Cara Membuat Durian Berbuah Lebat

Durian (Durio zibethinus) adalah buah yang permukaan luarnya diselimuti duri tajam namun lembut dagingnya. Banyak masyarakat yang menanam pohon durian. Tetapi tidak jarang pohonnya enggan berbuah padahal sudah bertahun-tahun. Berikut adalah beberapa cara membuat durian berbuah lebat.

Cara Membuat Durian Berbuah Lebat

Pahami karakteristik pohon durian

Durian lebih baik ditanam pada tanah lempung berpasir yang gembur dan banyak hara, memerlukan sinar matahari 8 – 12 jam/hari, pilih bibit yang baik (daun lebat, subur, memiliki percabangan 4 arah mata angin), akan berbunga setelah melalui 2 bulan masa kering dan 1 – 2 bulan masa basah.

Cara Membuat Durian Berbuah Lebat

Awal penanaman

Pilih bibit unggul hasil okulasi umur 2 tahunan sehingga ketika ditanam akan berbuah 3 – 6 tahun kemudian. Sebulan sebelum tanam buat lubang dengan kedalaman > 2 meter karena pohon durian berakar tunggang dan mampu menembus lapisan tanah, lalu biarkan lubang terbuka 3 minggu agar terkena sinar matahari. Pada lubang, berikan campuran tanah dan pupuk kandang perbandingannya 1:1. Seminggu sebelum tanam, masukkan NPK 100 gram, dolomit 100 gram dan insektisida/nematisida 50 gram yang dicampur rata. Dolomit untuk menyediakan kalsium dan magnesium. Sedangkan insektisida/nematisida untuk mencegah rayap/nematoda yang menyerang akar/batang durian.

Penanaman pohon durian

Pohon durian baik ditanam di lahan terbuka dan tidak dekat dengan tembok rumah yang tinggi atau dekat tanaman lain. Penanaman pohon durian sebaiknya dilakukan pagi/sore hari untuk mengurangi penguapan sehingga nantinya tanaman tidak layu. Saat menimbun pohon dengan media tanam cukup sebatas akarnya saja, jangan sampai ke batang karena dapat membuat busuk. Kemudian pohon disiram dan beri naungan dari daun kelapa.

Buat strager sebagai penguat, penahan dan untuk membentuk arah percabangan durian. Satu strager dibuat di samping pohon berjarak 40 cm dari batang, ikat dengan tali atau 4 strager di tiap sudut mata angin yang dihubungkan dengan bilah bambu (seperti pagar) dan jaraknya mengikuti lebar tajuk terluar. Strager biasanya dibuat dari bambu.

Pasca tanam

Setelah seminggu ditanam, lepas naungan dari daun kelapa. Saat baru tanam jangan lupa untuk dipupuk NPK/urea, ZA, SP36/TSP, KCL lewat akar serta pupuk mikro lewat daun. Tepatnya saat umur 3 bulan setelah tanam beri NPK 15:15:15 atau 16:16:16 200 gram/tanaman dan diulang 4 bulan sekali. Pada batang 1 meter dari permukaan tanah bebas cabang dan ranting, pangkas batangnya untuk menghindari ZPT.

Baca juga :  15 Cara Memilih Buah Segar dan Berkualitas

Saat tanaman muda

Penyiraman rutin, jika musim kemarau siram 50 – 100 liter setiap 3 – 6 hari sekali pada pagi hari. Bentuklah cabangnya dengan cara ikat batang yang akan didatarkan menggunakan tali disertai pemberat. Cara lainnya dengan mengikat ujung tali pada patok yang tertancap di tanah. Tujuannya untuk membuat cabang tumbuh mendatar sehingga lebih banyak menimbun karbohidrat untuk menghasilkan buah.

Saat tanaman tua

Penyiraman dilakukan dengan melihat kondisi daunnya. Jika daun terlipat hingga ujung-pangkalnya bertemu sampai tulang daun patah maka daun sudah cukup air dan tidak perlu disiram.

Pemangkasan rutin

Pangkas akar untuk meremajakan akar setiap tahunnya. Potong akar tiap sisi terutama yang sejajar tajuk, jaraknya 1,5 – 2,5 meter dari pangkal batang. Caranya, gali tanah lebar 20 – 30 cm, kedalaman 50 cm sehingga akar otomatis putus dan akan tumbuh akar baru yang lebih efektif dalam menyerap makanan. Isi dengan pupuk kandang dan NPK.

Cara lainnya dengan mengerat batang 10 – 20 cm dari permukaan, buat setengah lingkaran lebar 1 – 2 cm sehingga nantinya tumbuh akar baru yang menyerap makanan lebih maksimal dan optimal dalam pertumbuhan serta produksi durian. Pangkas tunas air karena hanya menghabiskan cadangan makanan dan tidak menghasilkan buah. Pangkas cabang yang jaraknya terlalu dekat karena idealnya jarak antar cabang 50 cm.

Cabang jangan terlalu dekat dan tumpang tindih dalam satu arah mata angin. Pangkas ujung batang setelah tinggi tanaman sudah sesuai keinginan. Pangkas batang di ujung tanaman, olesi bekas potongan dengan fungisida atau tutup dengan lilin untuk menghindari cendawan. Pemangkasan batang bertujuan agar pohon durian tidak tumbuh terlalu tinggi sehingga memudahkan saat panen buah durian.

Jika di umur 3 tahun tanaman sudah berbunga, pangkaslah bunganya saat masih kuncup. Biasanya bunga tersebut tumbuh di ranting/ujung batang karena hanya menghabiskan energi tanaman.

Baca juga :  Mari Kita “Culik Tanam”

Pemupukan pohon durian

Pupuk mikro tetap harus diberikan karena jika kekurangan salah satu unsurnya, tidak akan terdeteksi. Setelah tanaman berproduksi, baru terlihat adanya kelainan pada daun, bunga bahkan buahnya. Setahun sekali dipupuk kandang 50 kg/pohon ditambah 5 – 10 sendok/pohon/tahun dolomit. Setiap tahun, dosis dinaikkan 20 – 25%. Hingga tahun ketiga, pilih pupuk yang mengandung banyak Nitrogen untuk pertumbuhan tanamannya.

Setelah tahun ketiga dipupuk untuk pertumbuhan tanaman dan merangsang pembungaan. Tepatnya umur 4 – 5 tahun (durian unggul genjah) atau 7 – 8 tahun (unggul lokal), beri pupuk yang banyak mengandung Fosfor dan Kalium serta rendah Nitrogen. Untuk mempercepat penyerapan, pupuk dilarutkan dulu. Sebelum dipupuk, jangan siram tanaman selama minggu atau dipupuk pada akhir kemarau atau awal penghujan.

Stres air

Dilakukan setelah melewati kemarau 2 – 3 bulan. Caranya, pastikan dahulu tanaman subur dan sudah dipupuk, tetapi ingat untuk menghindari pupuk dengan Nitrogen tinggi. Gemburkan tanah di bawah tajuk. Buat parit 10 – 20 cm yang lebarnya mengikuti tajuk luar atau dengan bedengan mengelilingi tanah di bawah tajuk untuk mencegah air siraman tidak melebar dan keluar dari tanah di bawah tajuk. Siram tanah di bawah tajuk sebanyak 100 liter dan ulang 2 – 3 hari sekali tergantung kelembaban tanah sampai hari ke-14.

Penyerbukan buatan

Seringkali pohon durian tidak berbuah karena bunganya gagal saat proses penyerbukan. Penyebabnya karena jumlah bunga yang keluar lebih banyak di batang/cabang bagian bawah, kematangan bunga jantan-betina tidak berlangsung bersamaan, curah hujan tinggi bahkan bisa disebabkan oleh pemakaian pestisida yang terlalu sering sehingga membasmi/mengusir serangga penyerbuk.

Penyerbukan buatan dapat dilakukan dengan kuas halus yang disapukan perlahan dan hati-hati pada bunga jam di antara pukul 21.00 sampai 03.00 dini hari. Karena pada jam-jam tersebut biasanya bunga-bunga akan melakukan penyerbukan. Penyerbukan buatan juga bisa dilakukan dengan menggiring lebah madu pada bunga-bunga di pohon durian.

Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) atau hormon

Saat memasukki fase generatif (umur 5 – 8 tahun) tepatnya setelah melewati kemarau 2 – 3 bulan, berikan ZPT pada pohon durian. Semprotkan ZPT sebanyak 1 ppm atau 1 ml paklobutrazol yang dilarutkan dalam 1 ml air, pada bagian daun, ranting serta cabang. Semprotkan ZPT sebanyak 1 – 2 kali.

Lukai batang

Cara ini dilakukan hanya pada pohon durian tua yang umurnya > 10 tahun dan sulit berbuah. Caranya, ikat batang dengan kawat besi sampai kulitnya terluka, ikatan dibuat 50 cm dari permukaan. Cara lainnya dengan mengupas sebagian kulit batang, iris dan kerat dengan membuat kotak 10 x 20 cm. Pengelupasan bisa dilakukan di 2 bagian yang berseberangan. Kemudian tutup luka dengan fungisida dan bakterisida atau parafin.

Baca juga :  Cara Membuat Pupuk Organik Sendiri Di Rumah

Panen buah durian

Biasanya, setelah 116 hari pasca bunga mekar, kematangan buah durian mencapai 80%. Setelah 130 hari pasca bunga mekar, kematangan buah durian sudah 90%. Agar buah durian rasanya lebih manis, petik/panenlah buah durian saat tingkat kematangannya 80 – 90%. Kemudian simpan buah durian selama 2 – 4 hari.

Cara Membuat Durian Berbuah Lebat Selanjutnya adalah….

Selain itu, ada pula perlakuan pasca pohon durian dipanen buahnya. Perlakuan tersebut dapat mendorong pohon durian untuk berbuah kembali setelahnya. Berikut perlakuannya:

  1. Bersihkan atau pangkas sisa-sisa tangkai bunga, tangkai buah dan buah baru yang terlambat. Terkadang, setelah pohon durian dipanen habis, ada bakal buah yang baru tumbuh dan lebih baik dipangkas.
  2. Pangkas cabang dan ranting yang tidak produktif. Tepatnya di bagian dalam tajuk yang tidak terkena sinar matahari.
  3. Seminggu setelah buah durian dipanen/dipetik habis, pupuklah dengan pupuk kandang, NPK dan pupuk daun. Hal itu untuk menjaga kesuburan pohon durian itu sendiri.
  4. Setelah umur 8 tahun atau saat diberi pupuk organik, lakukan peremajaan akar. Caranya, gali media tanam sedalam 50 cm, lebar 40 cm dan berjarak 100 – 150 dari batang. Akar akan otomatis terputus. Isi lubang galian dengan pupuk organik lalu siram dengan larutan atonik 1000 ppm sebanyak 5 liter.

Demikian penjelasan tentang cara membuat durian berbuah Lebat. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.