Jenis-jenis bahan kemasan pangan

12 Jenis-Jenis Bahan Kemasan Pangan Dan Bentuknya

Sebelum masuk ke bahasan jenis-jenis bahan kemasan pangan, masih ingatkah Anda dengan artikel sebelumnya tentang “persyaratan kemasan pangan yang baik ”? Pada intinya, kemasan/pengemas adalah suatu wadah yang fungsinya untuk membungkus produk yang dikemas di dalamnya agar memudahkan penyimpanan. Jika yang dikemas adalah produk hasil pertanian, maka fungsi lainnya yaitu mempermudah proses distribusi atau pun pemasaran. Salah satu tujuan pengemasan yang terpenting adalah untuk mempertahankan mutu produk yang dikemasnya. Untuk itu, kemasan yang akan digunakan harus cocok/sesuai/tepat. Terutama kemasan primer karena kontak langsung dengan produk.

Sebagian komponen pengemas yang dapat mempengaruhi produk dapat berasal dari sisa/residu bahan baku kemasan, seperti monomernya, katalis yang digunakan untuk mempercepat laju reaksi, hasil uraian bahan dasar serta bahan tambahan yang digunakan dalam proses pembuatan kemasan. Apalagi perlakuan pascapanen yang mungkin melewati lebih dari satu proses, yang membuat produk pangan mengalami perubahan baik fisik, kimia atau kandungan gizinya. Dari sini kita tahu bahwa hal terpenting dalam pengemasan pangan (hasil pertanian) adalah jenis kemasannya.

Pada umumnya, kemasan dibuat dari beberapa jenis bahan dasar serta bahan tambahannya. Bahan dasar kemasan pangan di antaranya plastik, kertas/karton, logam maupun paduan logam, karet atau elastomer, selofan, keramik hingga kaca. Sedangkan bahan tambahan digunakan untuk melengkapi bahan dasar kemasan. Di mana bahan tambahan juga berfungsi untuk membentuk karakter pengemas yang diinginkan termasuk memperpanjang daya tahan, merubah bentuk, memperbaiki penampilan kemasan dan lainnya. Misalnya kemasan yang bahan dasarnya plastik, menggunakan bahan tambahan seperti perekat, penstabil, pemlastis, pewarna, pemutih, pelincir, antikorosi, antiblok atau pun antistatik.

9 Jenis Jenis Bahan Kemasan Pangan

Ada beberapa jenis kemasan yang biasa digunakan untuk mengemas pangan, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Kayu

Bahan kemasan kayu biasanya digunakan untuk mengemas produk yang berat dan mudah rusak. Kayu memiliki sifat yang tidak seragam karena termasuk bahan alami. Bahan kayu memiliki kelebihan yaitu cocok digunakan untuk membuat kemasan dalam jumlah kecil, lebih baik dibanding bahan kemasan lain dari segi kekakuan, kekuatan menumpuk yang baik serta perlindungan yang lebih baik saat proses pengemasan produk. Kekurangannya, bahan kayu cenderung tidak kedap uap air, biaya kemasan tinggi, waktu menyusun lambat, kurang menarik dari segi kenampakan, ketersediannya cukup sulit, tidak ekonomis sebagai pengemas produk kecil dalam jumlah yang besar/banyak dan makan tempat (memiliki volume yang besar).

Baca juga :  13 Bahan Pengawet Alami Dan Buatan

2. Plastik

Kemasan yang terbuat dari campuran polimer, filler, pengawet, pemlastis (plastilizer), antioksidan, penstabil (stabilizer) panas, pigmen warna serta lubrikan. Kemasan plastik yang sering digunakan berasal dari polimer jenis polietilen, polipropilen, polivinil klorida dan polistirina.

3. Kertas

Kertas sudah banyak digunakan sebagai pengemas makanan. Struktur dasar kertas yaitu bubur kertas atau disebut selulosa serta felted mat. Sedangkan komponen lainnya yang dicampurkan yaitu hemiselulosa, fenil propan yang terpolimerisasi sebagai lem (fungsinya untuk merekatkan serat), minyak esensial, pigmen, alkaloid dan mineral. Dalam pembuatan kertas, beberapa di antaranya ditambahkan klor (pemutih), pelapis, pewarna hingga adhesive aluminium. Klor adalah bahan yang dimungkinkan dapat bermigrasi ke makanan yang dapat membahayakan pengonsumsinya. Selain klor, tinta yang ada pada kertas juga membahayakan.

4. Logam

Logam yang biasa digunakan sebagai bahan kemasan makanan seperti aluminium, seng maupun besi. Kemasan logam biasa dikenal dengan kemasan kaleng. Bahan dasar kemasan kaleng, tidak boleh mengandung logam berbahaya seperti timbal, merkuri, kadmium maupun kromium, yang kesemuanya dapat menimbulkan efek negatif bagi pengonsumsinya.

5. Kaca

Bahan kaca/gelas termasuk jenis bahan kemasan yang tahan terhadap air, gas serta asam. Jenis bahan kemasan kaca/gelas dianggap aman digunakan untuk mengemas produk pangan karena memiliki sifat-sifat tertentu yang mampu menyaring cahaya yang masuk ke dalam kemasan. Pada umumnya, bahan gelas terbuat dari pasir yang dicampurkan dengan soda abu, kapur dan alkali lainnya.

6. Keramik atau porselen

Selain kaca/gelas, keramik atau porselen juga merupakan jenis bahan kemasan yang memiliki sifat inert, yaitu tahan terhadap air, gas dan asam. Jika Anda masih bingung penggunaan keramik/porselen dalam dunia pangan, maka lihatlah peralatan makan di rumah. Baik gelas, sendok, garpu serta peralatan makan lainnya, banyak yang dibuat dari porselen/keramik.

Baca juga :  Perkembangan Pertanian Di Indonesia Dari Dulu Hingga Sekarang

7. Papan kertas

Bahan kemasan yang satu ini berasal dari lembaran kertas dengan ketebalan 0,0091 – 0,030 inci. Ada beberapa tipe papan kertas yang dibedakan berdasarkan penggunaannya. Tipe papan kertas di antaranya container board, box board, straw board, mill board, manila board, printer’s board serta pulp board.

8. Film

Bahan kemasan ini tersusun dari lembaran yang fleksibel, memiliki ketebalan 0,01 inci atau sekitar 250 µ, tidak berserat serta tidak mengandung bahan metalik. Merupakan bahan kemasan yang terbuat dari turunan selulosa serta beberapa resin termoplastik.

9. Foil

Bahan kemasan foil terbuat dari lembaran berbahan logam dengan ketebalan < 0,15 mm juga permukaan mengkilap dengan kenampakan yang menarik. Biasanya, kemasan yang sifatnya semi kaku terbuat dari foil yang ketebalannya 0,0375 – 0,1125 mm. Foil berbahan aluminium atau yang sering dikenal dengan aluminium foil atau alufoil. Alufoil bersifat kedap air, dapat dibentuk sesuai keinginan, tidak terpengaruh sinar, tahan suhu tinggi hingga > 290 C, tidak berbau, tidak beracun dan higenis serta kenampakannya bagus karena permukaannya licin dan bisa memantulkan cahaya. Bahan alufoil biasanya berada di bagian dalam jika digunakan untuk mengemas produk pangan.

Jenis-jenis Bahan Kemasan Pangan

3 Bentuk Kemasan Pangan 

Nah, selain dari jenis bahan kemasan pangan dibuat, kita juga dapat membedakan kemasan berdasarkan bentuknya yaitu, sebagai berikut:

a. Kemasan fleksibel

Kemasan yang bentuknya fleksibel tentunya dapat diubah-ubah sesuai keinginan maupun menyesuaikan produk yang dikemas. Contoh kemasan fleksibel di antaranya berbagai jenis kantong, mulai dari kantong plastik, kertas hingga karung plastik.

b. Kemasan semi kaku/semi fleksibel

Khusus untuk kemasan yang satu ini, memiliki bentuk yang tidak terpengaruh oleh bentuk produk yang dikemas. Tetapi di sisi lain, kemasan ini tidak rusak jika mendapat tekanan yang beratnya berlebih. Contoh kemasan kelas semi kaku/semi fleksibel antara lain aluminium, folding carton serta set-up box.

c. Kemasan kaku

Dari namanya saja kita sudah bisa menebak. Jika kemasan kaku ini memiliki sifat yang keras. Tetapi, kemasan kaku tidak tahan akan benturan. Contoh kemasan kaku yaitu yang berbahan dari kayu (crate, barrel, wire bound box, nailed box), gelas (botol, ampul, timbler, jar) dan logam (kaleng logam, drum, pail, colapsible tube).

Baca juga :  BROWNING PADA BAHAN PANGAN

Hal Hal Yang Perlu Menjadi Perhatian

Dari uraian di atas, kita dapat mengetahui bahwa ada hubungan antara jenis bahan kemasan dengan produk yang dikemas. Terutama untuk menghindari kemungkinan migrasi dari bahan kemasan ke produk yang dikemas. Karena migrasi disebabkan juga oleh jenis dan konsentrasi bahan kimia yang terkandung pada kemasan, sifat dan komposisi produk yang dikemas, suhu dan lamanya kontak (kemasan-produk) serta kualitas bahan kemasannya. Perhatikan hal-hal berikut:

  • Untuk bahan kemasan yang inert (tidak mudah bereaksi) maka kemungkinan migrasi ke dalam produk yang dikemas akan kecil.
  • Jangan kemas bahan pangan pada suhu tinggi (lebih dari 60 C) karena dapat meningkatkan migrasi bahan kimia berbahaya dari kemasan. Contohnya jenis bahan kemasan melamin yang mudah migrasi ke produk pangan pada suhu tinggi.
  • Bahan pangan yang bersifat asam sebaiknya tidak disimpan menggunakan jenis kemasan logam.
  • Jika memilih kemasan plastik maka sebaiknya pilih yang berkode “daur ulang”, jangan gunakan plastik kresek warna hitam sebagai kemasan primer makanan siap santap, jangan memasukkan kemasan plastik dalam microwave kecuali plastik PP/polipropilen, jangan gunakan plastik untuk membuat makanan seperti ketupat.
  • Jika membeli peralatan makan maka pilihlah yang berkode “aman” seperti food safe, food grade atau for food use, atau bisa pilih yang bergambar gelas-garpu dan sebaiknya pilih yang jenis bahannya kaca/gelas atau pun keramik/porselen.
  • Jika memiliki botol susu bayi, sebaiknya untuk sterilisasi cukup direndam air mendidih. Jangan rebus botol susu.
  • Kemasan plastik terutama PVC tidak boleh dibakar. Hal itu dapat membuat plastik melepaskan dioksin yang dampaknya membahayakan kesehatan serta lingkungan (polusi udara).

Demikian pemaparan tentang Jenis-jenis bahan kemasan pangan dan bentuknya. Semoga tidak terjadi kesalahan dalam pemilihan kemasan baik dari bahan yang digunakan maupun bentuk yang menjadi pilihan.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.