cara beternak kelinci pedaging dan hias

Kenapa Beternak Kelinci

Cara beternak kelinci pedaging dan hias. Jika Anda sudah pernah membaca artikel peternakan sebelumnya tentang “Bisnis ternak yang mudah dan murah” maka ada salah satu hewan yang disebut dengan kelinci.

Kelinci menjadi salah satu hewan yang direkomendasikan untuk diternakkan. Apalagi sekarang ini sudah banyak makanan olahan dari daging kelinci seperti sate kelinci.

Nah, di artikel ini dan beberapa artikel berikutnya, pembahasan akan diuraikan mengenai kelinci dan cara beternaknya. Berikut dibawah ini adalah ulasan lengkapnya.

Hewan Kelinci

Kelinci adalah hewan mamalia yang perkembangbiakannya cepat. Dia biasanya membuat lubang/rongga di bawah tanah ketika akan melahirkan anak. Kelinci diternakkan untuk berbagai tujuan. Jika di pasar tradisional kita melihat penjual kelinci dengan harga yang relatif terjangkau, karena untuk diternak atau hanya diambil dagingnya.

Tetapi jika melihat penjual di pet shop, kelinci di sana dijual dengan harga yang fantastis. Karena di pet shop kelinci yang dijual memiliki warna bulu yang menarik, indah apalagi dengan wajah yang menggemaskan.

Urutan Taksonomi Hewan Kelinci

Berikut dibawah ini adalah urutan taksonomi hewan kelinci :

Kingdom  : Animalia

Filum        : Chordata

Subfilum   : Vertebrata

Kelas        : Mamalia

Ordo         : Lagomorpha

Famili       : Leporidae

Subfamili  : Leporine

Genus       : Lepus, Orictolagus

Spesies      : Lepus spp., Orictolagus spp., Cuniculus

Fakta Tentang Kelinci

Ada beberapa fakta tentang kelinci yang perlu diketahui dan atau diingat, yaitu:

  • Kelinci adalah alternatif makanan untuk memenuhi protein hewani.
  • Kelinci adalah penghasil daging yang kualitasnya baik dengan kadar protein tinggi serta kadar lemak, kolesterol dan energi yang rendah.
  • Kelinci mampu tumbuh cepat dan mencapai berat 2 kg atau lebih di umur 8 minggu. Apabila efisiensi penggunaan pakan yang baik untuk ransum dengan jumlah pakan hijauan yang tinggi.
  • Kelinci mampu hidup pada cuaca dan iklim apapun.
  • Penyakit kelinci relatif lebih sedikit dan mudah diobati daripada penyakit ternak lainnya.
  • Beternak kelinci adalah jawaban bagi masyarakat ke bawah yang tidak memiliki lahan luas dan tidak mampu memelihara hewan ternak besar. Karena kelinci memerlukan modal yang kecil, jenis pakan yang mudah dan murah, potensi reproduksi tinggi, kemampuan yang baik dalam mengonsumsi pakan hijauan dan limbah pertanian, serta perkembangbiakan yang cepat.
  • Kelinci diternakkan untuk beberapa tujuan yaitu diambil dagingnya, sebagai hewan hias serta gabungan keduanya yaitu fungsi hias-daging.
  • Pada dunia medis atau kedokteran, kelinci adalah hewan yang menjadi alat percobaan atau riset.
  • Ternak kelinci di Indonesia masih rendah. Tidak sebanyak ternak sapi, kambing atau pun ayam.
  • Kelinci yang diternakkan sebagai kesayangan/hobi pada umumnya memiliki harga pasaran yang lebih tinggi dibandingkan kelinci pedaging.
  • Kelinci diternakkan untuk diambil dagingnya (dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi nugget, bakso dan sebagainya), bulunya sebagai bahan industri kerajinan kulit (tas, mantel, hiasan dan lainnya) hingga kotoran sebagai kompos.

Jenis Kelinci

Seperti yang sudah disebutkan bahwa kelinci diternakkan untuk 3 tujuan, sehingga kelinci dibedakan jenisnya sesuai dengan tujuannya, yaitu sebagai berikut:

  • Kelinci Pedaging –> contohnya kelinci Carolina, Simonoire, Giant Chinchila, New Zealand.
  • Kelinci Hias –> contohnya kelinci aneka Rex dan Satin.
  • Kelinci Hias dan Daging –> contohnya kelinci New Zealand White, Flemish Giant, California dan Angora.

Selain itu, ada pula kelinci yang dipelihara hanya sebagai binatang kesayangan (pet) seperti kelinci Angora, Blanc de Hotot, Dutch, Polish, Lop Dwarf, Lyon dan sebagainya.

Pakan Kelinci

Seperti yang sudah dikatakan bahwa pakan kelinci itu mudah dan murah. Kelinci adalah hewan herbivora yang rakus dan tidak mengenal kata “kenyang”.

Kelinci umumnya menyukai umbi-umbian serta sayur-sayuran dan tumbuhan lain. Pakan hijauan yang bisa diberikan untuk makanan kelinci seperti daun kol, daun sawi, kangkung, lobak, caisim, daun kacang tanah, daun turi dan kacang panjang serta beberapa rumput yang relatif lunak dengan batang halus seperti rumput lapangan dan rumput gajah, yang sebelumnya harus dipotong-potong dahulu.

Umbi-umbian yang disukai kelinci seperti wortel, ubi kayu maupun ubi jalar. Khusus untuk pakan hijau, sebaiknya berikan saat masih segar. Tetapi, harus diangin-anginkan dahulu 3 – 5 jam untuk menghindari kemungkinan kelinci keracunan getah, misalnya pada daun singkong atau daun kangkung.

Khusus untuk kelinci yang sedang bunting dan menyusui, pakan yang diberikan sebaiknya ditambah ½ dari jumlah biasanya.

Baca juga :  Cara Membuat Akuaponik Sederhana Dan Murah

Sebagai hewan herbivora, pakan utama kelinci adalah tumbuhan hijau. Tetapi di samping itu, jika ingin beternak kelinci, ada pakan lain yang mesti dipenuhi. Berikut kelanjutannya.

Selain itu, kelinci juga bisa diberikan pakan pendamping atau konsentrat seperti dedak halus, bekatul, jagung, ampas tahu, bungkil-bungkilan, kacang hijau, kacang tanah sampai dengan mineral dan garam.

Pakan tersebut diberikan terutama untuk kelinci dalam masa pertumbuhan, bunting, menyusui serta para pejantan pemacek. Pakan konsentrat diberikan secara tunggal atau pun campuran, pemberiannya dengan aturan 50 g/ekor/hari (kelinci penggemukan masa pertumbuhan), 70 g/ekor/hari (induk bunting) serta 150 – 200 g/ekor/hari (induk menyusui).

Untuk lebih rincinya, berikut adalah persentase kebutuhan gizi yang harus dipenuhi dalam pakan kelinci sesuai periode usianya

Memilih Bibit Kelinci

Ternyata, ada beberapa kriteria bibit kelinci yang baik, sebelum memutuskan untuk beternak mamalia kecil yang satu ini. Sehingga nantinya akan optimal dalam beternaknya. Berikut adalah kriteria untuk memilih bibit kelinci yang baik:

1. Kepala

Sebaiknya, pilihlah kelinci yang memiliki bentuk dan ukuran kepala yang seimbang dengan tubuhnya. Misalnya untuk kelinci jenis Lop memiliki kepala yang agak pendek bulat (buldog) sesuai postur tubuhnya yang kecil.

2. Bagian telinga

Untuk kelinci yang besar dan berat, pilihlah yang memiliki bentuk telinga panjang, lebar dan besar. Sedangkan untuk kelinci yang postur tubuhnya kecil, telinganya menyesuaikan ukuran tubuhnya.

Pastikan juga telinga kelinci tidak memiliki bintik-bintik merah, karena itu menandakan kemungkinan penyakit kulit.

3. Mata dan hidung

Pilihlah kelinci yang daya pandangannya nampak tajam, tidak cekung, tidak melelehkan air mata, cerah, jernih dan bercahaya serta bentuknya membulat.

Pilihlah kelinci yang memiliki hidung nampak kering, tidak ingusan, tidak basah di bagian moncong mulut serta dalam keadaan bersih.

4. Bentuk badan

Untuk calon indukan yang baik, pilihlah yang memiliki badan panjang, dada lebar, bagian tulang pinggangnya juga lebar, puting susu 8 buah (minimal 6 buah) serta berasal dari keturunan yang beranak minimal 6 ekor.

Untuk kelinci pedaging, pilihlah yang bentuk badannya bulat memanjang serta komposisi dada lebar dan padat.

5. Bulu dan ekor

Sebaiknya pilihlah kelinci yang warna bulunya cerah bercahaya, yang ukurannya bulunya sama dan tidak mudah rontok. Pilihlah kelinci yang posisi ekornya tumbuh lurus ke atas dan nampak menempel dengan punggung, tidak menyamping ke kiri atau kanan.

6. Kaki

Pilihlah kelinci yang memiliki posisi kaki depan dan belakang jaraknya seimbang, kaki belakang kiri dan kanan nampak rapat dilihat dari bagian depan, serta kaki yang sesuai postur tubuhnya.

Pilihlah kelinci yang kakinya tidak bengkok, lurus tegak dan kokoh menyangga badan.

7. Saluran pembuangan

Pilih kelinci yang memiliki bagian saluran kencing dan anus tidak basah dan tidak kotor.

8. Umur kelinci 5 – 6 bulan sampai 2,5 tahun adalah usia produktif.

9. Berat kelinci dewasa minimal 4,5 kg (induk betina) dan 5 kg (induk jantan).

10. Penampilan tegak, gerakannya gesit dan menarik perhatian.

11. Nafsu makan baik atau rakus.

12. Jenis kelinci yang cocok diternakkan sebagai pedaging adalah New Zealand White, Californian, Belgian, Flemish Giant, Himalayan dan Havana.

Tetapi jika ingin beternak kelinci sebagai penghasil bulu atau hias, pilihlah Angora, American Chinchilla dan Rex.

Beternak Kelinci

Kelinci adalah mamalia yang menjadi salah satu alternatif hewan ternak yang bisa dilakukan untuk semua kalangan, terutama kalangan menengah ke bawah yang tidak memiliki cukup banyak modal maupun lahan.

Nah, berikut adalah beberapa hal mengenai beternak kelinci yang mesti dipahami, yaitu sebagai berikut:

a. Pemilihan bibit yang baik agar hasilnya lebih optimal. Pilihlah bibit sesuai anjuran yang sudah diuraikan sebelumnya.

b. Kondisi kandang yang baik dan sehat yaitu memiliki sirkulasi udara yang baik, ada saluran pembuangan kotoran, suhu kandang sejuk yaitu antara 15 – 21 C, dibuat sedemikian rupa agar sinar matahari pagi masuk ke kandang, kandang kering; tidak basah; tidak lembab, lingkungan tenang, dilengkapi dengan tempat pakan dan minum yang tahan pecah tetapi mudah dibersihkan; serta sarang beranak, dibuat model panggung serta tinggi dari lantai ± 60 cm.

Kandang disesuaikan ukuran tubuh kelinci. Kelinci dewasa membutuhkan ruang sekitar 90 x 60 x 60 cm. Kandang untuk anak sebaiknya 50 x 30 x 45 cm. Kandang dengan ukuran 200 x 70 x 70 cm dan tinggi alas 50 cm, cukup memuat kelinci 12 ekor betina atau 10 ekor jantan.

Kandang diupayakan agar selalu kering. Karena jika kandang lembab dan basah maka kelinci mudah pilek atau terserang penyakit kulit.

c. Tetap menjaga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang sesuai porsi dan memenuhi gizi serta memisahkan segera mungkin jika ada kelinci yang sakit.

Baca juga :  Yuk, Tanam Cabe Aquaponik

d. Perkawinan

Kelinci betina siap kawin jika umurnya sudah 5 bulan. Jika kelinci pejantan baru kawin untuk pertama kali, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi atau sore di kandang jantan. Jika sudah 2x kawin, pisahkan kelinci jantan dan betina.

e. Kelahiran

Kelinci memiliki masa bunting 30 – 32 hari. Sekitar 5 hari sebelum proses kelahiran, induk dipindah ke kandang beranak. Biasanya, kelinci melahirkan pada malam hari dengan jumlah anak 6 – 10 ekor.

Kelinci adalah mamalia yang mampu melahirkan 4x dalam setahun, masa bunting 30 – 35 hari dan litter size 6 – 12 ekor.

f. Pemeliharaan dan perawatan

Anak kelinci disapih setelah umur 7 – 8 minggu, dengan ditempatkan di kandang khusus anak yang isinya 2 – 3 ekor/kandang.

Kelinci ditempatkan sesuai kelamin untuk mencegah dewasa terlalu dini. Pada kelinci jantan, umumnya dilakukan pengebirian saat menjelang dewasa yaitu dengan membuang testisnya.

Beternak kelinci, tentunya memiliki kelebihan tersendiri yang berbeda dibandingkan ternak mamalia lainnya, yaitu:

  • Beternak kelinci membutuhkan modal yang relatif lebih rendah, pakan mudah dan murah, perawatan dan pengobatan penyakit yang relatif lebih mudah.
  • Kelinci mudah dijinakkan.
  • Kelinci cepat beranak dan berkembang biak.
  • Kelinci menghasilkan banyak produk unggulan. Tidak hanya dapat diambil dagingnya saja. Kelinci juga dapat dimanfaatkan bulunya, kulitnya hingga kotorannya.
  • Kelinci adalah salah satu hewan paling produktif. Kelinci cepat beranak pinak. Bahkan induk kelinci yang berumur 8 – 10 bulan sudah mampu beranak 3 – 7x dalam setahun.
  • Peternak kelinci pedaging masih sedikit/jarang.
  • Beternak kelinci bisa di mana pun. Seperti yang sudah dinyatakan bahwa ternak kelinci tidak membutuhkan lahan yang luas. Bahkan kandang pun dapat dibuat bertingkat.
  • Beternak kelinci menghasilkan limbah yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik atau kompos.
  • Tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak.

Beranjak dari bagaimana beternak kelinci yang baik dan benar, pembahasan akan dilanjutkan ke hal lain yang perlu diketahui dan dipahami yaitu limbah dari hasil ternak.

Limbah Kelinci

Tentunya semua makhluk hidup menghasilkan kotoran atau yang disebut juga dengan limbah. Sama halnya dengan peternakan kelinci yang juga menghasilkan limbah, yang berasal dari air kencing maupun fesesnya.

Kelinci sapihan menghasilkan kotoran sampai dengan 28 gram kotoran lunak yang setara dengan 3 gram protein/hari/ekor. Kelinci usia 6 – 8 bulan, menghasilkan urin yang dianggap terbaik karena mengandung unsur hara yaitu N, P, K, paling banyak.

Sebuah majalah di Amerika Serikat menyebutkan bahwa pupuk dari kotoran kelinci, setidaknya mengandung nitrogen 2,2%; fosfor 87%; potassium 2,3%; sulfur 36%; kalsium 1,26% dan magnesium 40%.

Berikut adalah perbandingan kandungan pupuk dari feses dan urin kelinci dengan ternak lain.

Tanaman yang dipupuk menggunakan kompos feses kelinci dan disiram/disemprot dengan urin kelinci, tanpa ditambah bahan kimia, maka tanaman tersebut tetap aman dikonsumsi manusia.

Tanah yang mendapatkan pupuk kompos feses kelinci pun tidak akan terganggu kesuburannya, bahkan membuat menjadi tetap subur dan semakin baik.

Nah, jika ingin memanfaatkan kotoran kelinci baik feses maupun urin, maka kandang harus dibuat sedemikian rupa untuk menampung keduanya. Ada cara-cara untuk mengolah urin kelinci yang baik dan benar, yaitu:

  • Fermentasi urin sebelum digunakan. Hal ini bertujuan untuk mereduksi atau mengurangi kadar amoniak, yang nantinya akan terurai menjadi nitrat yang baik bagi tanaman.
  • Campur fermentasi urin dengan air, yaitu air:urin = 10 liter:0,5 liter.
  • Semprotkan pada bagian daun, terutama bawah daun sehingga mengenai stomata yang akan menyerap pupuk cair urin kelinci.
  • Selain difermentasi menjadi pupuk organik cair (POC), urin kelinci bisa diaplikasikan ke tanaman dengan dicampur feses kelinci.

Sambil Menyelam Minum Air

Mungkin peribahasa tersebut cocok untuk mengistilahkan kegiatan beternak kelinci yang dipadukan dengan aktivitas pertanian dan atau peternakan lainnya.

Jadi, selain Anda beternak kelinci, bisa juga separuh lahannya untuk hal yang lain. Seperti kegiatan berikut ini:

a. Menanam Palawija

Anda bisa beternak kelinci sembari menyisihkan lahan untuk menanam palawija. Seperti yang sudah diketahui kalau kelinci adalah hewan herbivora. Sisihkan saja sedikit lahan untuk menanam sayuran maupun buah-buahan seperti sawi, wortel, kacang panjang, oyong, seledri, tomat, terong, pepaya, pisang, ubi jalar, ubi kayu dan sebagainya.

Lalu, kalau kelinci-kelinci membuang kotorannya baik itu feses maupun urin, maka jadikanlah keduanya sebagai pupuk organik untuk tanaman yang kita tanam. Jadi, akan ada semacam simbiosis mutualisme.

Di satu sisi, kelinci asupan makanan dari tanaman yang kita tanam. Di sisi lain, kotoran kelinci menjadi pupuk organik yang baik bagi tanaman yang ditanam.

Baca juga :  Tips! Memilih dan Menyimpan Sayuran

Dari sini, akan terasa bagaimana beternak kelinci itu tidak membutuhkan modal yang besar. Pakannya pun murah dan bahkan gratis.

b. Beternak Lele

Alternatif berikutnya adalah beternak kelinci dan lele. Jika memang ada ternak kelinci yang mati, jadikan untuk pakan lele. Bakar kelinci yang mati lalu berikan untuk lele. Lele, pada dasarnya menyukai daging termasuk daging bakar.

Nah, kotoran kelinci ternyata tidak hanya menjadi pupuk organik tanaman. Tetapi bisa dijadikan pupuk dasar kolam sebelum digenangi dengan air, yang berfungsi untuk menstimulasi tumbuhnya plankton sebagai sumber protein pakan lele. Jadi, sebelum bibit-bibit lele dimasukkan ke kolam, lakukanlah hal tersebut dahulu.

Beranjak dari bagaimana beternak kelinci, memanfaatkan limbahnya juga aktivitas sampingan yang sangat menguntungkan, pembahasan akan dilanjutkan ke hal lain yang juga sama pentingnya yaitu daging kelinci.

Daging Kelinci

Kelinci sudah banyak diketahui memiliki daging yang rasanya tidak kalah enaknya dengan daging kambing, ayam maupun sapi.

Daging kelinci memiliki tekstur yang lembut, gurih, disertai kandungan lemak dan kolesterol yang rendah. Seekor kelinci bisa menghasilkan daging sebanyak 50 – 60% per kg berat badannya. Bahkan, persentase karkas daging kelinci 42,6 – 46,7%.

Seekor induk kelinci yang dipelihara 1 tahun mampu menghasilkan 117 kg daging (kelinci ras biasa) dan 144 kg daging (kelinci hybrid).

Kelinci umur 58 hari, berat badannya bisa sampai 1,8 kg kemudian saat dewasa bisa mencapai 3,6 kg. Berikut adalah perbandingan karkas daging kelinci dibandingkan ternak lainnya.

Selain itu, daging kelinci mengandung lemak dan kolesterol yang relatif rendah dan bisa dibandingkan dengan daging ternak lain.

Daging kelinci memiliki ciri-ciri seperti seratnya yang halus, rasa lezat, kandungan airnya lebih tinggi, warnanya putih seperti daging ayam, tetapi tulang dan lemaknya hanya sedikit.

Selain itu, daging kelinci mudah dicerna dan empuk, apalagi kelinci muda. Nah, berikut adalah kandungan gizi dalam daging kelinci yang membuatnya memiliki banyak manfaat.

Manfaat Daging Kelinci Untuk Kesehatan

Seperti yang sudah dinyatakan sebelumnya bahwa daging kelinci memiliki keunggulan dibandingkan daging ternak lain, karena kandungan proteinnya yang lebih tinggi disertai lemak dan kolesterol yang rendah.

Dari kandungan gizi dalam daging kelinci, maka dapat dirasakan manfaat daging kelinci yang baik untuk kesehatan tubuh yaitu sebagai berikut:

  1. Kaya nutrisi yang baik dan bermanfaat untuk tubuh.
  2. Membantu menyembuhkan dan atau meredakan sakit asma (sesak nafas), karena daging maupun hati kelinci mengandung senyawa ketotifen.
  3. Daging kelinci mengandung vitamin B12 yang baik dalam pemeliharaan jaringan syaraf dan pembentukan sel darah merah.
  4. Senyawa Se dalam daging kelinci, baik untuk menghambat proses penuaan, mencegah kanker dan penyakit degeneratif lainnya, hingga meredakan penyakit pellagra.
  5. Daging kelinci bisa menurunkan resiko kolesterol dan penyakit jantung.
  6. Protein dalam kelinci, baik untuk kesehatan ibu hamil maupun menyusui.
  7. Baik untuk meningkatkan kecerdasan anak serta mengoptimalkan pertumbuhannya.
  8. Membantu meningkatkan vitalitas bagi kaum pria maupun wanita, dalam menghasilkan energi yang lebih tinggi.
  9. Meningkatkan jumlah natrium dalam tubuh.
  10. Salah satu menu diet yang baik. Karena rendah kalori dan lemak.

Makanan Olahan dari Kelinci

Ada beberapa makanan olahan yang dibuat baik dari daging maupun kulit kelinci, di antaranya yaitu:

1. Sate dan gulai kelinci

Jika sate dan gulai dari daging ayam, kambing atau sapi, itu sudah biasa. Cobalah cicipi sate dan gulai dari daging kelinci. Sate kelinci akan memiliki rasa yang agak khas daging kelinci, teksturnya agak kenyal dan bisa menjadi alternatif jika Anda ingin sate tetapi bosan dengan sate ayam atau penderita hipertensi yang tidak boleh mengonsumsi sate kambing.

2. Bakso daging kelinci

Cirinya, berwarna agak putih, aroma agak menyengat khas daging kelinci, rasa agak khas bakso, tekstur agak halus dengan tingkat kekenyalan yang baik.

3. Nugget, sosis dan rollade daging kelinci

Seperti halnya daging ayam atau sapi, daging kelinci pun bisa dibuat menjadi nugget, sosis serta rollade.

4. Abon dan Dendeng kelinci

Abon dan dendeng adalah produk olahan makanan yang memiliki masa simpan yang lama. Abon dan dendeng kelinci adalah salah satu pengolahan daging kelinci untuk menambah daya tarik masyarakat agar mengonsumsi daging kelinci.

5. Kerupuk rambak kulit kelinci

Jika kerupuk rambak biasa dibuat dari kulit sapi maupun kerbau, nah sekarang kulit kelinci pun bisa dibuat menjadi kerupuk rambak.

Demikan cara beternak kelinci pedaging dan hias yang benar yang dapat Anda praktekkan. Mulailah dari beberapa ekor untuk menuju peternakan yang besar dan sukses, tentunya dengan usaha yang keras tanpa mengenal lelah.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.