Tips! Agar Mawar Rajin Berbunga

Apakah Anda memiliki tanaman hias di pekarangan rumah? bunga mawar misalnya? Apakah tanaman hias Anda rajin berbunga? Atau justru tidak berbunga sama sekali? Coba simak ulasan berikut tentang cara Tips! Agar Mawar Rajin Berbunga

Tanaman hias, berdasarkan kebutuhan cahaya matahari dibedakan menjadi 3 yaitu tanaman hari panjang, hari netral dan pendek. Pada tanaman hari panjang, pembungaan terjadi jika sinar matahari yang didapat lebih dari 14 jam sehari atau siang harinya lebih dari 14 jam, contohnya Anthurium dan Spathiphyllum.

Sebaliknya, tanaman hari pendek mampu berbunga jika sinar matahari yang didapat kurang dari 12 jam, contohnya Krisan dan Gerbera. Sementara tanaman hari netral tidak terpengaruh akan lama penyinaran, bahkan mampu berbunga meski dirangsang dengan rekayasa penyinaran.

Proses tumbuh kembang tanaman hias dikatakan baik jika melalui fase-fase pertumbuhan dengan sempurna. Setelah fase vegetatif selesai maka fase generatif (tanaman mulai berbunga) akan segera menyusul dan tanaman tidak akan berhenti berbunga.

Akan tetapi untuk melaluinya, proses tumbuh kembang tanaman harus dipenuhi dengan baik. Caranya, dengan merangsang pembungaan yaitu memenuhi semua syarat tumbuhnya atau merangsang dengan perlakuan khusus.

Agar Mawar Rajin Berbunga

Agar Mawar Rajin Berbunga

1. Merangsang pembungaan dengan memenuhi syarat tumbuhnya

Sebelum memilih tanaman hias untuk ditanam di rumah kita, sebaiknya pelajari dahulu syarat tumbuh setiap tanaman. Apakah sesuai/cocok untuk ditanam di daerah kita? Ada tanaman hias yang dapat tumbuh pada dataran rendah < 500 meter dpl seperti Alamanda, Kamboja Jepang, Bugenvil atau Bunga Tasbih. Tetapi ada juga tanaman hias yang hanya cocok pada dataran tinggi yaitu > 700 meter dpl seperti Krisan, Mawar, Anyelir, Azalea atau Poinsettia.

Kedua, dalam pemilihan dan persiapan media tanam. Tanah sebagai media harus memiliki bahan organik tinggi, drainase dan aerasi baik juga mengandung unsur hara mineral yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Penggemburan dan pemberian bahan organik dapat membantu struktur tanah lebih gembur dan remah yang nantinya mampu mengikat dan menggunakan pupuk kimia yang diberikan.

Nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK)

Nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) yang tinggi menunjukkan kemampuan tanah dalam menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman, sudah baik. Secara fisik (pengamatan inderawi), tanah yang subur warnanya cenderung kehitaman dan remah.

Baca juga :  Cara Membuat Durian Berbuah Lebat

Tingkat keasaman (pH) tanah yang baik untuk tanaman adalah 6 – 8. Nilai pH akan menentukan tingkat kemudahan nutrisi/unsur hara itu diserap oleh tanaman. Nilai pH yang rendah mengindikasikan tingginya racun bagi tanaman, seperti aluminium, sulfat dan unsur mikro lain. Nilai pH juga mempengaruhi perkembangan mikroorganisme, di mana pH ≥ 5,5 adalah tempat yang baik bagi pertumbuhan bakteri.

Pada kondisi > 5,5 akan terjadi persaingan antara bakteri dan jamur. Tanah yang asam dengan pH < 6, dapat dinaikkan pH-nya dengan pengapuran (dolomit). Umumnya, 4 kg dolomit digunakan untuk menurunkan pH pada 10 m2 tanah urukan (sisa bangunan). Tanah yang basa dengan pH > 8 diturunkan dengan belerang/sulfur.

Tanah yang baik untuk media tanaman adalah jenis lempung maupun lempung berpasir. Bisa juga dengan media tanam lainnya, seperti campuran antara pasir : tanah liat : bahan organik, yang perbandingannya 1:1:1. Bahan organik yang dimaksud adalah pupuk kandang, kompos hijau, bokashi, peat moss atau cocopeat. Apabila tanaman hias ditanam di lahan terbuka, sebaiknya tanah harus diolah seminggu sebelumnya. Terakhir, beri tambahan bahan organik 3 bulan sekali (jika ditanam pada pot) dan 6 bulan sekali (jika ditanam di lahan).

Pemupukan Tanaman

Nitrogen dibutuhkan dalam jumlah besar dibanding Fosfor dan Kalium, saat awal pertumbuhan (fase vegetatif). Sedangkan Fosfor dibutuhkan lebih banyak saat reproduktif (fase generatif). Jika saat fase generatif, Nitrogen yang lebih banyak diberikan, tanaman hias akan terlalu rimbun karena daun yang tumbuh lebat dan saling menutupi, sehingga bagian bawah dan bagian dalam tanaman tidak mendapatkan cahaya. Daun negatif  (tidak dapat cahaya) tidak bisa berfotosintesis dan harus dipangkas. Waktu pemupukan yang baik pada jam 10 pagi atau jam 3 sore.

Penyemprotan insektisida dilakukan 2x sebulan jika beberapa tanaman terserang HPT > 50%. Penyemprotan 1x seminggu jika HPT > 50% dan terjadi di musim hujan. Pestisida yang digunakan sebaiknya 2-3 merk (yang bahan aktifnya berbeda) secara bergantian, tidak hanya 1 merk. Hal itu untuk mencegah kekebalan HPT yang menyerang. Penyemprotan dilakukan pagi/sore. Setelah disemprot (minimal 6 jam) tidak boleh ada penyiraman/hujan. Jika musim hujan, tambahkan perekat daun (Agristik, Tenacstiker) agar pestisida meresap.

Baca juga :  15 Cara Memilih Buah Segar dan Berkualitas

Pengaturan penyiraman/pemberian air dan drainase harus baik. Jika ditanam pada pot, setidaknya harus ada 3 lubang di bagian dasar pot.

2. Merangsang pembungaan dengan perlakuan khusus

  • Pengaturan rasio C/N

Masalah Pengaturan rasio C/N (perbandingan Carbon dan Nitrogen) dapat dilakukan dengan cara pemangkasan, pemeliharaan, produksi, pembuangan ujung tunas cabang dan pinching.

Pemangkasan pada tanaman hias dilakukan saat usia muda untuk membentuk tajuk tanaman yang ideal. Biasanya dilakukan pada bunga sepatu atau bugenvil.

Pemeliharaan dilakukan dengan memelihara kondisi tanaman agar tumbuh baik. Caranya dengan memangkas cabang negatif, cabang yang tua, cabang tidak produktif maupun tunas air yang tumbuh tinggi ke atas.

Cara produksi dilakukan dengan menjaga kontinuitas produksi. Tepatnya setelah selesai berbunga, untuk merangsang tunas baru yang menghasilkan bakal bunga lagi. Biasanya dilakukan pada mawar dan krisan.

Pembuangan ujung tunas cabang dilakukan terhadap ujung tunas untuk menghambat pertumbuhan ke atas dari ranting/percabangan.

Sedangkan piching, merupakan pembuangan ujung tunas cabang yang tujuannya untuk mengarahkan penggunaan karbohidrat tanaman.

  • Rekayasa penyinaran

Biasanya dilakukan jika tanaman hias ditanam di area indoor seperti dalam rumah atau pada rumah kaca (green house). Rekayasa penyinaran dilakukan menggunakan lampu neon berkekuatan 50 watt/m2 dengan intensitas cahaya 70 – 200 lux yang dipasang di atas tanaman hias. Untuk tanaman hari pendek, hanya perlu disinari 1 – 2 jam/hari. Sedangkan untuk tanaman hari panjang, rekayasa penyinaran dilakukan 4 – 6 jam/hari setelah fase vegetatifnya.

  • Vernelisasi

Vernelisasi hanya dilakukan pada tanaman suhu rendah tepatnya bagian biji atau umbinya. Contohnya pada tanaman hias Amarilis. Caranya, bongkar tanaman hias kemudian buang daunnya. Ambil umbi akar dan cuci bersih dengan air. Masukkan umbi akar yang sudah bersih ke dalam lemari es dengan suhu 15 – 17 C selama 4,5 minggu. Jika sudah, naikkan suhunya menjadi 23 C selama 4 bulan. Setelah itu, keluarkan umbi dari lemari es lalu tanamlah dalam pot. Media tanam sebaiknya ditutup dengan mulsa agar suhunya terjaga ± 20 C.

  • Stres air

Penyiraman harus dilakukan sesuai takaran dan waktunya agar tepat sesuai tujuannya. Tanaman juga dapat mengalami stres air, sehingga kita harus mengendalikan pemberian airnya. Air yang diberikan setidaknya cukup untuk sampai Kapasitas Lapang (KL). Kapasitas Lapang sendiri merupakan jumlah air maksimum yang mampu diserap tanah untuk digunakan oleh tanaman melalui bagian perakaran.

Baca juga :  Cara Menanam Bayam Cabut : 5 Tahap Yang Harus Di Lalui

Biarkan tanaman tidak disiram selama beberapa hari dahulu. Pot tanaman setidaknya memiliki 3 lubang sebagai drainasenya. Contohnya bugenvil, yang dibiarkan tanpa air selama 1 – 2 minggu (sebelum musim hujan) kemudian saat musim hujan tiba, permukaan ditutup dengan mulsa, atau cara lainnya saat daun bugenvil mulai berguguran barulah dilakukan penyiraman.

  • Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)

Ada beberapa zat pengatur tumbuh (hormon) yang dikenal dalam dunia botani. Pertama, Auksin yang fungsinya untuk memperpanjang sel pada pucuk tanaman. Kedua, Glibberellin yang mempengaruhi pembelahan sel, pemanjangan sel atau kombinasi keduanya (pembelahan-pemanjangan). Ketiga, Sitokinin yang fungsinya untuk pembelahan sel. Keempat, Etilen yang dapat mempengaruhi kematangan buah pada fase klimaterik. Kelima, Inhibitor yang mampu menghambat proses biokimia dan fisiologis aktivitas ZPT lainnya.

Gibberellin biasanya digunakan untuk tanaman hari panjang. Sedangkan tanaman hari pendek umumnya lebih memanfaatkan ZPT Retardan (yang bahan aktifnya Paklobutrazol, Alar, Cycocel) untuk menghambat panjang batang, memendekkan jarak ruas, meningkatkan warna daun, membuat fase vegetatif tanaman mampu mendukung pembungaan.

Tips lain Agar Mawar Rajin Berbunga

Selain itu juga ada cara lain yang dapat dilakukan di antaranya:

  • Tanaman hias butuh urea lebih banyak daripada SP36 atau KCl
  • Pemupukan menggunakan NPK/pupuk daun sebaiknya unsur Nitrogen lebih besar dari Fosfor/Kalium dan dilakukan 3 bulan sekali saat sedang tumbuh aktif
  • Untuk area taman, pilih tanaman hias penyuka cahaya seperti Bugenvil, Alamanda, Kembang Sepatu, Heliconia, Bunga Tasbih dan Lantana
  • Tanaman hias daun tidak suka cahaya matahari yang berlebihan
  • Mawar dan Krisan perlu pemangkasan agar tetap berbunga
  • Bunga Kalanchoe jika daunnya memerah berarti harus segera dipindah ke tempat teduh/ada naungan
  • Untuk Adenium, sebaiknya disambung pucuk dengan varietas lain yang rajin berbunga
  • Untuk Heliconia, saat mulai mengering harus segera dipangkas agar tunas muncul

Demikian pembahasan ringan tentang cara Agar Mawar Rajin Berbunga. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat 🙂

Berlangganan Email

Spread the love

Tertarik Dengan Blog ini dan Ingin Berlanggan Email?

Terima kasih. Link konfirmasi sudah dikirim ke email anda

Something went wrong.