Cara Bercocok Tanam Cabai Yang Baik Dan Benar

Cabai adalah contoh produk pertanian yang kontroversial. Harga dan ketersediannya sangat fluktuatif. Terlebih saat momen tertentu. Cabai saat lebaran, tahun baru, musim penghujan, hingga musim pemilu/pilkada, mampu membawa perubahan baik dari harga maupun persediaannya di pasaran. Pertanyaannya bagaimana cara bercocok tanam cabai yang baik dan benar sehingga mampu menghasilkan panen yang optimal?

Silsilah Tanaman Cabai

Cabai lahir dari kerajaan Plantae, divisi Spermatophyta, sub divisi Angiospermae, kelas Dicotyledoneae, sub kelas Sympetalae, ordo Tubiflorae (Solanes), famili Solanaceae, genus Capsicum dan spesies Capsicum annum L. Cabai berkerabat dekat dengan tomat (Solanum lycopersicum), leunca (Solanum nigrum L.), terong (Solanum melongena L.), kentang (Solanum tuberosum L.) dan akokak (Solanum Torvum Swarts).

Cabai memiliki karakteristik perakaran yang tunggang di mana akar utama dan akar lateral mengeluarkan serabut dan mampu menembus tanah hingga 50 cm dengan lebar 45 cm, berkelamin 2 yaitu putik dan benang sari dalam satu tangkai, tumbuhnya tegak dengan batang berkayu hingga ketinggian sampai 90 cm dan lebar tajuk 90 cm, mempunyai banyak cabang dan termasuk bunga lengkap karena terdapat kelopak, mahkota, benang sari serta putik.

cara bercocok tanam cabai yang baik dan benar

Olah Tanah Sebelum Bercocok Tanam Cabai

Banyak permasalahan di petani maupun masyarakat terkait budidaya cabai. Sebelum menanam cabai, ketahui dulu syarat tumbuhnya agar cabai lebih baik tumbuh kembangnya.

  1. Kemiringan lahan < 25 dengan ketinggian 1 – 2000 meter di atas permukaan laut.
  2. Tanah yang cocok untuk cabai adalah tanah gembur tipe regosol dan andosol. Sebelum cabai ditanam, olah tanah dengan pupuk kandang atau kompos.
  3. Tingkat keasaman (pH) tanah sebaiknya 6 – 7.
  4. Curah hujan optimum cabai yaitu 1000 mm/tahun.
  5. Kelembaban (RH) yang baik untuk cabai 70 – 80%. Jika RH tinggi, dapat memicu tumbuhnya cendawan. Jika pH terlalu rendah, cabai bisa kering dan terganggu pertumbuhan generatifnya, seperti pembentukan bunga, penyerbukan dan pembentukkan buah.
Baca juga :  Penanganan Pasca Panen Buah Dan Sayuran

Bercocok Tanam Cabai Di Musim Hujan

Di musim hujan, biasanya persediaan cabai akan menurun. Banyak cabai busuk dan harganya bisa melambung tinggi. Berikut adalah beberapa tips menanam cabai saat musim penghujan:

  • Pilih bibit yang tahan/peka terhadap musim hujan.
  • Buat bedengan yang lebih tinggi dan lebih lebar. Minimal tinggi 50 cm dan lebar 110 – 120 cm.
  • Gunakan mulsa ganda. Buat rangka bambu berbentuk huruf U terbalik sepanjang bedengan berjarak 2 meter, tingginya melebihi tinggi tanaman serta lebar yang sejajar ukuran bedengan/tajuk terluar tanaman cabai. Pasang plastik transparan sepanjang bedengan. Peralatan mulsa ganda hanya dipasang saat hujan turun. Jika hujan tidak turun, cukup pasang satu pulsa.
  • Tambahkan surfaktan (perata sekaligus perekat) yang dicampurkan pada pupuk daun, insektisida, fungisida dan Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) agar ketika disemprotkan ke bagian tanaman tidak luntur atau hilang terkena hujan.
  • Buang gulma yang tumbuh di sekeliling bedengan dan tunas air yang ada di tanaman.

Optimalisasi Harga Jual Cabai

Selain itu, ada beberapa Tips, yang bisa dilakukan demi menyelamatkan harga dan persediaan cabai, yakni sebagai berikut:

  1. Pilih benih cabai yang tahan lama dan karakternya sesuai kondisi lokasi penanaman. Biasanya jenis hibrida lebih toleran terhadap beberapa penyakit tanaman.
  2. Manfaatkanlah momen tertentu. Cabai sudah bisa dipanen umur 90 hari sejak tanam. Maka, 3 – 4 bulan sebelum lebaran atau sebelum momen tertentu yang memungkinkan terjadinya lonjakan harga dan persediaan cabai, tanamlah cabai di lahan kita. Sehingga saat cabai dipanen dan terjadi lonjakan harga serta persediaan cabai, kita bisa mendapatkan sedikit peluang bahkan keuntungan.
  3. Tanamlah cabai pada lahan yang sudah lama tidak ditanami cabai.
  4. Tanam cabai jauh dari cabai lain atau pun tanaman lain yang masih satu genus/kerabat dengan cabai.
  5. Jangan menanam cabai bersamaan dalam satu blok lahan. Jika cabai ditanam pada lahan yang luas, tanamlah bertahap. Contohnya, jika kita memiliki lahan seluas 20 petak. Maka tanamlah 2 petak dahulu. Ketika sudah mau panen, tanamlah 2 petak di sebelahnya dan seterusnya hingga 2 petak terakhir.
  6. Setelah dipanen, sortir cabai yang akan dijual sesuai gradenya. Mulai dari bentuknya (gemuk, kisut, ramping), ukurannya (besar, kecil, sedang) hingga cacat/kerusakan fisik harus dipisahkan dengan baik.
  7. Carilah sasaran untuk menjual cabai kita. Tentunya sasaran yang harga jualnya aman. Misalkan industri makanan atau sambal/saus.
Baca juga :  4 Hal Tentang Kemasan Kaleng Makanan Dan Minuman

Bercocok Tanam Cabai Di Musim Kemarau

Salah satu syarat tumbuh cabai adalah curah hujan optimumnya 1000 mm/tahun. Lalu bagaimana jika di suatu daerah justru mengalami musim kering yang lebih panjang masanya dibanding musim penghujan? Apakah masih bisa menanam cabai saat cuaca memanas?

Cabai tetap bisa ditanam di musim kemarau. Di musim kemarau penyakit pada tanaman cabai relatif lebih minim. Hanya saja, hama yang menyerang relatif lebih banyak. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan dalam menanam cabai di musim kemarau:

1. Mengolah lahan sebelum menanam

Di mana-mana sebelum menanam apapun, pasti lahan sebaiknya diolah terlebih dahulu. Agar tanah lebih gembur dan memaksimalkan unsur hara, olah tanah dengan bajak atau cangkul. Jangan lupa untuk melembabkan tanahnya dengan pemberian air.

2. Memilih bibit cabai

Bibit yang dipilih setidaknya tahan terhadap musim kemarau dan semua kondisinya. Pilihlah varietas cabai Ciko atau pun Amfibi.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam memilih bibit/benih cabai, di antaranya:Biji yang akan dijadikan benih cabai dikeringkan. Lalu rendam dengan larutan insektisida dan fungisida selama 15 menit, dosisnya cukup setengah dari anjuran pemakaian. Simpan dalam botol dan sisakan sedikit ruang untuk memasukkan abu pembakaran kayu yang dibungkus plastik/kain. Beri lubang kecil pada bungkusan abu untuk menjaga kadar air benih. Tutup botolnya

a. Siapkan 2 ember tanah subur dan 1 ember pupuk. Pupuknya yaitu 100 gram NPK dengan insektisida bubuk/butiran sebanyak 70 gram. Campur rata pupuk dan isikan pada polybag 12 x 8 cm yang sudah diberi lubang. Letakkan di bedengan tersendiri. Beri penahan tepi bedengan dengan kayu/batu bata.

b. Ambil benih dan masukkan ke dalam cawan berisi air. Jika benih mengambang berarti kualitas benihnya jelek. Rendam benih ke dalam larutan bakterisida, fungisida dan zat perangsang tumbuh (ZPT) yang konsentrasi masing-masingnya 0,01%. Jika air yang digunakan untuk perendaman sebanyak 1 liter, maka masing-masing bahan yang digunakan cukup 1 cc (1 gram). Rendam benih semalaman.

Baca juga :  13 Persyaratan Kemasan Yang Baik Untuk Produk Pangan

c. Esoknya, ambil dan tiriskan benih. Kemudian bungkus kain/koran yang basah. Simpan selama 2 hari.

d. Tanam ke polybag dan jangan lupa untuk membuat lubang tanam 0,5 cm per biji/benih.

e. Memulai tanam cabai

Di musim kemarau, tanamlah cabai pada umur 35 – 40 hari setelah penyemaian. Pada usia tersebut, bibit telah memiliki batang yang kuat dan dilatih agar mampu beradaptasi dengan suhu musim kemarau. Karena musim kemarau, penyiraman lebih digiatkan lagi agar tanaman cabai tidak mati kekeringan. Siram setiap pagi dan sore hari. Jika tidak giat? Minimal bisa menyiram secara rutin. Jangan lupa juga untuk tetap memenuhi nutrisi yang dapat diperoleh dari pupuk.

4. Menjaga kelembaban tanaman

Berhubung cabai ditanam di musim kemarau, kelembaban tanah dan tanaman harus tetap terjaga untuk hasil yang optimal. Saat tanaman baru berusia 1 bulan, beri penutup pada bedengan dengan jerami padi. Jerami mampu menyerap hawa panas, menjaga kelembaban tanah, menjadi pupuk organik serta sarana pengganti mulsa plastik.

5. Menghadapi Hama dan Penyakit Tanaman (HPT)

Pada awal cabai ditanam, semprotkan akarisida terutama untuk menghadapi serangan tungau atau pun trips. Selain itu, jangan lupa untuk membersihkan tanaman cabai dari gulma atau rumput liar yang mungkin ada di sekelilingnya.

Demikian pembahasan seputar cara bercocok tanam cabai yang baik dan benar. Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.