Air Bagi Tanaman Dan 4 Faktor Yang Mempengaruhi

Pernahkah Anda membiarkan tanaman-tanaman yang Anda budidayakan kering tanpa diberi air 1% pun? Atau pernahkah Anda memberi air bagi tanaman – tanaman anda secara berlebih ?

Air adalah sesuatu yang sangat vital bagi makhluk hidup. Walau demikian, kekurangan atau pun kelebihan air juga dapat mengundang bahaya/ancaman. Termasuk untuk tumbuhan/tanaman. Bagi para tanaman, air berfungsi untuk menyusun tubuh tanaman (70 – 90%), sebagai pelarut dan media reaksi biokimia, media transport senyawa, memberikan turgor bagi sel termasuk dalam aktivitas pembelahan dan pembesaran sel, bahan baku fotosintesis serta menjaga suhu tanaman agar konstan.

air bagi tanaman

Pentingnya Air Bagi Tanaman

Tanaman mendapatkan pasokan air dari air hujan serta pemberian dari manusia (penyiraman). Air hujan dan irigasi akan masuk ke dalam tanah melalui infiltrasi kemudian mengisi pori mikro tanah dan tertahan sebagai lengas.

Masih ingat artikel sebelumnya tentang “Kebutuhan Air Tanaman”? Pada artikel tersebut, diuraikan bahwa kebutuhan air tanaman (crop water requirement) dalam pengertiannya, merupakan sejumlah air yang dibutuhkan untuk memenuhi kehilangan air karena evapotranspirasi tanaman yang bebas penyakit. Sehingga pada kondisi cukup air, tanaman mampu tumbuh baik dan menunjang produktivitasnya.

Evapotranspirasi merupakan perpaduan dari evaporasi dan transpirasi. Evaporasi sendiri merupakan perpindahan air dari permukaan tanah dan permukaan air bebas ke atmosfer. Sedangkan transpirasi adalah perpindahan air dari atmosfer dari permukaan tanaman.

Air dan Tanah

Air yang diberikan pada tanaman harus tepat kuantitasnya. Jika air yang diberikan terlalu sedikit, bukan tidak mungkin akan menimbulkan cekaman kekeringan pada tanaman. Akan tetapi, jika air yang diberikan terlalu banyak akan menimbulkan genangan yang akhirnya menyebabkan cekaman aerasi. Genangan akan mempengaruhi sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

Baca juga :  Peranan Agroklimatologi Di Bidang Pertanian

Di antaranya struktur tanah rusak, daya rekat agregat lemah, penurunan potensial redoks, peningkatan pH tanah masam dan penurunan pH tanah bassa, perubahan daya hantar dan kekuatan ion serta perubahan keseimbangan hara. Salah satu cara yang dapat membatasi pergerakan air pada tanaman adalah pembuatan drainase (saat air berlebih) atau pun saluran irigasi (saat kekurangan air).

Status air tanah digambarkan oleh kandungan lengas tanah. Status air tanah juga bergantung pada struktur dan tekstur tanah tersebut. Tanah lempung biasanya mampu menyimpan air lebih banyak daripada tanah pasir. Tanah yang teksturnya kasar dan porous memerlukan air dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan tanah bertekstur halus.

Hal itu disebabkan karena tekstur yang kasar membuat air lebih banyak bergerak, hilang ke lapisan-lapisan tanah yang lebih dalam atau disebut perkolasi maupun kehilangan air karena evaporasi. Semakin kasar tekstur tanahnya maka semakin besar jumlah air perkolasinya. Kehilangan air karena perkolasi pada tanah berpasir sebanyak 35%, tanah lempung 15% dan liat 10%.

Tanah yang teksturnya halus biasanya struktur tanahnya gumpal atau memadat, ada kemungkinan tanaman tidak/kurang baik kemampuannya dalam menyerap air oleh tanaman terhambat. Pada tanah bertekstur halus, proses infiltrasi air ke dalam tanah biasanya juga lambat yang mengakibatkan banyak air hujan yang mengalir sebagai aliran permukaan (run off).

Hal itu dapat menyebabkan penggunaan air oleh tanaman tidak/kurang efisien. Kehilangan air karena aliran permukaan pada tanah berpasir 5%, lempung 10% dan 25% untuk tanah liat.

Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Air Bagi Tanaman

Pada artikel “Kebutuhan Air Tanaman” disebutkan tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemenuhan kebutuhan air tanaman. Di artikel ini, yang akan disebutkan adalah faktor apa saja yang mempengaruhi kebutuhan air tanaman, yakni sebagai berikut:

  • Topografi

Perhatikan topografi wilayah yang akan ditanami. Untuk lahan yang miring, pada umumnya akan membutuhkan pasokan air yang lebih banyak daripada lahan datar. Hal itu disebabkan karena air lebih cepat mengalir menjadi aliran permukaan dan sedikit yang berproses infiltrasi.

  • Tanah

Tanah yang cocok dan baik untuk pertanian ialah tanah yang mudah diolah, produktif dan subur. Tanah yang baik seharusnya dapat memberi kesempatan bagi akar tanaman untuk tumbuh dengan mudah, menjamin sirkulasi air dan udara, relatif mengandung hara dan kelembaban tanah yang cukup.

  • Klimatologi

Perhatikan selalu iklim dan cuaca di wilayah tempat kita bercocok tanam. Dengan begitu, dapat kita lakukan kegiatan cocok tanam yang tepat pada periode dan keadaan tanah yang sesuai.

  • Hidrologi

Perhatikan juga siklus air atau hidrologi. Semakin banyak curah hujan yang membasahi tanah, semakin sedikit kebutuhan air bagi tanaman.

Baca juga :  Mari Kita “Culik Tanam”

Demikian artikel lanjutan tentang kebutuhan air bagi tanaman. Semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.