Kopi Robusta Indonesia

Indonesia masuk dalam jajaran 5 besar negara importir sekaligus eksportir kopi se-ASEAN. Perkebunan kopi tersebar banyak di Indonesia, terutama di Aceh, Sumatera sampai dengan Jawa dan Bali. Selain kopi arabika, jenis kopi yang tak kalah banyak dibudidayakan di Indonesia adalah kopi robusta.

Sebelumnya, sudah ada artikel yang membahas tentang kopi dan kopi arabika secara tersendiri. Di artikel berikut, jenis robusta yang akan diulas.

Kopi Robusta

Merupakan jenis kopi yang bisa tumbuh di ketinggian 1700 m dpl dan atau di bawah ketinggian tanaman kopi arabika. Kopi robusta berasal dari Afrika, yaitu dari pantai barat sampai ke Uganda. Tahun 1898 di Kongo, adalah masa awal kopi robusta ditemukan, tepatnya oleh Emil Laurent. Tetapi, ada sumber lain yang menyebutkan bahwa kopi robusta pertama ditemukan oleh Richard dan John Speake tahun 1862 silam. Nama “robusta” sebenarnya hanya nama dagangnya. Sedangkan nama botaninya adalah canephora. Diperkirakan kopi robusta masuk ke Indonesia sekitar tahun 1900.

Kopi robusta mungkin tidak seenak kopi arabika. Tetapi, tanaman kopi robusta mampu menghasilkan biji kopi yang lebih banyak, beradaptasi lebih baik dengan lingkungan dan lebih tahan terhadap karat daun.

Ciri-ciri Kopi Robusta

Ciri-ciri kopi robusta yakni sebagai berikut:

  • Memiliki batang yang berkayu, keras, tegak dan warnanya putih keabu-abuan.
  • Tinggi tanaman bisa sampai 5 meter.
  • Ruas cabangnya pendek.
  • Bijinya agak bulat.
  • Lengkungan bijinya lebih tebal, jika dibandingkan jenis arabika.
  • Belahan tengah dari atas ke bawah nampak hampir rata.
  • Jumlah kromosomnya ada 22.
  • Lebih tahan terhadap serangan HPT.
  • Penyerbukan pada tanaman kopi robusta adalah penyerbukan silang (serbuk sari yang jatuh di kepala putik tanaman robusta adalah berasal dari bunga tumbuhan lain, tetapi masih sejenis). Hal ini karena posisi tangkai putik tanaman robusta tumbuh menjulang lebih tinggi daripada posisi benang sarinya.
  • Buah akan masak setelah 7 – 9 bulan setelah tanaman mulai berbunga.
  • Buah kopi robusta bentuknya bulat telur, termasuk tipe batu, diameternya 15 – 18 mm, berwarna hijau saat muda, menjadi merah saat sudah matang lalu menjadi hitam jika kering. Buah kopi robusta akan muncul dari cabang plagiothrop.
  • Harga kopinya relatif lebih murah.
  • Jumlah produksinya lebih tinggi, daripada kopi arabika dan liberika.
  • Tekstur kopi lebih kasar dibandingkan jenis arabika.
  • Biasa digunakan sebagai kopi instan.
  • Kandungan kafein lebih tinggi.
  • Memiliki rasa yang lebih netral, tetapi aromanya lebih kuat. Kopi robusta terasa lebih pahit tetapi ada asamnya sedikit.
  • Jika diseduh, akan terasa seperti cokelat dengan aroma yang khas.
  • Bubuk kopinya memiliki tekstur yang lebih kasar daripada arabika.
Baca juga :  Cara Menanam Bayam Cabut : 5 Tahap Yang Harus Di Lalui

Fakta Kopi Robusta

Ada beberapa fakta seputar kopi robusta yang perlu diketahui, di antaranya sebagai berikut:

  1. Kopi robusta banyak diproduksi di perkebunan Asia Pasifik dan Afrika.
  2. Di Indonesia, kopi robusta paling banyak diminati untuk dibudidayakan, tepatnya sejak tahun 1911. Hal itu karena tanaman robusta lebih tahan terhadap serangan hama penyakit, khususnya karat daun, yang saat itu mematikan sebagian besar tanaman arabika.
  3. Tanaman kopi robusta, diperkirakan ada 42% di dunia dan 75%-nya lagi ada di Indonesia.
  4. Sekitar 933 Ha dari total 1,24 juta Ha perkebunan kopi Indonesia adalah kebun kopi robusta. Kopi robusta Indonesia, banyak dibudidayakan di Bengkulu dan Lampung (Sumatera) serta Sulawesi Selatan.
  5. Kadar kafein robusta sekitar 1,7 – 4%.
  6. Tidak seharum dan sesedap kopi arabika. Hal ini yang membuat mutu dan harga kopi robusta di bawah kopi arabika.

Syarat Tumbuh Tanaman Kopi Robusta

Berikut adalah syarat tumbuh tanaman kopi robusta, yang sebaiknya dipenuhi untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksinya.

  1. Ketinggian 100 – 600 m dpl.
  2. Curah hujan 1250 – 2500 mm/tahun, dengan bulan kering 3 – 4 bulan.
  3. Suhu rata-rata 21 – 24 Suhu optimalnya 24 – 30 C.
  4. Kemiringan tanah < 30% dan kedalaman efektifnya > 100 cm.
  5. Berdasar klasifikasi iklim Koppen, tanaman robusta ditanam pada zona Af atau Am.
  6. Ditanam pada tanah berlempung, dengan struktur lapisan atas remah.
  7. Jarak tanam yang dianjurkan 2,5 x 2,5 meter atau bisa juga 3 x 2 meter.
  8. Sifat kimia tanah yang dianjurkan, yaitu pada lapisan 0 – 30 cm:
  • Bahan organik > 3,5%, kadar C/karbon > 2%.
  • Nisbah C/N 10 – 12.
  • Kapasitas tukar kation > 15 me/100 g tanah.
  • Kejenuhan bassa > 35%.
  • pH 5,5 – 6,5.
  • Unsur N, P, K, Ca, Mg: cukup sampai tinggi
Baca juga :  Komoditas Hortikultura Buah Buahan : 11 Hal Yang harus Anda Ketahui

Varietas Kopi Robusta

Ada banyak varietas kopi robusta yang dibudidayakan di dunia. Berikut adalah varietas-varietas unggul, yang banyak diminati masyarakat.

Kopi Robusta di Indonesia

Sebagai gambaran, berikut kondisi perkopian robusta di Indonesia, dari produktivitasnya hingga harga jualnya.

Robusta sebagai Produk Pangan

Seperti bahan pangan lainnya, robusta juga memiliki standar mutu, berdasarkan nilai cacat sesuai standar nasional Indonesia.

Ada juga syarat mutu robusta berdasarkan olah kering maupun olah basah.

Kemudian, selain kafein, biji kopi juga mengandung zat lain seperti karbohidrat.  Nah, berikut adalah kelompok komponen karbohidrat dalam biji kopi robusta

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.