manfaat kulit buah

Manfaat Kulit Buah Buahan Untuk Kesehatan

Manfaat kulit buah buahan untuk kesehatan. Buah-buahan dan sayuran adalah asupan gizi dalam sistem 4 Sehat 5 Sempurna, yang harus dipenuhi dalam sajian makanan kita. Banyak dari kita yang mengupas kulit buah-buahan atau sayuran sebelum mengonsumsinya. Terutama jika kita mengonsumsinya dalam bentuk jus.

Di sisi lain, sudah banyak yang kita dengar dan atau baca tentang nutrisi yang sebenarnya terkandung dalam kulit buah atau sayuran. Bahkan kulitnya pun bisa bermanfaat bagi tubuh.

Contoh saja kulit buah manggis, yang menurut hasil penelitian bisa membantu menyembuhkan penyakit kanker.

Lalu sebenarnya, bagaimana mengonsumsi buah atau sayuran buah yang baik? Haruskah dikupas atau tidak perlu dikupas?

Buah yang harus dikupas sebelum dikonsumsi

Ada beberapa buah yang memang harus dikupas kulitnya, sebelum Anda mengonsumsinya. Kulit buah-buahan ini, tidak mengandung gizi yang jelas bermanfaat bagi tubuh.

Apalagi, akan menjadi sebuah ketidakmungkinan jika Anda memakan kulit buah-buahan yang bentuknya saja tidak pantas dimakan. Sebut saja buah durian, nangka, nanas, rambutan, salak, semangka, melon, duku, kelengkeng.

Buah dan sayuran yang bisa langsung dikonsumsi tanpa dikupas kulitnya

Di sisi lain, sebagian besar buah-buahan dan sayuran bisa dinikmati bersama kulitnya. Ada beberapa gizi yang terkandung di dalam kulit buah dan sayuran ini.

Selain itu pula, kulitnya bisa menjadi obat herbal penyakit tertentu. Mengupas kulit buah dan mengabaikannya, justru bisa membuat tubuh kehilangan nutrisi.

Manfaat Kulit Buah Buahan

Ada beberapa buah yang justru kulitnya bermanfaat karena mengandung zat gizi yang lebih banyak dibanding daging buahnya.

Berikut adalah buah buah itu :

1. Wortel

Di bawah kulit wortel terkandung zat antioksidan, terutama beta karoten yang juga menyebabkan warna orange pada wortel. Di bawah kulit wortel terdapat polyacetylenes, yang merupakan zat anti jamur, anti bakteri dan anti peradangan.

Baca juga :  11 Produk Olahan Susu Sapi Murni

Selain itu, wortel putih atau yang disebut juga wortel parsnip, juga mengandung antioksidan di bawah kulitnya. Maka, Anda bisa memakan wortel bersama kulitnya, atau tetap mengupas kulitnya tetapi tipis-tipis kupasannya.

2. Kentang

Kulit kentang mengandung mineral seperti zat besi dan asam folat, serat dan vitamin B. Selain itu, kentang ungu pada kulitnya terkandung antioksidan dalam jumlah yang cukup banyak.

3. Timun

Kulit timun mengandung kalsium, magnesium, pottasium, fosfor, serta vitamin A dan K. Jika buah timunnya mengandung banyak air, maka kulitnya justru mengandung banyak serat. Tentunya, serat baik untuk sistem pencernaan. Tak hanya itu, kulit timun juga mengandung silika. Konsumsi 1 buah timun bersama kulitnya, berarti, berarti sudah terpenuhi kebutuhan silika setidaknya 5 mg. Silika baik untuk kesehatan kulit serta kuku.

4. Terong

Di dalam kulit terong terkandung phytonutrient yaitu nasunin sekitar 300 mg, yang merupakan antioksidan dengan kemampuannya mengatasi kerusakan kulit karena penuaan atau penyakit tertentu.

Tak hanya kandungan utamanya itu, kulit terong juga mengandung magnesium, serat dan pottasium.

5. Ubi

Kulit ubi jalar mengandung beta karoten, kalium dan vitamin C.

6. Apel

Buah apel memang disarankan untuk dikonsumsi bersama kulitnya. Karena, kulit buah apel mengandung serat (pektin), vitamin C, triterpenoid dan quercitin.

Menurut penelitian, kulit buah apel mengandung setidaknya 142% vitamin C, 332% vitamin K, 20% kalsium dan 19% kalium, yang kesemuanya lebih banyak dibandingkan pada daging buahnya.

Pektin adalah serat utama yang banyak terkandung dalam kulit buah apel. Pektin mampu menurunkan kadar LDL dan gula darah serta membuat perut lebih kenyang karena lambat dicernanya.

7. Anggur

Pada kulit anggur merah, terkandung resveratrol. Yaitu, zat fitokimia yang berguna untuk otak dan jantung.

8. Keluarga/bangsa Beri-beri

Keluarga beri-berian seperti strowberi, blackberry, raspberi dan lainnya, mengandung senyawa pektin, yang merupakan serat larut yang bisa menurunkan kolesterol dan mengontrol gula darah.

9. Pir

Sama halnya dengan buah apel, buah pir sebaiknya dimakan bersama kulitnya. Kulit buah pir mengandung banyak serat, mineral (khususnya tembaga) serta vitamin C dan K.

Baca juga :  Cara Budidaya Kopi Luwak

10. Tomat

Selama ini, hampir semua orang yang memakan tomat, kulitnya tetap disertakan. Jika ingin tahu, kulit tomat mengandung banyak karotenoid, pottasium serta vitamin A, C dan E.

11. Jeruk

Mungkin terasa aneh jika kita memakan buah jeruk bersama kulitnya. Meskipun kulit jeruk itu mengandung zat Polymethoxylated Flavones (PMF), yang mampu menurunkan kolesterol.

Tetapi, Anda bisa mendapatkan nutrisi dari kulit jeruk dengan menyeduhnya bersama teh atau air hangat.

12. Mangga

Kulit mangga mengandung senyawa polifenol, karotenoid, asam lemak tak jenuh, omega-3 dan omega-6. Nutrisi ini bisa Anda dapatkan dengan memakan langsung kulit mangga (yang sudah dibersihkan), dibuat jus atau dimasak dengan daging buahnya.

13. Manggis

Buah manggis yang dimakan langsung dengan kulitnya, akan terasa pahit. Kulit buah manggis mengandung senyawa antioksidan, yang sudah banyak terbukti mampu mengobati kanker.

Nah, untuk mendapatkan nutrisinya, kita bisa menikmati kulit buah manggis dengan dibuat jus. Selain itu, bisa juga mengerok kulit manggis dan membuang kulit terluar yang berwarna ungu kehitaman.

Kulit manggis yang sudah dikerok lalu direbus bersama air, bisa juga ditambahkan dengan madu atau pun gula kelapa/aren.

14. Sawo

Ternyata, kulit buah sawo ini baik untuk menjaga kesehatan saluran mukus dan saluran pencernaan kita. Hal itu dikarenakan di dalam kulit buah sawo terkandung beberapa nutrisi, seperti zat besi, asam folat, pottasium dan asam pantotenik.

15. Kiwi

Kulit kiwi mengandung vitamin C dan E serta pottasium dan serotonin.

16. Plum

Pernah mengonsumsi buah plum? Plum memiliki kulit yang beragam, dari mulai ungu, biru kehitaman atau pun merah. Kulit plum mengandung lebih banyak serat daripada bagian buahnya.

Selain itu, kulit plum mengandung phytonutrient, yang mampu membantu menyerap zat besi yang masuk ke dalam tubuh.

Meskipun sudah banyak wacana yang mengingatkan untuk memakan buah-buahan beserta kulitnya yang mengandung zat gizi, tetapi masih banyak dari kita yang ragu. Apalagi pada masa modern seperti saat ini.

Salah satu alasan di balik keraguan memakan kulit buah tersebut, adalah pestisida. Yaitu zat pestisida pabrikan yang mungkin masih tertinggal atau menempel pada kulit buah.

Baca juga :  Deskripsi Tentang Buah Mangga : 5 Hal Yang Perlu Anda Ketahui

Tips Membersihkan Buah

Maka, berikut ada beberapa tips dalam membersihkan buah, sehingga kita bisa mendapat gizi dari kulitnya.

  • Cuci tangan sebelum mencuci buah dan sayuran. Tetapi, setelah mencuci buah dan sayuran pun, kita tetap harus mencuci tangan.
  • Jika buah atau sayuran yang dibeli/dipanen ada yang busuk, rusak atau cacat fisik lainnya, maka potong dan buang bagian tersebut. Pastikan tidak ada ulat atau sejenisnya yang mungkin ada pada bagian buah dan sayuran yang cacat.
  • Bersihkan dengan air mengalir. Karena, 41% pestisida bisa hilang, apabila buah dicuci bersih pada aliran air.
  • Bersihkan tanah atau kotoran yang mungkin menempel, perlahan-lahan dengan sikat yang berbulu halus atau cukup menggunakan jari tangan. Untuk buah-buahan yang kulitnya tipis seperti tomat dan beri-berian, sebaiknya cukup digosok dengan jari tangan secara perlahan.
  • Jika memang diperlukan, Anda bisa mencuci buah dan sayuran dengan sabun khusus. Di pasaran, ada sabun cuci yang juga bisa untuk mencuci buah dan sayuran.
  • Bilas buah dan sayuran yang sudah digosok/dibersihkan tadi.

Tetapi, jika memang Anda takut akan bahaya pestisida, maka buah-buahan tetap bisa dimakan tanpa kulitnya. Tetapinya lagi, buah yang sudah dikupas kulitnya, harus segera dimakan daging buahnya.

Karena, beberapa gizi pada daging buah terutama vitamin C, akan mudah rusak dan atau hilang oleh oksidasi, apabila daging terpisah lama dari kulitnya.

Jika sudah kehilangan nutrisi, maka manfaat buah yang kita konsumsi tidak akan maksimal didapatkan.

Bagaimana banyak kan manfaat kulit buah untuk kesehatan ? Apakah Anda mau mencoba rutin mengonsumsi buah-buahan beserta kulitnya? Atau tetap menanggalkan kulit buahnya?

Sebenarnya, jika buah-buahan atau sayuran yang Anda konsumsi adalah hasil ladang sendiri, artinya dipanen dari kebun sendiri, maka Anda tak perlu ragu untuk memakan buah dan sayur beserta kulitnya.

Dengan catatan, jika Anda berkebun organik, atau tanpa menggunakan bahan kimia (pabrikan) baik sebagai pupuk, pestisida/insektisida atau pun hormon pertumbuhan.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.