hama dan penyakit tanaman durian

Tips Jitu Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Durian

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Durian. Durian ( Durio zibethinus) memiliki daging buah yang manis legit dan aromanya yang khas.
Karena rasanya yang enak, durian juga disebut king of fruits, alias raja buah-buahan. Walau
banyak yang menyukainya, namun tidak sedikit pula yang tidak suka pada baunya yang
menyengat.

Durian merupakan buah lezat yang berasal dari Asia Tenggara, dengan pusat
perkembangan serta keanekaragamannya ada di Pulau Kalimantan. Namun, justru Thailand lah
yang merupakan pengekspor utama durian.

Berkebun durian banyak dilakukan di pulau Sumatera dan Kalimantan. Selain menghasilkan
pendapatan yang sangat bisa diandalkan, berkebun durian juga memiliki tantangan, terutama
hama dan penyakit yang menyerang tanaman durian.

Berikut beberapa di antaranya yang paling sering menyerang tanaman durian, lengkap dengan
gejala dan cara pengendaliannya.

1. Hama Tanaman Durian

Hama tanaman durian berupa serangga atau larva yang mengganggu tanaman durian.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pencegahan hama
pada tanaman durian seperti menggunakkan pupuk durian dan mengenali jenis
pengendalian sesuai karakteristik hama tanaman durian seperti berikut ini :

a. Lebah Mini

Lebah mini bertubuh coklat kehitaman dan mempunyai sayap bergaris putih dan lebar. Hama ini
menyerang tanaman hanya pada saat berada dalam fase ulat saja. Bagian tanaman yang
diserang biasanya adalah ranting dan daun yang masih muda.

  • Gejala Serangan
    Pada daun dan ranting muda terlihat luka gerekan yang membuat pucuk durian tidak bisa
    tumbuh dan berkembang.
  • Cara Pengendalian
    Lebah mini dapat dihadapi dengan menggunakan parvasida, misalnya Hostathion 40 EC
    (Triazofos 420 gram/liter), dan insektisida, misalnya Supracide 40 EC dosis 420 gram/liter dan Temik 106 (Aldikarl 10%).

b. Penggerek Buah

Hama penggerek buah berupa serangga yang menyerang dengan cara menggerek biji dan daging buah. Serangga ini biasanya menyebar dengan cara terbang dari satu pohon ke pohon lainnya dan bertelur pada buah yang dihinggapinya. Penggerek buah biasanya menyerang pada waktu kemarau.

  • Gejala Serangan
    Kulit dan duri buah durian menjadi hitam seperti busuk, dan buah akan jatuh sebelum tua.
  • Cara Pengendalian
    Salah satu cara pengendalian yang dapat membasmi serangga penggerek buah dengan
    menggunakkan dan juga menyemprotkan insektisida seperti Basudin, bisa juga Sumithion 50 AC, serta Thoidan 35 EC, dengan dosis 2–3 cc/liter air.

c. Kutu Loncat

Kutu loncat durian  mirip dengan kutu loncat yang menyerang tanaman lamtoro. Serangga ini
menyerang bagian pucuk daun yang masih muda dari tanaman durian secara bergerombol.

  • Gejala Serangan
    Kutu menghisap cairan pada tulang-tulang daun sehingga menghambat pertumbuhan, dan daun menjadi mati. Ciri serangan serangga kutu loncat yaitu mengeluarkan cairan seperti getah bening yang memiliki warna pekat dan rasanya manis. Sehingga mengundang semut untuk bergerombol.
  • Cara Pengendalian
    Kutu loncat durian bisa dibasmi dengan cara memangkas daun dan ranting-ranting yang
    terserang hama, atau secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida
    Supracide 40 EC dosis 100–150 gram/5 liter air.

d. Ulat Penggerek Bunga

Hama ini merupakan penggerek bunga biasanya berupa ulat yang menyerang bagian kuncup
bunga maupun calon buah durian. Biasanya ulat ini menyerang bagian tanaman durian yang
baru saja berbunga. Ulat penggerek bunga berwarna hijau dengan kepala berwarna coklat, dan
saat telah menjadi kupu-kupu akan berwarna merah kecoklatan.

  • Gejala Serangan
    Salah satu tanda tanaman durian terkena hama ini seperti rusaknya kuncup bunga yang
    mengakibatkan putik bunga akan berguguran. Selain itu, ulat ini juga merusak benang sari dan tajuk bunga.
  • Cara Pengendalian
    Hama ini bisa dibasmi dengan cara menyemprotkan insektisida seperti Supracide 40 EC,
    nuvacrom SWC, Perfekthion 400 EC (Eimetoat 400 gram/liter).

2. Penyakit Tanaman Durian

Selain serangan serangga dan larva sebagai hama, durian juga bisa diserang penyakit.
Berikut beberapa di antaranya.

a. Penyakit Jamur

Penyakit jamur biasanya berkembang di lingkungan yang lembab dan tidak terkena sinar
matahari yang cukup.

  • Gejala Serangan
    Pada cabang dan kulit kayu terdapat benang-benang jamur mengkilat keperakan seperti sarang laba-laba. Jamur tersebut lalu berkembang menjadi kerak yang berwarna merah jambu dan masuk ke dalam kulit dan kayu sehingga cabang akhirnya mati.
  • Cara Pengendalian
     Bisa dilihat pada serangan jamur pada tingkat sarang laba-laba yang dapat dikendalikan dengan melumasi cabang yang sudah terserang dengan fungisida, misalnya calizin RM
     Jamur yang sudah membentuk kerak merah jambu, maka sebaiknya dapat dilakukan
    pemotongan cabang kira-kira ukurannya lebih 30 cm ke bawah bagian yang berjamur.
     Bisa juga menyemprotkan Antrocol 70 WP (propineb 70,5%), dengan dosis 100–200
    gram/liter air atau 1–1,5 kg/ha aplikasi.

b. Penyakit Busuk Buah

Penyakit busuk buah disebabkan oleh cendawan Phytophhthora palmivora. gejala serangan terlihat :

  • Gejala Serangan
    Terlihat bercak – bercak berwarna cokelat kehitaman dan basah pada kulit buah. Setelah
    beberapa lama, pada bagian yang terserang akan terbentuk miselium dan spogaria berwarna putih. Lalu buah akan busuk basah.
  • Cara Pengendalian
    Menyemprotkan fungisida dan insektisida untuk membunuh serangga dan siput yang menjadi vektornya. Buah yang telah diserang harus dibuang atau dibakar.

c. Penyakit Kanker Batang

Kanker batang juga disebabkan oleh jamur Phytophthora Palmivora .

  • Gejala Serangan
    Terdapat bekas luka pada batang yang terlihat seperti blendok berwarna coklat kemerahan. Bagian akar akan membusuk dan berwarna kehitaman. 
  • Cara Pengendalian
     Bisa dengan memperbaiki drainase tanaman yang dapat mencegah air hujan agar tidak mengalir pada permukaan tanah
     Memangkas daun yang tidak produktif
     Lakukan pemupukan tanaman dengan menggunakan pupuk durian atau pupuk kandang yang sudah dicampur dengan kapur.
     Memotong bagian tanaman yang sakit dari bagian kulit yang sakit sampai bagiam yang sehat. Luka pada bagiand batang dapat diolesi dengan fungisida maupun ditutup dengan karbolinum.

d. Penyakit Busuk Akar

Penyakit ini dapat menyerang tanaman dewasa maupun yang masih berumur bibit. Penyakit
busuk akar sendiri disebabkan oleh cendawan Pyhium vekans. selain disebabkan oleh Phytmum
Vexans penyakit busuk akar juga disebabkan oleh Fisarium sp. Penyakit busuk akar ini dapat
menyebabkan kematian langsung pada tanaman durian.

  • Gejala Serangan
    Salah satu gejala syerangan yang ditandai muncul bercak yang berawal dari ujung akar lateral. Salah satunya bagian korteks yang terlihat warna cokelat dan pada bagian yang berkayu akan tampak warna merah muda dengan bercak cokelat.
  • Cara Pengendalian
    Menggunakan fungisida dengan bahan aktif : metalaxyl, fosetyl alumunium, atau etridiazole. Tanaman yang terserang dan mati dibakar dan bekas lubangnya diberi kapur. Pada musim hujan sistem drainase kebun diperbaiki agar tidak terjadi genangan air yang dapat membusukkan akar.

e. Penyakit Bercak Daun

Penyakit bercak daun yang menyerang tanaman durian disebabkan oleh cendawan
colletotrichun durionis.

  • Gejala Serangan
    Salah satu gejala timbulnya bercak – bercak besar kering pada bagian daun tanaman dan yang membuat daun berlubang serta menyebabkan proses terganggunya fotosintesis pada daun.
  • Cara Pengendalian
    Pengendalian penyakit bercak daun dapat dilakukan dengan memotong bagian tanaman yang terserang serta membakarnya. Selain itu dengan menyemprotkan fungisida yang memiliki bahan aktif tembaga.
    Demikian penjelasan tentang pengendalian hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman durian.
    Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.