Ripening, Buah Klimaterik Dan Non Klimaterik

Ripening, Buah Klimaterik Dan Non Klimaterik. Tahukah Anda bahwa buah-buahan pasti mengalami fase yang disebut ripening? apa yang dimaksud dengan Ripening ?. Pematangan/Pemasakan/Ripening adalah fase terjadinya perubahan-perubahan baik warna, rasa, tekstur, disertai munculnya aroma khas dan vitamin-vitamin.

Ripening menghasilkan semua karakteristik buah yang diinginkan. Beberapa perubahan yang ‘mungkin’ terjadi selama ripening yaitu pematangan biji, perubahan warna, absisi, perubahan laju respirasi, laju produksi etilen, permeabilitas jaringan, komposisi karbohidrat, asam organik, protein, senyawa pektin (pelunakan tekstur), produksi senyawa volatil (mengubah rasa buah) serta perkembangan lapisan lilin pada permukaan buah.

Apa yang di maksud respirasi ? Respirasi adalah proses pernapasan tumbuhan dimana terjadi pembongkaran glukosa dan oksigen yang menghasilkan karbon dioksida serta energi panas.

Ripening Buah

Satu hal yang penting dari ripening adalah perubahan laju respirasi. Respirasi sendiri adalah proses pembongkaran bahan organik yang tersimpan menjadi bahan yang lebih sederhana. Laju respirasi digunakan sebagai indikator aktivitas metabolisme dalam jaringan tumbuhan. Dari laju respirasi inilah bisa ditentukan umur simpan potensial komoditas hortikultura. Berdasarkan laju respirasi, produk hortikultura dibagi menjadi 6 kelompok yaitu

Hal yang memicu ripening adalah etilen (ethylene). Lalu apa dan bagaimana etilen itu? Etilen merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh (C2H4) yang berwujud gas pada suhu kamar dan disebut hormon. Disebut sebagai hormon karena etilen mampu mempengaruhi proses fisiologi tanaman. Etilen menjadi hormon tumbuhan yang mengatur berbagai aspek pertumbuhan, perkembangan dan senesensi serta pematangan buah.

Baca juga :  Macam Macam Tanaman Toga Dan Manfaatnya

Ciri-Ciri Buah Matang

Ciri-ciri buah yang matang karena aktivitas etilen yakni adanya perubahan, di antaranya:

  • Warna: perubahan pigmen, yakni hilangnya warna hijau (klorofil) kecuali pada buah alpukat atau buah apel granny Smith.
  • Tekstur: perubahan komponen dinding sel. Di mana senyawa pektat dan hemiselulosa terurai. Selama pematangan protopektin (tidak larut dalam air) terdegredasi menjadi senyawa pektat (larut dalam air). Laju degradasi akan sebanding dengan laju pelunakan buah.
  • Rasa: selama pematangan, asam organik (asam sitrat, asam malat, asam askorbat) semakin berkurang kadarnya karena berubah menjadi glukosa. Selain itu pati berubah menjadi gula seiring proses pematangan. Gula yang terakumulasi menyebabkan rasa manis pada buah, baik pada buah klimaterik maupun non-klimaterik.
  • Aroma: terjadi karena adanya zat volatil. Di mana aroma buah klimaterik lebih khas/harum daripada non-klimaterik
  • Protein

Buah Klimaterik Dan Non Klimaterik

Buah Klimaterik Dan Non Klimaterik

Dari laju respirasi tersebut, berdasarkan karakter fisiologisnya (pola respirasi dan produksi etilen) buah-buahan terbagi menjadi 2 kelompok yaitu buah klimaterik dan non-klimaterik. Pada umumnya, laju respirasi buah yang tergolong klimaterik akan lebih tinggi daripada buah non-klimaterik. Lalu mengapa hanya buah yang disebut bagaimana dengan sayuran ? Karena sayuran pada pola respirasinya tidak menunjukkan ada/tidaknya klimaterik. Di mana umumnya sayuran buah termasuk non-klimaterik, terkecuali tomat.

Buah Klimaterik

Jadi apa yang dimaksud dengan buah klimaterik ? buah klimaterik adalah buah yang setelah dipetik akan mengalami pematangan dan dilanjutkan dengan pembusukan buah.

Golongan klimaterik, saat menjelang ‘masak’ optimal dan melewati pemasakan, aktivitas respirasi mengalami perubahan yang tidak mencolok. Pada buah klimaterik, produksi hormon etilen dalam jaringan buah lebih berfluktuasi. Hormon tersebut akan mempengaruhi tingkat kematangan pada buah klimaterik. Yakni mempercepat kematangan buah. Sehingga jika buah yang matang karena aktivitas etilen ini diletakkan dalam suatu wadah bersama buah yang belum matang, buah tersebut dapat ikut matang.

Baca juga :  Yuk, Mengenal dan Budidaya Tanaman Tebu

Buah klimaterik merupakan buah yang mengalami pola perubahan dalam respirasi (disebut klimaterik respirasi), periode transisi dalam proses pertumbuhan menjadi senesensen (pelayuan), saat itu juga terjadi pencapaian ukuran maksimum dari suatu buah dan semua perubahan yang bersifat khas (pemasakan) terjadi.

Klimaterik terbagi dalam 3 tahap yaitu klimaterik menaik, puncak dan pasca klimaterik. Buah klimaterik akan menunjukkan peningkatan yang besar dalam laju produksi karbondioksida dan etilen bersamaan dengan terjadinya pemasakan.

Contoh Buah Klimaterik

Berikut adalah contoh buah klimaterik, yaitu antara lain :

  • Buah apel (Malus domestica),
  • Buah alpukat (Presea americana),
  • Buah pisang (Musa sp.),
  • Buah kiwi (Actinida deliciosa),
  • Buah mangga (Manggifera indica),
  • Buah melon (Cucumis melo),
  • Buah pepaya (Carica papaya),
  • Buah pir/peach (Pyrus communis),
  • Buah tomat (L. esculentum),
  • Buah kesemek (Diospyrus kaki L. F),
  • Buah plum (Prunus sp.),
  • Buah sawo,
  • Buah semangka,
  • Buah jambu,
  • Buah manggis (Garcinia mangostana L.),
  • Buah durian (Durio zibethinus Murr.),
  • Buah kemang (Mangifera caesia Jack.),
  • Buah cempedak (Artocarpus champeden spring),
  • Buah nangka (Artocarpus integra Merr.),
  • Buah sirsak (Annona muricata L.),
  • Buah srikaya,
  • Buah sukun (Artocarpus altiliss Tosberg.)
  • dan Buah aprikot (Prunus armeniaca).

Buah Non Klimaterik

apa yang dimaksud dengan buah non klimaterik ?. buah yang setelah dipetik, dia tidak akan mengalami pematangan tetapi langsung diikuti dengan pembusukan pada buah.

Golongan non-klimaterik, saat menjelang pemasakan aktivitas respirasi meningkat secara nyata dan sangat cepat. Kemudian menurun setelah proses pemasakan. Pada buah non-klimaterik, produksi etilennya cenderung konstan.

Contoh Buah Non Klimaterik

Berikut ini adalah beberapa contoh buah non-klimaterik yang ada di Indonesia yaitu antara lain :

  • Buah anggur,
  • Buah nanas,
  • Buah rambutan,
  • Buah ceri,
  • Buah strowberi,
  • Buah jeruk,
  • Buah lemon,
  • Buah salak,
  • Buah jambu monyet,
  • Buah mentimun,
  • terong,
  • cabai.
Baca juga :  Buah Mangga Unik : Mangga Alpukat Pasuruan

Perbedaan Buah Klimaterik Dan Non Klimaterik

Sampi disini, kesimpulan yang dapat di ambil adalah kita dapat mengetahui perbedaan antara buah klimaterik dan non klimaterik.

Buah klimaterik : Buah ini sebelum proses pemasakan, dia akan mengalami kenaikan dan peningkatan respirasi. Buah Non Klimaterik : Buah ini tidak mengalami proses pematangan/pemasakan sehingga respirsi tidak akan meningkat. Buah non-klimaterik hanya menghasilkan etilen dalam jumlah yang sedikit dan tidak memberikan respon terhadap etilen.

Semoga bahasan ini bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.