Cara Membuat Pupuk Organik Sendiri Di Rumah

Pada artikel sebelumnya telah banyak diuraikan tentang tanah serta perihal kebutuhan pupuk dan pemupukan. Pada kesempatan kali ini akan dibahas bagaimana cara membuat pupuk organik sendiri di rumah. Dapat disimpulkan bahwa betapa pentingnya pupuk untuk pemenuhan unsur hara di kehidupan dan keberlanjutan tanah maupun tanaman yang dibudidayakannya.

Pupuk Organi Dan Pupuk Anorganik

Masih ingat penggolongan pupuk? Pupuk organik dan anorganik. Perbedaannya sangatlah nyata. Pupuk organik bersumber dari apa yang ada di alam yaitu limbah, baik dari pertanian, peternakan hingga rumah tangga. Sedangkan pupuk anorganik adalah rekayasa pabrik yang dibuat agar menyerupai fungsi pupuk untuk tanah maupun tanaman.

Hasil kerja pupuk anorganik memang lebih cepat terlihat karena takaran tiap unsur haranya cenderung pas. Tetapi, penggunaan pupuk anorganik tidak menjamin keberlanjutan tanah maupun tanaman itu sendiri. Penggunaan yang melebihi batasan pun akan segera nampak dampaknya.

Sedangkan pupuk organik yang lebih lambat kerjanya daripada pupuk anorganik, tetapi memberi jaminan akan keberlanjutan dan kelestarian tanah serta tanaman. Pupuk organik dapat mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat kimia, fisik dan biologis.

Bahan – Bahan Pupuk Organik

Selanjutnya, terbuat dari apakah pupuk organik? Bahan apa saja yang dapat dibuat sebagai pupuk organik? Pupuk organik dapat dibuat dari:

  1. Dedaunan kering, seperti daun gamal, lamtoro, kacang panjang dan daun lain, karena termasuk sampah biodegradable dengan unsur hara yang baik sebagai pupuk organik.
  2. Limbah pertanian, seperti jerami, batang, daun dan tongkol kering dari tanaman jagung hingga kacang-kacangan (kacang hijau, kedelai, tanah). Limbah perkebunan seperti tandan kosong kelapa sawit pun bisa.
  3. Limbah peternakan seperti kotoran ternak ayam, kambing, sapi hingga kelelawar, dapat dibuat pupuk organik.
  4. Limbah dari industri seperti pabrik MSG atau yang dikenal micin, gula pasir, sampai pabrik alkohol yang bahan baku utamanya adalah limbah pertanian.
  5. Limbah feses manusia, kini sudah banyak dimanfaatkan sebagai pupuk organik secara tradisional di Jepang, Korea, Taiwan, terutama di daratan Cina.
Baca juga :  Tips! Panen Buah Buahan di Luar Musim

Cara Membuat Pupuk Organik Sendiri Di Rumah

Berikut rincian hara yang terkandung pada beberapa bahan.

Jenis pupuk organik Kandungan hara (%)
Nitrogen Fosfor Potasium
Jerami padi

Pupuk kandang

Kompos

Pupuk kandang unggas

Pupuk kandang domba dan kambing

Kompos tanah sawah

Jerami + feses sapi

Jerami + feses ayam

Tanaman jagung + feses ayam

0,5-0,8

0,8-1,2

0,5-2,0

1,5-3,0

2,0-3,0

1,45

1,07

1,43

3,2

0,15-0,26

0,44-0,88

0,44-0,88

1,15-2,25

0,88

0,19

0,46

0,8

0,57

1,2-1,7

0,4-0,8

0,4-1,5

1,0-1,4

2,1

0,49

0,47

0,48

0,51

Sumber: Nurhayati et al, 2011 (dalam jurnal Iptek Tanaman Pangan vol 6. Hal 193-202)

Cara Membuat Pupuk Organik Sendiri

Lalu bagaimana cara membuat pupuk organik itu? Sederhana: mudah dan murah, cara membuat pupuk organik itu.

1. Pupuk organik sampah dari dedaunan kering dan jerami.

Pertama – tama kumpulkan dedaunan kering dan jerami sebanyak 2 karung. Masukkan dalam treaser untuk dicacah agar menjadi lebih halus. Buat larutan dalam drum berisi 10 liter air, lalu masukkan molase (tetes tebu) 1 cc dan EM-4 10 tutup botol, ke dalamnya.

Aduklah sampai larutan homogen. Dedaunan dan jerami yang sudah dicacah dimasukkan dalam bak penampung dan dibiarkan selama 3 hari. Dalam waktu fermentasi itu, sirami dengan larutan yang tadi dibuat. Aduk sampah dengan garu atau cangkul agar larutan merata dan semua bagian mendapat kondisi yang sama yakni suhu dan kelembaban yang sama. Setelah 3 hari, masukkan sampah ke dalam karung dan bisa digunakan sebagai pupuk organik.

2. Pupuk dari bahan organik.

Kumpulkan bahan organik seperti rumput, dedaunan kering, kertas, serbuk gergaji, pelepah pisang yang sudah dicacah, nasi basi, kotoran ternak dan jangan gunakan daun bergetah tajam (seperti daun pinus). Kuburlah bahan organik dalam tanah. Jika tanahnya kering, siram air di atas agar kondisinya lembab.

Biarkan selama ± 3 minggu sampai beberapa bulan tergantung kecepatan bakteri pengurainya. Jika pupuk telah jadi, biasanya tidak akan berbau. Jika ingin lebih cepat proses fermentasinya tambahkan EM4 sebelum bahan organik dikubur. Pupuk ini per 1 kg cukup untuk 3-4 pohon sayuran daun (selada, seledri, pakcoy dan lainnya) sampai panen atau 1 pohon sayuran buah (tomat, cabai, terong dan lainnya) selama 1-2 bulan.

3. Pupuk organik cair

Caranya, siapkan aras pisang dan nira. Masukkan nira pada sebuah wadah. Iris tipis aras pisang dan masukkan dalam wadah berisi nira sampai menutupi permukaan atas nira. Tutup rapat-rapat dan biarkan selama 2 minggu. Jadilah pupuk organik cair yang biasa digunakan untuk pohon kelapa. Biasanya diberikan pada bagian umbut pohon kelapa.

Demikin pembahasan seputar bagaimana cara membuat pupuk organik sendiri di rumah. Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.