jenis tanaman cabai di indonesia

Jenis Tanaman Cabai Di Indonesia

Di artikel-artikel sebelumnya, kita sudah belajar budidaya tanaman cabai pada musim kemarau maupun penghujan. Kita juga sudah mengetahui tentang keluarga cabai. Mulai dari sejarah tanaman cabai, botaninya, morfologinya, syarat tumbuhnya, kandungan gizi yang ada dalam cabai hingga jenis cabai yang dibudidayakan di Indonesia.

Pada postingan kali ini, yuk kita telusuri dan dalami pembahasan tentang jenis tanaman cabai di Indonesia yang banyak dibudidayakan. Secara garis besar, ada 2 spesies cabai yang dibudidayakan di Indonesia yaitu Capsicum annuum dan Capsicum frutescens.

jens tanaman cabai di indonesia

Jenis Tanaman Cabai Di Indonesia

Kita mulai pembahasan dari spesies C. annuum yang lebih dikenal dengan cabai merah. Walau demikian, C. annuum juga digunakan untuk istilah selain cabai merah. Yaitu untuk menyebut cabai merah besar, cabai keriting dan paprika.

Cabai Besar

Cabai besar sangat akrab dengan para ibu, pedagang hingga koki. Pasalnya, kelompok cabai besar banyak digunakan dalam berbagai menu masakan.

Ukuran cabai merah besar lebih panjang dari cabai kecil (rawit). Tepatnya memiliki panjang 10 – 20 cm.

Spesies cabai yang satu ini memiliki ragam bentuk dan ukuran termasuk juga rasa buah cabai berdasarkan tingkat kepedasan. Tetapi, ciri-ciri umum cabai besar tidaklah berbeda jauh.

Berikut dibawah ini adalah ciri-ciri cabai besar yaitu:

  • Batang tanaman tegak. Tinggi batang 50 – 90 cm
  • Tangkai daun horisontal atau miring; panjang tangkai 1,5 – 4,5 cm
  • Lebar daunnya 1,5 – 4 cm; panjang daunnya 4 – 10 cm
  • Bunga menggantung; mahkota bunga warna putih dan memiliki cuping sebanyak 5 – 6 helai dengan ukuran panjang 1 – 1,5 cm lebar 0,5 cm
  • Tangkai bunga panjangnya 1 – 2 cm; tangkai putik panjangnya 0,5 cm
  • Buah cabai ada yang memanjang, bulat atau hampir bulat
  • Biji buah warnanya putih kekuning-kuningan atau kuning kecoklatan
  • Permukaan buah rata dan halus
  • Diameter buah ukurannya sedang hingga besar
  • Kulit daging buahnya tebal
  • Kadar capsaicin umumnya rendah
  • Cabai besar pada umumnya dipanen jika sudah berwarna merah
  • Dapat tumbuh di berbagai ketinggian; di darat, sawah atau pun pantai
  • Cabai besar tumbuh baik di daerah dengan ketinggian hingga 900 m dpl.
  • Cabai besar cocok ditanam pada tanah yang kaya bahan organik, pH 6 – 7 dengan tekstur remah-remah.

Cabai besar sendiri dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :

1. Cabai Merah Besar ( annuum var. longum)

Ciri-cirinya adalah ukuran buah (buah cabai) besar, panjang, mengerucut di ujung buah, permukaan kulit rata, buah matang merah cerah, daging buah lebih tebal dan rasanya sedikit pedas.

Cabai merah besar memiliki vitamin C dan beta karoten yang cukup tinggi. Di mana vitamin C dalam cabai merah tersebut bermanfaat untuk pemeliharaan membran sel, meningkatkan daya tahan terhadap infeksi hingga mempercepat penyembuhan.

Oleh karena itu, jika kamu sedang sariawan, ada beberapa orang yang menyarankan untuk makan sambal uleg dari cabai merah. Salah satu alasannya karena vitamin C yang dikandungnya.

Cabai merah besar termasuk dalam golongan buah non-klimaterik. Masih ingat kan apa itu klimaterik dan non-klimaterik? Buah non-klimaterik tidak akan masak setelah dipanen.

2. Cabai Hijau Besar ( annuum var. annuum)

Yaitu cabai merah besar yang umurnya masih muda. Ciri-ciri buahnya sama seperti cabai merah besar.

Hanya saja, cabai hijau besar memiliki rasa yang tidak sepedas cabai merah. sehingga cabai hijau lebih banyak digunakan untuk dimasak bersama sayuran seperti tumis.

3. Cabai Keriting

Jenis cabai ini mempunyai Ciri-ciri khas sebagai berikut :

  • warna buah muda hijau atau ungu,
  • bentuk buah yang panjang,
  • ramping,
  • diameter buah lebih kecil dibandingkan cabai merah/hijau besar,
  • ujungnya lancip,
  • permukaan kulit berkerut atau bergelombang,
  • cenderung mengeriting
  • dan warnanya merah jika sudah masak/matang buahnya.
Baca juga :  Cara Penanganan Pascapanen Produk Hortikultura

Ciri lainnya adakah bunga cabai keriting warnanya putih atau ungu, kulit daging buah lebih tipis, buahnya lebih tahan lama ketika disimpan.

Cabai keriting lebih tahan penyakit, buahnya tidak mudah busuk karena memiliki kulit yang tipis, rasa buah yang sangat pedas dan berkerabat dekat dengan cabai padang atau cabai pasir.

4. Cabai Dieng atau cabai Gondol

Bentuknya cabainya besar, mirip paprika atau tomat yang bulat, berasal dari Dieng (Wonosobo, Jawa Tengah) dan Pangalengan (Jawa barat), pendek, benjol-benjol, memiliki bentuk yang tidak jelas. Akan tetapi, cabai dieng memiliki rasa pedas yang segar.

Si Cabai Hidung BantengPaprika (C. annuum var. grossum)

jenis cabai paprika

Mungkin ada beberapa orang yang tidak tahu paprika. Karena paprika jarang sekali digunakan sebagai masakan skala rumah tangga.

Biasanya, kita dapat menjumpai paprika di masakan restoran besar sebagai bahan dalam menu internasional. Paprika jarang digunakan sebagai bahan dalam masakan tradisional Indonesia.

Mungkin juga akan banyak yang belum tahu jika paprika masuk dalam keluarga cabai-cabaian. Paprika mempunyai nama lain yaitu bell pepper atau sweet pepper.

Ciri-ciri anggota keluarga cabai yang satu ini adalah :

  • buah yang muda memiliki variasi warna seperti kuning, hijau muda, hijau dan ungu,
  • Buah paprika bentuknya kotak atau menyerupai lonceng,
  • ukurannya lebih besar dibandingkan spesies cabai yang lain karena memiliki bobot mencapai 150 – 250 gram per buahnya,
  • panjang buahnya 4 – 10 cm,
  • diameter buah 4 – 5 cm,
  • permukaan kulit buah rata,
  • halus dan licin,
  • kulit daging buah tebal,
  • rasanya hanya manis dan tidak pedas,
  • bagian dalam buah berisi biji yang tidak rata,
  • biasa dipanen saat masih muda ketika warnanya hijau atau kuning
  • serta cocok ditanam di dataran tinggi.

Paprika juga sering disebut cabai hidung banteng, karena bentuk buahnya menyerupai hidung banteng. Berikut adalah morfologi tanaman dari si cabai hidung banteng.

  • Akar –> memiliki akar tunggang (yang tumbuh lurus ke pusat bumi) dan akar serabut (tumbuh menyebar horisontal).
  • Batang –> batang keras berkayu, bentuk bulat, halus, warna hijau gelap, percabangan banyak. Batang utamanya tegak dan kuat. Cabang tanaman beruas-ruas, setiap ruas ditumbuhi daun dan tunas, percabangan lebih kompak dan lebih rimbun daripada percabangan tanaman cabai spesies lain.
  • Daun –> bentuknya bulat telur, ujung runcing, tepi daun rata, tulang daun menyirip, ukuran daun lebih besar daripada daun cabai rawit, jumlah daun dalam 1 tanaman relatif banyak sehingga tanaman paprika nampak rimbun.
  • Bunga –> bunga tunggal, bentuknya mirip bintang, mahkota warna putih, tumbuh menunduk pada ketiak daun.
  • Buah –> umumnya mirip bentuk tomat tetapi lebih bulat dan pendek, ada juga yang berbentuk seperti genta, permukaan bergelombang atau bersegi yang nampak jelas, berongga bagian dalam, ukurannya variasi, daging buah tebal (0,5 cm), agak manis dan tidak pedas seperti spesies cabai lain.
  • Biji –> biji paprika hanya sedikit, bentuknya bulat pipih, warna putih kekuning-kuningan, ukurannya lebih besar dibandingkan biji cabai rawit, tersusun berkelompok/gerombol dan saling melekat pada empulur.

Paprika yang berbeda dibanding spesies cabai lain membuatnya dikonsumsi dalam bentuk olahan masakan tumis, dipanggang hingga menjadi sayuran pada salad.

Cabai paprika ini memiliki beragam kandungan gizi. Paprika merah mengandung vitamin C dua kali lipat lebih banyak dibandingkan paprika hijau.

Kandungan betakaroten paprika merah 9x lipat paprika hijau.

Berikut adalah kandungan gizi yang ada dalam 100 gram cabai paprika:

Paprika juga mengandung zat oleoresin yang didapat dari ekstraksi menggunakan pelarut organik (alkohol, heksan). Oleoresin paprika biasa digunakan sebagai pewarna alami bahan makanan terutama di industri pangan.

Jenis Cabai Paprika

Nah, berdasarkan bentuk/tipenya, cabai paprika dibagi menjadi 2 yaitu:

A. Paprika bentuk bel atau genta

Seperti yang kita lihat pada umumnya, paprika memiliki bentuk bel/genta dan bercuping 3 – 4 buah yang susunannya bersanding memanjang.

Ada beberapa ukuran paprika bel/genta yaitu pendek pepat (8 – 10 cm), sedang/agak panjang (11 – 13 cm) dan panjang (14 – 18 cm).

B. Paprika bentuk mirip cabai hijau besar atau cabai merah besar

Baca juga :  Manfaat Kulit Buah Buahan Untuk Kesehatan

Bentuknya panjang, langsing, berujung runcing dan ukurannya lebih besar dibandingkan cabai besar hijau/merah.

Jenis Paprika Berdasarkan Warnanya

Selain itu, cabai paprika juga dikelompokkan berdasarkan warnanya, menjadi 4 yaitu :

  • paprika hijau,
  • paprika merah,
  • paprika kuning
  • dan paprika ungu.

Paprika hijau rasanya manis dan tidak pedas. Paprika merah dan paprika kuning rasanya manis dan ada sedikit pedas. Hal ini dikarenakan paprika hijau tidak memiliki capsaicin. Berbeda dengan paprika merah yang memiliki sedikit capsaicin.

Kecil-kecil Cabai Rawit

Masih ingat bahwa di Indonesia ada 2 spesies cabai yang dibudidayakan yaitu cabai besar dan cabai kecil (rawit).

Diatas adalah pembahasan kita seputar kawanan cabai besar yaitu cabai besar merah dan hijau, cabai keriting serta cabai Dieng/Gondol.

Lalu dilanjutkan dengan uraian tentang si cabai hidung banteng yang jarang ditambahkan ke dalam masakan ibu-ibu di Indonesia.

Cabai yang bentuknya berbeda dari spesies cabai lain dan justru memiliki rasa manis dengan tingkat kepedasan yang sangat rendah bahkan tidak pedas. Yaitu cabai paprika.

Kemudian di sini, pembahasan kita berlanjut pada spesies cabai yang mungil. Bahkan sampai dibuat majas “kecil-kecil cabai rawit”. Meskipun ukurannya yang mini tetapi jangan dipertanyakan soal rasa.

Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)

Cabai rawit memiliki nama lain cabai kecil, lombok jempling atau cengis (dalam bahasa Jawa).

Cabai rawit memiliki ciri-ciri yang dapat kita lihat kasat mata, yaitu:

  • Tinggi tanaman (bisa) sampai 150 cm
  • Daun lebih pendek dan menyempit
  • Bunga dalam posisi tegak
  • Mahkota bunga warnanya kuning kehijauan
  • Tangkai putik warnanya mirip warna mahkota bunga; panjang < 0,5 cm
  • Ukuran buah kecil, memanjang, lancip di ujung
  • Ukuran buah yang kecil panjangnya 2 – 2,5 cm dan lebar 5 mm; buah agak besar panjang 3,5 cm dan lebar 12 mm
  • Buah yang muda warna hijau, hijau tua, putih gading atau kuning kehijauan
  • Daging buah tipis
  • Bijinya kuning kecoklatan
  • Rasa pedas disertai aroma pedas yang menyengat
  • Cocok ditanam di daerah tropis, sekitar khatulistiwa
  • Tumbuh baik di dataran rendah 0 – 500 m dpl; bisa juga tumbuh di ketinggian 1000 m dpl
  • Tanaman cabai rawit bisa hidup 2 – 3 tahun
  • Panen pertama setelah tanaman umur 4 bulan; selang panen 1 – 2 minggu sekali
  • Tanah yang cocok untuk tanaman cabai rawit ialah tanah lempung berpasir atau liat berpasir; struktur gembur; porous (mudah menyerap air); pH tanah 6 – 7 dengan pH optimal 6,5
  • Memerlukan sinar matahari penuh
  • Tumbuh baik pada suhu udara rata-rata 18 – 30 C dan RH 60 – 80%

Selain mengandung capsaicin yang menciptakan kepedasan, cabai rawit juga mengandung beberapa zat kimia yaitu:

Setelah membahas sampai dengan kandungan gizi pada cabai rawit, kita lanjutkan pembahasan ke jenis-jenis cabai rawit.

1. Departemen Kesehatan RI membagi jenis cabai rawit menjadi 3 yaitu:

a). Cabai rawit yang disebut cengek leutik

Buah cabai berukuran kecil, berdiri tegak di tangkainya, warnanya hijau (saat muda) dan merah (saat tua).

b). Cabai domba (cengek bodas)

Buahnya berukuran lebih besar dari cengek leutik, warnanya putih (saat muda) dan jingga (saat tua).

c). Ceplik

Buahnya berukuran besar, warnanya hijau (saat muda) dan merah (saat tua).

2. Petani Kutoarjo (Jawa Tengah) membagi cabai rawit (juga) menjadi 3 yaitu:

a). Cabai rawit putih

Buahnya ramping, ukurannya 4 – 6 cm untuk jenis cengek bodas dan rasanya tidak sepedas cabai rawit kecil.

b). Cabai rawit hijau

Buahnya berukuran 3 – 4 cm, rasa lebih pedas daripada cabai rawit putih tetapi tidak sepedas cabai rawit kecil.

c). Cabai rawit kecil

Buahnya berukuran 1 – 2 cm dan rasanya lebih pedas daripada dua jenis cabai rawit yang lain.

3. Secara umum, cabai rawit dibagi menjadi 3 yaitu:

a). Cabai rawit kecil disebut juga cabai jemprit

Ukuran buahnya 1 – 2 cm, warnanya hijau (saat muda) dan merah menyala (saat tua), rasanya sangat pedas dan mengandung minyak atsiri yang cukup banyak sehingga aroma pedasnya sangat terasa.

b). Cabai rawit hijau disebut juga cabai ceplik

Ukurannya lebih besar daripada cabai rawit kecil dengan panjang 2 – 3 cm. Ciri lainnya adalah bentuk buah yang montok dengan tumpul di ujung, warnanya hijau tua atau keputihan (saat muda) dan merah gelap (saat tua) serta rasanya yang tidak terlalu pedas..

c). Cabai rawit putih

Baca juga :  12 Sumber Makanan Pengganti Beras

Panjang buahnya 2 – 5 cm, buahnya bulat agak lonjong/gemuk, warnanya putih atau putih kekuningan (saat muda) tetapi akan berubah jingga atau merah (saat tua) serta rasanya yang cukup pedas.

Si Cabai Hias

jenis tanaman cabai hias

Keluarga besar cabai berasal dari genus Capsicum memiliki 20 – 30 spesies. Di Indonesia, cabai yang dibudidaya yaitu jenis cabai besar dan cabai rawit (kecil).

Cabai besar sendiri ada cabai besar merah dan hijau, cabai keriting, cabai Dieng/gondol serta paprika.

Mungkin beberapa di antara Anda sebelumnya belum tahu jika paprika termasuk dalam keluarga cabai-cabaian.

Paprika adalah jenis cabai yang kandungan capsaicin-nya sedikit atau bahkan tidak ada.

Kemudian cabai rawit, si kecil yang berisi. Berisi banyak capsaicin-nya. Sedikit mengulang, cabai rawit sendiri, secara umum ada 3 jenis yaitu cabai rawit hijau (ceplik), putih dan cabai rawit kecil (jemprit). Baik cabai besar maupun rawit, keduanya adalah jenis cabai-cabaian yang dimanfaatkan untuk konsumsi manusia.

Selain jenis cabai yang dimanfaatkan sebagai bumbu dapur atau pelengkap masakan, ada pula beberapa jenis yang fungsinya sebagai tanaman hias.

Dan tentunya jika kita mendengar kata “tanaman hias” maka ada ragam jawaban yang muncul di benak fikiran kita, seperti “penghias ruangan”, “tanaman indah”, “bernilai ekonomis tinggi”, “tidak dikonsumsi”, “nilai estetika”, serta komentar lainnya yang mungkin akan spontan terucap.

Anggota dari keluarga cabai-cabaian pun ada yang masuk list tanaman hias karena potensi keindahannya.

Jenis cabai tersebut antara lain Capsicum chinense dan Capsicum pubescens.

Nah, pada kesempatan kali ini kita juga akan membahas kedua jenis cabai yang tergolong tanaman hias tersebut.

Capsicum chinense

Ciri-ciri cabai asli Yucutan ini adalah:

  1. Disebut cabai gendol (Jawa Tengah) dan cabai gendot/bendot (Jawa Barat); sebutan lainnya ialah cabai Habanero
  2. Buahnya berukuran 2,5 – 3,75 cm
  3. Buahnya bengkak/menggembung
  4. Warna buah oranye (saat muda) dan merah oranye (saat masak)
  5. Buah tumbuh bergerombol; ada 3 – 5 buah per gerombolan
  6. Buahnya dikenal pedas menandingi cabai rawit dan termasuk dalam golongan cabai terpedas

Capsicum pubescens

Ciri-ciri jenis cabai yang satu ini adalah, sebagai berikut:

  1. Bisa tumbuh tinggi sampai 1,8 meter
  2. Tumbuh di dataran rendah, sedang hingga dataran tinggi; dapat ditemukan di Peru, Chile dan Ekuador
  3. Posisi bunganya tegak
  4. Posisi buah menggantung
  5. Buahnya berbentuk bulat telur
  6. Buahnya saat masak berwarna merah atau orange

Selain itu, ada lagi cabai hias lain. Di antaranya cabai hias yang merupakan jenis cabai modifikasi dari rekayasa genetika. Contohnya adalah:

Cabai Bulat Kerdil

Ada 2 jenis yaitu yang buahnya bulat seperti buah cherry dan yang buahnya lonjong panjang.

Saat muda buah berwarna putih kekuningan lalu berubah menjadi agak keunguan.

Tetapi, warna ungunya hanya ada di bagian atas buah. Buah lalu berubah lagi menjadi oranye dan saat masak buahnya berwarna merah.

Cabai Ungu

Jenis cabai ini biasa ditanam di polybag dengan buahnya berbentuk seperti cabai dan berwarna ungu.

Saat masak, buahnya yang tadinya ungu berubah menjadi ungu kemerahan.

Buahnya tumbuh tegak menghadap atas dan berbentuk bulat telur disertai ujung yang meruncing. Buahnya hanya berukuran 1 – 3 cm.

Cabai Ungu Panjang

Buahnya sama seperti buah cabai ungu. Yakni berwarna ungu. Hanya saja, bentuk buahnya yang ungu disertai ukuran yang memanjang yakni 2 – 5 cm.

Bunganya berwarna putih. Bisa saja dalam satu tanaman, buahnya mengalami waktu masak yang berbeda.

Meski demikian, justru menjadi daya tarik tersendiri karena masa pertumbuhan yang tidak seragam akan memperlihatkan warna buah yang beragam dan indah seperti halnya pelangi. Buah muda berwarna putih hijau, lalu berubah oranye dan menjadi merah saat masak.

Cabai Merah Tua

Buahnya berukuran sampai 3 cm, warnanya hijau muda (saat muda) dan merah (saat masak).

Buah cabai merah tua memiliki rasa pedas meskipun mungkin tidak sepedas cabai rawit.

Cabai Berkuncir

Ada keunikan tersendiri antara cabai ini dengan cabai hias yang lain. Disebut demikian karena ujung buahnya memiliki bentuk menyerupai kuncir.

Ukuran daunnya lebih besar daripada cabai hias yang lain. Buahnya bulat, besar, warnanya hijau kekuningan (saat muda), berubah oranye dan merah cerah (saat masak).

Itulah jenis jenis tanaman cabai yang ada di Indonesia. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk ikut membudidayakannya?

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.