Cara Budidaya Kopi Luwak

Cara Budidaya Kopi Luwak

Cara Budidaya Kopi Luwak. Pasti Anda semua sudah tahu dan tidak asing lagi dengan jenis minuman yang disebut “kopi luwak”. Lalu apa definisi Anda tentang kopi luwak? Singkatnya, kopi luwak adalah kopi yang bijinya berasal dari binatang bernama luwak.

Luwak sendiri adalah hewan mamalia dari keluarga musang-musangan dan Viverridae (garangan). Luwak termasuk binatang karnivora serta suka akan hutan-hutan sekunder yang dekat dengan kebun dan pemukiman manusia. Luwak memiliki nama latin Paradoxurus hermaphroditus.

Luwak “doyan” memakan buah kopi. Tetapi, luwak juga pilih-pilih dalam menikmati buah kopinya. Buah kopi robusta dan arabika yang biasanya luwak makan. Luwak biasanya akan memakan buah kopi berkualitas prima. Hal ini sudah dipercaya banyak orang terutama para pakar sekaligus pencinta kopi. Buah kopi yang dimakan akan terfermentasi secara alami di dalam pencernaan luwak tersebut. Kulit kopi habis dicerna oleh pencernaan luwak. Karena pencernaannya terlalu mencerna biji-bijian dengan sempurna. Ditambah biji kopi yang terlindungi oleh kulit keras sehingga tidak ikut tercerna.

Sudah dilakukan penelitian oleh peneliti makanan Massimo Marcone di Universitas Guelph Ontario Kanada. Jika buah kopi yang dimakan luwak di dalam pencernaannya akan diuraikan oleh enzim proteolitik. Sekresi enzim proteolitik akan memecah protein dalam biji kopi. Peptida dan asam amino bebas menjadi berkurang. Di situlah menunjukkan jika sekresi endogen pada pencernaan luwak telah meresap ke dalam biji kopi. Selain itu, fermentasi alami dalam pencernaan luwak menyebabkan perubahan komposisi kimia biji kopi sehingga meningkatkan kualitas rasa kopi. Hal ini disebabkan karena prosesnya terjadi pada suhu fermentasi optimal dan dibantu oleh enzim proteolitik dan bakteri dalam pencernaan luwak tersebut. Maka kotoran luwak yang ia ‘keluarkan’ masih mengandung biji-bijian utuh.

Di sisi lain, luwak hobi sekali membuang kotoran ‘feses’ nya di tempat yang sering ia lewati yaitu di areal perkebunan kopi itu sendiri. Kotoran luwak yang berbentuk biji kopi inilah yang diolah sempurna menjadi kopi dengan cita rasa yang mampu bersejajar dengan kopi robusta maupun arabika. Tidak hanya itu, kopi luwak memiliki kadar kafein yang rendah karena fermentasi alami dalam pencernaan luwak yang mampu mengurangi kafein. Kafeinnya hanya sekitar 0,5 – 1%.

Baca juga :  Bermain dengan Ikan

Asal Usul Kopi Luwak

Sebelum mengenal kopi luwak, kopi jenis robusta dan arabika sudah terlebih dahulu terkenal dan mendunia baik di kalangan para penikmat kopi maupun kalangan masyarakat pada umumnya. Dahulu, sekitar abad ke-19, saat jaman pemerintahan kolonial, tepatnya di perkebunan Jawa Tengah, seorang buruh tani menemukan kotoran ‘feses’ luwak yang berserakan di area perkebunan kopi tersebut. Kotoran tersebut berbentuk biji kopi yang masih berkulit tanduk, tetapi sudah mengering.

Karena pada masa penjajahan rakyat kita hanya sebagai buruh ‘tanam paksa’ maka kehidupan di bawah kata ‘cukup’ membuat mereka mengakali segalanya agar bisa dikonsumsi. Ada seorang buruh tani yang mengumpulkan kotoran ‘feses’ luwak lalu membawa pulang untuk diolah. Hanya dengan mencuci bersih lalu dijemur lagi sampai kering. Kemudian kulit tanduk yang masih melekat, dikupasnya dengan tangan.

Biji kopi yang sudah bersih lalu disangrai dan dihancurkan/giling hingga menjadi bubuk. Buruh tani tersebut menikmati cita rasa spesial dari hasil kopi yang sebenarnya berasal dari kotoran ‘feses’ binatang. Kopi ‘feses’ luwak tersebut akhirnya menjalar dari mulut ke mulut para buruh tani di perkebunan kopi. Hingga akhirnya kepala dan penguasa kebun mengetahui. Singkat cerita, kopi ‘feses’ luwak langsung menyerbakkan aroma sampai ke para penikmat dan pelaku usaha kopi.

Cita rasa yang nikmat dari kopi ‘feses’ luwak itulah yang mampu mendunia. Para pakar kopi menganggap bahwa biji kopi luwak menghasilkan cita rasa yang nikmat karena pilihan luwak (akan buah kopi yang dimakan) dan sistem pencernaan luwak. Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa luwak termasuk pilih-pilih terhadap makanan yang dimakannya. Buah kopi terbaik yang luwak makan mampu mengeluarkan ‘feses’ biji kopi terbaik dan berkualitas tinggi. Disertai fermentasi alami pencernaan luwak yang membuat rasa kopi semakin lembut tanpa rasa pahit dengan kafein yang rendah.

Baca juga :  Mushroom Adalah Jamur : Semua Pasti Tahu !

Jenis Kopi Luwak

Pada dasarnya, jenis kopi luwak dibagi menjadi 2 yakni kopi yang berasal dari kotoran luwak liar dan luwak tangkaran.

A. Kopi luwak liar

Biji kopi ini diperoleh dari kotoran ‘feses’ luwak yang hidup di alam bebas. Luwak liar yang hidup di alam bebas akan mencari buah kopi di areal perkebunan kopi. Di sanalah juga kotoran ‘feses’ luwak banyak berserakan. Akan tetapi, seiring permintaan pasar akan kopi luwak yang semakin meningkat, membuatnya semakin tinggi persaingan dalam mendapatkan biji kopi luwak di kebun. Terlebih harga biji kopi luwak yang tinggi. Biji kopi luwak dihargai Rp. 500.000 – 1.000.000,-/kg biji kopi kering. Hal ini membuat banyak orang yang ingin bisa memproduksi kopi luwak sendiri.

B. Kopi luwak tangkaran

Bisa dikatakan rumit untuk memproduksi kopi luwak sendiri. Walau demikian, prospek usaha kopi luwak termasuk menjanjikan. Mengingat harga biji kopi sendiri yang melambung tinggi.

Cara Budidaya Kopi Luwak

Siapkan 2 lahan, yang pertama untuk menanam tanaman kopinya dan yang kedua sebagai kandang luwak. Pertama, miliki hewan luwaknya. Kedua, Anda bisa memilih antara membeli kebun kopi atau membeli lalu menanam bibit/biji kopi. Jika Anda memilih untuk membudidaya tanaman kopi, silahkan dibaca selanjutnya.

  • Siapkan lahan untuk tanaman kopi
  • Pilihlah jenis bibit kopi yang berkualitas

Sebelumnya sudah diberitahukan bahwa luwak akan pilih-pilih dalam memakan buah kopi. Hanya buah kopi yang berkualitas sangat baik yang dimakan. Pililhlah kopi robusta untuk Anda tanam.

  • Perawatan dalam proses penyemaian

Bibit kopi yang sudah dipilih disemai sampai umurnya 7 – 9 bulan dan lakukan dalam polybag. Bibit yang disemai disiram 2x sehari, beri pupuk urea, serta penyiangan terhadap HPT. Dua bulan sebelum umur bibit 7-9 bulan, buatlah lubang tanam ukuran 60 cm2 dengan jarak tanam 2,5 cm. Beri pupuk kandang pada lubang. Saat bibit sudah berumur 7-9 bulan, tanamlah di lubang tanam yang sudah diberi perlakuan tadi. Jangan lupa, rawat tanaman kopi sehingga akan memproduksi kopi robusta yang berkualitas dan nantinya dipilih luwak sebagai makanannya.

Baca juga :  Matoa : Si Merah “Penghuni” Papua

Sambil menunggu tanaman kopi berbuah, siapkan juga hewannya yaitu luwak. Buat kandang dan tentunya luwaknya. Luwak yang diternakkan sebaiknya yang cukup umur untuk memakan kopi serta tentunya sehat. Karena, luwak yang sakit tidak dianjurkan untuk diproduksi ‘feses’nya. Ada 4 jenis luwak yang kualitasnya baik seperti luwak pandan (musang kucing), luwak bulan (galing/musang bertopeng), luwak rase dan luwak lombok (rinjani).

Jika tanaman kopi sudah berbuah, panen buahnya yang sudah ‘benar-benar’ matang. Setelah dipanen, sortir lagi buah kopi yang kualitasnya baik. Setelah itu, Anda bisa berikan buah-buah kopi tersebut pada luwak-luwak yang ada di kandang. Dengan indera penciumannya, luwak akan menyortir sendiri buah kopi terbaik untuk dimakan.

Setiap pagi, kotoran ‘feses’ luwak bisa diambil. Pisahkan kotoran luwak yang mengandung biji kopi. Kemudian bersihkan dalam air mengalir. Jemur biji kopi. Setelah kering, barulah biji kopi diolah menjadi bubuk kopi.

Akan tetapi, kopi luwak liar dinilai lebih baik kualitasnya dibandingkan kopi luwak tangkaran. Karena di penangkaran pada umumnya hewan luwak dapat mengalami sakit atau stres. Banyak ‘opini’ yang mengatakan bahwa di penangkaran, luwak dipaksa hanya memakan buah kopi sehingga luwak stres/sakit dan tidak mampu menghasilkan enzim/mikroba sehat di pencernaannya sebaik saat luwak sehat. Tetapi, hal itu bisa diatasi dengan tetap menjaga ‘kesejahteraan’ luwak. Jangan hanya memberikan luwak buah kopi. Berikan juga pakan lain dan membiarkan luwak memilih makanannya.

Demikian akhir pembahasan tentang kopi luwak, bagaimana asal usulnya dan bagaimana cara budidaya kopi luwak sebagai usaha dalam rangka peningkatan pendapatan petani.

Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.