Cara Membuat Mikroorganisme Lokal (MOL)

Masih ingatkah dengan artikel-artikel sebelumnya yang membahas tentang tanah, tanaman dan pemupukan? Ketiganya tentunya saling berkaitan. Di mana, pemupukan sangat dibutuhkan oleh tanah dan tanaman. Lalu ingatkah artikel yang menguraikan tentang kondisi pertanian saat ini? Pertanian saat ini dihadapi banyak masalah.

Dimulai dari peralihan lahan, produk-produk pertanian yang diimpor, ketidakpastian harga produk hortikultura hingga penggunaan bahan (pestisida, insektisida atau pupuk) yang anorganik. Keberlanjutan dan kelestarian pertanian Indonesia sedang diambang batas. Penerapan pertanian organik adalah salah satu solusi yang bisa ditempuh untuk pertanian yang lebih bersahabat.

Dalam pertanian, limbah organik (sisa tanaman atau kotoran ternak) adalah salah satu contoh bahan baku pupuk. Tetapi, limbah organik tersebut tidak bisa diberikansecara langsung ke tanaman dan harus dikomposkan terlebih dahulu oleh mikroba tanah agar menjadi hara sehingga bisa diserap oleh tanaman. Secara alami, pengomposan membutuhkan waktu lama. Tetapi dengan adanya mikroba dekomposer lama proses pengomposan dapat dipangkas karena mikroba ini mampu mempercepat pengomposan.

Pada kesempatan kali ini kita akan berkenalan dengan mikroorganisme lokal (MOL) dan bagaimana cara membuat mikroorganisme lokal (MOL) dengan bahan – bahan sisa yang ada didekat kita.

Mikroorganisme Lokal (MOL)

Mikroorganisme Lokal (MOL) merupakan dekomposer sekaligus pupuk dan pestisida organik. MOL dapat digunakan langsung pada tanaman sebagai pupuk/pestisida. MOL yang digunakan adalah berupa larutan yang merupakan hasil fermentasi dari bahan yang ada di alam. MOL mengandung unsur hara mikro dan makro, bakteri perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan serta pengendali hama dan HPT.

MOL terdiri dari karbohidrat (air leri, nasi basi, singkong, kentang, gandum), glukosa (cairan gula pasir/merah, nira) dan bakteri (buah-buahan, kotoran hewan dan keong mas). MOL dapat dibuat dengan bahan yang mudah didapat dan harga yang murah. Mol ini ramah lingkungan, dapat memperbaiki kualitas tanah dan tanamannya, mengandung mikroba dan unsur kompleks yang baik untuk pupuk dan dekomposer organik yang dihasilkan serta mampu memperkaya keanekaragaman biota tanah.

Baca juga :  Membuat Obat Tani Organik

cara membuat mikroorganisme lokal (mol)

Cara Membuat Mikroorganisme Lokal (MOL)

Apakah MOL bisa dibuat sendiri? Ya tentu saja, begini lho cara membuat mikroorganisme lokal :

a. MOL nasi basi

Cara membuatnya, buat kepalan nasi basi seukuran bola pingpong. Kemudian masukkan ke dalam wadah, selanjutnya tutup dengan dedaunan dan biarkan selama 3 hari sampai ada jamur yang tumbuh. Lalu, campurkan nasi basi dengan air, dengan perbandingan 1:5 liter, tambahkan 1 ons gula pasir.

Campuran tersebut kemudian disiramkan pada bahan organik yang akan dibuat kompos. Juga dapat semprotkan langsung pada tanaman, dengan konsentrasi MOL 400 cc ditambahkan 14 liter air.

b. MOL buah-buahan

Mol jenis ini biasanya sebagai pupuk dan dekomposer pembuatan kompos pada tanaman. Cara membuatnya, haluskan 10 kg limbah buah-buahan (boleh pepaya, apel, pisang, mangga atau lainnya). Masukkan ke dalam drum plastik dan campurkan dengan 10 liter air kelapa serta 1 kg gula merah yang dicairkan dan tutup dengan plastik. Beri lubang, caranya masukkan selang yang dihubungkan dengan botol berisi air. Fermentasikan 10 – 15 hari.

Kemudian campurkan MOL dengan air, perbandingan 1:5 liter dan tambahkan 1 ons gula. Pemberian pada tanaman caranya sama dengan MOL nasi basi.

c. MOL rebung

Pada umumnya mol dari bahan rebung dimanfaatkan untuk merangsang pertumbuhan tanaman. Cara membuatnya, tumbuk ± 3 kg rebung bambu sampai halus, kemudian masukkan ke dalam wadah. Campurkan dengan 1 buah maja yang sudah ditumbuk. Jika tidak ada, bisa dengan 1,5 ons gula merah yang sudah dihancurkan. Kemudian, rendam dengan 5 liter air leri (cucian beras). Tutup rapat dan buat lubang dengan selang yang dihubungkan botol berisi air. Fermentasikan selama 15 hari.

d. MOL keong mas

Caranya, tumbuk samapi halus 5 kg keong mas segar. Kemudian campurkan dengan 2 buah maja yang matang. Jika tidak ada bisa diganti 1 kg gula merah. Jika tidak ada bisa menggunakan 1 liter air/cairan tebu. Lalu, tambahkan 10 liter air kelapa dan aduk merata. Tutup rapat dan buat lubang dengan selang yang dihubungkan botol berisi air. Fermentasikan selama 15 hari.

Baca juga :  Peranan Agroklimatologi Di Bidang Pertanian

Campurkan MOL keong mas dengan air, perbandingan 1:5 liter. Kemudian tambahkan 1 ons gula merah. Aduk rata dan siramkan pada bahan organik yang dikomposkan. Semprot pada tanaman pagi/sore hari dengan konsentrasi MOL 400 cc ditambahkan 14 liter air. Untuk padi, penyemprotan dilakukan dari fase vegetatif sampai generatif pasca tanam, pada hari ke-10, 20, 30 dan 40.

Selain itu juga ada MOL dari bahan sayuran yang biasanya untuk tanaman padi, MOL bonggol pisang sebagai dekomposer pembuatan kompos, MOL daun cebreng yang dapat menyuburkan daun tanaman serta limbah organik lain yang bisa dimanfaatkan.

Demikian paparan singkat tentang bagaimana cara membuat mikroorganisme lokal. Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.