kandungan gizinya, belimbing wuluh mampu memberikan manfaat dari rasa asamnya tersebut. Belimbing wuluh mengandung zat gizi yang sebenarnya baik bagi kesehatan tubuh, meskipun rasanya masam. Di antaranya sebagai berikut :

a. Belimbing wuluh menjadi obat untuk penderita hipertensi dan menurunkan kolesterol dalam darah.

b. Belimbing wuluh mengandung anti mikroba, yang mampu menghambat pertumbuhan mikroba.

c. Belimbing wuluh menjadi obat herbal tradisional, yang bisa mengobati batuk, gusi berdarah, sakit gigi, gondongan, sariawan, jerawat, panu, bisul, diabetes, rematik serta diare.

d. Untuk obat batuk, Anda bisa mengambil segenggam bunga belimbing wuluh, ditambah beberapa butir adas, gula secukupnya, lalu dicampurkan dengan segelas air. Biarkan selama setengah jam. Ramuan tersebut untuk konsumsi 1 hari, yaitu pagi dan malam, sebelum makan.

e. Untuk sariawan, ambillah segenggam bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan segelas air. Rebuslah sampai kental. Anda bisa menggunakannya untuk membersihkan mulut atau berkumur dan dioleskan pada luka sariawan.

Baca juga :  Cara Budidaya Kopi Luwak

f. Daun belimbing wuluh berkhasiat mengobati sakit perut, rematik, batuk hingga perotitis.

g. Daun belimbing wuluh juga mampu mengurangi rasa nyeri, anti radang, astrigen, membunuh kuman dan menurunkan kadar gula darah.

h. Daun belimbing wuluh bisa melancarkan pengeluaran empedu.

i. Daun belimbing wuluh biasa dimanfaatkan orang Aceh sebagai bumbu penyedap rasa alami atau yang biasa dikenal dengan asam sunti. Air belimbing wuluh sebagai hasil samping pembuatan asam sunti, juga bisa dimanfaatkan, yaitu sebagai pengawet ikan dan daging.

j. Asam sunti adalah bumbu dapur dari belimbing wuluh, yang sebenarnya masih semi-basah, jadi bukanlah bumbu kering. Akan tetapi, asam sunti mampu bertahan selama kurang lebih 3 bulan. Cara pembuatannya yaitu:

  • Belimbing wuluh yang sudah dipanen, dibersihkan dan dicuci dahulu.
  • Belimbing wuluh dijemur sampai nampak kering.
  • Taburkan garam pada belimbing wuluh, lalu simpan di tempat yang teduh.
  • Jemur lagi belimbing wuluhnya.
  • Lakukan penjemuran secara berulang sampai belimbing wuluh benar-benar kering dan kadar airnya turun.
  • Asam sunti yang dihasilkan akan berupa pipih, tekstur kenyal, warnanya coklat, rasanya asam bercampur asin serta ukurannya lebih kecil dari belimbing wuluh segar, karena kandungan airnya telah berkurang.

k. Belimbing wuluh biasanya tidak dimakan langsung seperti belimbing manis. Belimbing wuluh biasa dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, bahan pengawet alami untuk makanan sampai dengan obat batuk herbal. Belimbing wuluh biasanya ditambahkan pada beberapa makanan seperti acar dan kari. Belimbing wuluh juga bisa dijadikan sirup.

l. Air daun belimbing wuluh juga bisa mengobati penyakit stroke.

m. Saponin dalam belimbing wuluh, menimbulkan efek anti tusif dan ekspetoran, yang keduanya mampu menyembuhkan batuk. Saponin juga memiliki sifat anti inflamantor, yang pernah diujikan pada tikus telah mampu menyembuhkan edema.

Baca juga :  Manfaat Minyak Cengkeh Untuk Kesehatan, Juga Pria

Syarat Tumbuh dalam Budidaya Belimbing Wuluh

Jika Anda tertarik untuk membudidayakan belimbing yang asam ini, maka ada beberapa hal terkait syarat tumbuh yang perlu diketahui, yaitu sebagai berikut :

  • Belimbing wuluh mudah ditanam dan tidak memerlukan perawatan khusus.
  • Belimbing wuluh berbunga dan berbuah sepanjang tahun.
  • Belimbing wuluh bisa menghasilkan 100 – 300 buah/pohon.
  • Buah belimbing wuluh yang sudah matang pohon, harus segera dipetik. Karena, buah akan mudah gugur dan membusuk.

Kemudian, hal lain yang juga perlu Anda ketahui adalah syarat tumbuh tanaman belimbing wuluh. Adapun syarat tumbuh tanaman belimbing wuluh yakni sebagai berikut:

  1. Tanaman belimbing wuluh mudah dibudidayakan dengan cara cangkok atau penyemaian biji.
  2. Tanaman belimbing wuluh dari penyemaian biji, di usia 3 – 4 tahun sudah bisa berbuah, dengan produksi 1500 buah/tahun.
  3. Tanaman belimbing wuluh bisa tumbuh di tempat yang banyak mendapat sinar matahari, tetapi cukup lembab lingkungannya.
  4. Tanaman belimbing tumbuh pada tempat 5 – 500 m dpl.

Karena belimbing wuluh masih masuk dalam keluarga Avverhoa atau belimbing-belimbingan, maka syarat tumbuhnya pun masih sedikit-banyak sama dengan belimbing manis, yaitu sebagai berikut:

  1. Tempat tanam terbuka, tetapi juga perlu sedikit naungan.
  2. Membutuhkan sinar matahari dengan intensitas penyinaran 45 – 50%.
  3. Membutuhkan 6 – 12 bulan basah dan 0 – 6 bulan kering. Sebaiknya, tanaman belimbing ditanam pada daerah dengan 7,5 bulan basah dan 4,5 bulan kering.
  4. Curah hujan sedang yaitu 1500 – 2500 mm/tahun. Jika curah hujan tinggi, maka bunga dan buah bisa gugur.
  5. Angin tidak terlalu kencang. Sama seperti curah hujan, jika angin terlalu kencang maka bisa menggugurkan bunga dan buah.
  6. Membutuhkan tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik serta memiliki aeasi dan drainase yang baik.
  7. Tanah yang baik untuk tanaman belimbing, adalah tanah lempung dan memiliki pH 5,5 – 7,5.

Itulah belimbing wuluh dengan berbagai manfaat dari kandungannya dan cara budidayanya.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.