Cara Menanam Bayam Cabut : 5 Tahap Yang Harus Di Lalui

Masih ingat pembahasan artikel tentang yang membahas tentang manfaat sayur bayam dan efek sampingnya bagi kesehatan? Di dalam artikel tersebut telah diuraikan beberapa hal tentang bayam, mulai dari macamnya, manfaatnya hingga efek sampingnya jika dikonsumsi secara berlebihan.

Dan sekarang adalah waktunya membahas bagaimana cara menanam bayam cabut yang dimulai dari proses pembenihan, pengolahan lahan tanam, penanaman, perawatan dan yang terakhir adalah pemanenan.

Tahapan Cara Menanam Bayam Cabut

Hal yang perlu diingat dalam budidaya bayam adalah suhu lingkungan idealnya 16 – 20 C, kelembaban (RH) sedang, intensitas matahari penuh (sebaiknya tidak kurang dari 7 jam per hari) dan sebaiknya ditanam pada awal musim kemarau atau awal musim hujan.

Dalam satu hektar lahan dapat ditanamai 5 – 10 kg benih, atau 0,5-1 gram per m2. Sayuran bayam akan lebih efektif jika dibudidaya tanpa persemaian dahulu. Berikut langkah-langkah dalam budidaya tanaman bayam.

cara menanam bayam cabut

1. Persiapan benih tanaman bayam

Pada umumnya, tanaman bayam dibudidaya melalui perbanyakan biji. Ambil benih dari tanaman bayam yang sudah ditanam sampai berumur 3 bulan. Benih bayam tidak membutuhkan masa dorman, sehingga benih yang baru dipanen sudah bisa ditanam langsung. Benih bayam yang baik akan tahan meski disimpan sampai umur setahun.

2. Pengolahan lahan

Untuk mendapatkan tanah gembur, sebelum menanam, cangkul tanah sampai kedalaman 20 – 30 cm. Buat bedengan dengan ketentuan lebar 1 meter, tinggi 20-30 cm, panjang menyesuaikan ukuran/bentuk lahan, jarak antar bedengan 30-40 cm (sesuai keadaan tanahnya) dan sebaiknya dibuat membujur dari arah timur-barat agar intensitas matahari lebih optimal. Sebaiknya bedengan dibuat dengan permukaan rata (tidak melengkung) agar nantinya penyiraman merata di semua sisi dan tingkat kebasahan semua tanaman akan sama. Nantinya, tanaman akan tumbuh bersama di antara bagian tepi dan bagian tengah bedengan. Beri pupuk kandang pada permukaan bedengan, dosisnya 100 kg/100 m2 lahan. Sebaiknya, gunakan pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam karena lebih kaya akan nitrogen yang sangat dibutuhkan tanaman sayuran daun seperti bayam. Pupuk kandang diberikan tepatnya 5 cm dari permukaan bedengan. Gali/keruk tanah pada permukaan bedengan sedalam 5 cm kemudian barulah pupuk ditaburkan merata. Tutup kerukan tanah tersebut. Semprotkan juga pupuk cair bioboost atau larutan EM-4 sebanyak 10 ml/1 liter air pada permukaan bedengan. Tutup permukaan bedengan dengan tanah dan biarkan 3 hari sebelum ditanami. Setelah itu sirami bedengan secara merata.

Baca juga :  Mengenal Komoditas Hortikultura Indonesia

3. Menanam bayam

Ada 3 cara dalam menanam bayam yaitu dengan menyebar benih langsung pada bedengan, menyebar biji bayam pada larik/barisan dan melalui penyemaian. Cara penyebaran benih secara langsung biasanya diaplikasikan pada bayam cabut. Cara penyebaran biji pada larik/baris dibuat dengan jarak antar barisan 10 – 15 cm. Setelah itu tutup larikan dengan lapisan tanah tipis-tipis. Cara ketiga yaitu penyemaian biasanya diaplikasikan pada bayam petik. Benih disemai kurang dari 10 hari. Setelah tumbuh, lakukan pembumbunan dan pelihara 3 minggu sampai bibit siap dipindah ke lahan terbuka. Bibit ditanam dengan jarak tanam 50 x 30 cm.

Lalu bagaimana jika tanaman bayam dibudidayakan pada lahan sempit menggunakan media pot/polybag atau pun rak vertikultur? Ukuran pot/polybag yang dianjurkan untuk tanaman bayam adalah 30 x 30 cm. Beri lubang sebagai saluran drainase, pada bagian bawah pot/polybag baik di sisi kiri maupun kanannya berjumlah 4 – 5 lubang. Sedangkan jika menggunakan rak vertikultur (yaitu wadah yang terbuat dari kayu dan talang pipa peralon), rak dapat disusun hingga 4 tingkat, panjang 80 cm dan tinggi 1,25 meter. Panjang talang 1 meter, lebar 12 cm, beri lubang sebagai drainase 4-5 lubang dan isi dengan media tanam. Media tanam yang digunakan adalah campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1, 1:2 bahkan 1:3, tergantung pada kesuburan dan tekstur tanahnya. Masukan media tanam ke dalam wadah tanam sampai menyisakan jarak sekitar 1 cm dari permukaan/ujung/bibir wadah. Ketentuan media tanam berlaku baik untuk pot/polybag maupun rak vertikultur. Benih bayam disebar langsung pada pot/polybag. Sedangkan pada rak vertikultur, benih bayam bisa disebar langsung atau dengan sebar larik/barisan yang jarak antar barisannya 10 – 15 cm. Sebelum digunakan untuk menanam, rak vertikultur maupun pot/polybag sebaiknya disiram dahulu agar lebih memudahkan dalam penanaman.

Baca juga :  Mushroom Adalah Jamur : Semua Pasti Tahu !

Dalam menanam bayam, biasanya benih yang sangat kecil ukurannya ditebarkan dengan tangan atau melalui saringan. Ketentuannya, kepadatan tebaran benih yaitu 0,5 – 1 gram/m2. Ada 2 cara dalam menebar benih bayam. Pertama, benih bayam dicampurkan dengan tanah atau pupuk kandang. Kemudian tebarkan bersamaan secara merata di atas bedengan. Cara kedua, taburkan benih bayam di atas permukaan bedengan. Setelah itu, tambahkan dengan taburan pupuk kandang. Kedua cara tersebut, mampu membuat penebaran benih bayam merata dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman bayam ke depannya. Apalagi, sebelumnya sudah diberi pupuk organik 5 cm dari permukaan bedengan. Hal itu membuat tanaman bayam dalam pertumbuhannya akan mendapat asupan hara yang tepat waktu dan porsinya. Nantinya tanaman bayam akan semakin besar dalam pertumbuhannya dan akarnya akan semakin menjalar ke dalam tanah. Saat itulah, unsur hara dari pupuk kandang (5 cm dari permukaan bedengan) akan diterima perakaran tanaman bayam yang memang sedang membutuhkan.

4. Perawatan tanaman bayam

Perawatan tanaman bayam meliputi irigasi, pemupukan dan pengendalian HPT.

  • Saat musim kemarau, penyiraman tanaman bayam dilakukan 2x sehari yaitu pagi dan sore. Karena benih bayam selama proses perkecambahan (terhitung 3 hari sejak benih disebar), harus dijaga kelembabannya sampai muncul kecambah dengan sempurna. Setelah menginjak usia 4 hari, penyiraman cukup sekali yaitu pagi atau sore hari. Penyiraman juga bisa dilakukan pada siang hari dengan volume air 2x volume penyiraman pagi/sore hari dan tanah harus basah merata terkena air. Penyiraman siang hari terutama saat matahari terik (intensitas matahari tinggi) jika dilakukan dengan baik maka dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman bayam sehingga hasilnya sangat baik. Jika di sore harinya lahan mendapat penyiraman alami yaitu air hujan, maka keesokan paginya, disiram dengan volume air yang sedikit sebagai pembilas air hujan yang mungkin dapat menyebabkan perkembangan jamur atau bakteri. Di samping ada irigasi/penyiraman, perlu dibuat drainase dan diatur dengan baik. Karena tanaman bayam tidak suka dengan tanah yang tergenang air sehingga akan kesulitan dalam penyerapan nutrisi.
  • Berikan pupuk tambahan pada tanaman bayam dan sebaiknya dalam sehari penuh sebelum pemberian pupuk, tanaman tidak disiram. Tujuannya agar penyerapan hara oleh tanaman lebih cepat. Tabur rata pupuk organik (seperti pupuk kandang). Sapu tanaman menggunakan daun yang ukurannya lebih besar dan lembut (misal daun pepaya) untuk membersihkan pupuk yang menempel pada daun bayam. Biarkan terpapar matahari 2 – 4 jam, barulah disiram air.
  • Tanaman bayam biasanya diserang HPT seperti kutu dan ulat daun, tungau, karat putih serta busuk basah. Jika bayam sudah berkecambah, bersihkan lahan dari gulma atau rumput yang mungkin tumbuh bersama kecambah. Jika HPT mulai menyerang, segera cabut/buang dan dibakar kemudian semprotkan tanaman dengan fungisida dan insektisida/pestisida hayati/organik. Terutama saat tanaman berumur 7 hari (setelah benih disebar) semprotkan pupuk hayati cair atau pestisida hayati untuk mencegah jamur yang sering menyerang.
Baca juga :  Mengenal dan Budidaya Kopi

5. Panen sayuran bayam

Bayam dapat dipanen 20 hari atau 3 – 4 minggu setelah ditanam, dengan tinggi tanaman ± 20 cm. Bayam tersebut dipanen dengan cara mencabut dari akarnya atau memotong bagian pangkal tanaman sekitar 2 cm di atas permukaan tanah. Biasanya, panen mampu menghasilkan bayam 20 ton/hektar lahan. Akan tetapi, bayam petik dapat dipanen pada umur 1 – 1,5 bulan dan interval pemetikannya seminggu sekali, tidak sekali waktu langsung dipanen habis.

Tetapi, jika langkah-langkah di atas dilakukan dengan benar, bayam sudah dapat dipanen 3 hari setelah pemupukan tambahan. Tanaman bayam yang dirawat dengan baik dalam masa tanamnya mampu menghasilkan bayam 50 – 100 kg/100 m2 lahan. Setelah dipanen, cuci bersih bayam dan jika akan dijual sebaiknya disortir dahulu. Hasil panen bayam disimpan di tempat teduh kaena bayam termasuk golongan tanaman sayuran yang mudah layu.

Demikianlah tahapan cara menanam bayam cabut yang benar sehingga dapat dihasilkan produksi bayam yang bagus kualitasnya. Berapapun lahan yang Anda miliki, manfaatkanlah untuk bercocok tanaman yang berguna untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Semoga bermanfaat 😉

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.